Endapan Awanpanas Merapi


Endapan awanpanas atau lebih sering disebut sebagai endapan piroklastik merupakan enadapan hasil erupsi gunungapi.

Material endapan awanpanas ini memiliki ciri khusus karena dibentuk secara genesa yang yang unik. Materialnya terdiri atas material guguran akibat runtuhnya kubah lava di kepundan. Material ini bercampur dengan material lain yang ikut terbawa selama transportasinya.

😦 “Isinya gado-gado dong Pakdhe?”

😀 “Ya, isinya bermacam-macam karena memiliki sifat mengerosi. Sehingga material yang tererosi juga ikut terangkut”.

Dari dongengan sebelumnya tentang video awanpanas disini :

Awan Panas Merapi dalam Video [Pyroclastic flow] terlihat bagaimana luncuran awanpanas itu terjadi. Secara grafis apa yang terjadi dengan batuan yang berada dalam gumpalan awanpanas ini digambarkan sepoerti dibawah ini :

Piroklastik berada pada bagian dasar yang terdiri dari bongkahan, kerakal, kerikil pasir hingga debu. Meluncur dibagian bawah sambil mengerosi batuan yang dilewatinya. Saat luncuran itu terjadi bercampurlah batuan yang sudah ada sebelumnya dengan batuan yang masih panas.

Pada bagian atas dari luncuran ini terdiri dari debu bercampur gas-gas membentuk dan menyelimuti sehingga mirip seperti gumpalan awan.

Perbedaan awan hujan dan awan panas.

Awan hujan merupakan uap air yang akan menjadi hujan apabila mengalami kondensasi. Awanpanas terdiri dari pasir, debu dan gas karena erupsi gunungapi.

Endapan awanpanas

Endapan Awanpanas Merapi yang baru. Perhatikan bongkahan yang "mengambang" diantara batuan yang ukurannya lebih kecil lainnya.

Salah satu penciri utama dari endapan awanpanas adalah adanya bongkahan besar yang mengambang diantara batuan lainnya. Batuan besar ini mengambang karena selama transportasinya didukung oleh aliran massa butiran (grain flow).

Endapan piroklastik yang terusun dari beberapa periode luncuran.

Batuan piroklastik awanpanas, sering dijumpai tidak hanya satu tubuh saja, tetapi memiliki penampakan seperti berlapis atau bertumpuk-tumpuk. Karena proses pengendapannya juga tidak sekaligus, tetapi dalam beberapa kali luncuran awanpanas (priokalstik).

 

Secara grafis digambarkan perbedaan antara endapan lahar dengan endapan awanpanas

Endapan lahar dan awanpnas sering dijumpai secara bersama-sama. Prosesnya memang mirip energinya. Namun dalam lahar hujan dibantu dengan air sehingga prosesnya sedikit mengarah mengikuti proses endapan air.

Proses deposisi atau proses mengendapnya aliran piroklastik ini sangat cepat. Ketika energinya berkurang langsung mengendap. Bongkah batuan besar dapat saja terlihat mengambang diantara butiran serta bongkahan yang lebih kecil. Sedangkan lahar hujan yang berupa debris flow aliran runtuhan (debris) bercampur air maka akan memiliki sortasi lebih bagus. batuan yang besar akan cenderung berada dibawah pada endapan lahar hujan.

Arang atau batang pohon sangat mungkin dijumpai baik pada endapan prioklastik maupun endapan lahar. Hanya terdapat sedikit perbedaan dimana lahar hujan arang akan berada bagian atas dari satu perlapisan. Sedangkan pada endapan piroklastik kayu serta arang dapat sijumpai juga mengambang.

Proses erosi ketika hujan seringkali dapat memperlihatkan batas-batas episode erupsi dengan lebih jelas. Tingkat pembatuan satu ‘lapisan’ dengan ‘lapisan’ yang lain seringkali memiliki kekerasan batuan yang berbeda. Air telah membantu kita dalam mengidentifikasikan masing-masing episode luncuran yang tercermin dalam lapisan. Seperti yang terlihat dibawah ini.

Disebalah kanan ini gambaran grafis perbedaan serta kemiripan kedua proses yang akan seringdijumpai di setiap gunung berapi.

Proses debris flow atau lahar hujan akan selalu mengikuti setelah proses pyroclastic flow.

Dalam sebuah artikel penelitian tentang lahar hujan disebutkan jumlah banjir lahar hujan yang menerpa sungai Boyong, Bedok dan Bebeng 1994-1995, 50 kali dengan durasi antara setengah jam sampai 1,5 jam. Waktu itu (November 1994) guguran lava hanya menghasilkan material sebesar 3,5 jt meter kubik dan 2,5 jt meter kubik diantaranya ada di hulu sungai boyong.

Kalau kita bandingkan dengan erupsi tahun 2010, yang konon mengeluarkan material sebesar 140 jt meter kubik, jumlah material tahun 1994 relatif tidak besar, dan itu pun sudah menghasilkan frekuensi banjir lahar yang banyak.

😦 “Whaduh Pakdhe. kalau begitu lahar hujan sudah didepan mata ya ?”

😀 “Thole, kita masih ada waktu sebelum puncak hujan bulan Januari mendatang. Jadi yang penting dipersiapkan dengan baik dan serius. Jangan dianggap sepele”.

😦 “lah kalau ternyata tidak terjadi bagaimana ?”

😀 “Ya lebih bagus kalau tidak terjadi !”

Proses erosi membantu menunjukkan batas lapisan episode luncuran. Erosi ini membentuk alur-alur baru yang sering mempengaruhi pengaliran sungai-sungai serta topografi dari gunungapi.

Endapan piroklastik purba

Dibeberapa tempat di Cangkringan dijumpai kemungkinan endapan awanpanas purba yang memiliki ciri seperti diatas. Endapan ini menunjukkan bahwa dimasa lampau daerah cangkringan pernah dilalui oleh awanpanas. Perkiraan umur batuan dapat dipergunakan untuk memperkirakan proses erupsi dimas lampau.

Endapan awanpanas purba yang dijumpai disekitar Cangkringan. terlihat juga batas-batas perlapisan yang berupa batas erosi dengan lapisan diatasnya.

Dengan melihat proses yang sedang terjadi, batuan yang dihasilkan serta melihat endapan yang sama yang ada jauh sebelumnya dapat dipergunakan untuk sarana belajar bagaimana menghubungkan endapan purba dengan proses sejarah serta aktifitas Merapi Purba.

Dengan salah satu cara seperti ini para ahli vulkanologi memperkirakan bagaimana sejarah gunung berapi. Baca disini : “Sejarah Gunung Merapi sejak 700 000 tahun yang lalu”

Tulisan terkait :

12 Tanggapan

  1. awan panas atau wedus gembel memang sangat berbahaya…. tapi kok ada endapannya segala.. kayak kopi aja.

  2. terima kasih pencerahannya pak,pengentahuan saya jadi bertambah nih,benar2 artikel yang sangat layak di baca

  3. sekali lagi bikin repot, ponakanmu di jogja request ilustrasi lahar dingin menghanyutkan jembatan dan rumah. Matur nuwun pakdhe.

  4. Dear p Dhe,

    nach tull khan pak Dhe.., penjelsan-penjelsan itu semakin yang mudah n rasional untuk dipahami oleh awam, n coba JIKA semakin banyak masyarakat near mt merapi menjadi lebih paham (mungkin dpt mencapai 50%, ke 2-3 tahun kedpan), wah .. ini dia yang aku banyangin masyarakt menjadi menuju semakin cerdas percaya kepada ilmu ilmiah dari pada ilmu mithos … kali hehe..
    kalo pun juga masih ada yang tidak bisa melupakan kepercaraaya yang turun-menurn para mbah or eyang dalm kontetsn bhs tradiosional ya gpp la, tapi mungkin apa tidak mungkin dibuatkan sebagai cerita or lagenda sejarah (sejarah yang ilmiha juga khan, di tuliskan oleh para ahli sejarah gitu), sepertti misalnya legenda nya benteng terpanjang di china itu, yang dilegendakan dibuat atas cita memeprtahankan kaisar dari serangan mongol oleh seorang panglima perang Qi …

    satu lagi pak Dhe, hehe, banyak juga boleh khan, sejalan, mungkin, jika semakin masyakar near mt merapi semakin cerdas, sewajarnya masy tersebut harus dapat pula memikirkan bagaimana technologi dapat dibangun agar memperkecil resiko kesurakan area terjangan lahar, seperti sehari yang lalu saya lihat di National Geographi Chanel, membangun infrastruktur untuk bagiamana mengendalaikan luncuran longsoran es, dr puncak gunung di Jepang… agar tidk menimpan perumah penduku di bahwanya .. wah betul2 menakjubkan, meskipun belon bisa sepenuhnya hingga 100%..
    nach untuk untuk, apakh di tmpt kita (negara kita) kan ada pemikiran para pakar kesitu? ABIS kalo mengandalkan para politisi yang ada di PEMDA, kok saya ga yakin tuh tegerak hatinya yaa… maybe …

  5. Wah wah wah,, Pak Dhe jadi model euy hohoho 😀

    Matur nuwun ilmunya ya Pak,,,

  6. nice posting, penuh informasi dan ilmu baru. Penting sekali tulisan ini diketahui untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di lingkungan kami di lereng merapi. Sekarang kami bisa mengidentifikasi ancaman-ancaman bahaya sekunder letusan Merapi. Matur nuwun, Pakdhe! Dipun tenggo dongeng salajengipun.

  7. info yang menarik pakdhe

  8. […] This post was mentioned on Twitter by Wahyu Thok Diartito . Wahyu Thok Diartito said: RT @RovickyDP: Endapan Awanpanas Merapi: http://t.co/iV7O0C3 […]

  9. Dongeng yang menarik dan hebat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: