Menjejak abu vulkanik Merapi dari angkasa


Berikut sebuah animasi arah penyebaran abu vulkanik Merapi dilakukan dari angkasa dengan menggunakan data satelit.

😦 “Pakdhe, sekarang kita punya “mata” diangkasa sana yang membantu kita mengamati Merapi ya ?”

😀 “Pengamatan satelit saat ini banyak sekali dipakai tidak hanya untuk kebutuhan mengitai dalam peperangan, Thole. Saat ini satelit-satelit tujuan damai sudah banyak dipakai”

Penyebaran abu vulkanik ini diperlukan untuk keselamatan penerbangan. Sebuah kejadian enimpa sebuah Airbus dari Scandinavia. yang pada tanggal 28 Oktober Thomas Cook Skandinavia Airbus terbang melalui awan Merapi dalam perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi,. Ketika berada di Batam, ditemukan bahwa mesin rusak dan harus diganti.

Animasi untuk mengantisipasi

Penyebaran abu vulkanik

Jangkauan satelit cukup jauh. Dan kalau melihat jumlah materi gas yang dilepaskan sangat mungkin akan mempengaruhi atmosfer. Tentusaja kalau kondisi atmosfer berubah, maka akan merubah iklim dan cuaca. Marufin memperkirakan atau tepatnya menghayalkan dampaknya pada iklim.

 

Dampak sekunder dan tersier.

Ya tentusaja kalau bahaya sekundernya saja sudah sampai ke Sungai Code yang melewati perkotaan sangat padat. Ini yang menyebabkan zpna radiusnya menjadi lebih leih jauh. Lha wong baru seminggu sj Code sh mendangkal koq. Padahal kapasitas seluruh sungai yg berhulu di Merapi ini diperkirakan tidak akan sanggup menampung material 100 juta meter kubik. Dengan logika demikian radius bahaya lewat sungai seharusnya diperluas. Kompleksitasnya ada di Code yg super padat manusia itu.

Estimasi bahaya sekunder atau malah tersier harus memperhitungkan juga potensi anomali cuaca pasca erupsi. Setidaknya ada 10 ribu ton sulfur yg disemburkan Merapi ke atmosfer dan bakal menjadi aerosol sulfat. Selanjutnya intensitas sinar Matahari bakal terkurangi oleh tabir aerosol sulfat ini bakal menurunkan suhu global. Penurunan suhu selalu berkorelasi denga anomali cuaca. Anomali cuaca dan iklim ekstrim 2010 yg sudah terjadi muncul setelah Matahari relatif tenang sepanjang 3 tahun terakhir. Nah sekarang bagaimana jika tenangnya Matahari berkoalisi dengan tabir aerosol sulfat? Apakah hujan2 kita akan tambah besar dan tambah deres?

Memang ada hubungan kausal antara letusan gunung dan El Nino. Berharap saja semoga efek El Nino mengeliminasi dampak Mthari tenang.

😦 “Wah Paklik Marufin kok mikirnya sampai jwauh gitu to, Pakde ?

😀 “Kalau dirunut memang kemungkinan itu ada. Kalau bener ya kebetulan, kalau salah trus piye ? Cari saja yang sudah pasti dan anggap saja ini dongengan horor”

Memang banyak dampak atmosfer yang saat ini diketahui berkorelasi dengan aktifitas vulkanisme termasuk penurunan suhu ketika meletusnya Pinatubo, dan juga yang dikenal dengan “ayear without summer” akibat meletusnya Tambora.

Sumber http://www.esa.int

Dongengan terkait :

Iklan

3 Tanggapan

  1. moga-moga saling menyeimbangkan !!

  2. wahhh…secara ndak langsung mengurangi global warming dong pakdhe?

  3. mantaph

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: