Ancaman tsunami Padang masih ada.


https://rovicky.files.wordpress.com/2008/02/segment-gempa.jpgDibawah ini Press Release dari LIPI tentang masih berbahayanya daerah pantai timur Sumatera walaupun terjadi gempa yg menyebabkan tsunami Mentawai (tepatnya gempa Pagai) pada tanggal 25 Oktober 2010.

😦 “Wah pakde jangan nakut-nakutin doonk!”

😀 “Thole, yang dibilang Pak Danny Hilman ini dasarnya sains bukan dukun. Jadi secara terbuka akan diberitahukan juga dasar-dasar berfikirnya.

Danny Hilman sebagai ahli gempa dari LIPI memberikan penjelasan cukup sederhana dibawah ini

Press Release: Gempa Mentawai 7.7 SR,

Kemarin (25 Okt 2010), terjadi gempa besar berkekuatan 7.7 Skala Richter (USGS) di baratdaya Pulau Pagai Selatan, Kabupaten Mentawai, Propinsi Sumatra Barat. Gempa ini bisa disebut sebagai gempa susulan dari gempa besar 8.4 SR yang terjadi pada tanggal 12 September 2007. Dari analisa US Geological Survey dan juga BMKG, gempa ini disebabkan oleh pergerakan patahan pada Sunda megathrust, yaitu pada bidang batas tumbukan Lempeng Hindia-Australia terhadap Lempeng Sunda (Lihat peta dan penampang terlampir). Episenter gempa 7.7 SR ini terletak di sebelah barat dari bagian utara sumber gempa September 2007, dan sekaligus juga di ujung utara dari sumber gempa bawah laut – megathrust yang menurut prediksi para ahli masih berpotensi untuk mengeluarkan gempa besar sampai 8.8 SR dalam waktu mendatang (lihat Peta).

Subduksi di sebelah barat Sumatera (Sumber : Danny Hilman, LIPI)

Sebelumnya, gempa utama 8.4 SR tahun 2007 sudah diikuti oleh rentetan beberapa gempa susulan besar, termasuk gempa 7.9 SR yang terjadi 12 jam setelahnya, gempa 7.0 SR yang terjadi 3 jam kemudian, dan gempa 7.0 SR yang terjadi 5 bulan setelah itu (lihat Peta). Semua gempa-gempa susulan ini, termasuk yang kemarin, terjadi disekitar wilayah patahan gempa 8.4 SR tahun 2007 tersebut.

 

😦 “Wah Pakdhe Danny Hilman bisa ngikuti gempa-gempa ini juga ya. Hebat ya Pakdhe?”

D “Lah iki, dasarnya emang penelitian ilmiah, Thole. Makanya perlu diberitahukan secara terbuka”

Menurut ahli geologi gempa dari Laboratory for Earth Hazard LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, “gempa 7.7 SR kemarin jelas merupakan bagian dari healing process setelah terjadi gempa 8.4 SR tahun 2007”. Yang masih kurang jelas adalah apakah gempa ini merupakan bagian dari proses yang menuju ke akan pecahnya sumber gempa 8.8 SR dari megathrust Sunda yang masih tersisa di bagian sebelah utaranya (lihat peta).

😦 “Ooh potensi gempa 8,8 ini yang pernah dibuat simulasinya itu di dongengan Simulasi komputer : gempa dan tsunami di Padang itu ya Pakdhe ?”

Pagai After Shock (sumber Danny Hilman, LIPI)

Pagai After Shock (sumber Danny Hilman, LIPI)

Di wilayah ini terdapat jaringan statsiun GPS kontinyu SuGAR (Sumatran GPS Array) yang dioperasikan bersama oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Earth Observatory of Singapore (EOS) – Nanyang Technological University. Sejak tahun 2002, SuGAR secara kontinyu memonitor pergerakan tektonik disepanjang pantai barat Sumatra dan Kep. Mentawai. “Dalam beberapa bulan ke depan, tim EOS-LIPI akan menganalisis data dari jejaring alat GPS ini untuk lebih mengerti tentang mekanisme gempa kemarin,” kata Prof. Dr. Kerry Sieh, Direktur EOS.

😦 Kalau saja semua pulau-pulau aktif di Indonesia ini memiliki stasiun pengamatan seperti SuGAR ini tentunya akan memberikan data serta pengetahuan tentang gerakan kerakbumi, serta prediksi gempa dengan lebih bagus, ya Pakdhe”

 

Beberapa segmen dari Sunda Megathrust sudah pecah secara beruntun selama 10 tahun terakhir ini menghasilkan rentetan gempa-gempa besar di sepanjang pantai barat Sumatra. Berdasarkan pola siklus gempa besar selama 700 tahun terakhir di Mentawai, para ahli percaya bahwa rentetan gempa-gempa besar ini sedang menuju klimax, yaitu terjadinya gempa yang jauh lebih besar, mendekati kekuatan gempa yang menyebabkan tsunami Aceh-Andaman tahun 2004. Namun, kapan persisnya hal itu akan terjadi tetap masih merupakan misteri alam. Seperti Prof. Kerry Sieh dan DR. Danny Hilman Natawidjaja sering bilang sebelumnya, “Gempa besar dari megathrust di bawah Pulau Siberut-Sipora-Pagai Utara tersebut bisa terjadi dalam 30 menit lagi atau 30 tahun lagi.”

Yang jelas, gempa kemarin sama sekali tidak mengurangi potensi gempa besar Mentawai yang diprediksi mempunyai akumulasi tekanan bumi sampai 8.8 SR tersebut. (Danny Hilman)

Note : Jadi gempa dengan potensi 8.8SR yang diperkirakan oleh LIPI ini masih akan dilepaskan. Bisa terjadi 30 menit lagi atau 30 tahun yang akan datang.

Sumber : LIPI

Bacaan terkait :

Iklan

5 Tanggapan

  1. Smoga pemerintah lebih tanggap dan bisa meminimalisir korban berikutnya …

  2. […] This post was mentioned on Twitter by Risna Dirgoharjoso and Zulkifli Wijaya, Media Center. Media Center said: RT @RovickyDP: Ancaman tsunami Padang masih ada.: http://t.co/vI538Li @infobencana @metroTV @detikcom […]

  3. smua kita serahkan saja pada Allah swt kepada Nya lah kita berlindung & bermohon

  4. ijin share di FB pak dhe, secara saya org padang..

  5. oalah pakdheee….bencanane ngak istirahat blas… la kapan habisnya musim tsunami….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: