Sistem transportasi meniru sistem transmisi data komputer.


Yang penting bukan kelajuan tetapi kemampuan daya angkut !

Pernahkan anda memikirkan kenapa ketika kita ngeklik “https://rovicky.wordpress.com “ kok trus menuju ke blog ini ? Kenapa kok datanya trus dikirim ke komputer ini. Padahal dalam waktu yang sama, komputer di sebelah menggunakan kabel yang sama ngeklik ” facebook  dot com”. Masing-masing komputer pribadi dan bahkan HP dan BlekBerry memperoleh sesuai pesanannya, tanpa tertukar ? Tidak hanya itu, datangnyapun tidak sekaligus, tapi prentil-prentil, terpotong-potong, hebatnya paket yang dikirim selalu pas !

Itulah pengertian sederhanya dalam transmisi dan transportasi data dalam komputer. Masing-masing paket sudah memiliki alamat sediri-sendiri.

Nah bagaimana model transportasi ini diaplikasikan dalam sistem transportasi publik ?

Sebenernya model yang mirip ini sudah ada di Jakarta, namun masih dijalankan secara manual, salahsatunya bus-way ! Setiap bus memiliki routenya sendiri-sendiri, memiliki stasiun pemberhentian sendiri-sendiri, namun jalan yang dipakai satu koridor yang sama. Hanya saja masih disupirin, karena ada “penganggu” lain yang suka memotong dan menggunakan “jalur“-nya.

😦 “Ya lantas apa hubungannya dengan kecepatan, Pakdhe ?”

Beberapa hari kemarin ada berita bahwa di Jawabarat akan dibangun kereta supercepat yang melintasi Jakarta-Cirebon-Bandung. Kereta ini konon mampu melaju dengan kecepatan diatas 300 Km/jam ! Benerkah ?

Kereta supercepat

Shinkansen - Jepang

Tiga kereta supercepat didunia yang terkenal adalah TGV – Perancis, Shinkansen – Jepang, dan MagLev – China. Ketiga kereta ini memiliki bentuk depan yang sangat mirip, Depannya lancip !

Bentuk depan yang sangat aerodinamis ini sangat diperlukan untuk mengurangi gaya gesek udara, serta untuk memberikan stabilitas pada konstruksi kereta.

Dengan bentuk mirip peluru inilah kereta-api supercepat melaju diatas relnya.

Bagaimana dengan kereta yang akan dibangun di Jawa Barat ini ? Sistem yang dibangun ini disebut dengan nama H2RSH atau Hydrogen Hi-speed Rail Super Highway.

Kereta H2RSH dengan pengangkutan dengan protokol TCP/IP

Kereta Kapsul H2HS

Kereta yang rencananya akan dibangun oleh konsorsium ini memiliki bentuk yang unik, yaitu berbentuk kapsul. Kalau diperhatikan design dari kereta kapsul ini bukan untuk mengejar kecepatan (kelajuan), tetapi untuk meningkatkan pelayanan transportasi.

Kalau untuk pengangkutan antar kota (interstate) seperti ini bukan super cepat yg penting “daya angkut”. Silahkan lihat videonya. Beberapa gerbong akan berjalan beriringan dengan tujuannya masing-masing bisa berbeda.

Sistem pengangkutan dengan model komputer TCP/IP. Bagi rpembaca yang sering menggeluti dunia komunikasi komputer tentunya mengerti TCI/IP, kan ? Ya, sistem pengangkutan protokol komputer ini yang disebut dengan TCP/IP membawa informasi dalam bentuk packet-packet informasi.

Lihat videonya ?

Silahkan ke sini

Nah masing-masing gerbong itu satu paket-paket dalam pengiriman informasi ke masing-masing stasiun.

😦 “Pakdhe, katanya super canggih, mestinya juga supercepat doonk ?”

😀 “Thole, ada hal penting dalam sistem transportasi yaitu kapasitas pengangkutan. Semakin banyak yang diangkut sesuai dengan kebutuhan maka akan semakin bagus pelayanan pengangkutannya. Salah satu faktor didalamnya memang kecepatan”

😦 “Lantas kenapa disebut super canggih ?”

Kecanggihan dari H2RSH ini dapat dilihat dari berbagai sisi.

Satu jalur untuk berbagai kebutuhan

Yang pertama ecofriendly (Ramah Lingkungan). Kereta ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber energi utamanya. Juga memanfaatkan Hydrogen Fuel sebagai sarana bahan-bakarnya. Limbah cair yang dihasilkan hanyalah air. Kedua konstruksinya menggunakan tiang yang menghemat ruang, didalam setiap ruang dari rel ini memiliki fungsi yang bermacam-macam. Selain sebagai jalannya kapsul kereta, juga sebagai pengangkut air, listrik, gas dll. Dan yang ketiga, pernahkah anda melihat sistem otomatisasi transportasi moderen dengan protokol TCP/IP ? Tentusaja ini protokol baru dalam pengaturan transportasi di dunia ini.

😦 “Lalu berapa perbedaan kecepatan si tidak super cepat ini dengan super cepat?”

Pikiran cepat dan lambat mestinya mikirnya persis seperti kalau kita berpikir bandwith dalam sistem komputer ! Kecepatan laju informasinya ya segitu-segitu saja. Secepat kelajuan elektron dalam kabel. Tetapi kalau pengangkutannya tidak efisien maka yang “terangkut” juga akan terbatas.

😦 “Pakdhe, ini masih mimpi kaan ?”

😀 “Thole dunia ini dimulai dari mimpi ! If you can dream it, you can do it.”

😦 “Pakdhe, nanti kalau sudah jadi dinamkan JaCiBan Lane, ya ?”

Tulisan terkait :

Iklan

14 Tanggapan

  1. Apakah model menggunakan tcp/ip ini juga bisa digunakan untuk kereta komuter?

  2. diindonesia bakal ada transportasi data yang lebih cepat daripada sekarang. di desa2 sedang dibangun jaringan kabel.

  3. wahhh,, sistemu kabel diikuti jg nihh,. hahaaaa..
    mantep,, tinggal tunggu diindonesia kapan 😀
    tp lbh bagus lagi ada buatan indonesia yang lebih bagus dari ini. ^-^

  4. […] di bawah: Dongeng Geologi, RuPa-RupI | Ditandai: gerhana matahari, gerhana matahari cincin « Sistem transportasi meniru sistem transmisi data komputer. Foto Gerhana Matahari Cincin 15 Januari 2010 […]

  5. artikel yang sungguh menarik, mohon ijin untuk kopi paste, terima kasih.

  6. semoga jadi kenyataan ide dan mimpi negara ini.sebelum nafas terakhir….

  7. Aku kok malah jadi mimpi tentang transportasi model tabung ya.

    Kita masuk ke suatu tabung dan keluar di tabung yang lain, dalam kecepatan cahaya sudah nyampai dimana kita mau.

    Bener-bener mimpi nih [saat ini].

    “You may say I’m a dreamer, but I’m not the only one, I hope someday You’ll join us…”

    Salam hangat

  8. oh ya ngomong2 energi yang dipakai untuk alat transportasi di masa depan, sepertinya panel surya paling menjanjikan, kalo boleh tahu apa pendapat pakde tentang prospek bioetanol di masa depan?

  9. wah berasa di film science fiction, mimpi emang tak terbatas, kalo ada yang begini, mudik lebih asyik lagi 😀

  10. wah yang kayak ginian di jepang sudah dipakai buat angkut penumpang pesawat dari terminal kedatangan ke ruang imigrasi/ruang klaim bagasi dan sebaliknya. betul, kereta ini tanpa awak. kita hanya dianggap kayak paket….

  11. mirip mono rel ya :D, andai diterapin saat ni di malang mungkin bnyk sopir angkot demo 😀

    –> Kenapa supir bemonya Demo. Kan dia bisa jadi pekerja di perusahaan ini. Karena service-nya lebih bagus, pelanggannya makin banyak dan efisien, gajinya lebih gede 😛 “ mimpi dot kom

  12. semoga aja dapat cepat terealisasi, biar kagak uyel-yelan di atas gerbong….

  13. Masing-masing gerbong (kapsul) ini mirip packet-packet informasi. Ada kapsul untuk penumpang, kapsul untuk barang dan kapsul utk mobil.
    Saat ini semua tanggung renteng jadi satu. keretanya panjang-panjang. Kalau yg ITC ini gerbongnya kecil-kecil. Masing-masing sudah punya beban muatan dan tujuan sendiri2.
    Jangan kawatir, nanti penumpang ga bakalan naik bersama kambing dan kerbau. Terminalnya beda. 🙂
    Ngeprint dan scan kan terminalnya juga beda :p

  14. PertamaX dulu Pakdhe ^_^

    Ni kereta ntar gak pake supir yah?

    Terus, maksudnya prenthil² / paket² tuh gimana Pakdhe? Apakah dalam sekali pengangkutan sekaligus dengan banyak gerbong yang bisa “plug ‘n play” atau bagaimana? Selama ini kereta “api” (kalo sekarang kereta listrik sama kereta diesel ^_^) di Indonesia pan udah kaya’ gitu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: