Methylparaben (E218), pengawet makanan dan kosmetik [heboh IndoMie di Taiwan]


methylparaben

Tentunya sudah banyak yang mendengar serta banyak konsen tentang makanan instant mie yang dilarang di Taiwan kan ? Ya, tentusaja … wong itu mie-goreng itu ” ….seleeraku !!”

😦 “Lah hiya to Pakdhe, sakjane itu masalahe pripun ? .. duduk perkaranya itu seperti apa ?”
😀 “Mau minta penjelasan yang susah apa yang mudah ?”

Yang dipersoalkan oleh badan pengawas makanan di Taiwan itu adalah kandungan Methylparaben nama tehnisnya Methyl p-hydroxybenzoate (disebut juga Methyl parahydroxybenzoate) dalam makanan instant dan makanan lainnya. Bahan ini adalah bahan pengawet makanan yang cara kerjanya adalah mencegah timbulnya jamur (fungi) yang selain sebagai pengawet makanan juga dipakai sebagai bahan campuran kosmetik supaya tidak ada jamurnya. Lah mosok maunya membersihkan muka kok malah bikin mukanya panuan,  kan ga mungkin.

😦 “Pakdhe katanya karena adanya perang dagang ya ?”

Methylparaben

Methylparaben (E218)

Methylparaben dapat diproduksi secara alami dan ditemukan dalam beberapa buah-buahan, terutama blueberry, bersama dengan parabens lain. Tidak ada bukti bahwa methylparaben atau propylparabens berbahaya pada konsentrasi yang biasanya digunakan dalam perawatan tubuh atau kosmetik. Methylparaben dan propylparabens dianggap GRAS (Generally regarded as safe, umumnya dianggap aman) untuk makanan dan pengawetan antibakteri kosmetik. Methylparaben ini mudah dimetabolisme oleh bakteri tanah umum, sehingga benar-benar terurai.

Methylparaben mudah diserap dari saluran pencernaan atau melalui kulit. Hal ini dihidrolisis menjadi asam p-hidroksibenzoat dan cepat dikeluarkan tanpa akumulasi dalam tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa Methylparaben secara praktis tidak beracun oleh kedua baik secara oral dan parenteral. Dalam sebuah populasi dengan kulit normal, Methylparaben praktis non-iritasi dan non-sensitif, namun reaksi alergi terhadap paraben tertelan telah dilaporkan.

Soal standart makanan.

Dengan melihat sifat-sifat diatas sebenarnya Methylparaben tidak membahayakan, dalam jumlah terbatas tentunya. Nah jumlah terbatas, karena ada laporan yang terkena alergi, inilah yang menjadikan standart-standar “kewajaran”nya berbeda untuk tiap-tiap negara. Bahkan  pengunaan senyawa pengawet ini diijinkan oleh berbagai negara, termasuk Uni Eropa.
http://www.eufic.org/upl/1/default/d…fic%282%29.pdf (Food Additive Approved by EU).

Indonesia menganut  Standarisasi internasional yang ditetapkan Codex Alimentarius Commission (CAC). Forum CAC (Codex Alimentarius Commission) merupakan organisasi perumus standar internasional untuk bidang pangan.

Indonesia  memperbolehkan penggunaan zat ini hingga 250mg/Kg, sedangkan Taiwan memperbolehkan hingga 100mg/Kg. Jadi kalau dilihat dari standart yng berlaku di Indonesia, mie instant Indomie ini tidak melanggar aturan legal di Indonesia. Namun Produk ini menjadi tidak legal di Tawian karena melebihi batas ambang yg berlaku disana.

😦 “Pakdhe katanya mie lokal Taiwan kalah enak sama mie Instant Indonesia, trus mie impor ini dirazia ya  ?”

Mengapa standartnya berbeda, mana yang lebih baik ?

Bahan pengawet merupakan salah satu zat yang memang diperlukan dalam distribusi makanan yang diawetkan. Tanpa bahan ini maka setiap makanan akan menjadi cepat busuk dan kadaluwarso dan tidak layak dimakan atau dikonsumsi. Tentusaja semakin sedikit campuran bahan pengawetnya akan menjadikan produk ini mahal, karena harus ditanggung dengan sistim distribusi secara khusus yg menghemat waktu, dan kalau ada yg kadaluarsa harus dimusnahkan.

Tentusaja produsen makanan akan berhitung dengan cermat mana yang akan didahulukan. Untuk di Indonesia yang distribusinya tidak mudah, maka mie instant yang cepat kadaluarso akan menajdi sangat mahal. Misal harus diangkut dengan pesawat karena kalau menggunakan kapal akan lebih cepat rusah.

Dengan demikian Dep Kes (POM-Pengawas Obat dan Makanan) tidak bisa serta merta melarang penggunaan bahan pengawet ini. Karena tidak ada bukti klinis yg meyakinkan bahayanya. Dan juga pelarangannya akan diartikan tidak melindungi industri dalam negeri sebagai produsen makanan.

😦 “Looh Pakdhe, melindungi produsen atau melindungi konsumen ?”

😀 “Dua-duanya Thole. Lah kalau ngga dikasi bahan pengawet nanti sampai di Papua sudah busuk dan tidak layak dikonsumsi kan justru membahayakan mereka juga, kan ?”

Bagaimana menentukan batas aman ?

Nah disinilah perlunya kita mengerti, seberapa banyak yang layak di konsumsi. Di Amerika mungkin diperbolehkan dengan kadar yang sama dengan di Indonesia. Karena disana Indomie bukan makanan sehari-hari. Mereka mungkin mengkonsumsi Indomie hanya sekali dalam seminggu atau dua minggu. Sedangkan di Indonesia mengkonsumsi mie instant  bisa jadi setiap hari sekali. Tentusaja kalau standarnya sama maka di Indonesia rakyatnya mengkonsumsi 5-20 kali dibandingkan mereka. Ini perlu diperhatikan.

Taiwan dan Hongkong serta negeri china barangkali lebih ketat memberlakukan pembatasan penggunaan E218  dibanding Indonesia. Karena mie merupakan makanan pokok bagi bangsa chinese, sehingga secara akumulatif jumlah yang dikonsumsi akan sangat besar disana.

Dampak komulatif yang perlu diwaspadai.

Jumlah komulatif yang dikonsumsi inilah yang perlu dimengerti oleh POM maupun YLKI. Dengan demikian sejatinya kita tidak mungkin serta-merta mengikuti standart di luar negeri, kan ? Ya termasuk tidak sekedar mengikuti FDA atau CODEC, walaupun perutnya sama tetapi karena pola makannya berbeda.

😦 “Iya Pakdhe, Indonesia itu unik. Kita harus mengerti diri kita tanpa harus ikut-ikutan standart luar negeri !”

😀 “Lah itu, Thole sudah pinter !”

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan POM DepKes adalah dua lembaga yang wajib mengevaluasi hal ini. Standart itu harus dibuat yang sepsial untuk Indonesia karena perilaku dan spesifikasi Indonesia yang unik ! Dan yang penting riset (survey itu) dilakukan di Indonesia. Sukur-sukur perisetnya juga dari Indonesia. Halo peneliti dan periset Indonesia !!!

Yang lebih penting buat kita sebagai konsumen adalah diversifikasi, memakan aneka ragam makanan,  serta kemandirian pangan harus dipenuhi supaya kita tidak banyak mengkonsumsi dan tergantung pada bahan makanan yang mengandung bahan pengawet. Boleh saja makan Indomie atau mie instant lainnya tetapi jangan terlalu berlebihan. Atau diganti makanan mie lain, misalnya konsumsi saja Mie Jawa yang sueger seperti ini 🙂

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mie Godog tambah ndas gulu dengan wedang ronde 😀

Perlu juga anda tahu yang dibawah ini

“Bila Keluarga anda TIDAK mau makan Indomie lagi karena mengandung pengawet seperti pemberitaan Taiwan itu bagus ! Tapi keputusan anda SALAH TOTAL & KELIRU FATAL jika saat bersamaan makan McDonald, Burger King, KFC, Pizza Hut, Hoka-Hoka Bento & junk food lainnya” 🙂

Sumber : Wiki, internet dan mikir sendiri 🙂

24 Tanggapan

  1. […] Cream ini mengandung Methylparaben. Katanya paraben itu ngga baik buat kulit. Tapi dari sebuah blog yang saya baca, Methylparaben dan propylparabens dianggap GRAS (Generally regarded as safe, umumnya […]

  2. Tulisan yg sangat mencerahkan (y)

  3. Tulisan yg mencerahkan (y)

  4. hehe benner pakdhe., nice post!

  5. […] Pengawet. Setiap formula shampoo yang mengandung air memiliki potensi untuk terkontaminasi oleh bakteri dan mikroba lainnya. Untuk alasan ini pengawet yang ditambahkan untuk mencegah pertumbuhan tersebut. Dua pengawet yang paling umum digunakan dalam shampoo adalah DMDM Hydantoin dan Methylparaben. […]

  6. very nice post..
    saya sedang cari2 info tentang paraben nih..
    mungkin telat ya baru sekarang tau nya..
    hehe..

  7. pakdhe,
    kalok dipakek di make up kan setiap hari tuh makek make up nya .
    gimana tuh pengaruhnya . ?

  8. Jadi sebenarnya intinya berbahaya atau tidak apabila kita melihat ingredients dari suatu produk menggunakan methyl paraben ? Dari semua penjelasan di atas masih di “grey area”…karena apabila “kadar” yang disebutkan…pada kemasan kadar kosmetik umumnya tidak menyebutkan berapa kadarnya…
    Mohon share info nya yang jelas…
    Tks

    —> mnurut saya aman bila anda memakan mie instant secara wajar. Kalau sebulan makan mie instant terus pasti berbahaya, bukan hanya karena pengawetnya tetapi karena kurang nutrisi mineral lainnya.

  9. Ow begitu tow,
    matur nuwun

  10. itu dalam kecap atau mie nya ya???

    —> kalau menurut yg saya baca ada dalam mienya diberi bahan pengawet supaya tidak berjamur

  11. qta hrs mnjauhi mkn’n yg berbahay or brbhan pngawet krna dpt mrugikan bgi kshtan….

    Terimakash udah di share…
    sucses terus untuk blognya…

    best regards

    Cindy silvia

  12. aman aman

  13. tiAP negara pasti memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait dengan presentasi diperbolehkannya suatu zat aditif..toh BPOM mengizinkan indomie beredar di Indonesia.
    mungkin sebagai konsumen kita bisa melakukan tindakan preventif, seperti mengurangi konsumsi mie

    http://umik09.student.ipb.ac.id/

  14. lha kok repot. Kalau mau sehat ya puasa saja to. Kan jadi sehat semuanya. Sehat badanya, sehat kantongnya. Tapi makan mie yang sudah dilabelkan halal oleh MUI sekali-kali boleh juga kan…

  15. Sekarang ini hampir tidak ada makanan yang bener² alami Pakdhe 😦

    Tumbuhan dan hewan yang katanya “organik” pun dari sononya (bibitnya) sudah di-rekayasa genetiknya sehingga “sebenarnya” sudah tidak “alami” lagi 😦

    Banyak² minum air putih saja serta rajin olahraga, juga check up supaya zat² berbahaya yang merusak tubuh bisa diminimalisir.

  16. …yang penting kita harus waspada dan ati-ati terhadap semua produk makanan yg mengandung bahan pengawet…

  17. suka kalimat terakhir 😀

  18. wah, wah, kasihan mahasiswa2 kita yang masih meringkuk di pojok kos-kosan… Mi Instan kan makanan wajib bagi mereka?! apa itu yang bikin bangsa ini jadi mudah lupa? hehehe…. artikel yang sangat menarik mas. makasih

  19. Ngga ada salahnya sekali-kali menikmati semangkuk mie rebus dengan rasa ayam ‘sintetis’ dan bawang ‘jadi-jadian’ ditambah segelas pop es rasa ‘mirip’ durian di burjo sekitar kos-kosan anda, dimana ‘mercali’ (bahaya subyektifnya) mungkin sama dengan karsinogen dari sate atau sianida dari singkong.
    Mungkin juga jika ada yg makan lele krispi dari warung yang sama selama seminggu penuh pun juga bakalan keracunan, variasi pola makan penting sehingga tubuh tidak melulu menetralisir zat berbahaya yang itu-itu saja, dan ketahui batas maksimumnya.

  20. makasih….. penjelasannya pakdhe jauh lebih mudah dimengerti daripada pengumuman yg dibuat pihak Indofood. Pakdhe merangkap jd PR-nya Indofood ya?^^

  21. Sipp info-nya.

    Bagaimana para penikmat Mie instant?

  22. Valuable info

  23. […] Tentunya sudah banyak yang mendengar serta banyak konsen tentang makanan instant mie yang dilarang di Taiwan kan ? Ya, tentusaja … wong itu mie-goreng itu " ….seleeraku !!" "Lah hiya to Pakdhe, sakjane itu masalahe pripun ? .. duduk perkaranya itu seperti apa ?" "Mau minta penjelasan yang susah apa yang mudah ?" Yang dipersoalkan oleh badan pengawas makanan di Taiwan itu adalah kandungan Methylparaben nama tehnisnya Methyl p-hydroxybenz … Read More […]

  24. Pakdhe brarti nyaplok rai itu hampir sama dengan nyaplok mie instan yo?

    –> Sebelum dicaplok dikasih saos cabe … hoaah hoaahh !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: