Kerja hari Sabtu Minggu menghemat listrik ?


Berita yang aku baca di Kompas sini cukup menggelitik ? Benarkah bekerja hari sabtu minggu akan menghemat energi ? Memang betul yang disorot dalam peraturan yang akan dilansir lima meteri, hiya betul LIMA MENTERI ini merupakan jawaban atas pasokan listrik yang byar pet pet pet .. byar !!

Mungkin saja ini akan mengatasi dalam waktu sementara khususnya pasokan listrik. Tapi aku kok ragu coba mari kita lihat bagaimana pola penggunaan listrik di Jawa. Walaupun tidak mewakili diseluruh Indonesia tetapi sekali lagi ini merupakan sebagian besar Indonesia.

DIbawah ini skelali lagi pola penggunaan listrik. Untuk lebih jelasnya silahkan baca ulang bagaimana grafik ini dibuat disini.

listrik2.JPG

Koreksi – Angka Megawatt dalam skala gambar ini semestinya dikalikan 10 (Skala yang benar 6000 – 15000 MW)

Walaupun grafik ini dibuat tiga tahun lalu saya yakin pola ini masih akan mirip dengan pola saat ini. Sukur-sukur PLN mengeluarkan grafik semacam ini dari hari-kehari 🙂 …. (noted :ternyata sudah ada disini http://www.pln-jawa-bali.co.id/ )

😦 ” PLN Jangan pelit doonk. Dulu pakdhe  bisa akses kurva beban sekarang ngga bisa lagi.: ( “

Menurut Pak Menteri di Kompas:

Menteri ESDM menjelaskan, keterbatasan kondisi pasokan PLN menyebabkan terjadinya defisit daya rata-rata sebesar 600 megawatt (MW) per hari. Pengalihan sebagian beban ke hari Sabtu dan Minggu dilakukan karena pembatasan melalui kebijakan kenaikan tarif tidak mungkin dilakukan saat ini

Masih sulit dicari dari mana angka 600 MW/perhari ini. Tapi mungkin diambil dari selisih hari kerja dan hari sabtu-minggu yang kira-kira 1500

Kalau memang kebijakan peraturan bersama Menteri Perindustrian, Menteri ESDM, Menteri Dalam Negeri, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Menteri Negara BUMN itu dibuat karena tarif, boleh saja lah. Tapi pakah benar itu akan membuat PLN lebih leluasa ?

PLN mungkin saja akan sedikit lega dengan pengalihan kelebihan dayanya yang tercatat pada hari sabtu sebesar 1000MW dan hari minggu sebesar 2000MW. Namun tentusaja harus ada beban tambahan karena untuk mensupport mereka yang sedang bekerja juga harus ada energi lainnya. Misalnya, transportasi umum maupun pribadi jelas harus jalan juga kaan ? Ini juga merupakan bagian dari kebutuhan energi secara keseluruhan.

Nah kalau dilihat dari profile kebutuhan listriknya, sepertinya kebutuhanlistrik untuk bekerja akan tercermin dalam perbedaan pola hari sabtu-minggu, dengan pola hari kerja. Kalau dari grafik diatas adalah selisih pola minimal hari kerja dikurangi pola minimal hari sabtu-minggu, dan ada sekitar 3000 MW. Apakah ini akan terdistribusi ketika hari sabtu minggu menjadi hari kerja juga ? Akankah ada penghematan energy secara total ?

I doubt it !
Kayaknya engga deh !

2 Tanggapan

  1. alasan phematan ok tp klo hrs msk bekerja hari sabtu minggu apakah kita memaksakan umat beraga lain hrs msk bekerja pd hal hr itu merupakan salah satu hr besar bg sebagian penganut agama lain ? kitakan perlu saling menghargai umat lain.Toleransi gitu loh…


    –> Good point !
    tentu saja ini tidak bisa dipakai sebagai keharusan bagi pekerja ybs. Yup !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: