BPMIGAS kalah dengan TKI


Dua berita pasca lebaran 2008 ini cukup mengggelitik keusilan saya. Yang pertama berita penemuan KPK karena perbedaan pelaporan asset BPMIGAS yang konon berbeda dari 225 Triliun menjadi 25 Triliun.

Yang kedua berita “setoran” TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang tercatat menyumbang devisa sebesar 40 Trilliun. Konon bahkan angka realitasnya bisa 3 kali lipat atau lebih dari 120 Trilliun. Lah wong ditahun 2006 saja sudah menyumbang 60 Trilliun ! Angka tahun 2006 itu sudah merupakan penyumbang devisa kedua setelah Migas. Tentunya tahun 2008 ini kalau diperkirakan diatas 120 Trilliun sangat mungkin mengalahkan perolehan devisa di sektor perminyakan !

😦 “Whadduh Pakdhe kan juga bekerja di sektor perminyakan sekaligus TKI. Apa Pakdhe juga sudah nyumbang devisa, Pakdhe ?”

BPMIGAS lebih menjadi beban pikiran.

Hampir semua orang di Indonesia tentunya akan lebih melotot melihat BPMIGAS yang “menguasai” asset perminyakan di Indonesia. Dan BPMIGAS lagi-lagi saat ini terkena badai tornado dari KPK yang mempersoalkan perbedaan (maksudte “penyusutan“) laporan asset yang dikuasai BPMIGAS. Konon dari laporan yang ditrima KPK masih memiliki 225 Trilliun, sekarang laporan BPMIGAS hanya 25 Trilliun.

Saya sendiri kurang tahu, apa saja komponen yang masuk dalam asset BPMIGAS. Bagaimana dengan cadangan yang ada. Apakah cadangan itu boleh di klaim aset BPMIAS ataukah bukan ? Saya rasa ini akan menjadi titik terang dalam perdebatan itu nantinya. Ya, wis aku ngga ngerti soal perbedaan itu tapi jumlah itu ternyata kueciiil dibandingkan sumbangan TKI.

Ah, mungkin ini ngga penting. Barangkali ada faktor lain yang mudah untuk disebandingkan antara hasil TKI dan hasil BPMIGAS. Belum lagi biaya sudang DPR dan juga biaya operasi KPK dalam mengudar-udar masalah ini. 😦

TKI yang ngglenes glek nyem-nyem 🙂

Menurut berita antara TKI tahun 2008 ini diperkirakan menyumbang 40Trilliun. Itu diperkirakan baru yang dikirim melalui perbankan maupun lebaga keuangan. Sedangkan devisa yang masuk dibawa secara cash diperkirakan jauh melebihi angka itu. Konon bisa mencapai tiga kali lipat, atau diatas 120 Trilliun dalam setahun !

Seperti yang sudah kita diketahui bersama, kebanyakan TKI-TKI ini tersebar di Timur Tengah antara lain di negara Saudi Arabia, Qatar, Kuwait dll), juga di Asia Timur meliputi Hongkong, Taiwan, Korea. Di Asia Tenggara mereka tersebar di Malaysia, Singapore, Thailand, dan Brunei. Para TKI ini secara berkala mengirimkan gajinya ke Indonesia melalui lembaga keungan Bank mapun lembaga lain. Namun angka yang tercatat ini tidak meliput seluruhnya. Banyak kiriman yang tidak tercatat karena dikrimkan melalui kawan serta dibawa sendiri dengan uang cash. Dengan demikian angka 120 Trilliun Rupiah bukan angka sembarangan.

Coba bayangkan TKI yang pengurusannya di Indonesia saja amburadul lebih berjasa ketimbang BPMIGAS yang assetnya saja hanya 225T.  Ntah apapun yang tergolong asset BPMIGAS, angka 120Trilliun sumbangan TKI pertahun ini lebih fantastis untuk bisa dikelola dengan lebih baik.

Bagaimana kalau dibandingkan penemuan cadangan.

Tahun 2008 ini BPMIGAS melaporkan “Temuan cadangan minyak pada 13 wilayah kerja mencapai 68,41 juta barel (MMBO), sedangkan temuan gas mencapai 1.584,71 miliar kaki kubik (BCFG).” Kalau dirupiahkan minyak dan gas ini bernilai sekitar 250 Trilliun. Tetapi tentusaja bukan semua menjadi haknya BMIGAS, karena masih akan dipotong biaya produksi (cost) dan juga split bagihasil. Jadi sumbangannya mungkin sekitar 150 Trilliun. Karena menusut berita di website BPMIGAS ini disepakati Cost Recovery tahun 2009 sebesar US$ 12,01 MILIAR atau sekitar 100Trilliun Rupiah.

😦 “Pakdhe kalau gas ngitungnya gimana sih ?”

😀 untuk memudahkan setiap gas sebesar 6 BCF setara dengan minyak 1MBO atau 6 Mcf setara 1 Bbl. Ini setara energinya. Bisa saja lebih kecil kalau disetarakan dengan harga. Apalagi harga gas banyak yang jauh dibawah kesetaraan energi minyak”.

Jadi berapa sumbangan BPMIGAS ke Indonesia tahun 2008 ini ? Sayakira akan kurang dari 120 Trilliun. Jadi sangat mungkin akan dapat dengan mudah dikalahkan dengan “smash-smash ringan” ringan para TKI-TKI ini. 😛

Be realistic !

Ini bukan mencari kesalahan BPMIGAS. Tetapi kalau saja berani berpikir realistis, maka lebih baik pejabat serta pemerintah lebih memikirkan TKI ketimbang memikirkan migas. BPMIGAS selama ini menguras pemikiran para pejabat dan anggota DPR. Dan tentunya pihak pemerintah, juga masyarakat. Sedangkan TKI yang menyumbang devisa lebih besar ternyata lebih sedikit disinggung. Walaupun mungkin bukan berarti TI telah dicuekin !

Pertanyaan selanjutnya, seberapa proporsi jumlah waktu yang harus diberikan DPR pada BPMIGAS ? Coba hitung saja berapa kali DPR merapatkan soal perminyakan dibandingkan soal TKI ?

Tetapi ini juga bukan berarti kita membiarkan BPMIGAS ataupun masalah-masalah asset-asset negara lainnya. Hanya soal proporsi itu harus tepat dan realistis.

😀 “Hayo siapa berani memulai memikirkan diriku yang jadi TKI ini !”

😦 “Hallah, Pakdhe niku ngaku-ngaku TKI. Tapi maunya digaji ekspat. Pripun ta?”

Iklan

31 Tanggapan

  1. […] gambaran TKI Indonesia telah menyumbangkan devisa kenegeri ini sebesar Rp 120-150 Trilliun dalam satu tahun […]

  2. PEMBERITAHUAN

    TKI/ Para Pekerja Indonesia di Sektor Minyak/Oli
    yang pernah bekerja di Amerika
    TOLONG MEMPERHATIKAN PESAN INI.

    Apakah kamu pernah bekerja di Amerika Serikat
    untuk perusahaan namanya
    SCHLUMBERGER USA atau RIGSTAFF?

    Kalau ya, awas, hak-hak kamu mungkin pernah dilanggar!

    Kalau kamu pernah bekerja di Amerika untuk salah satu dari dua perusahaan ini tolong menhubungi:
    KAYVONSABOURIAN@YAHOO.COM
    untuk informasi yang lebih lanjut.

    Informasi ini dari Lembaga Bantuan Hukum
    (non-pemerintah)
    EQUAL JUSTICE CENTER,
    di Amerika Serikat
    Tidak ada biaya untuk berhubungan degan kami.

  3. Nyumbang buat siapa yah.. 😦 asal jangan dimakan pejabat
    Bisa buat nyicil utang indonesia tuh.. 😦

  4. […] Idep-idep membantu meningkatkan devisa negara Indonesia. Pssst … Konon TKI saja menyumbang 120 Trillion rupiah dalam satu tahun. […]

  5. […] Coba lihatlah kenyataan bahwa para TKI ini memberikan devisa ratusan Trilliun ke negeri ini. Apa anda berpikiran untuk dihentikan. Haddduh. Itu angka melebihi keberhasilan BPMIGAS seperti yang kutulis di sini BPMIGAS kalah dengan TKI […]

  6. Mau doonk jadi expaat.. 😀

  7. Dalam hal ini BPMIGAS tidak invest banyak. Wong dia hanya “coordination body” (Regulation bodynya MIGAS. Tentunya memang bukan sebuah body yg cukup lengkap untuk melakukan sebuah pekerjaan investasi seperti layaknya pertamina. Oleh sebab itu saya melihat hasil dari BPMIGAS itu adalah jumlah temuan cadangan minyak dan gas yang diketemukan pada tahun itu.
    Dan ternyata jumlah lebih kecil dari hasil pemasukan para TKI. Lah iya lah jumlahnya TKI dari Malaysia saja dua juta. Penghasila mereka terkecil adalah 500RM sebulan. Lah yang di Middle East, Hongkong, dll tentunya jumlah buanyak bangget !
    😦 “Belum yang expat kayak pakdhe ya ?”
    😀 “Hust !”

  8. Yes… tapi asset tidak harus berjibun2 kalau bisa menghasilkan dari invest non cost recovery..
    semakin banyak asset yang di pelihara..
    waks.. tau sendiri.. ada yang dead stock.. ini juga diitung asset.
    Pipa2 bekas, AC-ac lama..

  9. Bagaimana dengan “penambahan asset” dalam satu tahun. Secara mudah boleh ngga dianggap sebagai jumlah “materi” yang dihasilkan ?
    Kalau TKI jelas dalam bentuk duik yang dibawa masuk ke Indonesia. Nah kalau “penambahan asset dalam setahun” apakah tidak bisa dianggap sebagai jumlah materi yang dihasilkan (oleh BPMIGAS) ?

  10. Pak… asset.. bukan penghasilan..!!
    kalau asset mungkin saja segitu..
    kalau devisa/ penghasilan tentunya lebih dari itu doonk..
    jadi ga nyambung nih yang di perbandingkan.. 😦

  11. Koperasi TKI ? wah bakal jadi ajang ‘pemalakan’ baru ntar dari oknum2.

    pintu saphire buat TKI? mmm… kayaknya oke kalo bisa kejadian.. cuma emang di negeri kita saat ini penghormatan lebih diberikan ke penjahat & penguras kekayaan rakyat daripada pahlawan yg sebenernya… (gak semua kali ya, yg lewat pintu saphire itu penjahat &….)

    Yg penting saat ini ? Semua system & komponennya, semua pihak berusaha untuk menjadi bersih… aturan diperbaiki, jgn dibikin supaya menguntungkan pihak2 tertentu saja..
    au ah, pusing mikirin nya..

  12. Pak De, minta izin untuk dipajang di Facebook yah.

    Wassalam,
    Igo

  13. […] Namun yang sangat penting saat ini adalah mengoptimumkan apa yang ada di dalam negeri. Sumbangan 12 Trilliun setahun dari TKI maupun TKIntelek mungkin tidak akan pernah cukup. Peningkatan efisiensi devisa dalam negeri pun […]

  14. Masih ingat slogan ‘TKI pahlawan devisa negara’ yang pernah dicanangkan pemerintah beberapa tahun yang lalu? Angka-angka di tulisan itu membuktikan bahwa TKI memang ‘aset’ (saya setuju dengan istilah Rovicky!) negara yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Tapi sampai detik ini para pejabat (terutama imigrasi dan tenaga kerja) di negara kita hanya bisa memeras para ‘pahlawan’nya yang berangkat ke negeri orang atau pulang dari memeras keringatnya di negeri orang.
    Sebagai TKI saya pernah punya pengalaman buruk dengan petugas di bandara Sukarno-Hatta. Waktu saya (sendirian) pulang ke Yogya dari Kuala Lumpur dengan tiket pesawat Garuda (KL – Jak – Jog). Biasanya waktu transit koper kita tidak akan ke luar di ban berjalan, tapi koper saya ada di situ. Terpaksa saya ambil juga. Salah seorang petugas yang melihat ‘tag’ koper saya JOG terus menggiring saya ke tempat pendaftaran TKI yang transit dan sayapun ikut saja. Waktu mereka tanya pekerjaan saya, sayapun jawab ‘geophysicist’ ditambarh sedikit penjelasan karena mereka tidak tahu. Sesudah itu dengan cepat mereka suruh saya terus menuju ke keberangkatan dalam negeri dan meninggalkan koper saya di situ untuk dimasukkan ke pesawat. Sampai di rumah kunci koper sudah rusak dan ada tanda bekas dibuka dengan paksa. Memang tidak ada barang yang hilang, karena hanya ada baju dan oleh-oleh saja. Saya tidak bisa bayangkan, sampai saat ini berapa banyak barang yang berpindah tangan secara tidak sah dari para TKI ke para petugas yang katanya bertugas untuk memudahkan perjalanan mereka sampai ke kampung masing-masing? Berapa besar kalau diuangkan selama satu tahun?
    Bisakah kita mengorganisir diri kita? Supaya TKI boleh memilih cara mereka sendiri untuk mudik? Supaya TKI bisa mudik melalui pintu ‘saphire’? Ada yang punya gagasan?

  15. Ilmu sapu lidi, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. LSM urban / migrant kurang taktis. Hi..hii…

    Musuhnya: Divide et impera!

  16. Padhee kalau TKI kan enggak ada cost recoverynya seperti diindustri Migas, sebetulnya KKPS sudah dapat duit berlipat dari CR belum lg mark upnya yg gila-gilaan. Tp kenapa TKI masih dibebani dengan CR/pungutan liar oleh para petugas.

  17. walah, pakdhe ini bisa saja… gimana kalo para TKI (termasuk pakdhe) urunan bikin koperasi. Iuran saham 1 juta per orang. Kalo diitung kira2 bisa terkumpul kurang lebih 1 triliun rupiah. Cukup buat bikin usaha di berbagai sektor yang akan mengangkat nilai tawar TKI di mata bangsa Indonesia sendiri (terutama para pejabat yang sering memandang sebelah mata urusan TKI ini)…

  18. wah ini termasuk kirimannya pakdhe juga ya?

  19. yg pertama kepikiran oleh saya pas baca tulisan ini adalah:

    TKI yg mudik akan lewat pintu “saphire” yg ada di bagian paling kiri meja imigrasi di Sukarno-Hatta…

    dan pegawai migas lewat terminal yg skrg TKI pakai…hehehehe…

  20. Mas Andi,
    Memang dari kacamata akuntansi jadul yang disebut asset itu meliputi meja, kursi, komputer, mesin ketik, kantor, mobil, bolpen dll. Tetapi untuk sumberdaya (resources) sebagai sebuah “harta” mestinya disebut sebagai asset juga.
    Asset merupakan harta yang boleh diklaim sebagai kepemilikan. Dalam hal ini cadangan migas merupakan “harta” yang bisa dipakai sebagai jaminan.
    Lah perusahaan atau negara itu dasarnya cuman ngeklaim kepemilikan. Seperti angklung, batik, dan rasa sayange, mestinya bisa diklaim kepemilikannya ke Indonesia.
    Dunai saat ini menggunakan “bahasa hukum” sebagai media “komunikasi dan interaksi” dimana kepemilikan diakui (salah satunya) dengan klaim. Kalau saja ndak ada yang “berani” ngeklaim kepemilikan cadangan ini, saya yakin Indonesia dianggap kere miskin tanpa harta.
    Ya wis buat aku saja. Ini milikku aku yang ngurusin !
    Apa BPMIGAS takut mengurusi asset sahohah itu ?

  21. Cadangan begitu pula SDM merupakan given dari Allah, selama ia given kita tidak dapat memperkirakan “harga perolehan”-nya. Tetapi kita
    dapat memperkirakan “nilai guna”-nya. Inilah yang menyebabkan sistem akuntansi tidak memasukkan Cadangan dan SDM sebagai aset.

    Berbeda dengan harta benda yang diusahakan atau diperjualbelikan, kita dapat mengetahui “harga perolehan” dan “nilai guna” sekaligus. Karena
    kita dapat melihat harga pasar, serta melakukan proses pengadaannya secara manusiawi. Dengan demikian harta benda tersebut dapat diukur penyusutannya.

    Apakah ada seorangpun yang dapat melakukan proses pengadaan cadangan dan SDM kecuali Allah?

    Capital asset yang dimaksud oleh KPK mungkin capital asset yang diperoleh KKKS (perusahaan migas). Aset KKKS itu adalah aset negara yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BPMIGAS. Aset KKKS merupakan aset migas yang justru merupakan tanggung jawab Menteri ESDM. Karena aset migas juga merupakan perbendaharaan negara maka penghapusan atas suatu aset haruslah disetujui oleh Menteri Keuangan.

    menurut saya aset BPMIGAS sendiri adalah capital aset yang dimiliki secara penuh oleh BPMIGAS seperti aset perusahaan pada umumnya misalnya: kantor, perlengkapan dan peralatannya (pesawat telepon, lemari, partisi ruangan, software, server, komputer), serta dokumen-dokumen penting yang dimilikinya.

  22. berarti ada sumber energi baru nih, pak.

  23. semuanya itu merupakan aset negara…manusia [dalam hal ini TKI] dan minyak bumi serta gas,
    semuanya berada pada tempat yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah dengan proporsi yang berimbang [bukan sekedar dilihat dari besarnya ‘sumbangan’ untuk negara],
    wallahu’alam,

  24. TKI cuma dihargai uangnya, tp tdk bener2 di bela hak2nya. Bangsa yg muniafik itu, bangsa yg tdk bs menghargai jasa rakyatnya. Apalagi pejabat2 yg cm bs cari muka biar duitnya lancar… 😀
    Salam Pak Dhe…

  25. kalau pejabat yang ngomong, ini cuma masalah beda persepsi saja.. hidup TKI..

  26. BPMIGAS uangnya banyak menguap pakdhe jadinya menyusut 😆 maklum musim kampanye :mrgreen:

  27. well, itu kan baru asumsi awal temuannya kpk. soalnya yg terjadi di lapangan ama di buku (terutama progress awal) jelas berbeda.
    Apalagi masalah itung2an nominal segitu gedenya, masa’ Bp Migas masih berani ‘nakal’ padahal kpk lg gencar2nya ngeluarin ‘taring’ bwt naekin grade Indonesia dari list negara dengan Good Governence nya.

  28. kesian BPMIGAS, wong asetnya KKKS itu kan jadi asetnya negara, yang ngurusin penghapusannya juga Departemen Keuangan, BPMIGAS kan cuma ngejalanin aturan pemerintah, kok yang kena tulahnya si BPMIGAS. hehehe…

  29. Salam kenal Pakde..
    Saya juga milih jadi TKI emang supaya bisa ngirim dan bawa devisa kembali ke negri sendiri..syukur2 kalo kelak bisa buat buka lapangan kerja:)
    DPR gak mau repot2 ngurus TKI karena repot ngurus komisi recehan,mending ngurus komisi ‘bulky’ dari BP Migas dan juragan2 minyak..hehehe

    Salam,
    Erwin Baja-baru jd TKI…

  30. pernah rame disebuah milis yg saya ikuti mengenai temuan KPK ini, salah seorang orang BPMIGAS menjelaskan kurang lebih begini : temuan KPK itu temuan kasar jadi mngalami penggelembungan, salah satu contohnya, minyak yag dihitung adalah cadangan lapangan, bukan cadangan yg sampai ke konsumen atau pembeli, faktor “penguapan” minyak itu sendiri tdk dihitung…
    embuh pakde, mana yg bener..
    DUIT juga pakde, bukanna bisa nguap di tengah jalan? :D)

    salam kenal
    izin tautannya ya..

    agustian

  31. Apalagi kalo yg ‘diekspor’ adalah TKI terdidik, devisanya lebih gede lagi pakde

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: