Geologist ngga bisa jadi manajer !


Kenapa seorang sarjana elektro mudah menjadi manajer ? Karena mereka mampu membayangkan sebuah kerja “mesin” tanpa pernah melihatnya.
Seorang geologist tidak mampu membayangkan sebuah proses sebelum KENA BATUNYA !

Whalla !! Geologist bermata 4dimensi

https://rovicky.files.wordpress.com/2006/11/peta.gif

Geologist (ahli geologi) mesti akan pada protest dengan alinea diatas, paling tidak nggrundel. Karena geologist juga manusia, geologist juga pingin jadi manager doonks ! Geologist mau dong jadi menteri atau setidaknya dirjen, lah. Seorang geologist sering mengatakan dirinya geologist sejati bila mampu melihat dan menjelaskan batu yang ada ditangannya. Dunia virtual-pun menjadi sulit didalam genggaman seorang geologist, secara mental profesionalnya menuntut adanya “hand speciment“. Tanpa rock samples bagi geologi pengukuran hanyalah “soft data“.

Fakta ini mungkin bisa dilihat bahwa pada kenyataannya petinggi-petinggi dunia migas dan energi di Indonesia bukan ditangan geosaintist. Walaupun permasalahan utama di Indonesia ini masalah “natural resources management“, masalah pengelolaan sumberdaya alam. Indonesia tidak kekurangan energi, Indonesia berlimpah sumberdaya alam, Indonesia kaya minyak, kaya angin, kaya sinar matahari dll. Tetapi kenapa pengelolaan energi di Indonesia terkesan ambyar !!

Graph of voltage couplingKita tengok sarjana teknik elektro sebentar.

Seorang sarjana elektro mampu melihat kerja sebuah proses mekanik dari rumusnya ! Mereka sejak kuliah sudah dituntut melihat proses coupling bukan dari kampas kopling di mesin sepeda motornya. Itulah sebabnya sarjana elektro-pun mampu bekerja di dunia mekanik. Namun akan sulit bila sarjana mekanik dituntut menjadi seorang ahli transmisi PLN.

😦 “Tapi Pakdhe, kenapa yang mimpin PLN kok malah wartawan lulusan SMA?”

Bagaimana dengan Geophysicist (ahli Geofisika) ?

Sakjane geophysicist berbeda looh cara berpikirnya dengan geologist.

Mungkin bisa kita lihat statistiknya … berapa jumlah manager eksplorasi yang berasal dari geofisika dibanding dari geologi. Yang pernah menjadi geophysicist sepertinya memiliki chance lebih bagus menjadi manager .. (ini spekulasi saja).

Mereka, ahli GeoFISIKA, sering menggunakan imajinasi dalam melihat gejala alam. Contoh mudahnya ketika mempelajari gravitasi dan magnetik bumi. Mana bisa kita mengindera keberadaan gravitasi dan magnetik tanpa alat ? Ini utamanya karena pemahaman “fisika moderen” sangat memerlukan tool (alat) serta perhitungan math yang ruweth dalam analisanya.

Dalam dunia management juga begitu. Banyak tool-tool manajement saat ini yang menggunakan rumusan dan pengukuran. Tanpa terlhat kasat mata maupun rasa. Contoh mudahnya “benchmarking“. Yang kita ukur bukan sesuatu yang kasat mata, namun bisa diindera dengan “alat ukur” atau survey. Datanya tidak serta merta dianggap sebagai fakta. Misal survey “kepuasan pegawai” (employee satisfactory) yg diperlukan oleh manajer dalam memberikan keputusan.

Dan juga buktinya manajement Pertamina sekarangpun dipimpin seorang lulusan FISIKA !

😦 “Hi bu Karen !”

Kembali ke Geologist.

Seorang geologist dididik melihat dunia ini dalam empat dimensi. Dimensi ruang spasial ditambah dimensi waktu (3D+1). Rentang skala dibenaknya mulai dari yang berukuran mikron dengan mikroskop, hingga ribuan kilometer dengan citra satelit. Waktunya berkisar dari rentang hidupnya dalam puluhan tahun, hingga jutaan bahkan bermimpi akan menguak milyaran tahun yang lalu.
Sangat tidak mudah bagi geologist untuk melihat kekinian. Fenomena pemanasan global lebih dilihat sebagai sebuah fenomena alam yg berulang jutaan tahun lalu, ketimbang menganggapnya sebagai ulah manusia yang baru mulai bekerja tadi pagi.

Manager dituntut untuk mengerjakan dan memutuskan hari ini, saat ini, dan sekarang ! Tidak ada toleransi waktu dalam orde tahunan. Manajer dituntut untuk memutuskan bukan memikirkan ! Itulah sebabnya Geologist yang baik harus berpikir berdasarkan DATA dan FAKTA dilapangan  … namun geologsit harus dibantu untuk memberikan keputusan !


You can do hard way or you can do smart way … both ways need you to do it any way … not just discuss it in the hall way.

Iklan

39 Tanggapan

  1. pak de saya seorang geologist, sekarang saya bekerja di painting rencana saya de semua batuan itu mau saya cet jadi emas lantas di jual uangnya kan lebih banyak dari gaji manager hehehe betul opo ndak de ayo, trims

  2. itu perbedaan nya antara berpikir otak kiri dan otak kanan… seorang geologist biasa bermain dalam data, itu dinamakan org otak kiri, beda sekali dengan seorang manager,, qt lihat dulu manager apa yang di maksud, seorang ahli dalam administrasi cenderung berpikir dng otak kiri,, tp orang-orang yang berpikir out of the box itu di namakan org otak kanan,.. jd antara kedua pekerjaan itu tdk dpt disamakan,,, yg jelas segala keahlian yg dimiliki oleh manusia itu karena kebiasaan yg di ulang secara terus menerus menjadi sebuah keahlian.. sama-sama pekerjaan mulia YG TDK BISA DI BANDING-BANDINGKAN..

  3. wah, kalaupun seorang geologist ngak bisa jadi manager setidaknya, jadi bawahan juga ngak apa apa, toh gajinya juga waw… setidaknya sudah lebih dari cukup untuk makan sekeluarga, itu sudah alhamdullilah banget, 😀 syukuri apa yang di kasih kali ya :D. hidup geologist

  4. saya lulusan geologi, saya sudah 13 tahun bekerja dan digaji $500 perhari. Itu belum ada apa-apanya dibanding senior saya yang di gaji $1500 dolar per hari. Dan dalam sebulan saya bekerja 20 hari. Goelogi masih di atas elektro

  5. satu balasan lagi deh..

    “Sangat tidak mudah bagi geologist untuk melihat kekinian. Fenomena pemanasan global lebih dilihat sebagai sebuah fenomena alam yg berulang jutaan tahun lalu, ketimbang menganggapnya sebagai ulah manusia yang baru mulai bekerja tadi pagi.”

    Fenomena pemanasan global emang alami koo…. lihat aja proses menuju akhir zaman es di mana bumi menghangat secara berangsur…
    Malah ada asumsi bahwa sekarang tuh justru bumi mendingin, akibatnya jadi gersang dan kering, jikalau memanas seharusnya semakin lembab karena air laut lebih banyak menguap. Kontradiktif? ya bebas lah Spekulasi mereka 🙂

    Yang akibat ulah dari manusia tuh ya pencemaran lingkungan. penekanan disini.

    “Manager dituntut untuk mengerjakan dan memutuskan hari ini, saat ini, dan sekarang ! Tidak ada toleransi waktu dalam orde tahunan. Manajer dituntut untuk memutuskan bukan memikirkan ! Itulah sebabnya Geologist yang baik harus berpikir berdasarkan DATA dan FAKTA dilapangan … namun geologsit harus dibantu untuk memberikan keputusan !”

    Bukan, bukan… manager tuh dituntut untuk berpikir cepat dalam pengambilan keputusan. ya toh kalau keputusan tidak ada landasannya ya berarti keputusan yang sembarangan.

  6. hmm… jadi manager tuh bukan acuan sebuah kesuksesan juga kebahagian.
    jalan hidup kalian, ya kalian yang pilih. tanggung jawabnya pun kalian sendiri yang pikul.
    jadi walaupun hanya jadi katakanlah pedagang, jadilah pedagang yang sukses dan bahagia. kemudian ikuti perintah agama, jadilah manusia yang dicintai Tuhan dan makhluk-Nya

  7. mengapa contoh perbandingannya antara manajer geologis dengan fisika?? by the way informasinya menarik, thanks

    –> Ini menantang orang-orang geologist supaya terpacu mempelajari ilmunya secara fisis 😀 “

  8. Seorang geologist mrpkan pencerah bagi semua kalangan…
    kalo gak da geologist gak ada bensin batu bara…….
    mau balik ke jaman pra sejarah lagi ya….

  9. seorang geologisy g peduli g jadi manajer….
    kalau g ada geologist trus siapa yang akan nyari bhan tambang,masak anak teknik elekro,g mungkin kan
    percaya ato tidak,tidak ada satupun lulusan geologi yang jadi pengangguan…
    gaji pertama seorang geologis z sekitar 7-8 juta,apalagi klo kita udah pengalaman tambah bnyak gaji seorang geologist….
    hidup geologist

  10. aku dari fisika jadi ahli elektro

  11. Sesuatu dikatakan sudah “mati” kalau ia tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. “Orang Mati” adalah orang yang tak lagi berfungsi sebagai orang. “Kota Mati” adalah kota yang tak berfungsi sebagai kota. “Lampu mati” adalah lampu yang tak lagi berfungsi sebagai lampu…….dan seterusnya.
    “Sarjana ekonomi bekerja jadi guru bahasa, sarjana keguruan jadi kasir, sarjana agama jadi juru tulis, sarjana hukum jadi pedagang, sarjana sastra jadi manajer pabrik, sarjana seni jadi atlet, sarjana olahraga jadi artis, sarjana pertanian jadi wartawan, sarjana teknik jadi birokrat…….SEKOLAH SUDAH MATI!!!!!!! (ROEM TOPATIMASANG 2003)

  12. Hanya sebuah usulan…kenapa harus diributkan…..Sekolah ,engajarkan sesuai dengan bidang masing-masing..kalau anda sekolah teknik geologi..kenapa harus jadi manajer..dan kalau anda sekolah teknik elektro kenapa harus jadi manajer..yang betul ialah ….yang sekolah sarjana keguruan..jadilah guru yang baik….yang dulunya sarjana teknik jadilah teknisi yang handal..yang dulunya seklah manajer..dialah yang berhak jadi manajer….toh kata nabi juga kalau segala sesuatu dikerjakan dengan bukan bidangnya maka tunggulah kehancuran…alangkah baiknya kita mensyukri segala nikmat yang telah di berikanNYA..Amien…

  13. lha nek dari unsur Militer gimana Dhe?hehehe

  14. Manager……….,, gak ah..
    Mendingan jadi geos yang job’s ny dmn-mn…

  15. Wah wah,, aku tahun ini baru mau masuk teknik geologi UPN..
    Gak berminat juga tuh jadi manager..(kalo ditawarin sih gelem wae)
    Hehe. . .

  16. Jangan salah ! Seorang Geologist yang handal … karena sering terjun kelapangan …. memimpin project … mengkoordinir anak buah dilapangan serta menghasilkan analisis yang jempolan …. telah mengangkat dirinya menjadi ahli ! profesional karena profesiya,ditambah lagi wawasan management yang bagus …. kesempatan kedepan untuk meraih manager sangat mudahnya ! plus belajar lagi dibidang ahli yang ditekuni ….. wow ! mari kita lihat di sektor Pertambangan Minyak dan Gas Bumi ….. bahkan di perusahaan swasta, tentunya swasta asing, seorang geologist yang mumpuni telah mejabat minimal sebagai Project Manager bahkan lebih dari itu. Geologist-2 sejati jangan berkecil hati !!! tetap semangat belalakan mata seluas mungkin ! Salam

  17. klo ga jadi manager jg gpp, geologist kan di didik bukan untuk kerja kantoran, yang duduk di depan meja menghadap komputer dengan semua data dari perusahaan, geologist di didik buat jadi orang yang terjun ke lapangan, melihat sesuatu di lapangan dan menyimpulkannya, jadi wajar saja klo ada opini klo geologist ngga bisa jadi manager..
    lebih nikmat jadi orang lapangan…

  18. Geologist kalau ingin jadi manager mesti berani berpikir mengelola “human resources” dengan asumsi-asumsi unik yg seringkali tidak dijumpai di alam fisis. Geologist terbiasa membaca fakta dan data dengan visual. Harus berlatih melihat fakta dengan data abstract, angka dan naratif.

    Kalau geologist mampu menjelaskan fenomena alam dengan bahasa anak-anak itu akan membantu profesinya menjadi manager yg bisa me-manage tidak hanya geologist tetapi juga orang finance dan engineers.

  19. wah mas…untuk kemungkinan hari ini atau yang kemaren belum tentu bakal terjadi buat besok. kita anak geologi denger berita itu miris..ya kalao qT gak bs jadi manager yo senggak-ngakNya gaji qT orang bisa menyamai gaji meneger

  20. wah dari kegiatan IPA ke 34 kemarin saya jadi paham kenapa pak Dhe lebih paham tentang Elektro…..
    sedang bisa bertemu pak dhe dan Foto bareng Pak dhe

  21. setuju sekali Dhe…., elektro lbh potensial jadi manager 🙂

  22. dan jangan lupa Pak De, ketua MPR RI (super manager) pernah dijabat oleh geologist: Prof. J. A. Katili

  23. eh,salah !
    Geologist maksudnya. 😀

  24. tapi yang jelas seorang Geoligist bukan ahlinya di bidang “lempar batu sembunyi tangan”, ya kan Pakdhe Rovicky. hihihi…

  25. Teknik fisika berbeda dengan fisika, http://www.tf.itb.ac.id

  26. hmmmm setahu saya seorang geologist itu mampu mewacanakan hal hal yang ia belum ketahui dengan intepretasi dan belajar jadi gak masalah kalau seorang geologistpun bisa jadi manager , ya kan pak dhe

  27. Pak Aku wes dadi manajer di geo (tapi batubara gak minyak), pas buka warung sate, kok duik e luweh akeh dodolan sate…piye kuwi……?

  28. “Dan juga buktinya manajement Pertamina sekarangpun dipimpin seorang lulusan FISIKA !”…..hahaha, maaf pakde, ane mau meralat aja…bu Karen itu Lulusan dari “Teknik Fisika”, bukan dari “Fisika”, pak de….secara ada embel2 Teknik nya…notabene Teknik Fisika itu juga lebih identik Ke Teknik Elektro n Mesin (Lihat di Curriculum keluaran ABET), jadi wajar kalau beliau juga memiliki watar, pemikiran n insting seorang manager…hihihi, matur nuwun enggeh….cuman sekadar meluruskan aja

  29. yup..bener pak rovicky…menurut saya,,,seorang geologist itu bs kok jadi manajer…banyak sekarang ahli-ahli geologi menjadi manajer. cuma ya itu setingkat dirjen ataupun menteri sepertinya belum cukup kredible..apa mungkin karena emang geologi dituntut untuk menjadi peneliti yakk?? belum jelas juga tuh….

  30. Hihihi… daku lulusan elektro. Pantesan daya imajinasiku berlebihan. Hihihi…

  31. weleh – weleh . . . yang komen kok podho kena “geological trap”-nya pak dhe hehehehe . . .
    kalo saya baca, semangat yang ada dalam tulisan pak dhe di atas sebenarnya bukan menempatkan geologis vis a vis elektronis dan bidang-bidang lainnya. justru pada alinea terakhir semakin menguatkan bahwa : bukan apa profesinya, tp bagaimana profesinalism nya. kinten2 ngoten ta pakdhe ? . . .

  32. Whualah.. Kalo dimata saya, seorang Ahli elektro, malah jadi guru fisika! Guru fisika saya semuanya lulusan tehnik Elektro!! http://artikelmenarik.wordpress.com

  33. wah, no komen deh tentang elektro vs geologinya

    tapi banyak benarnya kalo di elektro di kuliahnya sering diajari imajinasi, entah itu sinyal, arus, medan, semuanya kami bayangkan dari rumusnya… hehe

  34. “Manager memutuskan bukan memikirkan..”..padahal orang geologi sebagain besar bekerja di bidang memikirkan bukan memetuskan…dulu waktu saya kuliah di jurusan Geologi..saya diajarkan mendiskripsi,,menganalisa..menyimpulkan dan membuat kajian geologi secara komperenhesif..nampaknya tidak satupun matakuliah ilmu geologi yg berhubungan dengan pengambilan keputusan..yang ada adalah diskripsi kajian dan analisa..Petrologi, stratigrafi,petrografi..dll….yang paling sering saya dengar dari kawan kawan..geologist lamban dalam mengambil keputusan..ahli dalam menganalisa..so jalan mana yang kita tempuh.

  35. Mas Sur, Kalau geologistnya berpikir positip mestinya dia akan mengisi kekurangannya dengan lebih sering “membuat keputusan” dengan tepat waktu.
    Disisi lain kalaut ujuannya nyari duwik … geologist yg profesional bisa kok ngalahin manajer di pabrik panci “P

  36. Wah pak dhe, dongeng ini bikin miris anakku yang saat ini lagi belajar geologi. Justru dia pindah kuliah dari fakultas lain dan masuk ke geologi karena melihat konco-konco bapaknya yang juga seorang geologist saat ini sudah pada jadi manajer….hehehe…

  37. Mas Zainal, Insinyur mekanik itu mirip geologist hanya rentang skala serta objectnya berbeda. Lah elektro ini yg sangat unik. Mereka membuat energi, mengatur dan membagikan barang yg ndak kasat mata :p

  38. kenapa pembandingnya kok ingsinyur elektro? bagaimana dengan ingsinyur mekanikal yang lebih dekat dengan efek mekanikal, kalo didorong bergerak, kalo ditekan nendang yang lebih dekat dengan konsekuensi seorang manajer?
    pakde mau jadi manajer ya. haha…
    salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: