Kesamber petir : Howgh ! – Fulgurites si Batupetir 


https://i2.wp.com/www.best-of-web.com/_images/080714-155159-081007.jpgMau denger dongeng saat-saat ketika tersambar petir ?

Hari Minggu sore (29/3) balik dari jalan-jalan pas hujan, wuiih hujan dueress. Di Kuala Lumpur (KL) ini kalau hujan selalu atau sangat sering ditabuhi dengan halilintar alias petir bin ‘thathit’…. Duerrr !!! Seperti biasa saja petir terdengar keras. Langsung saja masuk rumah.

😦 “Lah hujan-hujan kok ya jalan-jalan to Pakdhe ?”

😀 “Lah disana ndak hujan, pas balik kok yo pas hujan”

Masih berada dibawah santai, terus mau naik ke kamar atas. Belum lagi sampai masuk kekamar atas tiba-tiba “DUERR !!!! ” diluar rumah  !!! bunyinya keras bangget ! Bikin pekak telinga.

Dan dalam hitungan detik berikutnya …. Nguing-nguing  !!!! “

Alarm yang bikin terkejut binti panik

https://i2.wp.com/img.tfd.com/wn/FC/664BC-fire-alarm.gifNguing-nguing bunyi alarm teriak meraung-raung … Wah ini tumben mobil biasanya ada petir ngga pernah ‘terkejut’ tapi ini kok sampai teriak-teriak. Tapi ketika aku mendekati mobil biasanya pakai remote saja beres. Tapi ini ngga mati-mati … eh baru sadar yang berbunyi ternyata security alarm rumah ! Pantes saja dipencet-pencet tetep aja berbunyi.

Langsung mau lari naik ke atas matiin dari tempat biasanya dibawah. Tapi lah kok semua lampu indikatornya nyala … guandrikkk !!! pasti alarm circuit ini konslet.

Masih dalam hitungan beberapa detik berikutnya terdengar di atas ada bunyi “Darrr !!!” Mirip swara ban mobil pecah ! Hadduh apa lagi niih. Padahal biasanya Budhe Laras pulang langsung ndodok ngadep kompie. Langsung mau naik ke atas eh ingat kalau tadi sakjane matiin alarm. Tapi denger si Bungsu sama mamanya diatas juga ngga bisa matiin alarm. Trus turun lagi. Maksudnya sih mau ke tempat matiin alarm yang dekat pintu depan.

😦 “Budhe Laras dikasih tahu Pakdhe. Jangan kebanyakan chatting gitu ! apalagi kalau hujan !”

Pas masih di koridor tiba-tiba bunyi lagi, ” … Darr …. pyarrr !!” masih ngga nyadar ! Eh, baru nyadar pas melangkah, kaki terkena pecahan kaca. Kecil sih … tapi itu yang mengagetkan ternyata lampu gantung diatas jatuh dari langit-langit. Halllah !

Wuiih !!!

Jadi lampu yang jatuh tadi kira-kira semeter atau dua meter dariku …(alhamdulillah) …. tapi ngucapinnya sakjane beberapa saat setelah itu. Lah dalam hitungan beberapa menit itu masih panik dengan suara raungan alarm rumah. Ternyata baru inget, wah kok listriknya juga mati. Ya mesti aja, seringkali kalau terkena petir listriuk akan “trip“.

Langsung telepon ke kontraktor pengurus rumah. Mau nanya, “Rumah terkena sambaran petir. Gimana nih cara matiiin alarm ?”.

Weleh lah kok ndilalah bilang, “Maaf, ini hari minggu yang tugas ngga ada, bisa nunggu besok pagi ?

“Slompret ! Lah mosok seharian aku mesti dininabobok pakai alarm rumah !”, batinku.

Tiba-tiba aku inget lokasi kotak tempat alarm. Mau dibuka sama si bungsu eh … lah kok dikunci. Ya mesti wae dikunci, kalau alarm tanpa kuci nanti malingpun gampang matiin alarm donk, ya. Aku hanya mikir, didalemnya pasti ada baterei-nya, kan ? Jadi bisa dimatiin dengan melepas baterei.

Akhirnya ketemu kunci, dan alarm yang teriak-teriak bisa dimatikan dengan melepas baterei. Alarm berenti. Listrik masih mati, kaca berserakan di lantai, dan bau gosong dibeberapa tempat.

Setelah itu baru di chek satu-satu … beberapa barang elektronik yg gosong gara-gara sambaran petir

  • Hmm ternyata salah satu bunyi duarr kedua yang terdengar di atas tadi modem yang meletus !
  • Lampu gantung dari langit-langit jadi pecahan kaca dibawah .. ini bunyi yang ketiga.
  • PC Desktop rusak motherboardnya. Hardisk masih OK
  • Mesin fax ndak mau nyala.
  • Alarm rumah sudah jelas “short circuit” binti konslet. Bunti alarm yang cukup keras ini mungkin menutupi kuping sehingga ngga denger kalau mesin Fax-pun udah berbau terbakar.
  • Pintu (autogate) ga bisa dibuka pakai remote. Mesti manual ….
  • Deg-degan …. Howgh

Sambaran tidak dalam orde detik.

Ternyata aku baru sadar bahwa ketika petir menyambar itu tidak dalam saat yang sama semuanya terkena.  Bahkan mungkin dalam orde atau masa kilatan berkeliaran didalam rumah sekitar semenit hingga dua menit. Yang terjadi seolah-olah si listrik tegangan tinggi itu berjalan dari atas kebawah … dalam waktu beberapa menit berkeliaran dirumah.

Wuiih ngeri ya !

Kalau pernah melihat filem ada listrik yang mengalir berjalan dan menyambar-nyambar yang dilaluinya. Mungkin seperti itulah yang terjadi. Tetapi aku rasa janganlah mengalaminya. Cukup mengagetkan dan bikin panik kalau tiba-tiba alat-alat listrik dirumah meletus satu-satu.

Kuala Lumpur gudangnya petir di Asia tenggara.

Seperti biasa, seluk dan beluknya petir ini mungkin memiliki pesan untuk didongengkan.

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa petir itu adalah loncatan listrik yang berasal dari awan. Dapat berupa loncatan dari awan ke awan lain, ataupun dari awan ke permukaan bumi. Dibawah ini peta berapa frekuensi (seberapa sering) sambaran petir dalam satu daerah.

kl_lightning

Peninsular Malaysia merupakan tempat yang banyak dijumpai deposit metal. Di daerah ini juga memiliki peluang terkena petir cukup tinggi. Angka menunjukkan jumlah sambaran pertahun per Km2.

Peta yang dibuat NASA diatas menunjukkan bahwa Kuala Lumpur merupakan tempat yang memiliki densitas petir paling padat di Asia tenggara. Kira-kira 50 sambaran petir pertahun persatu kilometer persegi. Mungkin saja ada hubungannya dengan deposit metal yang banyak dijumpai di Kuala Lumpur ini.

😦 “Wah Pakdhe tentunya banyak batupetir di sekitar Kuala Lumpur donk !”

Batupetir : Fulgurites: Fossil Lightning

fulgurite

Batupetir (Fulgurite)

Ilmu Geologi juga mengenal batupetir mirip punyaan si Ponari. Namanya Fulgurites. Ini sains bukan sekedar mitos bahwa ada batu yang dihasilkan oleh petir. Tetapi bukan batu yang dibawa oleh si petir. Batu ini terbentuk karena petir memiliki tenaga yang cukup besar akan mampu menghasilkan tenaga panas sekitar satu gigajoule. sekitar 300 KWh. Cukup untuk menerangi rumah selama satu minggu.

Ketika mengenai batu, maka sifat-sifat batu akan berubah.

fulgurite

Fulgurite yang ditengahnya ada lubangnya. (About.com)

Energi listrik ini dikeluarkan satu kali dalam jangka sangat pendek sehingga apabila mengenai batu, maka batuan itu akan terpengaruh karena suhunya yang tinggi. Batuan ini memiliki ciri yang khusus. Beberapa bagian dari batuan akan meleleh, sering berupa glass.

Bahkan batuan yang disebut Fulgurites ini ada yang membentuk lubang yang diperkirakan tempat jalannya petir ini. (Gambar dari About.com).

😦 “Pakdhe, kalau dicelup air gimana?”

😀 “Kalau dicelupin ya basah !”

😦 “Wah Pakdhe niku. Syapa tahu Pakdhe bisa jadi sukses seperti Ponari, gitu !”

Kalau dilihat batu petir ini keistimewaannya pada kandungan mineral yang disebut Trinitite yang pertama dikenal didekat lokasi percobaat bom atom. Bahkan ada yang mirip Tectite (batu meteor). Ini merupakan cirikhas batu yang terkena suhu sangat tinggi.

😦 “Lah trus khasiatnya apa Pakdhe ?”

😀 “Karena keras, kalau buat nglempar kepalamu bisa pecas ndahe !!” 😛

😦 “Wah Pakdhe susyah kalau diajak ngomongin yang mistik-mistik”

Yang penting soal petir adalah menghindari tempat-tempat tertentu apabila petir sedang menyambar-nyambar. Berikut tip untuk melindungi diri agar terhindar dari sambaran petir yang diambil dari sini:

  • Jika Anda melihat kilat atau mendengar suara gemuruh segeralah menuju bangunan yang telah dilindungi dengan penangkal petir atau mendekatlah ke mobil atau truk
  • Jika Anda berada di luar rumah hindari area terbuka, tempat tinggi, lokasi yang berair, di bawah pohon tinggi atau benda logam yang menjulang tinggi.
  • Jika Anda tak menemukan tempat berlindung, berjongkoklah, usahakan tangan tidak menyentuh tanah dan jangan berbaring karena bisa memudahkan penyaluran tenaga petir dari tanah ke tubuh Anda.
  • Jangan berdiri bergerombol dengan orang lain bila Anda berada di luar ruangan. Buatlah jarak antar orang sekitar lima ( 5 ) meter.
  • dongeng_geologiBila Anda di rumah, gunakan sandal rumah dari karet (sandal jepit) atau usahakan memakai kaos kaki yang kering, sebagai upaya ‘memisahkan’ tubuh kita dari tanah.
  • Matikan dan cabut kabel power dari stop kontak listrik semua barang elektronik yang Anda miliki, seperti televisi, radio dan komputer untuk mengurangi resiko tersambar petir

Satu terpenting  yang aku tahu : “Alhamdulillah kami sekluarga yang dirumah masih dilindungi dari sambaran petir ini !”

Dibawah ini foto-foto batupetir yang diambil disini :

fulgurites_06

Bermacam-macam Fulgurites atau Batupetir. Tidak hanya Ponari yang punya. Lihat bentunya yang memanjang.

27 Tanggapan

  1. wah kok ngga direkam pakdhe ?

    bisa laku keras di Youtube lho…

    🙂

  2. wah … di depok gak mesti setahun sekali lho kejadian petir ini. untungnya modem pstn makin gak menarik dipake di jabotabek. mendingan 3g.

    ritualku kalo keluar rumah adalah mencabut colokan semua perangkat listrik, termasuk antena televisi.

  3. kalo yg punya ponari mungkin yg ini…. batu petir yg bulet2..
    http://tektitesource.com/Javanites.htm

  4. Kos2an saya di yk juga pernah kesambar petir Pakde. Ada bola api berputar2 sekitar satu menit di dalam rumah dan nabrak apa saja yg dilalui, termasuk lampu neon dan pesawat radio. Ngeri!!

  5. Waduh kasian banget kaget kalee

  6. dhe..baru-baru ini,waktu ngeliat di TV.sebenarnya ada cerita tersendiri lho tentang petir itu.petir itu sebenarnya ga boleh seenake sendiri duer sana duer sini.pernah dengar cerita tentang salah satu penemu listrik yang mencoba bermain layang-layang dengan kabel besi ga.nah sperti itu lho..
    atmospher itu padat…
    kecuali ada badai dari angkasa luar(or whatever) yang dapat mempengaruhi kepadatan atmosfer sehingga menimbulkan retakan.

  7. pakdhe,,, kan fulgurite mirip ama tektite twuh,, koq engga glassy yahh??

  8. Wah keren-keren..

    Ulasan ulasan dari Pak Dhe ini memang selalu ada ilmu baru yang kebanyakan orang tidak tahu…

    Salam hangat Pak Dhe, jika ada waktu tolong sempatkan waktun untuk mempir ke BLOG saya yawh…

  9. sangat memukau artikelnya…dg dibumbui rasa joke joke segar jadi makin oke ajah neh…:D

    nb’: ga’ swekalian buka praktik pengobatan kek ponari pakde…:p

  10. Apa KL ganti aja jadi KP – Kuala Petir ya Pakde?

  11. Ada tambahan tip, ini karena di Surabaya timur juga banyak petir, kalau pas lagi mandi ada petir segera keluar saya pernah seperti kesetrum.
    Kalau lihat batu petir ini mengingatkan saya dengan legenda “gandrik” Ki Ageng Sela yang menagkap petir untuk senjata.

    AW

  12. Buka praktek kayag ponari di sana pakde :p

  13. jadi ingat waktu tinggal di msia dulu, petirnya memang heboh. dar der dor. dan dari peta terlihat bahwa jepang termasuk yang jarang kena petir. makanya waktu di KL dulu guru2 ku yang orang jepang pada binun melihat petir2 itu.

    soal batu petir, dari sudut pandang material science ini menarik. kalau ada batu petir yang punya karakteristik khusus yang punya potensi aplikasi, tinggal ditiru saja prosesnya untuk membuat material sintetik baru, mirip dengan synthetic diamond.

    hasan

  14. hi hi hi seru juga, ternyata batu petir itu ada, daripada dicelupin ke air, mending ditelen aja semua.. biat kasiatnya nempel terus :).

    btw, arde (semoga bener nulisnya) di rumah pakde musti dicek lagi. Mestinya kalo ardenya bener, gadget elektronik cukup aman dari petir

    salam

  15. loh jadi yang Ponari itu bisa dijadiin ilmiah juga ya?

    salut deh buat poak Dhe–ikutan manggil gini aja 😉

    http://reatheryan.co.cc

  16. Fulgurites, keren juga, jadi nama super villain cocok juga

  17. Mungkin juga bisa diteliti sejauh mana air mengabsorpsi (menyerap) mineral dari batu petir, dan juga berapa kemampuan batu petir mengadsorpsi (menjerap) kandungan air. Halah mumet, karus ngitung perpindahan massa antar fasa….
    Saya juga bersyukur Pakdhe pinaringan keslametan.

  18. pak dhe tulisaannya memberi inspirasi, keep writing deh..
    petir emang tidak bisa diduga, jadi kiat-kiat pak dhe sangat bagus unutk diterapkan..

  19. lagi2 senyum baca tulisane pakdhe. tob markotob dah

  20. Batupetir ato fulgurites di image itu kan panjang2 ya… kok batuna ponari bulat kayak telor? mungkin ponari salah ambil ya waktu disambar petir.

  21. iya pakdhe, KL memang lembah petir…hihihi di trengganu juga dasyat2 petirnya…alhamdulillah keluarga semua selamat.nampaknya rumah tuh nggak ada penangkal petirnya ya(ligtning protection)…hehehehe

  22. Dari peta kepadatan petir tsb, terlihat bahwa Riau, khususnya yang dekat dg malaisia seperti Dumai dan Duri, juga punya intensitas petir yang sama dg KL. Dan memang Duri buanyak sekali petirnya, nggilani lagii, sudah banyak makan korban, termasuk yang baru2 ini tentara lagi main bola di PKu meninggal karena petir.

  23. Hehe …, untung aku keburu pulang !
    Moga-moga nggak jadi hal yang menakutkan anak-anak !

    Malah,
    Dimengerti untuk dipahami (atau kebalik ya ..!)

    Wass, TWD

  24. he..he.. pakdhe aku juga pernah ‘kesamber petir’, pas hujan sore-sore, lagi enak-enak ngenet, tiba-tiba ‘claap’, abis itu aku terpental, adaptor laptop langsung wafat, ndak bisa dipake, Alhamdulillah laptopnya aman sejahtera …

  25. Nice article! Saya senang membacanya. Keep writing! Kapan balik ke tanah air?
    Salam
    Satria

  26. […] biasa saja petir terdengar keras. Langsung saja masuk rumah. “Lah hujan-hujan kok ya […] copy left […]

  27. Bisa pesan satu gak tuh batu petirnya pak dhe? buat buka praktek di bali. (mau jadi saingan ponari he…he…) Pak dhe luar biasa, membaca artikel pak dhe saya jadi senang fisika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: