Memindahkan kota pemerintahan dari Jakarta – 3 Akhirnya Jonggol terpilih !


pindaah.gifSeperti yang dituliskan berseri di Dongeng ini sebelumnya, akhirnya Jonggol terpilih menjadi pengganti ibukota administratip untuk NKRI. Lokasi Jonggol yang berada sekitar 40 Km dari Jakarta ini memang sudah dipilih sejak lama, sejak Pak Harto masih berkuasa. Bahkan konon ide beliau ini justru yang dicontek Mahathir ketika memindahkan ibukota administrasi Malaysia ke Putrajaya.

Bahkan sangat menarik karena ide ini sudah diamini oleh beberapa pejabat (dan mantan pejabat) tinggi negeri ini yang berpengaruh soal perkotaan. Diantaranya sepakatnya  Sutyoso, Juga setujunya Hidayat NW, persiapan Pemkab Bogor, Akbar Tandjung pun mengatakan : Pindahkan Saja ke Jonggol dan tentusaja Pak RI-1 (Pak SBY) yang juga sudah hampir memastikan pemindahan Ibukota Pemerintahan ini.

😦 “Wah Pakdhe, sepertinya beliau-beliau itu membaca dongeng geologi juga ya ?”

😀 “Hust … Beliau-beliau lebih tahu dari aku !”

Mewujudkan mimpi lewat peta

Nah sekarang saatnya mewujudkan mimpi-mimpi sebelumnya tentang pembuatan kota baru. Bak main lego dan simulasi saja kita coba bermain-main dengan Google Map. Memanfaatkan Google Map ini geratis, sekalilagi geratis ! Jadi tidak perlu anggaran banyak-banyak dalam membuat konsep pembangunan kota mandiri. [psst Juga tidak perlu studi banding 🙂 ]

Seperti yang sudah didongengkan sebelumnya disini, dibawah ini peta daerah Jonggol dan sekitarnya yang sudah ditambah route jalan toll yang diperlukan serta tempat-tempat strategisnya. Peta inidibuat dengan Google map sehingga anda bisa melihatnya juga dengan google map ini. Konsep ini memang menggunakan konsep yang mirip pembangunan Putrajaya Malaysia.

Keterangan gambar silahkan di-klick !

Hal terpenting dalam konsep pembangunan Kota Otorita Jonggol ini adalah penyediaan tiga infrastruktur utama sebuah ibukota pemerintahan yaitu :

  • Transportasi (penyediaan jalan darat-laut-udara)
  • Komunikasi (penyediaan sarana internet dan multimedia)
  • Administrasi (gedung perkantoran)

Sedangkan infratsruktur pendukung lainnya termasuk perumahan, perbankan, market (pasar) serta sarana rekreasi tidak dicantumkan disini)

Jalan merah merupakan Jalan Tol akses khusus ke Airport Soeta (Soekarno Hatta), dan akses ke Jalan Toll luar kota Jakarta-Cikampek

 

Disarankan memang dibuat sebagai jalan Layang karena akan mengurangi pembiayaan pembebasan tanah yang rawan penyelewengan dan rawan penyalah gunaan jalan toll.

 

Konstruksi jalan berupa jalan layang ini merupakan jalan yang paling pas mengingat jalan layang akan mengurangi pembiayaan pembebasan tanah yang rawan penyelewengan. Namun juga jalan layang ini tidak mudah dibelokkan menjadi jalan akses lain. Contoh penyelewengan jalan Tol adalah jalan Tol Sedyatmo dari Jakarta ke Cengkareng yang melenceng menjadi jalan akses ke Pantai Indah Kapuk. Penyelewengan jalan ini perlu dihindarkan dengan pembuatan jalan layang yang diusahakan melewati jalan yang sudah ada dengan seminim mungkin dicabang-cabang ditengah jalan.

Contoh jalan layang yang bagus adalah jalan layang Cawang-Tanjung Priok. Konstruksinya tentunya tidak hanya untuk jalan kendaraan bermotor saja, namun juga bisa disandingkan dengan jalan kereta MRT cepat mirip seperti KLIA-Express yang dituliskan disini sebelumnya.

😦 “Pakdhe, jangan-jangan ini cuman umpan supaya tengkulak tanah membeli kesana, dan nantinya kecele!”

😀 “Biarken saja Thole. Memang harus pinter-pinteran sama calo-calo tanah ini. Malaysia dulu juga membuat umpan palsu ke arah utara. Kota ini akhirnya kota gagal, dan tidak laku”

Jadi apa saja yang harus dipersiapkan membuat Daerah Otorita Jonggol ini ? Tunggu selanjutnya ya ?

Bacaan terkait :

 

Iklan

12 Tanggapan

  1. Cikeas dekat Jonggol rasanye kurang pas karena juga senrawutan juga macet hampir hari, sumber air ?morfologi ?

  2. jonggol pilihan terbaik bung untuk gantiin jakarta yang sgala galanya udah smrawut,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  3. Ya dah pndah ja ke jnggol biar rame.

  4. Hello Rovicky ..

    iam 22 years old…
    iam from south jakarta…

    i like with your blog..

    thanks for share…

    best regards

    Cindy Silvia

  5. Kota Wijaya,

  6. enaknya pindah ke kalimantan ‘kali ye… biar tengah-tengah antara timur dan barat. lagian kalo malaysia mau nyrobot tanah biar cepet ketahuan dan ditindaklanjuti …

  7. kenapa ga pindah aja ke tegal. cari lahan yg gersang, contohnya dipantai utara lampung lahan sangat luas, menghadap ke laut, penduduk masih jarang. biar urbanisasi beralih ke arah sana. jembatan selat sunda juga biar cepat terealisasi nyambung ke bandara soetta. kalau ke jonggol ya nambah sumpek pulo jawa aja. kalo ke jonggol perkembangan pasti tambah luar biasa cepat terutama kepadatan penduduk dan pertumbuhan jumlah kendaraan itu lho yg ga tahan. nanti kalo dah padat pengen pindah lagi. lampung sangat strategis cocok untuk basis pertahanan pula. jangan takut sama gempa gunung krakatau.

  8. cuman mindahin masalah aja, masalah utamanya gak terpecahkan..

  9. kalau sudah pindah apakah semua urusan di negara ini bisa teratasi jangan 2 ini hanyalah akal2 akalan sebagian orang untuk mendapatkan proyek dan biasalah bagi2 jatah. tapi biarlah hanya Tuhan yang tahu yang penting bagaimana Indonesia ini bisa maju. kalau pikir2 biaya2 yang akan dikeluarkan untuk rakyat itu sudah berapa….

    –> Pindah memang tidak akan menjamin 100% berhasil. Tapi sepertinya kalau tidak pindah, Jakarta pasti menjadi lebih buruk.

  10. ide bgs klo pindah tapi ya jangan pindah cuma 40 Km dari jakarta …. pindah di luar pulau jawa aja…… pindah ke ke pulau Kalimantan atau Papua karena tanah masih murah dan pulau nya besar….. cari lokasi yang aman dari banjir, aman dari gempa, mudah akses & strategis (ditengah2 indonesia).
    http://bosska.wordpress.com

  11. Pak dhe, pemindahan jakarta cukup mendesak, guna menghindari para spekulan tanah dan pemanfaatan lahan yang tidak jelas pada kawasan rencana ibukota baru, maka segera kita usulkan kawasan baru tersebut sebagai “Kawasan Pengendalian Ketat” dalam arti pengendalian peruntukan lahan dan zoning yang jelas. kalau perlu keluarkan kepres, Kalau ngak, pepatah lama “ada gula ada semut” masih cukup bertuah.

    @irwan susilo

  12. asal jgn pindah ke sumatera… no for transmigran…wakakakkakk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: