Gelombang lalulintas !


twlite31

traffic_lights1

Jangan salah lihat

Kemacetan jalan merupakan problem kota besar dimana saja. Jakarta tidak memonopoli problem kemacetan. Namun bukan berarti kemacetan itu sejalan dengan keruwetan. Ada satu cara melihat bagaimana kemacetan jalan congested traffic bisa dilihat dengan cara sederhana.

Dibawah ini sebuah animasi jalannya kendaraan yang merangkak ketika jalanan penuh sesak (congested). Cukup menarik untuk dijadiin dongengan. Supaya kita sedikit ngerti kenapa sihjalanan bisa macet-cettt !!!

😦 “Pakdhe, kok malah mendongeng lalulintas ?”

😀 “Thole, energi migas selama ini habisnya gara-gara transportasi. Kalau kita mampu menghemat disisi transportasi berarti akan menghemat energi juga, kan ?”

Diatas itu animasi dibuat Jan 1998 oleh  William Beaty, seorang sarjana teknik elektro  (Electrical Engineer) yang ngakunya bekerja sebagai Science Hobyyist

Bagaimana dengan kemacetan di jakarta ?

Kalau menurut Kimpraswil (Dep PU) ruwetnya kemacetan seruwet gambar dibawah ini. Mungkin karena kimpraswil ini sulit menguraikan keruwetan, sehingga segala permasalahan di Jakarta (dan Indonesia) dimasukkan dalam kasus kemacetan jalan raya di Jakarta. Termasuk banjir, ngga ada dana, pasar tumpah dan lain-lain.

issu_090213184723a

😦 “Wah Pakdhe, kalau cuman menuliskan apa saja yang menyebabkan macet ya segalanya bisa masuk disitu”

😀 “Ya itulah thole, kalau setiap permasalahan dilihat ruwetnya. Ya emang ruweth !”

Traffic Wave –Gelombang lalulintas.

Di pantai kita mengenal gelombang tsunami, tetapi dijalan raya kita bisa mengamati adanya gelombang lalulintas.

Namun ide melihat jalan raya yang congested atau penuh sesak bisa dilihat secara lebih sederhana seperti yang dibuat oleh William Beaty di bawah ini. Dengan melihat gelombang lalulintas ini kita akan mengenali peranan dan melihat perilaku pengendara dalam berlalu lintas.

twlite31

twlite31

twlite31

twlite31

Pengendara kendaraan akan selalu menjaga jarak. Hal ini selalu terjadi dimana-mana, yang berbeda adalah perilaku pengendaranya. Walaupun ada jarak aman antar kendaraan sesuai aturan keselamatan lalu lintas, namun seberapa besar jarak antar satu kendaraan dengan kendaraan lain, ini tergantung supir. Di Jakarta jarak kendaraan sangat pendek, sehingga laju kendaraan justru sangat pelan secara signifikan. Tentusaja salah satunya adalah akibat jalan yang tidak muat lagi menampung jumlah kendaraan.

Diatas itu terlihat kendaraan di belakang akan menurunkan kecepatan ketika lampu merah (lampu stop) kendaraan didepannya menyala. Sehingga dalam keadaan congested (padat) kendaraan hanya akan padat merayap. Perjalanan kendaraan-kendaraan ini akan menyerupai gelombang longitudinal.

Sekarang mungkin bisa dilihat dengan sederhana, apa yang menyebabkan gangguan yang menyebabkan pengurangan kecepatan arus lalulintas  ini ?

slomerg11 fasmerg1Melambatnya arus lalu lintas paling sering disebabkan oleh adanya gangguan. Salah satu contoh adaah penyempitan jalan.

Disebelah kiri ini terlihat penyempitan jalan yang menyebabkan menumpuknya kendaraan. Penumpukan yang menyebabkan sesaknya lalu lintas ini menyebabkan laju kendaraan sangat jauuh berkurang.

Perhatikan kecepatan laju kendaraan semenjak menjelang melintasi gangguan. Perhatikan juga jumlah kendaraan yang melewati titik gangguan ini.

Kalau jeli melihatnya maka kita tahu bahwa pengendara di sebelah kanan akan mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup kencang dan tidak membuat “kejutan” sehingga memperlambat laju kendaraan lain. Disinilah peranan perilaku pengendara yang memberikan kontribusi dalam kelancaran lalulintas.

Perhatikan lampu merah dibelakang kendaraan ini. Ini menunjukkan kereta mengerem ketika menyala merah. Sedangkan lalulintas disebelah kanan memperlihatkan lampu kanan yang menyala sebagai lampu sign pertanda untuk meminta jalan. Dengan memberikan kesempatan kepada pengendara disebelah kirinya maka penumpukan kendaraan akan terhindari.

Bandingkan dengan sebelah kiri dimana pengendara disebelah kiri ragu-ragu ketika akan mengambil jalur sebelah kanan.

Disinilah perlunya perilaku memberikan kesempatan ke pengendara lain akan sangat mempengaruhi kelancaran lalulintas.

Gelombang macet yang bergeser.

Hambatan lain dalam berlalu lintas adalah bila ada kecelakaan atau gangguan yang sementara. Seringkali walaupun rongsokan penganggu sudah dihilangkanpun masih terjadi kemacetan (congested).

kemacetan-yang-bergeser

Gambar 1 diatas adalah ketika terjadi kecelakaan yang membuat tumpukan kedaraan dibelakangnya. Namun ketika rongsokan sudah dihilangkan sekalipun, kemacetan (congested) masih tetapi terjadi (lihat gambar 2).

Tetapi coba perhatikan, kemacetannya bergeser kebelakang ?

Aneh ya ?

😦 “Wah Pakdhe, ilmu gelombang bisa juga diaplikasikan dalam ilmu lalulintas ya ?

😀 “Saat ini segala macam ilmu harus dipakai untuk menyeleseikan masalah dunia. Dunia globalisasi tidak hanya globalilasi sosial tetapi bahkan ilmupun harus saling berinteraksi menyeleseikan manusia yang semakin kompleks.

Salah satu kesimpulan sementara adalah : jangan merubah kecepatan secara mendadak. Lampu merah dibelakang itu akan memberikan reaksi kepada pengendara dibelakang dan seterusnya yang akan memberikan gelombang kejutan yang mungkin menyebabkan macet. Dengan demikian peliharalah jarak aman dengan kendaraan didepan.

Hati-hati dijalan ya !

Bacaan terkait :

Sumber :

27 Tanggapan

  1. apakah bapak tau mengenai cell transmission model (CTM)?pernah menulis tulisan ttg CTM?

  2. barusan aja pada orang lain.

  3. Mas Vicky, terimakasih ya atas upaya ini, ini nunjukkin kalo ada tenggang rasa dan toleransi, gangguan di jalan akan bisa dikurangi dampaknya jika mau saling berbagi, bukan egois maksa demi diri sendiri tanpa mau mikirkan hak org lain. Tapi saya gak optimis ‘pembelajaran’ ini akan nyadarin bangsa kita untuk mau mikir dan berbagi dg sesama, mental bangsa kita makin buruk dalam menggunakan jalan dan fasilitas publik, hanya mentingin diri sendiri tanpa mau peduli akibatnya pada sistem dan org lain. Tapi bgmpun, upaya ini tetap ada manfaatnya, paling gak untuk kita2 yg masih mau mikir.

  4. ” Perhatikan lampu merah dibelakang kendaraan ini. Ini menunjukkan kereta mengerem ketika menyala merah.”

    Oh … kereta itu maksudnya mobil ya …

    Pantesan bingung mana gambar kereta nya, terus kereta kok yang berhenti ketika menyala merah. apanya juga yang menyala ….
    Ternyata yang dimaksud gambar mobilnya …..

    Sedikit memahami bahasa malaysia yang terbolak-balik dengan bahasa Indonesia. Seronok juga tak ……

  5. Kalo rongsokan muncul tiap jam, maka harus dibuat aturan. Usia mobil paling tua yang diijikan maksimal 9 bulan 10 hari.

  6. Saya setuju dengan kesimpulan oom Vicky “jangan merubah kecepatan secara mendadak”. Tinggal sedikit bete aja bila ada mobil di depan yang suka ngerem mendadak.

    Salam

  7. tapi kalau rongsokan tiap saat muncul secara tiba2 gmn? (angkot atau metromini, atau bis yang berhenti mendadak untuk menurunkan penumpang)

  8. intinya, kalo jalan lagi macet…. tetaplah antre untuk tunggu giliran. jangan nyerobot dari kiri/kanan karena bakal lebih lama mengurai keruwetannya.

  9. –>
    Perhatikan kecepatan laju kendaraan semenjak menjelang melintasi gangguan. Perhatikan juga jumlah kendaraan yang melewati titik gangguan ini.

    Gambar Mas Vicky sebelah kanan akan lebih banyak yang lewat (semoga saya tidak salah lihat). Tetapi hal itu untuk ideal. Masalah di Jakarta saya pikir tidak sesederhana itu. Ada tambahan masalah, yakni tempat menampung keluaran mobil dari jalurnya Mas Vicky tidak cukup leluasa menerima tambahan. akibatnya gambar di sebelah kanan akan menjadi seret juga seperti di sebelah kiri. (ini pikiran saya lho! menurut Mas Vicky bagaimana?)

  10. […] Gelombang lalulintas ! […]

  11. selain masalah lalu lintas yang ruwet, kita juga harus menghadapi berbagai modus kejahatan di jalanan. Pusiiingg… Saya lagi blogwalking nih,dengan blogwalking kita bisa mengetahui banyak berita dari mana saja. Mampir ke blog saya ya, mohon petunjuk dan arahan

  12. […] tulisan sebelumnya tentang gelombang lalulintas disini kita tahu bahwa keseragaman kecepatan sangat menentukan kelancaran lalulintas. Gangguan-gangguan […]

  13. Wah….teori aplikasi semacam ini sungguh menarik. Jadi inget Johanes Surya, Pak De.

    Salam…

    http://www.kalipaksi.wordpress.com

  14. waaaa.. seru banget yaaa artikelnyaa..
    mau nanya nih ka, kalo di teknik geologi nanti belajarnya gini?

    –> Teori detail tentang lalu lintas ini dipelajari di Teknik Sipil (spesiali transportasi). Namun sebnernya kalau sudah mengarah ke ilmu penerapan, bisa saja segala jenis ilmu akan digabungkan. Lah misalnya ya ilmu gelombang. Secara ilmiah teori ini dikenal sebagai “transient”.

  15. Stuju bangetz. Perilaku dan peran pengguna jalan yg santun sangat berperan dlm memecah kemacetan. Hihihi.

  16. Memang semua kehidupan di dunia ini adalah dari gelombang.

  17. “Di teori lalu lintas, analisis antrian dan platoon juga bisa dikenali dengan hubungan kecepatan-kepadatan-volume lalu lintas. Beberapa model aliran lalu lintas udah diperkenalkan: Greenberg, Greenshields, dll. Hanya sayangnya, model2 tersebut kurang baik untuk mengenali karakter antrian dan lalu lintas di Indonesia. Karakternya sangat berbeda. Model tersebut adalah produk analisis lalu lintas di negara Barat dimana lalu lintas tercampur sangat minimal.
    Sayangnya lagi, teori2 tersbt kurang dikembangkan di Indonesia,para ahli transportasi lebih senang berkutat pada skala transport plan yang luas sedangkan micro plan seperti traffic belum disentuh secara mendalam.Tambah parahnya lagi,mayoritas analisis lalu lintas di Indonesia masih menggunakan MKJI (manual kapasitas jalan Indonesia) produk tahun 1997, itupun sebagian besar hasil survei tahun 1994 hingga 1995. Saya setuju komen dan dongengnya pakde Rovicky, bahwa perilaku pengemudi juga menjadi faktor besar penyumbang masalah traffic.”

  18. aiihh.. kalo ngomongin macet gak ada abisnya, animasi yg menarik pakdhe.
    Perbaikan perilaku berkendara mungkin akan memberikan sedikit solusi. Mskipun lalulintas padat tp kalo perilaku drivernya baik, InsyaAllah semuanya akan menikmati kepadatan itu. Padat kan belom tentu macet.

  19. pak dhe, memang benar pak dhe kemacetan memang musuh utama bagi kota-kota besar. dan lampu lalu lintas memang punya eranan penting tapi untuk 10 tahun kedepan tampaknya peranan transportasi umum dan pelayanannya harus lebih ditingkatkan karena jumlah mobil bertambah di Ibukota hampir 60X lipatnya daripada mobil yang keluar atau rusak….

  20. Simulasinya kurang lengkap om. Hihihi. Dalam simulasi tsb belum digambarkan adanya motor-motor. Yg jumlahnya bisa jadi 2x lebih bnyak dari mobil.
    Dan motor-motor tsb biasanya ada di sela-sela kereta2. Jadi uda ilang jarak aman antar kereta om. Hihihi.

    –> OChe, nanti aku bikin transportasi campur-campur ya … bagaimana proses ngalirnya. ‘Bahasa dewa’ nya “multiphase flow”

  21. ah, coba kalo naik kereta angin semua… mungkin gak akan ada macet-macetan + hemat minyak

  22. Knapa setelah rongsokan nya dibuang masih tetap saja terjadi kemacetan yg polanya bergeser ke belakang kok tidak di analisa ni..?. Apa faktor2 kemungkinan penyebabnya… So jadi ngambang ki.

    Btw ada lampu lalu-lintas tumpuk undung spt itu dimana ya? :). Nuwun.

  23. Hahahahahaha
    Mas Imaam jeli bangget. Whaddduh … aku sudah terdedah nih 🙂

    “terdedah=terbongkar”

  24. Perhatikan penggunaan kata ‘kereta’ oleh Oom Rovicky di kalimat berikut ini, menunjukkan bahasa beliau sudah tercampur dengan bahasa Malaysia. He he he he….

    ‘Perhatikan lampu merah dibelakang kendaraan ini. Ini menunjukkan kereta mengerem ketika menyala merah. ‘

    Oom Rovicky, contoh-contoh ini kelihatannya diambil dari jalan Sehala bukan?

  25. mmm….

    dalam kondisi “terlanjur” saat ini…

    klw Jkt mw di “ruwat” seperti animasi diatas bisa ga ya?

  26. Prul, mungkin saja begitu. Tetapi kan bisa diakali dengan memisahkan jalur kiri dan kanan dengan pagar seperti yang ada sekarang ini.

  27. Apakah (dengan melihat animasi kemacetan diatas) lebih baik jalan dibuat satu jalur saja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: