Kemacetan Jakarta bukan sekedar masalah transportasi


Bukan kemacetan transportasi yang dikhawatirkan, tetapi kemacetan peran Ibukota melayani seluruh NKRI.

Saya rasa MRT pun tidak akan menyeleseikan kemacetan Jakarta. Pertambahan dan petumbuhan Jakarta sangat tidak berimbang. Saya menduga, kalau Jakarta sudah lancar maka bisnis lancar pertumbuhan ekonomi lancar.

Tapi ingat pertambahan penduduk juga lancar. Artinya petumbuhan kemacetan akan sejalan dengan perkembangan dan pertambahan penduduk serta aktifitasnya.

Sebagai gambaran pertumbuhan luas jalan di Jakarta hanya 0,01 persen pertahun. Sedangkan pertumbuhan penggunaan mobil setiap tahun yang mencapai 10 persen pertahun serta serta motor yang mencapai 15 persen pertahun.

Berbicara kemacetan jakarta pasti akan merembet ke masalah lain. Karena Jakarta merupakan ibukota yang memang sejak awal pertumbuhan kota serta perkembangan Indonesia menjadi titik pusat pemerintahan dan pusat kegiatan ekonomi, sosial dan politik.

Pertumbuhan kota Jakarta dalam 30 tahun 1972-2002. Jakarta masih primadona pertumbuhan Indonesia yang perlu dipertimbangkan perannannya sebagai ibukota pemerintahan.

Kemacetan multidimensi

Diskusi berbagai dimensi aspek kemacetan pasti akan merembet ke Mass Transportation, pertumbuhan kendaraan, pertumbuhan jalan, akhirnya akan berlanjut ke pemborosan energi, penataan perkotaan, pemborosan biaya yang tentusaja masalah ekonomi, dan akhirnya ke politik karena hal ini merupakan amunisi buat politisi menyerang siapapun yang berkuasa.

penduduk_jakarta.gif

Lah trus gimana ?

Pindahkan ibukota pemerintahan.
Dan Jakarta harus berbagi peran dengan kota-kota lain di Indonesia.

Bacaan tambahan :

8 Tanggapan

  1. Selain Kemacetan, Jakarta juga sering dilanda Banjir yang mana sampe saat ini penanganannya masih sangat memprihatinkan. Hal ini sebenarnya juga sudah sangat jelas sebab musababnya. Banyaknya lahan tampung air yang dijadikan pemukiman (PODOTOLOL GROUP) dan juga pelebaran jalan yang akhirnya membuat lahan tampung sementara itu jadi minim sekali. Tapi nasi sudah jadi bubur, kita harus segera memperbaiki keadaan secepat mungkin. Penambahan lahan tampung seperti Kanal Barat dan Kanal Timur sebenarnya bisa jadi alternatif akan tetapi kenyataan dilapangan banyak yang tergiur untuk mengkorupsi uang panas tersebut. Daripada uang untuk mengaspal badan jalan yang tidak rusak mengapa tidak di alihkan untuk pembuatan lahan tampung medium dengan titik2 tertentu di Jakarta. Kalau perlu buat lahan tampungnya dengan alat pembuat jalan MRT, daripada nanti jalan MRT yang jadi lahan tampung sementara air hujan dijakarta. Bukan hanya motor dan mobil yang kebanjiran, tetapi kereta pun tenggelam ;p

  2. Saya setuju dengan bung ipang, tapi mungkin kalo anda yang terpilih jadi wakil rakyat mungkin juga berprilaku sama alias aji mumpung (no offence) . . .
    Berdasarkan analisa kemacetan di Jakarta dikarenakan tidak seimbangnya Jumlah kendaraan dengan Kapasitas jalan yang tersedia. Ini saja sudah merupakan jawaban untuk mengatasi kemacetan tersebut dengan mengambil beberapa alternatif kebijakan. Mulai dari pemberlakuan umur setiap kendaraan yang beroperasi dengan maksimal 5 tahun dengan konsekuensi berdampak penumpukan jumlah kendaraan tua per 5 tahunnya. Jalan keluarnya, kendaraan2 tersebut bisa di kirim ke pulau2 lain dan tempat2 terpencil. Kedua dibatasinya jumlah kendaraan yang beredar Kendaraan Umum 70% dan Kendaraan Pribadi 30% lalu dikalkulasikan dengan kapasitas jalan yang tersedia. Ini juga dapat membantu Pihak Kepolisian untuk memantau Tindak Kejahatan dengan kendaraan bermotor.

  3. Kalau niat bisa kok, menanggulangi kemacetan Jakarta:
    1. Jalur busway itu mengkorupsi jalan umum, dan dimonopoli oleh trans-jakarta. Seharusnya semua perusahaan bus boleh dan wajib ikut dengan jalur itu, tentunya kualitas bus yang baik, dan sistem manajemen diatur. Setiap lima menit ada bus lewat, kalau dapat bertahan selama satu tahun aja dan seterusnya, maka publik akan milih naik bus.
    2. Penjualan kendaraan diatur, mobil2 boros bensin dibatasi, mobil pakai baterai dan sinar matahari di pasarkan (toyota sudah bikin kok).
    3. Pejabat tinggi kalau ngantor naik bus kota, menteri, dirjen, pimpinan bank, dsb. pasti rakyatnya ikut naik bus kota. Bus kota kalau tidak lancar …. nah, menteri kan bisa ngamuk2.
    Memang yang paling susah point ketiga ini lho … hehehe .. pejabat tinggi hobby-nya foya-foya .. angel mas.

  4. Buka semua jalur busway sesuai rencana, kendalikan jumlahnya,trutama di jam sibuk,bersihkan jalurnya dr motor/mobil edan yg nyerobot, pengemudi motor/mobil yg cuma punya 1 tujuan dihimbau naik busway. Angkot/bus/ojek yg mangkal ditikungan,atas jembatan, per4an,per3an bahkan dijalur ke-2 tindak tegas,krn ini sumber kmacetan juga. Jujur yg terakhir ini spt tdk diurus [diBIAR]kan] oleh polisi/Llajr

  5. biar masuk rekor dunia gan… kota paling macet,, wkwkwkwk…

  6. gw setuju ama komennya ipang nih, coz semua itu kan tergantung dari pemimpinnya mas

  7. Babyboom? Overpopulasi? Overcapacity? SDM/SDA? Pembagian kue yg tidak merata? Menejemen tataruang/tataguna lahan? Mentalitas manusia yg maunya keruntelan terus, konsumtif dan mau enak sendiri? (baca : banyak anak banyak rejeki, boros dan naik sepeda/angkot aja ogah)
    Mengerikan ya?
    Atau mungkin bahkan hak asasi seseorang untuk menikmati hidup-pun sebenarnya juga dibatasi oleh hak asasi orang/kehidupan lain untuk menikmati hidupnya?
    Contoh : punya anak banyak berarti juga subsidi semakin banyak, barang konsumsi (termasuk jalan) yg digunakan juga semakin banyak, yg mungkin kebutuhan kita mengorbankan rumah harimau yg kita gusur untuk menanam sawit-sawit, ngebor dan nambang.
    (sorry ya harimau, soalnya supercreaturenya-kan saya, jadi hukum rimbanyapun berlaku buat anda, apa daya, saya dan anak saya juga butuh beras, jadi saya permisi numpang ngebor di rumah anda)

    it just ‘nggerundel in the morning

  8. Menurut saya cara mengatasi kemacetan dll, adalah ubah membenahi undang-undang yang mengatur tata cara pemilihan wakil rakyat. Wong ujung pangkal semua persoalan di negeri kita ya di situ itu.
    Salam hormat, nyuwun sewu yen radi mutung, trus dadi logical falacy =)
    ::i::

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: