Melihat jenis-jenis longsoran dengan video


Belajar geologi dan gejala kebumian saat ini sangat diuntungkan karena perkembangan teknologi. Saat ini kita dapat melihat proses mekanisme terjadinya gejala-gejala alam ini secara langsung. Dahulu ahli kebumian (geologist) mempelajari berdasarkan produk yang dihasilkan. Batuan-batuan yang diendapkan karena proses aliran sungai, batuan yang diendapkan karena proses aliran batu (debris flow) hanya dilihat hasilnya dan diinterpretasikan kejadiannya.

Hanya orang beruntung yang melihat kejadiannya secar alangsung. Tidak selalu kejadian alam yang unik dapat dijumpai disekitar kita sebagai pembelajaran.

Dibawah ini kumpulan beberapa rekaman video jenis-jenis longsoran yang dapat dikenali dengan mudah. Perkembangan internet juga menjadikan semakin tersebarnya rekaman-rekaman ini sebagai media pembelajaran.

Sebelumnya tentu perlu diketahui apa saja jenis-jenis longsoran ini :

Jenis-jenis longsoran

Longsoran memiliki bebrapa jenis yg dibedakan berdasarkan material yang bergerak. Kalau materialnya halus disebut “mud” (lumpur), kalau berupa butiran disebut debris, kalau bongkahan besar disebut rock.

Berdasarkan bidang dan kecepatan pergerekannya dibedakan menjadi “fall” (jatuh), “flow” (mengalir) dan “creep” (merayap).

Bila material yang bergerak dalam jumlah besar disebut sebagai “avalance“.

Dibawah ini beberapa jenis longsoran yang diamati gerakannya lewat video.

Mudslide / Earthflow:

Gerakan massa tanah sangat besar ini yang terrekam saat terjadi pada gerakan yang kedua. Sebelumnya terjadi longsoran yang menutup jalan, dan beberapa penumpang bus yang ingin berganti kendaraan untuk melanjutkan perjalanan. silahkan detilnya disini “Video longsoran yang mengubur 30 orang”

Mudslide/Mudflow

Coba perhatikan lereng atau kemiringan tanahnya yang sangat landai. Jadi gerakan tanah dapat terjadi didaerah yang memiliki lereng sangat landai sekalipun. Namun juga perhatikan seberapa besar kekuatan dari aliran tanah ini yang mampu menggulingkan truk trailler !

😦 “Wah Pakdhe, sekarang enak ya belajar geologi. “

😀 “Iya thole dahulu belajar kejadian geologi hanya dari sisa-sisa endapan batuan hasil runtuhan, dan memperkirakan bagaimana terjadinya. Saat ini ahli geologi harusnya lebih mudah mengerti dan menjelaskan proses-proses alam ini”.

Debrisflow

Kalau ada yang kepingin tahu bagaimana batuan berukuran diameter lebih dari satu meter mengalir, ya mengalir !. Lebih tepatnya memang menggelinding tetapi dalam massa aliran batu (debris flow) seperti ini dapat dibayangkan densitas dari “fluida” ini. Betul, aliran batu , kerikil, bercampur pasir dan air ini mirip seperti fluida yang bergerak mengalir dalam sebuah parit.

Aliran lahar dingin dan lahar panas dari gunung api, juga memiliki mekanisme aliran yang mirip dengan kejadian ini. Itulah sebabnya kita akan melihat batuan dengan diameter hingga 5 meter yang terdapat disungai-sungai di lereng yang jauuh dari puncak gunung.

Rock Fall

Tempat eksotis yang menyimpan bahaya – WASPADALAH !

Pada lereng yang sangat curam (clift)didaerah yang kering tentusaja memiliki tanah lapukan yang tipis. Sehingga batuan dasar (bedrock) tersingkap. Batuan-batuan yang memiliki rekahan serta retak-retak ini akan memiliki kondisi sangat kritis.

Lihatlah bagaimana sebuah runtuhan kecil yang memicu terjadinya runtuhan batu yang lebih besar. Perhatikan ukuran batunya. Namun batu sebesar kelapa ini sudah mampu membunuh bila terkena manusia.

Daerah yang terlihat eksotis untuk berkemahpun sebenarnya menyimpan bahaya disebaliknya

Waspada tetap harus terjaga !

Longsor dipicu aktifitas manusia

Nah yang terakhir ini terjadi di Malaysia tahun 1993. Tidak ada berita heboh yang meluas pada saat itu. Tentusaja karena YouTube belom ada dan hanya email sebagai sarana komunikasi di internet.

Longsoran ini terjadi dibekas tambang timah (Tin Mine) di pantai Remis. Bayangkan air laut masuk ke dalam lombong (tambang).

Salah satu komentar menarik dari orang Malaysia

Anonymous said… Interesting video. I am a Malaysian but I have never seen the video before. My guess is the landslide area could be around4°24’2.96″N  100°35’17.23″E That mining lake is by the sea.

Apa yang kita pelajari ?

Tentunya harus ada yg dipelajari bagi orang awam seperti kita. Longsoran dapat terjadi dimana saja. Kelerengan curam bukanlah satu-stunya pertanda bahaya longsor. Selain alamiah, manusia juga sangat mungkin penyebab dan pemicu terjadinya longsoran.

WASPADA MUSIM HUJAN sering diikuti LONGSOR !!

11 Tanggapan

  1. pas banget ni info yang ku butuhkan … minta ya gan …

  2. Ijin share via FB ya…

  3. […] Material yang dibawa tentunya material hasil erupsi sebelumnya termasuk si Gajah Bengkak.  Proses membawanya mirip seperti dalam video yang penrah didongengkan disini. […]

  4. thanks buat infonya

  5. mohon ijin sharing ke FB…….terimakasih mas Vick…

  6. Assalamualaikum,

    Permisi mas, Ta’ comot ke FB ku mas.
    Matur nuwun….

  7. informatif banget pak, bisa di copy kan?

  8. terimakasih sharing-nya,…sangat informatif n inspiring!!…

  9. waduh..lewat hp nggak bisa pakdhe

  10. mohon ijin copy, pak dhe. matur nuwun.

  11. ternyata banyak ya jenis jenis longsong

    trims infonya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: