Membuat bahasa Indonesia menjadi lebih matematis


counting1

Bahasa Indonesia yang kita miliki saat ini merupakan sebuah bahasa persatuan yang patut dibanggakan. Indonesia mampu memiliki sebuah pengikat berupa bahasa yang menjadikan bangsa ini menjadi lengkap dibandingkan bangsa lain yang belum memiliki bahasa. Bahasa menunjukkan bangsa, namun bahasa juga mempengaruhi pemahaman angka serta konsep berhitung.

Namun dalam soal berhitung, bahasa Indonesia ini kalah dengan bahasa aborigin yang memiliki konsep biner, satu, dua, ada-tidak ada,  sedikit dan banyak. Koran tempo menuliskan disini bahwa penelitian yang dilakukan oleh University of Melbourne dan University College London itu menemukan bukti bahwa bocah berusia empat sampai tujuh tahun di dua komunitas Aborigin memiliki “innate system” untuk berhitung. Bahkan mungkin sejak kecil sudah berpikir dijital ! 100101000110001010100001010

Bagaimana dengan bahasa Indonesia ?

Sepertinya penyebutan angka (numbering) bisa,… eh dapat dipakai sebagai awal membuat bahasa Indonesia menjadi lebih matematis. Bagaimana kalau begini ?

  1. satu
  2. dua
  3. tiga
  4. empat
  5. lima
  6. enam
  7. tujuh
  8. delapan
  9. sembilan
  10. sepuluh
  11. sepuluh satu = 10+1 = 11 (bukan sebelas)
  12. sepuluh dua = 10 +2 = 12 (bukan duabelas)
  13. sepuluh tiga = 10+3 = 13 (bukan tigabelas)
  14. sepuluh empat = 10+4 = 14 (bukan empatbelas)
  15. sepuluh lima = 10+5 = 15 (bukan limabelas)
  16. sepuluh enam = 10+6 = 16 (bukan enambelas)
  17. sepuluh tujuh = 10+7 = (bukan tujuhbelas)
  18. sepuluh delapan
  19. sepuluh sembilan
  20. dua puluh (2 puluhan = 10+10
  21. duapuluh satu (2 puluhan + 1 = 10+10+1
  22. duapuluh dua (2 puluhan +2 = 10+10+2
  23. … dst

dan akhirnya “seribu duaratus sepuluh lima” adalah 1 2 1 5

aha.gif

Clink !

Lah kan mudah toh. Anak-anak SD ndak usah mengenal sebelas, duabelas dst … penyebutan belasan bikin mumeth anak-anak !

Dengan penyebutan belasan saat ini akhirnya bagi banyak anak-anak di Indonesia yang secara tidak sadar berpikir matematika menjadi pelajarah hapalan !
Horotoyoh !

Gimana kalau diusulkan ke lembaga bahasa supaya membuat Bahasa Indonesia lebih matematis gitu ? Pertama-tama ya soal numbering atau penyebutan angka yang lebih logis !

dongeng_geologi:(” Wah Pakdhe, kalau ada Caleg yang mengusulkan dalam programnya, aku contreng deh !”

😀 “Lah wong kamu masih belum boleh milih, Thole!”

Iklan

24 Tanggapan

  1. bahasa indonesia memang agak aneh, seaneh bangsa itu sendiri, hehehe, bahasa kan mencerminkan bangsa ya ngga? mungkin harus diadakan kongres untuk merumuskan kembali bahasa indonesia.
    contohnya ini, untuk menggambarkan kiprah soseorang pada suatu bidang tertentu istilah yang dipakai adalah malang-melintang, aneh kan? sudah malang, melintang pula. seperti rumah sakit, dalam bahasa arab mustasyfa, artinya tempat penyembuhan. bahasa ingris hospital, tempat mendapatkan perawatan.
    contoh lain, bantingtulang, untuk menggambarkan kerja keras. aneh kan? bantingtulang, lebih terdengar sebagai perbuatan bodoh tak bertujuan, banting stir apalagi, hehehe.
    bagaimana ya?

  2. Saya pikir… ini saya pikir lho Pakdhe, bukan itu yang menjadi urgensi. Karena toh banyak bahasa dengan pole penyebutan numbering yang sama dengan kita toh mereka maju. Yang sampai saat ini masih sering salah (dan ini sudah sering dibahas sih) adalah penyebutan multi-digit di belakang koma (terlepas dari format penulisan dengan koma atau titik).
    Contoh:
    2,10 –> dibaca “dua koma sepuluh”
    artinya ini seharusnya lebih besar dari “dua koma sembilan” –> 2.9
    Ternyata ini salah:
    artinya seharusnya angka itu dibaca “dua koma satu nol”.

  3. Bahasa Jawa malah tambah rumit to Pakdhe….

    24: patlikur
    25: selawe, kenapa nggak limalikur???

    49: patangpuluh sanga
    50: sèket, kenapa nggak limangpuluh???

    hayyoooo…. gimana Pakdhe, apa perlu diganti juga?

  4. wah pakde…saya ga setuju BGT,soale sy di korea,disini numbering lebih rumit 1=hana,2=dul,3=set,4=net,5=tasot,6=yosot,7=ilgob,=yodol,9=ahop,10=yol,11=yolhana,12,yoldul…20=sumul(gak dulyol dst),30=sorun(bukan setyol),40=mahun,50=swin dst…..trus disini hitungan ada dua macam (yg berasal dari cina,dlu ktnya org korea jg pakai bhs cina=ralat kalau salah)yaitu 1=il,2=i,3=sam,4=sa,5=o,6=yuk,7=chil,8=pal,9=ku,10=sip,11=sipil,12=sip-i…dst…kalau menyatakan jumlah orang harus pake hitungan asli korea,misal=satu orang>>han myong (satu=hana/disngkat han,a nya hilang+orang=myong kalo kita nyebutnya il myong (pake hitungan cina) itu gak boleh/salah/gak ada dikamusnya…trus kalo jumlah barang misal satu tahun=il nyon (tahun=nyon) gak boleh han nyon,itu dah peraturanna tata bahasa koreanya…apalagi di cina pak,tahu sendirikan tulsannya aja malah sangat,sangat,sangat rumit..tapi buktinya anak korea ataupun cina pinter bahasa dan tulisan cina atau korea 😀 …. dan jujur aja ya pak orang2 aborigin sekarang malah sudah tersisih oleh pendatang (orbul) sedang bangsa korea skrg sudah jadi negara industri maju(no 3 di asia,katanya)..apalagi cina dgn pola bahasa dan tulisan yg sangat rumit mereka udah bisa bikin nuklir juga…jadi biarkan sebelas,duabela dkk…biarkan anak2 indonesia lebih berpikir keras…jgn yg gampang2 aja

  5. how many is your phone number? nomor teleponmu berapa?
    who is your name? namamu siapa?

    bingung kan?

  6. hm… boleh juga idenya pak…

    bahasa jawa masih pake sebelas sih ==> sewelas…

    apa kira-kira perlu dirubah juga yah…

    hm…

    regards,
    hermansyah
    http://cafe-rieka.com

  7. Hahahaha…jadi mirip bahasa jepang yak…

    jyu ichi = jyu (10) ichi (1) sebelas…

    tapi jadi beda ama bahasa inggris…

    eleven, twelve, thirteen….yang memakai konsep yang sama dengan bahasa indonesia….

    sedangkan kalo puluhan sepertinya baik jepang maupun amerika dna indonesia sama…

    ni (2) jyu (puluh/0) ichi (1)
    twenty (20) one (1)
    Dua (2) Puluh (0) satu (1)

  8. Jadinya terlalu kaku Pak Dhe!

    Bahasa Indonesia, kosa katanya saja harus digali dan dibanyakin!

    unduh itu donlot atau uplot sih, Pak Dhe 🙂

    bayangkan:

    point = titik , tunjuk

    pointer = penitik ? penunjuk ?

    laser pointer = penunjuk laser

    to the point = langsung ke intinya ?

    nucleus = inti

    Yang harus digali / dikembangkan adalah, ketika satu kosa kata disebut, cukup SINGKAT / PENDEK untuk MENDESKRIPSI / MENJELASKAN / MENGGAMBARKAN sampai MEMBEDAKAN sehingga dapat MENGIDENTIFIKASI / MENEGASKAN antara, semisal spesifik A1 atau A2. Tidak perlu tambahan kata atau kalimat lain lagi.

  9. yang salah atau sulit bukan daripada bahasa matematika
    tetapi daripada menyebutken angka
    maka harus dibiasaken daripada berbahasa baik dan daripada berbahasa yang benar
    silahken, dicobaken

  10. okeh banget tuh keknya! jadinya bener bener dilogika emang kasian jadinya anak anak jaman sekarang banyak yang jadiin math sebagai pelajaran hapalan. banyak tuh anak anak yang ditanya 3×7 tau tapi ditanya 7×3 bingung. 😀

  11. lah..bahasa daerah kita kan memang menyebutkan angka seperti itu pakde..
    sebelas=ampulu satu (bhs. muna, daerahku)..jadi sulit u orang2 tua yang g terbiasa bahasa indonesia u meyebut sebelas, dua belas..dan belas2 yang lainnya :mrgreen:

  12. Menjadikan bahasa Indonesia jadi lebih matematis kayaknya boleh juga untuk menjadi isu bersama, sehingga akan menjadi wacana dlm upaya menjadikan bahasa Indonesia Sebagai bahasa yang paling banyak digunakan oleh umat manusia.
    Intinya, pemikiran semacam artikel ini patut di apresiasi, digalakkan.
    Dan bahasa Indonesia pun dari hari ke hari semakin berkembang secara dinamis.
    Selain itu juga, alangkah luar biasanya jika setiap hari tercipta kata / kosa kata baru bahasa Indonesia.

  13. ide bagus 🙂
    besok kita demon mentri pendidikan,
    menkominfo juga

  14. ehm…. kok sepertinya sulit ya pakdhe. Mengubah konsep berbahasa 230 juta orang. Lha wong kata contreng yang salah kaprah aja gak ada yang berusaha membenarkan hanya dengan alasan sudah terlanjur dikenal masyarakat.

    *yang bener centang*

  15. usulan saya:

    Bukan sepuluh satu melainkan
    las satu
    las dua
    las tiga
    las empat
    las lima
    dst

    yang penting bukan las tukang

    —>Hmm mnarik ? Adakah logika matematika didalam kata “las” ?

  16. cocok jadi guru bahasa indonesia keknya 😀

  17. Huehehehehe… Bol Jug tu P’Dhe.. biar makhluk2 yang phobia matematika kaya saia ni berkurang gituh.. ^_^;
    Btw, kok panjenengan gag nyaleg aja.. Kali aja tu rencana bisa kesampaian.. Senggakna dari nyaris 2 jeti orang yang didongengin pasti ada yang nyontreng P’Dhe to, huhuhuhuhuw… 😀


    –> OK deh, putaran setelah ini nanti aku mau nyaleg. Tapi ikutan partai apa ya yang cocok ?

  18. kalau harga pisang goreng Rp. 1015 sebiji,- Nah kalau ditanya pedagangnya, jawabnya seperti ini ya “seribu sepuluh lima”

  19. […] serta konsep berhitung. Namun dalam soal berhitung, bahasa Indonesia ini kalah dengan bahasa […] copy left […]

  20. xixixi.. ide yg unique pakdhe.. ho..ho..ho 😛

  21. … atau quatre vingts dix neuf 😀

  22. Inggris juga sama pakde, eleven, twelve …

  23. jah, kok jadi malah kek bahasa batak? sapulu sada, dst…

    v(^_^)

  24. hahahaha..
    pakde saLAh nyebutin angka seribu duaratus limabelas
    wahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: