Mengukur suhu awanpanas secara forensik


https://rovicky.files.wordpress.com/2009/04/geologist.jpgNamanya saja awanpanas, tentu saja panasnya-lah yang sangat mematikan selain tenaga dorongnya yang berupa batu, pasir dan gas mendorong dengan tenaga kuat. Selalu saja diberitahukan bahwa suhunya diatas 300 derajat celsius bahkan ada yang mengatakan 400 derajat Celsius. Sedangkan di kepundan awalnya bahkan hingga 600 derajat Celsius. Bagaimana mengukurnya ?

😦 “Iya Pakdhe, dari kemarin aku mau tanya pakde. Bagaimana kawan-kawan mBah Rono bawa termometernya kesana,  gimana caranya ?”

Mengukur dengan termometer alam

Ahli geologi dan ahli forensik pada prinsipnya memiliki cara berpikir yang mirip. Mereka menggunakan data fakta serta hasil pengamatan yang sama-sama diperoleh disekitar lokasi kejadian. Kalau geologi mencari data (evidence) di alam, kalau ahli forensik mencarinya di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Masih ingat tulisan ini ?

Dibawah ini sebuah foto yang menunjukkan sebuah sepeda motor yang hancur setelah diterjang awanpanas Merapi. Foto ini diambil oleh relawan IOF (Indonesian Offroad Federation) Jogja yang menjadi relawan dalam evakuasi.

Sepeda motor setelah diterjang awanpanas

Sepeda motor diatas diambil setelah diterjang awanpanas di cangkringan. Coba perhatikan barang-barang yang meleleh diatas. Plastik tebeng depan telah melelh habis, sedangkan bahan polycarbonate (polyurethan) pada samping kendaraan ini juga sudah hancur meleleh. Namun besi serta karet dan ban masih terlihat utuh.

Ada sebuah penelitian yang melihat titik leleh dari bahan-bahan yang mengandung palstik seperti dibawah ini.

Tabel titik leleh plastik

Kalau melihat titik leleh nya maka kita tahu bahwa suhunya pasti diatas titik lelehnya plastik lunak yang ada di tebeng motor bebek ini. Sedangkan bagian samping kendaraan yang mungkin terbuat dari Polycarbonat dan sejenisnya memiliki titik leleh 280-310 der Celcius. Kalau bahan-bahan ini saja meleleh, tentu suhunya sudah melampaui titik lelehnya, kan ?

Jangkauan diatas 15 Km

Jangkauan diatas 15 Km

Dengan demikian tidaklah keliru apabila diberitahukan bahwa suhu awanpanas ini di daerah Cangkringan masih bersuhu 300-400 Derajad Celsius.

😦 “Kalau begitu bener dong jarak amannya 20 Km dari puncak Merapi “

😀 “Ya itulah Thole, semoga kita mengerti mengapa Mbah Rono mewantiwanti supaya tidak buru-buru kembali keatas karena status Merapi masih AWAS”.

 

Sumber gambar (IOF Jogja), artikel ” SIFAT DAN KARAKTERISTIK MATERIAL PLASTIK DAN BAHAN ADITIF, Iman Mujiarto, Traksi. Vol. 3. No. 2, Desember 2005″

Dongengan terkait

6 Tanggapan

  1. bisa jadi suhunya lebih tinggi, pakdhe!
    waktu terpaan suhu panas juga harus dihitung kan? akan berbeda bekasnya bilamana terkena terpaan panas dalam waktu lama atau dalam waktu yang singkat.
    *demikian yang saya saksikan saat ke sana*

  2. kalau sepanas itu, termometer nya juga njeblug, meluber ya pakde

  3. ow gt. saya kira telemetri : jadi diliat gimana warnanya.
    bukan gt ya?

  4. […] This post was mentioned on Twitter by Media Center, Rovicky Putrohari. Rovicky Putrohari said: Mengukur suhu awanpanas secara forensik: http://t.co/nC3zZVn @infobencana @jalinmerapi #merapi […]

  5. infonya sip mas…bisa dibuat rujukan nech… thanks.. 🙂

  6. Oalah ternyata gitu toh, berdasar bukti yang ada 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: