Lusi : Ambles 4-7 meter, dalam semalam !!


cincin_ambles.jpgBulan Maret 2008 lalu Lusi mengalami amblesan mendadak hingga 3 meter dalam satu malam. Nah, 4 Juni 2008 lalu nya Lusi ambles lagi ! kali ini hingga 4-7 meter, juga dalam satu malam saja !!

😦 “Wah pakdhe, itu bukan ambles, tapi runtuh !

😀 “Iya Thole, Pak Hardi bercerita lagi kejadian kedua kali ini”

Dibawah ini cerita Pak Hardi Prasetyo dari BPLS menceritakan kejadian runtuhnya kawah Lusi yang sangat fenomenal ini.

INTERVAL PERULANGAN (RECURRENT INTERVAL) RUNTUH SEKETIKA (SUDDEN COLLAPSE) PUSAT SEMBURAN LUSI 4-7M DALAM SATU MALAM

PROLOG

cincin_ambles.jpgDalam rangka memperingati HUT ke 2 Lumpur Sidoarjo maka isu yang paling menonjol penerbitan khusus terkait tumbuh dan berkembangnya Lusi adalah terjadinya runtuh atau ambles se ketika (sudden collapse) Pusat Semburan sebesar 3m dalam satu malam, tepatnya tanggal 18 Maret 2008.

BASELINE INFORMASI KEBUMIAN TERKINI

Sebagai baseline informasi adalah makalah yang diterbitkan terbaru oleh Abidin (ITB) dan Davies (Durham University UK) terbit hampir bertepatan HUT Lusi 29 Mei 2008. Berdasarkan pengukuran time series GPS dan satelit Insar terbaru, mendapatkan angka penurunan (subsidence) 4 cm/hari, juga disampaikan collapse yang terjadai 3m dalam satu malam. Disamping pengendali mekanisme subsidence sebagai implikasi pembebanan (loading) maka penulis mencirikan daerah yang mengalami pengangkatan (uplift) sebagai konsekuensi reaktivasi sistem Patahan Watukosek (Watukosek fault sysem WFS). Ditambahkan penulis time frame WFS kira-kira empat bulan pasca awal semburan Lusi (29 Mei 2006).

PERUBAHAN YANG MENAKJUBKAN PUSAT SEMBURAN DARI KAWAH MENJADI DAERAH DEPRESI ATAU CEKUNGAN (BASIN)

tahapan-ambles.jpgTanggal 4 Juni 2008 telah terjadi perulangan interval (recurrent interval) runtuh seketika (Sudden Collapse) pusat semburan Lusi yang ke dua dengan intensitas yang sangat dahsyat terukur antara 4-7 m dalam satu malam, dua kali (double) dari interval-1. Interval runtuh ke 2 ini diawali dengan Jebolnya tanggul cincin 45 tanggal 3 Juni 2008.
Saat kami melakukan Monevan (monotoring, evaluation, dan analisis) pasca runtuh ke 2 tersebut, saya benar-benar perpesona, melihat amblesan yang sangat dahsyat (very spectacular view) di pusat semburan dan sekitarnya:

  1. Dasar kawah benar-benar amblas secara tidak beraturan antara 4-7 m bahkan di tempat jebolan T45 barat setelah tererosi dan terkuras diukur sekitar 8 m,
  2. Struktur cofferdam untuk mengendalikan aliran Lusi ke tenggara runtuh (di selatan) dan menjadi patahan dan retakan di bagian utara,
  3. Aliran di Kanal Barat yang sebelumnya mengalir ke selatan (intake) beralih ke utara,
  4. bagian selatan Pond Utama di selatan Pusat Semburan diamati mengalami pelengkungan (bending) kearah pusat semburan,
  5. Pond PerumTAS di utara dari Pusat Semburan juga mengalami ‘penurunan’ membentuk daerah depresi yang berbentuk melingkar (radial depression).

IMPLIKASI

Recurrent interval-2 sudden collapse Pusat Semburan Lusi yang demikian dahsyat telah memberikan implikasi luas sehingga diperlukan adanya aktualiasi terhadap strategi pengendalian semburan dan luapan Lusi.
1) Derah kawah Lusi yang sebelumnya merupakan suatu morfologi kerucut (cone) merupakan topografi tinggian (topographic high) telah berubah secara drastis menjadi suatu daerah depresi (depression region) yang luas, secara morfologi membentuk cekungan (basin);
2) Pengaliran Lusi yang selama ini terutama dengan Jalur-1 (utama) dengan rute Kanal Barat-Inteke, dan Jalur-2 (alternatif) dengan rute Cofferdam-Kanal Tengah-Basin 41 di tenggara Pond Utama telah lumpuh;
3) Akibat cofferdam di timur Tanggul Cincin Runtuh, maka telah terjadi penyatuan antara pusat semburan dengan basin 43-44 di timurnya, 4) pengisian cekungan Lusi (Lusi filled basin) berlangsung lebih cepat dari prediksi semula memberikan implikasi aliran Lusi terkonsentrasi di Basin, akibatnya tanggal 8 Juni Tanggul 44.1 telah jebol, memerlukan 18 hari untuk menutupnya, 5) Untuk mengalirkan Lusi pasca runtuh seketika 4 Juni 2008, maka saat pengaliran Lusi melalui Jalur-3 dengan rute Pusat Semburan-Basin 44-43-42 sampai di basin 41 di tenggara Pond Utama.

CATATAN PENTING

1) Recurrent Interval runtuh seketika Pusat Semburan Lusi 4 Juni dengan intensitas dahsyat 4-7m dalam satu malam belum mendapatkan perhatian para pakar kebumian yang demikian seru membahas Interval-1 18 Maret 2008, dengan baseline paper Abidin dkk (2008) yang terbit bertepatan HUT 2 Th Lusi,
2) Implikasi dari fenomena tersebut benar-benar terjadi perubahan drastis Daerah Semburan menjadi suatu cekungan yang luas dengan sumbu panjang timurlaut-baratdaya dan depocenter di utara,
3) Proses pengaliran Lusi yang diharapkan mengandalkan topografi gradien antara pusat semburan dan daerah pengaliran (Kanal), saat ini masih mengandalkan Lusi yang melimpas dari topografi cekungan, sehingga masih harus mengandalkan alat-alat berat di mulut Kanal. Dan saat ini mesin-mesin perang (alber) telah di mobilisasi dari sepanjang Kanal Barat Puat Semburan ke sepanjang Kanal Timur.
4) Pasca runtuh seketika Lusi 18 Maret, diindikasikan memberikan implikasi meningkatnya intensitas bubble di sektor Siring Barat, dan yang menarik dan belum banyak diinformasikan munculnya kebon grypons di Pond Siring, namun belum sempat tumbuh dewasa telah tertutup luapan Lumpur (keberdaannya didukumentasikan), 5) Pengisian Lusi mulai saat Jebol 45 dan 41.1 pada awal Juni 2005 telah mengisi Pond PerumTAS dengan cepat sehingga permukaan Lusi cepat menaik terhadap Tanggul Utama.

EPILOG

Tidaklah berlebihan bila pakar kebumian dari manca negara pada HUT Lusi ke 2 (29 Mei 2008) telah memberikan julukan Semburan dan Luapan Lumpur Sidoarjo sebagai yang paling cepat tumbuh dan berkembang di Dunia (The World’s fastest grow and development of hot mudflo/eruption).
Tumbuh dan berkembangnya Semburan Lusi membuka peluang bagi semua pihak terkait untuk mengamati, mempelajarinya fenomena yang langka di Planet Bumi ini, yang katanya ‘belum ada spesialis Semburan Lumpur Panas’.

Ajaran mendasar bagi para geolog The Present is the key to the past (Saat sekarang merupakan kunci masa lalu) sebagai pilar memperkirakan skenario ke depan, maka recurrent interval dari Keruntuhan Seketika Pusat Semburan sebesar 4-7 m tanggal 4 Juni dapat menjelaskan pengendali mekanisme (driving force mechanism) fenomena struktur runtuhan, yang dapat ditafsirkan dari Penampang Seismik Refleksi (antara lain dari Sumur Porong-1) yang telah banyak dipublikasikan pada forum ini.

SAATNYA MOHON DUKUNGAN PEMIKIRAN DAN DOA RESTUNYA KEPADA SANG PENCIPTA

Kami yang kebetulan day by day berada di sekitar Lusi dan sebagai saksi sejarah Kedahsyatan Semburan Lusi antara periode 8 April 2007-Juni 2008, yang masih terus memberikan implikasi luas terhadap keamanan dan sendi-sendi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dan dari hari yang paling dalam kami mohon dukungan pemikiran yang bermuara mencari solusi jangka pendek dan menengah, serta Mohon Doa Restunya agar Kita dapat mengendalikan kedahsyatan yang ditimbulkan Lusi dengan seoptimal mungkin atau total solution! … Amin.

CATATAN PENUTUP DAN PERSPEKTIF KE DEPAN

hardiprasetyo.jpg

Lain kali akan disusulkan gambar-gambar sebagai salah satu Fakta Sejarah (historical fact) di bidang Geologi.
Bagi komunitas Kebumian yang berminat, bila greget atau penasaran untuk melihat langsung untuk membandingkan dengan tulisan2 yang gencar Perubahan Pusat Semburan menjadi Basin silahkan datang.. Welcome (akan diatur Pak Soffian). Dan mari kita lihat sama-sama dari Citra Satelit Resolusi Tinggi IKONOS-CRISP yang terakhir 5 Mei 2008 (sebelum collapse Lusi ke 2) dengan yang baru edisi Juni yang seharusnya/biasanya dipublikasikan dengan tenggang waktu 1 bulan.
Salam hormat untuk semuanya dan terima kasih atas atensi dan doa restunya.

Hardi Prasetyo
Sidoarjo Saptu 28 Juni, Jam 0600 sebelum berolahraga (Tenis) di GOR Sidoarjo

Bacaan lain yang berhubungan dengan awal kejadian bisa dibaca disini : Awal kejadian Lusi

Iklan

12 Tanggapan

  1. Lusi : Ambles 4-7 meter, dalam semalam !! Dongeng Geologi I was suggested this web site by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my difficulty. You are wonderful! Thanks! your article about Lusi : Ambles 4-7 meter, dalam semalam !! Dongeng Geologi Best Regards Andy Nick

  2. I like Your Article about Lusi : Ambles 4-7 meter, dalam semalam !! Dongeng Geologi Perfect just what I was looking for! .

  3. Hasil research LUSI terbaru pak:
    http://analisis.vivanews.com/news/read/181134-ancient-mud-volcano-exists-in-sidoarjo

    Sebenernya ada laporan resminya dalam bahasa Rusia disini :
    http://rpoiefp.ru/index.php?option=com_content&view=article&id=12&Itemid=12&lang=ru
    Namun kalau ada yang tahu cara membuat translasi dalam bahasa Indonesia di google translate bisa tahu kok kualitas risetnya. ini link dalam bahasa Indonesia
    http://translate.google.com/translate?hl=en&ie=UTF-8&sl=ru&tl=id&u=http://rpoiefp.ru/index.php%3Foption%3Dcom_content%26view%3Darticle%26id%3D12%26Itemid%3D12%26lang%3Dru&prev=_t&twu=1

    Siapa dia si Rusia ini ?
    http://rpoiefp.ru/index.php?option=com_content&view=article&id=13&Itemid=13&lang=en
    Malah saya suudzon saja ini Institute of Electrophysics baru melakukan studi “Geo”nya kurang dari 10. Masih baru. Lagipula ini institure utk electrophysics. Jangan-angan kita terperangah karena berbau luar negeri saja. Sepertinya saya dapat merasakan kejengahan Pak Lambok, Ketua IAGI, di pertemuan itu.

  4. kang Roviky, kepriwe ya..nyonge ki pak takon..kui semburan LUSI klo dihubungkan dengan dapur magma gunung Penanggungan (kwarter) apa masalah pressure juga dipengaruhi karo suhu aktivitas volcano (jarak 15 km apalah artine???? nyonge ra ngerti pasti tp kui cedak banget dilihat dari sisi geologi regional) dan ora mungkin suhu yang tekan permukaan merupakan hanya mekanisme gradien thermal to..piye jal????

  5. baru tahu kalau LUSI itu singkatan untuk Lumpus Sidoarjo 😀 Kirain apaan…

  6. wah ngebuka wawasan nih mengenai LUSI

  7. Biarkan Lumpurnya Mengendap di Basinnya, kalau airnya mau dibuang silakan. Akhirnya akan rata juga, volume yang keluar = volume yang ambles, beti lah (beda-beda tipis).

    Ada kemungkinan tidak mengalirkan lumpur dari pond yang kepenuhan untuk mengisi amblesan. (balikin dong..oh..oh…balikin …. lumpur yang kau buang ke Kali Porong,….setengah guyon).

  8. wah sangat bagus dongengnya pakdhe
    makasih…
    salam kenal.
    aku harus link blog pakdhe

  9. Salam kenal Pak Hardi.
    Saya tinggal di Kalitengah, sekitar 3 kilometer sebelah utara pusat, sekitar 500 meter dari tanggul utara terluar. Kalau ada waktu pingin ketemu langsung, berdiskusi, dan sharing terkait perkembangan situasi di ”Kuala Lumpur” (Kali ini kita yang nyuri milik Malaysia, karena yang terbukti adalah kuala lumpurnya yang di Sidoarjo. He..he..he…)

  10. Welgedewelbeh
    Mungkinkah sumber semburan yang menjadi cekungan tersebut akan menghentikan semburan. (Berat lumpur yang menggenangi cekungan apakah cukup untuk menahan dorongan dari bawah)

  11. makasih atas dongengan barunya pakde…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: