Training Engineer … tugas utamanya belajar !


Saya pernah menjadi seorang Training Engineer ketika masih kinyis-kinyis. Karena sangat seringnya mengikuti kursus atau training sehingga disebut Training Engineer, bukan trainee looh.

Bahkan dalam setahun pernah kursus sampai 9 kali … ya sembilan kali dalam setahun !

Bagi saya waktu itu training mirip seperti sekolah. Bukan untuk mengerjakan, tetapi for knowledge. Sebagai pengkayaan pengetahuan (knowledge enrichment). Bahkan saya sempet ikutan pelatihan environmental dan safety yang diselenggarakan Migas. Padahal masih kinyis baru beberapa tahun dari lulus kuliah  !

Menurut saya, pandangan keperluan mengikuti training bagi diriku sendiri akan berbeda dengan kebutuhan atau pendangan perusahaan. Perusahaan pasti berpikir bisnis, segala yang dikeluarkan harus bernilai duwik. Tapi bagi saya, saya harus bisa mengambil sesuatu juga setelah saya memberikan performance serta pemenuhan task results delivery (penyerahan tugas).

Dengan pemikiran seperti diatas, maka segera setelah saya menyeleseikan tugas, saya langsung ke bos menyerahkan pekerjaan (laporan saya).

Sambil menyerahkan laporan saya mengatakan, “Boss, ini pekerjaan saya sudah selesei. Silahkan boss mengkoreksinya. Selama saya menunggu bossmengkoreksi saya mengajukan training ini yang akan dilakukan pekan depan boss”.

Si Boss mengernjitkan dahi dan aku terus nerocos, “Terus terang boss, saya masih kinyis-kinyis, tetapi justru saat inilah otak saya belum teracuni dengan dunia praktis. Saya bisa mengoptimumkan idealisme saya pada ilmu yg lebih profesional, boss”.

Seringkali si Boss terus manggut-manggut dan melihat jenis kursus atau training yang ditawarkan. Si boss sering menganggukl. Lah pekerjaan sudah cepat diseleseikan juga, alasannya OK, serta yang paling penting budget training masih ada di kantongnya.

Saya selalu berpikir bahwa saya tidak akan rugi mengikuti kursus apapun. Saya selalu ingat … dulu saya belajar bernyanyi juga bukan untuk menjadi artis. Tetapi saya bernyanyi untuk memberikan harmoni dalam menjalani profesi.

Ada kalanya saya harus berpikir untuk keuntungan diriku sendiri. Hubungan dengan perusahan sebatas hubungan kolega seiring bersama dengan saling mengambil keuntungan selama mengikuti perjalanan kesuksesan !

Have a nice day my dear colleque !

Iklan

3 Tanggapan

  1. Mas RDP,

    aku juga hobi kalau ngurusin training, selalu ada yang menarik disana
    BTW aku sekalian mengingatkan bahwa lomba foto beblog tetep menunjuk mas RDP sebagai jurinya

    oke?

    jangan lupa kitapun ngadakan kontes blog bekasi Peduli Aids
    silahkan simak disini
    http://eshape.wordpress.com/2009/11/25/peduli-aids/

    salam

  2. wahh.. mantap pakdhe, sampe 9 kali dlm setahun..
    ada yg udah 9thn gak training sekalipun lho…hehehee 🙂

  3. Ap yg dh d crtkn sma d blk crt to tnt ja sy dh ngrt ap yg d mksd gmp bm d inds in.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: