Sinabung dipicu oleh curah hujan.


Laporan dari Vulkanologi Survei Indonesia menyebutkan bahwa adanya kemungkinan meletusnya Gunung Sinabung akibat curah hujan yang tinggi di daerah ini. Curah hujan dan cuaca ekstrim sering menjadi pemicu bencana akhir-akhir ini

Memang saat ini kita perlu waspada dengan cuaca ekstrim yang mempengruhi perilaku fenomena-fenomena alam alainnya. Banjir serta longsoran mudah sekali dikenali akibat curah hujan ekstrim. Nah kali ini kita melihat bahwa curah hujanpun dapat memicu letusan.

😦 “Waduh pakdhe, Memang segalanya berasal dari Yang Di Atas ya ?”

Pemikiran ini didasarkan pada tidak dijumpai aktifitas magma sebelumnya. Salah satu gejala aktifitas magma adalah gempa-gempa volkanik sebelum terjadinya letusan. Lihat gejala aktifitas magma di Gunung Kelud disini : “Memonitor polah tingkah Gunung Kelud yg sedang kritis

Bagaimana terjadinya ?

Hujan sebagai pemicu

Curah hujan yang sangat tinggi akan menyebabkan presipitasi air hujan kedalam tanah meningkat tajam. Air dapat masuk secara cepat terutama apabila ada rekahan-rekahan.

😦 “Pakdhe, kalau hujan kan sejak dulu sudah ada. Kenapa Sinabung baru meletus sekarang?”:

D “Mungkin saja curah hujan kali ini sangat tinggi, Thole”.

Juga mungkin gempa-gempa akhir-akhir ini merekahkan dinding-dinding kepundan, shingga kali ini air masuk cukup banyak secara cepat dalam waktu cepat”.Air tanah yang masuk mendekati cerobong magma akan terpanaskan.

Ketika air masuk dan mendekati cerobong magma, tentusaja air ini akan terpanaskan dengan cepat. Air ini akan berubah menjadi uap air (steam) yang memiliki tekanan cukup besar.

Mirip seperti mesin uap yang menggerakkan kereta api uap, tenaga ini menjadi tenaga utama dalam letusan awal G Sinabung.

Tentusaja ketika terjadi letusan ini ikutan terlempar lava panas yang terlihat seperti batu membara dimalam hari.

Karena letusan ini melemparkan segala material termasuk debu-debu volkanik ini yang menyebabkan hujan abu.

Letusan Sinabung ini diperkirakan membentuk kubah lava baru.

Pada letusan ini juga membentuk erupsi kesamping seperti terlihat dibawah ini :

Dua Erupsi yang satu menyamping (Reuter)

Erupsi yang menyamping ini menunjukkan adanya zona lemah dimana menjadi tempat menyemburnya steam (uap panas). Salah satu kemungkinan cerobongnya tersumbat sehingga mencari rekahan kesamping.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, akibat letusan kedua terbentuk kubah baru di puncak Sinabung.Kubah baru ini dibentuk oleh magma yang membeku. Pembentukan kubah baru ini diharapkan bisa mengakibatkan penurunan aktivitas vulkanik Sinabung. Namun, PVMBG masih memerlukan sejumlah data untuk bisa menyimpulkan adanya penurunan aktivitas Sinabung.

😦 “Wah semoga saja bener kubah ini menurunkan aktifitas letusan, Pakdhe”

Memang menurut Pak Igan salah satu staf VSI, kalau lava sudah keluar biasanya letusan eksplosif akan terhenti dan erupsinya berupa efusif menjelang pendinginan. Informasi selanjutnya ternyata yang menyala di lereng tersebut adalah endapan lontaran batu pijar, nah kalau itu bukan leleran lava, maka letusan akan berlanjut sampai pasokan gas habis sehingga lava keluar atau menyumbat konduit baru letusan akan terhenti.

Sekarang tinggal keberanian tim lapangan untuk membuktikan apakah lava sudah keluar atau belum, ini perlu pengamatan lebih dekat tentunya perlu perhitungan dengan melihat dari tempat yang aman.

Perlu diteliti untuk gunungapi tipe B lainnya

Tentusaja perlu diselidiki lebih lanjut.  Apakah dugaan curah hujan sebagai pemicu ini benar. Karena implikasinya tentu menjadi sangat penting untuk kembali meneliti ulang gunung-gunung api tipe B.

Sumber info : VSI http://www.vsi.esdm.go.id/ dan media lain.

Iklan

10 Tanggapan

  1. titip lapak pakde 😀
    http://geochemist.wordpress.com/2010/05/31/gunung-sinabung-sibayak-sumatera-utara-2010/
    alhamdulillah meletusnya gak waktu saya ada disana…

  2. iya nih, Pak Dhe. ada gempa lagi di jogja. gempa tadi malam itu “tendangannya” terasa lebih kuat dari pada gempa 21 agustus kemarin, berlangsung sekitar 3 detik. dan gempa 21 agt sekitar 10 detikan. apakah dua sesar yang dimaksud tiger tadi saling mempengaruhi satu sama lain,Pak Dhe? satu lagi Pak Dhe, apakah gempa dapat mempengaruhi sediaan air tanah? terimakasih pencerahannya, Pak Dhe. [sungkem] Linus.

  3. Jangan lupa review tentang gempa jogja barusan pak. Penyebabnya kenapa ya? Berita lengkapnya baca di http://wp.me/p3Xzt-hj

  4. Jangan lupa review tentang gempa jogja barusan pak. Penyebabnya kenapa ya? Berita lengkapnya baca di sini.

  5. matur nuwun sebelumnya…pakdhe! sekalian sungkem minal aidzin wal faidzin buat pakde sekeluarga

  6. PAKDEEEEEEEE JOGJA BARUSAN GEMPAAA…

    MO NANYA…

    1.gempa tgl 12 sept 2010
    -WAKTU:23:38:55 WIB
    -LOKASI:8.10 LS – 110.37 BT
    -KEKUATAN:5.0 SR
    -KEDALAMAN:10 Km
    -WILAYAH:23 km Tenggara BANTUL-DIY

    2.gempa tgl 21 agustus 2010
    -WAKTU:18:41:38 WIB
    -LOKASI:8.03 LS – 110.39 BT
    -KEKUATAN:5.0 SR
    -KEDALAMAN:10 Km
    -WILAYAH:15 km Tenggara BANTUL-DIY

    kok bisa gempa lagi dengan lokasi bergeser sedikit ya pakde??? kemungkinan kedepan bisa memicu gempalebih besar ga pakde??

    apakah jogja sudah jadi rawan seperti sumatra sejak punya sesar di dua tempat di dekat imogiri??

    satu lagi

    kok di USGS bisa ga keluar gempanya di mbkg udah?? sebenarnya USGS cara mendeteksi gempanya gimana to pakde??

  7. Pak Rovicky,

    Terima kasih infonya benar-benar menarik..saya saat ini melakukan analisis korelasi data kejadian gempa dengan aktivitas vulkanis di Indonesia dengan menggunakan data dari USGS dan kesimpulan sementara yang saya peroleh adalah dalam kurun waktu tahun 1990 hinga 2008 terjadi peningkatan kejadian gempa di Indonesia yang diikuti oleh kenaikan aktivitas vulkanis.

    Saya ingin bertanya Pak, kenapa jika air hujan menjadi pemicu terjadi letusan G.Sinabung, tapi letusan yang terjadi cenderung bersifat eksplosif (mengacu pada laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) dan sepemahaman saya, mengacu pada Bullard (1987) erupsi eksplosif cenderung disebabkan oleh jenuhnya kandungan air magmatik pada dapur magma…

    Saya agak khawatir dengan status Gunungapi Merbabu yang menurut saya saat ini benar-benar lepas dari pengamatan, memang Gunung Merbabu memiliki ciri waktu dorman yang lama yaitu 200 tahunan (Berdasarkan data dalam Kusumadinata (1979)). Mengacu pada catatan Van Hinloopen Labberton (1921), Gunungapi Merbabu telah tidur selama 215 tahun sehingga bisa saat ini semakin mendekati waktu Gunungapi Merbabu untuk menjadi aktif kembali.

    Saya sangat khawatir dengan aktifitas Gunungapi Merbabu yang menurut saya menjadi semakin mendekati arah aktivitas eksplosif berdasarkan mineralogi dari batuan pada endapan Merbabu tua dan aliran lava produk terakhir dari aktivitas Merbabu. Bagaimana menurut pendapat Pak Rovicky sendiri??

    Terima kasih banyak..

  8. Curah hujan hanya sebagai “pemicu”, magma serta lava panas yg keluar ya merupakan produk aktifitas tektonik. “Pemicu” ini mirip sumbu petasan. Bukan bahan peledak utamanya. Dan bukan pengumpul tenaga utamanya.

  9. wah, jadi tambah ilmu, namun pendapat bapak berarti mementahkan banyak anggapan yang selama ini meyakini bahwa peristiwa vulkanisme yang ada di Indonesia selama ini berhubungan dengan lempeng tektonik,s ementara bapak menggunakan teori lain, apa ada data pendukung lainnya pak? misalnya dari dinas lain atau contoh gunung api lain di dunia yang terjaadi erupsi karena faktor air hujan, walau letaknya di sepanjang sabuk gunung api? terimakasih

  10. makasih pakdhe infonya, bermanfaat banget….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: