Kelahiran Gunung Mungil Paricutin.


Paricutin, March 1944. From Foshag and Gonzalez-Reyna (1956).Sejarah Gunung Merapi yang ditulis sebelumnya disini menceriterakan sebuah gunungapi muda yang sudah tua. Lah kan sudah 7000 tahun. Nah yang diceritakan ulang dibawah ini kelahiran gunung sejak bayi. Tahukah anda bahwa pada tahun 1943 di Mexico lahir sebuah gunung api ditengah-tengah kebon jagung. Ya, sebuah gunung api ditengah kebon jagung, bukan hanya gunung lumpur seperti yg kita lihat di Sidoarjo, tetapi ini gunung api lengkap dengan lava pijarnya.

Kalau di Jogja kita menyaksikan gunung api yang sangat aktif, dan juga sekarang di Sidoarjo Jawa Timur kita menyaksikan kelahiran sebuah gunung lumpur. Maka di Mexico pernah terjadi kelahiran gunung api. Ya, skali lagi gunung api, bukan gunung lumpur. Gunung api ini tadinya ya tidak ada wong namanya juga lahir, dan bayi ini lahir ditengah-tengah kebon jagung.

😦 “Pak Dhe gunung apinya sekarang udah gede ya ?
😀 “…. ntar dulu dengerin ya ..”

Lahirnya Gunung Api

Lahirnya dengan pesta kembang api.

Kelahirannya tidak ditandai keluar air kawah, tapi keluar lava pijar.

Pada hari Sabtu 20 February 1943 tiba-tiba terasa adanya getaran di tanah (tremor), seorang saksi yg dikenal dengan nama Dioniso Pulido’. menceriterakan dengan cukup detil. Gertaran tremor ini terasa sangat kuat bahkan menurut Louis Dumois getaran ini sampai membunyikan lonceng gereja. Tanah di tengah-tengah kebon jagung di terlihat merekah, berbau menyengat seperti telur busuk, ugh !.

Dari dalam rekahan itu terlihat ada asap keluar. Suasananya tentu sangat menyeramkan. Penduduk sekitar tidak tahu menahu apa yg terjadi. Apakah tuhan marah ? pikir mereka.
Sebuah desa terdekat San Juan and San Salvador Paricutín, yang terakhir ini kira-kira hanya satu kilometer dari titik pusat gunung api yang baru lahir ini.

Penduduk sekitar enggan meninggalkan tempat, lah iya lah ya wong tempat itu berupa kebon jagung milik mereka. Tentu saja kebon jagung itu sangat subur sehingga merekapun enggan meninggalkannya. Bahkan satu bulan berikutnya Presiden Mexico Lázaro Cárdenas sendiri datang meninjau tempat ini dan meminta penduduk sekitar untuk mengungsi.

😦 “Wah Pakdhe, kok mirip Pak Beye yang trus dateng ke Jogja ya ?”

😀 “Jangan-jangan Pak Beye baca tulisan Pakdhe sebelumnya ?”

Paricutin. Photograph by K. Segerstrom, U.S. Geological Survey, September 30, 1948.

Paricutin. Photograph by K. Segerstrom, U.S. Geological Survey, September 30, 1948.

Aktifitas bayi gunung api ini tidak surut, bahkan hingga satu tahun berikutnya menunjukkan aktifitasnya dengan erupsi yang sangat kuat. Akhirnya selama delapan tahun bayi gunung ini terus berkembang hingga tahun 1952. Gambar diatas itu ini diambil pada tahun 1948, atau ketika berusia 5 tahun. Ah, ini kalau anak kecil sedang mbeling-mbelingnya, kan. Gunung bayi ini pun memuntahkan lava (batuan cair) dari kepundannya.

Pelajaran baru

Aktifitas kelahiran gunung api inipun tentusaja menjadi sebuah pembelajaran yang bagus dan sangat tepat untuk dipalajari para ahli volkanologi. Berbagai pengamatan selalu dilakukan bahkan dipetakan perkembangannya. Bagaimana dahulunya sebuah desa yang tenteram menjadi sebuah gunung api, bahkan satu desa Paricutin habis ditelan gung bayi ini.

Perkembangan kelahiran Bayi Paricutin

Perkembangan bayi ini direkam dan digambarkan seperti disebelah ini. Terlihat bagaimana kompleksnya peristiwa kelahiran seekor gunung api.

 

Barline dibawah itu skala pembanding 1 Kmlegend.gif

Sangat jelas di gambar itu bagaimana sebuah desa yg digambarkan coklat, terutama desa Paricutin yang setelah delapan tahun ditutup oleh aliran lahar. Juga dua desa lainnya Anghuan serta San Juan sempat ditinggalkan penduduk karena ancaman bahaya letusannya.

Sebuah gereja di Paricutin bahkan menjadi tonggak peristiwa ini. Pada tahun 1948 gereja ini dikelilingi oleh endapan lava yg sudah berubah menjadi batuan beku.

Peristiwa kelahiran ini direkam dan dibukukan dalam buku yg berjudul “Paricutin The Volcano Born in a Mexican Cornfield” by James Luhr dan Tom Simkin.

Mati setelah bergolak 8 tahun

Seperti lentera dimalam hari

Akhirnya gunung ini tiba-tiba berhenti aktifitasnya setelah 8 tahun erupsi. Bentuk gunung yang berupa  kubah cone (jadi inget eskrim 😉 ) ini berukuran tinggi 1,100 feet (336 m) itu telah terbentuk dengan luas sekitar 10 milpersegi (25 kmpersegi). Total volume yg dikeluarkan sekitar 0.3 miles kubik (1.4 km kubik).Tidak ada korban yg meninggal akibat letusan serta semburan abu ini.

paricutin_2.jpg

Cone bayi gunung yang lutju

Namun sungguh aneh ada tiga orang yg dilaporkan tewas akibat adanya kilat yang menyambar selama semburan. Ya kilat memang merupakan cirikhas erupsi magmatik. Sepertinya kilat ini merupakan salah satu sisi bahaya dalam erupsi gunungapi. Referensi lain ada yg menyebutkan 1000 yg meninggal (?), atau terpaksa mengungsi akibat kelahiran gunung api ini.

😦 “Wah Pakdhe kalau lahirnya Anak Krakatau juga pakai erupsi gede tuh ?”

😀 “Thole ini dari tidak ada vulkanisme trus lahir gunung baru. kalau Krakatau yang besar mati trus timbul kawah kecil-kecil, Paricutin ini bukan seperti pembentukan kaldera di Dieng”

Gereja Paricutin

Bayi gunung itu saat ini tertidur pulass, setelah kelahirannya yg melelahkan selama 8 tahun. Gunung ini akhirnya jatuh tertidur sejak tahun 1952. Walaupun tertidur pulas (?mungkin mati), gunung ini saat ini menyandang gunung termuda didunia, yang lahir pada hari Sabtu, 20 februari 1943. Akhirnya gunung ini menjadi pusat perhatian penggemar wisata kebumian di Mexico.

Kamu bisa melihat bentuk gunung itu dengan google earth. Lokasi gunung ada di 19.5N, 102.2W coba cari disekitar posisi itu. Seperti dibawah ini.

Yang berwarna hitam legam itu adalah lava flow, atau aliran lava pijar sebelumnya yang menutup Desa Paricutin. Sedangkan kepundannya berbentuk “cone“.

google earth

😦 ” “Pak Dhe, apakah di Sidoarjo nantinya juga menjadi gunung api ?”

😀 “Waddduh ini yg perlu kita selidiki dan kita ketahui, itulah sebabnya kita harus mencatat setiap adanya perubahan perilaku gunung lumpur ini. Saat ini memang yang terlihat adalah semburan uap panas”.

😦 “Pakdhe, kalau Merapi apa bisa punya anak ?”

😦 “Mmmm anu … gini aja prediksi itu kalau salah bagaimana? Kalau pun benar itu kebetulan, kita tunggu saja, seperti kata Mbah Rono..”

References : berbagai sumber internet termasuk cerita Tante Wiki.

Iklan

15 Tanggapan

  1. First Pakdhe… apakah setiap tempat dimana disitu ditemukan sumber air panas (bahkan dimanfaatkan untuk pemandian…, dll), apakah hal itu berarti disitu terdapat dapur magma yang tidak ada celahnya sehingga tidak bisa keluar ya pakdhe….
    Second Pakdhe… beri komentar tentang fenomena Bledug Kuwu di Purwodadi gimana Pakdhe…

  2. top banget…pertumbuhannya cepat sekali, sungguh luar biasa. . Thx buat share infonya…bermanfaat sekali

  3. […] This post was mentioned on Twitter by Yeni Setiawan, Rovicky Putrohari. Rovicky Putrohari said: Kelahiran Gunung Mungil Paricutin.: http://t.co/XY7N239 Gunungapi yang usianya hanya 8 tahun kemudian tidur pulas. […]

  4. He3X….Pakde ini ngingetin aku jaman muda dulu aja….mandi air panas di Parangwedang setelah seharian naik gunung dan mandi pasir Parangtritis…..
    Siip, ditunggu tulisannya lebih jauh tentang gunung Purba yang satu ini…..he3X, yang kata orang konon penunggunya adalah Semar, Gareng, Petruk dan Bagong…….kok mbarengi dengan bangunnya mbah Petruk di Merapi…..tapi lebih menarik analisis ilmiahnya dari sisi Geologis kok Dhe.

  5. Tentang kemungkinan aktifnya kembali gunung api purba di Nglanggeran Patuk Gunungkidul (+/- 30 km selatan Merapi) apakah juga bisa dikaitkan dengan dapur magma Merapi yang berlokasi di bawah Imogiri. Bukankah kedua daerah tersebut cukup berdekatan?
    Oh, ya tentang kemungkinan aktifnya kembali gunung purba Nglanggeran ini juga dimuat lebih lengkap oleh pemuda desa asli Nglanggeran di http://kalisongku.wordpress.com/2010/11/10/erupsi-merapi-2010-gunung-api-purba-aktif-kembali/#comment-837

    Setiap “bekas” gunung masih memiliki bekas dapur magma yang masih panas. Salah satunya adalah di Parang Wedang di Parangtritis. Itu merupakan sisa-sisa panasnya gunung jaman dahulu. Kalau ada aktifitas bawah permukaan maka uap panasnya bisa saja masih keluar. Dan itulah salah satu tanda-tanda gunung api yg doormant (tertidur) atau tepatnya gunung mati. Kenapa tau kalau mati ? karena diketemukan banyaknya airpanas. Kalau ada air berarti airnya bisa masuk ke dekat dapur. Kalau dapurnya masih menyala airnya pasti udah menguap :). Saya kira air ataupun gas yg terjebak dibawah bisa saja merembes keluar.

  6. Wah, barusan dirasani mas Satria kayaknya denger langsung bangun nih……..Pakdhe, pagi ini ada berita Gunung purba Nglanggeran di Bukit Pathuk, Kecamatan Kasihan, Bantul menampakkan gejala aktif kembali. Ini beritanya di http://www.detiknews.com/read/2010/11/11/070029/1491830/10/warga-bantul-lihat-kepulan-asap-keluar-dari-gunung-purba-nglanggeran?991102605>
    Mohon ulasannya. Matur suwun.

  7. apakah ini sama dengan kelahiran anak krakatau setelah letusan dahsyat 1883 pakdhe? yg dimulai tahun 1927?ada infonya gak pakdhe?trims

  8. Pakdhe, apakah Gunung Purba Nglangran secara geologis dapat dibuktikan sebagai gunung api di zaman doeoloe? Lalu kenapa bisa `mati` sekarang?

    –> Betul ….. Gunung Nglanggran adalah gunung api besar pada skitar 15-12 juta tahun lalu !!

  9. apa akan ada lagi kelahiran gunung yang lain ya?

  10. saya pernah baca ini di buku tulisan Hana Rambe, sekitar tahun 1980 sekian. judul bukunya, “cerita ibu alam”. menarik sekali, sayangnya nggak ada gambarnya.

  11. oh iya bener pakdhe, karena tekanan batuan atau tanah diatas lumpur, seperti pasca gempa, ada semburan lumpur, mungkin karena ada patahan yang bergerak ke bawah(ambles) sehingga ada lumpur yang di dalam muncul ke atas pakdhe?? seperti itukah???

  12. Pakdhe mbok aku di ceritain sejarah Merapi Tua too.. pengen ngerti e Pakdhe..

    –> Looh kan ada disini : https://rovicky.wordpress.com/2010/10/26/sejarah-gunung-merapi-sejak-700-000-tahun-yang-lalu/

  13. pakdhe, kalau sidoarjo itu kan lumpurnya keluar terus, mesti ada dong energi di dalam sana,, kalau lumpurnya habis, bisa dimungkinkan keluar lava pijarnya pakdhe???
    kalau kandungan unsur di lumpur mirip dengan kandungan unsur batuan beku thermal?? bisa jadi di bawah sana magmanya banyak pakdhe???


    –> Kalau prewangan Pakdhe, energinya berasal dari overburden atau tindihan batuan diatasnya. Lumpur dibawah mendapat energi karena digencet.
    cerita lengkap ada disini http://hotmudflow.wordpress.com/yang-sering-dibaca/ diklik satusatu disitu. 🙂

  14. Pakdhe,
    Jika peristiwa alam bisa sedemikian dahsyat dan mengagumkan seperti peristiwa lahirnya gunung yang Pakdhe ceritakan, apa yang terjadi dengan gunung Merapi kali ini juga harus kita pandang sebagai geliat alam “biasa”. Lepas dari betapa besarnya korban dan kesedihan kita, alam telah dan akan senantiasa melakukan evolusi evolusinya. Sebagai sahabat alam kita harus terus menerus belajar memahami gejala-gejala…belajar lebih sensitif membaca tanda-tandanya, dan melakukan langkah-langkah cerdas untuk tidak jadi korban-korban yang sia-sia… Apa begitu ya Pakdhe?

    Salam

    –> Kalau boleh melihat secara terbuka, korban di Merapi kali ini hampir semua sudah diberitahukan untuk mengungsi. Bahkan korban lain adalah yg berusaha menolong mereka. Jadi sebenarnya bisa “zero victim” karena semua sudah diketahui. Semua korban berada di zona terlarang. Kecuali yg korban kecelakaan lalu lintas tentusaja.

  15. Pa De Merapi kalo bisa punya anak …trus anak nya kalo udah gede ..apa ya nantinya njeblug…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: