Seluk dan Beluknya Blue Energy


Seorang sahabatku di mailist menyentil sikapku tentang Blue-Energy (versi Indonesia). Bgini katanya :

Pakde RDP yakin Blue energy ini benar bisa aplicable dan masuk akal? Hati-hati loh Pakde kalau memberikan informasi.

Air sudah termasuk dalam fase stabilnya dalam kondisi dan temperatur ruangan. kalau ingin mengubahnya menjadi H2, pasti membutuhkan energi listrik yang besar untuk proses elektrolisanya. Proses ini membutuhkan energli listrik besar banget. Apakah mungkin ini diterapkan di Indonesia di mana suplai listrik saja masih byar pet.

:( “Lah hiya ta, Pakdhe percaya ngga sih ?”

:D “Percoyo ki soal agama thole, bukan soal beginian !”

Seluk dan beluknya baca saja

Penasaran membuat aku mimpi !

Aku sendiri terkaget-kaget ketika ada berita minyak dibuat dari air atau bahkan disebut-sebut sebagai bahan bakar air, dan bahkan sudah mengundang Presiden SBY untuk “mencicipi“nya. Selain tindakan mencium knalpot ini bukanlah sebuah ujian ilmiah, tetapi justru ini bisa-bisa membahayakan beliau. Kalau sampai terjadi apa-apa yang saya pisuhi duluan mungkin justru paspampres, karena telah melewatkan sebuah kejadian yang membahayakan presidenku !

Tapi kepenasaran saya malah membawaku untuk mencoba menjelaskan proses pembuatan “synthethic fuel” ini dari kaca mata ilmiah. Pertanyaan dasarnya, “Apakah mungkin ataukah tidak ?”.

Akhirnya saya menuliskannya semampunya dengan luas maksudte dengan ‘panjang kali lebar’ :) . Aku menjelaskan kemungkinan benar bawah synfuel itu bisa dibuat disini Blue Energy – Mimpi masa depan yang sudah terasa di Indonesia !

Mengapa saya sampai pada kesimpulan bahwa yang dibuat itu synfuel (Synthetic Fuel) ? Kalau benar, sekali lagi kalau benar, bahwa mesin yang dicium knalpotnya oleh Pak SBY adalah mesin diesel maka yang dimasukkan pastilah Carbon Based Fuel. Minyak bakar dengan dasar Hydrocarbon ! Mestilah ada sesuatu yang dibakar oleh mesin diesel yaitu pemecahan rantai karbon dan hidrogen kan ? Jelas bukan hydrofuel atau sering disebut Fuel Cell. Fuelcell mesinnya berbeda dan aku ndak yakin mesin ini sudah sampai di Indonesia.

Dari Blognya pak SBY konfirm tentang synfuel ini, Jadi jangan mikir macem-macem hydrogen-fuel atau bahkan fuel cell ya .

Blue Energy atau Minyak Indonesia Bersatu adalah bahan bakar sintetik yang dibuat dari substitusi molekul Hidrogen dan Karbon tak jenuh. Proses pembuatannya sama dengan minyak fosil, namun dengan kadar emisi yang jauh lebih rendah.

Ada beberapa metode atau proses reaksi tetapi perhatikan point satu dalam tulisan itu ! Proses ini tanpa pemecahan H20 (bukan water splitting). Tetapi dengan Water gas shift !

Synfuel dari Coal Gasification:

  • Gasification 2C + ½O2 + H2O → 2CO + H2
  • Water gas shift CO + H2O → H2 + CO2
  • F-T reaction CO + 2H2 → CH2 + H2O
  • Net reaction 2C + H2O+ ½O2 → CH2 + CO2

Tetapi penjelasan Iswahyudi mengatakan menggunakan elektrolysis ditambah katalis.

Selain bercerita tentang Synthetic Fuel aku juga menuliskan bagaimana dongeng terbentuknya minyak secara alamiah disini : Proses pembentukan minyak bumi. Dongeng itu merupakan penjelasan cara alam membentuk minyak bumi yang sakjannya mirip dengan synfuel. Perlu bahan dasar Carbon perlu hidrogen dan perlu panas untuk “memasak”.

Tulisan inipun masih mengundang petanyaan karena adanya istilah “blue energy” yang ketika di gugling menunjukkan arti yang berbeda-beda. Skali lagi aku coba menuliskannya disini dengan istilah yang “mungkin politis ini”. Judul tulsannya ada disini Mengapa SBY menyebut Blue Energy, dan apa yg mungkin menghambat ?

Diskusi soal blue energi itupun berkepanjangan, karena tidak adanya “penjelasan ilmiah” dari pihak-pihak yang terkait. Baik Mas jokonya, riset centernya Cikeas, maupun pihak lain yang katanya diaku oleh Mas joko sebagai pihak periset lain yaitu LEMIGAS (lihat wawancara di JawaPOS).

Selama ini, dengan siapa Anda bekerja sama?
Dengan Lemigas (Lembaga Minyak dan Gas) dan perusahaan yang bergerak di bidang lab (laboratorium penelitian).

Nah ini dia …. Masuk soal duik !

Klaim yang dilakukan kubu riset centernya Cikeas ini menyatakan mampu membuat “reaktor” dengan debit 10 liter perdetik dengan harga 3000 rupiah perliter. Tentunya angka 3000 rupiah perliter ini yang bikin penasaran bagi mereka yang bermata warna hijau !! … Pertanyaan soal keekonomian ini akhirnya banyak ditanyakan dan aku tuliskan lagi disini : Blue Energi”, itu Create value ? Disini dengan tanda tanya karena aku skeptis mampu dijual dengan harga 3000Rups/liter. KArena harga energi dasanya saja sudah mahal.

:( “Halllah sakjane pakdhe mau bilang mustahil tapi ga enak sama temennya ya ?”

:D “Hust !”

Sampai akhirnya Prof Koesoemadinata menjelaskan kelirumologi soal create energy ini disini : Prof. Koesoemadinata: Sumber Energi Dan Sistim Penyimpanan Energi . Pak Koesoema tentunya sudah mewanti-wanti ada kemungkinan HOAX dalam issue Blue-energy di Indonesia. Alasan beliau bisa dibaca di tulisan itu.

Akankan Blue-energy tereliminasi ?

Nah ketika Pak Joko “ndelik” alias sembunyi ketika “due date” blue energinya gagal di launch tanggal 20 may itu aku kembali menuliskan “impian” itu disini : Akademi Fantasi Energi – Mas Joko tereliminasi ?

Nah Pak Jokopun di JawaPOS akhirnya muncul setelah mengaku “sakit” sehingga tidak menemui atau pamit kesiapapun. Bahkan konon katanya undangan Pak SBY pun tidak bisa dipenuhinya. Dan mimpiku inipun jadi sulit “dibangunkan“.

Skeptic !

Apakah aku percaya blue energi ini ?
Apapun istilahnya synfuel ini sudah teruji bisa dilakukan ditempat lain, uji saintificnya sudah ada seratus tahun lalu . Hanya yang belum terbukti secara ekonomis bisa dibuat sekelas pabrik atau industri. Apalagi menghasilkan minyak seharga 3000rupiah perliter !

Dan aku “skeptis !” untuk hal ini.

Dongeng terkait :

About these ads

63 Tanggapan

  1. [...] Pembentukan minyak dengan teori abioitc atau abiogenic itu ya memungkinkan terjadi dalam perumusan kimianya. Namun saya belum pernah tahu seperti apa proses ini terjadi secara alamiahnya. CH4 menjadi C6H14 itu tidak mudah. Yang lebih mudah C6H14 menjadi CH4, karena karena dipanaskan saja minyak akan menjadi gas dengan cepat (namanya cracking). Lihat pembahasan blue energy disini : Seluk dan Beluknya Blue Energy [...]

  2. Pak Joko Suprapto, mending KAMU mati aja. Jangan menipu bangsa sendiri. Hai para netter yg terhormat mari datang ke nganjuk dan kita gebuki bareng bareng…….

  3. saya warga nganjuk, popularitas sJoko Suprapto di Nganjuk sdh sangat luar biasa dan dia dihormati semua pejabat ( Bupati, Kapolres. Dandim, Danramil, dst). Orangnya pemarah, sombong, suka pamer, arogan thd pegawai ( pdhl ngakunya semua teori dr temuanya di ambil dr ayat suci Al Qur’an , dr sini sj sdh NGAK NYAMBUNG. Kerjaannya siang tidur, malam nonotnj wayang ( kapan memngembangkan penelitian? Ngaku bisa bikin pemancar hebat, padahal dia beli alat dr teman saya. ngaku bisa bikin bahan bakar air padahal tidak ada alat pemrosesan di rumahnya, semua kendaraan pake pertamina termasuk genset di studi FF nya, Ini kan NGGAK NYAMBUNG lagi.Ngaku bisa bikin genset tanpa PLN nyatanya semua kebutuhan listrik pake PLN. Ngaku bisa bikin Nutrisi kaya punya Saputra, tdk ada bukti. Ngaku bisa bikin water treatment paling hebat. Ngeri deh…..

  4. saya pernah sangat dekat dg JOKO suprapto. Saya juga kenal yg namanya PURWANTO ( terlibat banyu geni di UMY ) dekat krn rasa ingin tahu saya sangat besar thd penemuan nya.sampai sy terlibat dalam membantu bbrp unit usahanya. sy bingung waktu itu, dia dpt duit dari mana? bisa beli bbrp mesin pabrik, mobil , bangun pabrik, tiap minggu “nanggap ” wayang kulit, dalangnya mahal,dll. ternyata hasil menipu dan Saya tdk melihat laboratorium layaknya tempat penelitian, mesin prosess air jadi BBM juga tdk ada, padahal hasil akhir sdh jadi dan sampai di tangan presiden. intinya nggok potongan TEKNOKRAT blasss. Tapi cukup kreatif menciptakan penipuan gaya baru., dan hasilnya significant. DASAR MALING.

  5. saya pernah sangat dekat dg JOKO suprapto. Saya juga kenal yg namanya PURWANTO ( terlibat banyu geni di UMY ) dekat krn rasa ingin tahu saya sangat besar thd penemuan nya.sampai sy terlibat dalam membantu bbrp unit usahanya. sy bingung waktu itu, dia dpt duit dari mana? bisa beli bbrp mesin pabrik, mobil , bangun pabrik, tiap minggu “nanggap ” wayang kulit, dalangnya mahal,dll. ternyata hasil menipu dan Saya tdk melihat laboratorium layaknya tempat penelitian, mesin prosess air jadi BBM juga tdk ada, padahal hasil akhir sdh jadi dan sampai di tangan presiden. intinya nggok potongan TEKNOKRAT blasss. Tapi cukup kreatif menciptakan penipuan gaya baru., dan hasilnya significant. DASAR MALING.

  6. nice article, berart ceritanya bukan tidak mungkin, hanya saja untuk saat ini ongkos dari cara untuk membuat blue energy terlalu besar ^^

  7. lek gawe penemuan kirim ke e-mail bagoes@telkom.net
    ookkkkee…….boosssss!!!!

  8. wualahn dulu aku menyanjung je, nggak taunya jadi penipu lagi berurusan dengan polisi yaa. gimana yang bener nichhhh, kalau gitu tak cabut aja ya komentar saya dulu. hee hee hee he

  9. Dongeng Geologi..keren euy blog nya:)
    Blu energy ya???secara teori sing emang mungkin, ya evaluasi ekonominya itu lho….3000/liter!!!

  10. [...] ubek2 sendiri blue energy-nya indo, dapat satu blog yang membahas blue energy secara lengkap seluk beluk blue energy (pengamat dengan dasar ilmu tepat keknya nih author) ternyata oh ternyata…. blue energy make [...]

  11. aku coba mau bikin DC energi

  12. semua itu beneran gak ya?Kok BBM tetap aja naik,Gimana kata SBY

  13. Sebaiknya , me -lihat di beberapa website internet mengenai pemanfaatan air dan caranya hingga dapat menghasilkan tenaga karena ternyata temuan penelitian pemanfaatan air juga telah dilakukan di berbagai negara , melalui proses elektrolisa air dihasilkan H2 berupa gas , yang bila dibakar dapat menghasilkan tenaga cukup besar , Kompas 20 Juni 2008

  14. jadi dalam hal blue energi ini penemuan tersebut sudah lama ada,akan tetapi alat elektrolisa yang mampu mengubah air menjadi gas hidrogen yang cepat dan banyak dengan listrik yang kecil(ekonomis) belum ada.

  15. selain komentar saya diatas. ada masalah jika kendaraan biasa di suplai dengan bahan bakar hidrogen 100% akan terlalu panas dan akan cepat rusak.Jadi kendaraan yang bisa dipakai ya kendaraan yang memang dibuat untuk yang memakai bahan bakar hidrogen lebih aman.selain itu bila elektrolisa digunakan listrik yang besar jika terjadi konsleting akan meledak karena terkontaminasi dengan gas hidrogen yang sangan mudah terbakar.

  16. menurut sepengetahuan saya bahwa air bisa dijadikan gas hidrogen dengan cara elektrolisa. tetapi dengan energi yang besar.penemuan pak Joko Suprapto ini bisa menjawab kesulitan tersebut. dengan trafo yang dibuatnya mengubah listrik keluaran dari dinamo listrik dari mesin, dinaikan dan digunakan untuk mengelektrolisa air sehingga menghasilkan hidrogen.nah hidrogen ini yang dipakai untuk bahan bakar.tapi untuk memenuhi kebutuhan suplai bahan bakar suatu kendaraan kita harus tau berapa besar gas yang dibutuhkan kendaraan tersebut.Alat elektrolisa ini harus mampu menghasilkan gas hidrogen sama dengan kebutuhan suplai bahan bakar mesin kendaraan tersebut. baru bisa mesin kendaraan itu hidup dengan stabil tanpan dukungan bahan bakar lain seperti bensin.selama ini terkendala bahwa elektrolisa yang dibuat belum mampu menghasilkan gas sesui kebutuhan.

  17. teruslah menulis
    salam kenal………..
    maju trus blog idonesia

  18. Salam Indonesia,,

    Oh yaa jangan Pusing,, Pak Djoko berikan kesempatan untuk membuktikan semua temuan-nya,,
    Ambil yang bermanfaat, jangan dibuang semua potensi-potensi-nya,,
    Ingat BANGSA INDONESIA TERKENAL SANGAT KREATIF dari ZAMAN DULU-SEKARANG,, Kenapa negara JEPANG-JERMAN-AMERIKA sangat suka menerima anak-2 Cerdas dari Indonesia??? GOOD LUCK Ilmuan-2 Indonesia,,

  19. Dimas Rovicky,
    Sehat-sehat kemawon to? Lama tidak ketemu. Wah negeri ini kok macem-macem aja ya. Saya baru pulang dari Qingdao, Cina. Apalagi kalau bukan kumpul teman-teman yang bergelut dengan gempa. Eh sampai tanah air terkejut dengan blue energy. Weh piye to iki Pak SBY? Penemuan baru kan tak jauh dari riset. Riset tentu ono laporane dst dst. Nek Pak SBY kerso, perkuat aja riset. Aneh, banyak peneliti energi alternatif yang terus tekun bekerja dengan segala keterbatasan ndak diperhatikan, tiba-tiba Pak Djoko muncul dan sangat diperhatikan sampai-sampai dijaga polisi segala. Mbok coba ditanya apa yang sudah dihasilkan para peneliti energi itu. Stepnya sdh sampai mana, kekurangannya opo dll. Kabeh ingin seperti Sangkuriang, besok jadi. Semua seperti Raja Boko membuat Candi semalam jadi….. Kita semua sudah teracuni mi instant. Ingin semua jadi segera (Lihat bagaimana beliau mengumpulkan ilmuwan bidang energi beberapa hari yang lalu. Lho kok nggak dari dulu. Serba kagetan, tidak jauh ke depan)

    Dimas, saya kira sampeyan tahu bagaimana negara-negara tetangga mulai memperkuat risetnya. Kita? Weh ora usah ngomong he he.

    OK dik. IAGI/HAGI datang ke Bandung to. IAGI/HAGI kudu ngomong tentang energi. Sampai ketemu.

  20. waduh say baca tentang blue energy kok malah jadi pusing….!!! selain blue energy apalagi ya… mungkin red,orange, pink, purple, terserah!!!
    yang penting bisa bikin Indonesia maju.Indonesia bisa!!!!!!

  21. Menaikan ampere dari 2 A ke 5-10 A pasti bisa dilakukan, tapi bagaimana dengan tegangannya (V). apakah tetap atau naik? pastinya akan turun.
    V.A in = V.A out + rugi-rugi.

  22. Klo aku pengen skali apa yg dkatakn joko itu bisa jd kenyataan. Ayo yg lain bantu donk buat temukan caranya.
    Ku berhayal apa cerita ttg nabi sulaiman yg memindahkan singgasana ratu bilqis bisa dijadikan nyata, dan juga mengendarai angin. Wah alangkah senangnya klo bisa. Tapi kalo sampeyan ga percaya itu pernah nyata berarti ga percaya dengan kitab suci AL-QUR’AN

  23. Saya punya teman, teknisi elektronik, tukang servis TV, dia bilang bisa menaikan watt, karena watt = volt-ampere, jadi ampere-nya dinaikan, dengan membuat gulungan seperti travo, tapi kawat tembaganya yang gede diameternya. Kata dia, dengan input 900 W kita bisa dapet output, misal 2000 W. Dia pernah membuatkan utk sebuah pabrik es, tapi terus dimarahi petugas PLN.

  24. ayo donk, di bahas di TV or koran gitu, teknologinya gimana, proses nya gimana, kalo perlu bikin paten sekalian aja, biar gak keduluan negara lain…

    (kalo memang……..)

  25. Teknologi tukang sulap, bisa membuat tenaga jadi berlipat. Sebagaimana membuat uang menjadi berganda. Tapi harus diingat, bahwa teknologi tersebut hanya akan berjalan pada satu kondisi. Nyata, benar-benar nyata. ( bila belum ketahuan cara menulapnya ). Salam.

  26. bila anda di sekitar, kediri coka cari sdr edi sugiarto, pak tarto di desa kolak ngadiluwih pemilik restoran palm kuning, mungkin bisa berbagi sepak terjang sdr Djoko, atau hubungi Mirza di daerah majestik, hubungi sdr Ella di gg kramat Pondok PInnang, kebayoran baru

  27. Salam Semuanya,

    Mengenang nama Ir. Djoko Soeprapto hatiku sangat teriris, dulu aku pernah jadi juru bicaranya dalam hal pembangkit tenaga listrik dari panel surya atau sumber listrik dc maupun alat pengganda daya. Kehebatan mas Djoko adalah dalam menemukan sesuai adalah dengan merenung dan berkonsentrasi, bahkan beliau mengamalkan ayat-ayat Al Quran untuk mencipta.
    Memang benar beberapa komentar dia atas mengenai masalah penggandaan daya listrik yang banyak menyalahi hukum kekekalan energi. Seorang djoko yang katanya pernah bekerja di bengkel BMW, tak sengaja menemukan alat untuk menggadakan kuat arus (Amphere. Trakit (trafo pembangkit )penemuan djoko disasari cara kerja UPS, dan memasukkan rangkaian Transistor yang dirangkai sedemikian hingga menjadi rangkaian pengaut arus ( ingat elektronika dasar kita pernah membaca rangkaian poenguat arus ) kehebatan seorang djoko adalah berani mengaplikasikan rangkaian tersebut pada arus kuat, untuk menstabilkan tegangan dan frekwensi maka digunakan UPS/stabilisernya. ringkasnga jika semula daya PLN sebagai input Trakirnya Djoko sebesar 2Amp maka outputnya bisa digandakan sampai 5 – 10 Amp. kita bisa hitung berapa kenaikan daya listrik setelah dihgandakan dengan menggunakan TRakit tersebut.
    Adalah sangat tidak masuk akal dan dicari didunia manapun akan menyalahi hukum kekelan enrgi. saya mengenal Djoko dan jadi salesnya selama 1 tahun, untuk promosikan trafo pembangkit.
    tidak hanya dalam bentuk kecil,nya Djoko pernah menaikan daya genset dari 300KvA menjadi 1200Kva dengan menggunakan trakit, sulit dan susah dibayangkan, namun bisa dibuktikan.
    Akan tetapi berita mengenai menghilang dan diculiknya sdr Djoko sudah saya alami sendiri, pada tahun 2004 Djoko dikontrak oleh Jaya bossnya Keramik Diamond di Karang pilang, inget waktu itu tiba2 saya ditelp oleh Ella seorang wanita warga pondok pinang yang mengaku sebagai istri kedua Mas Djoko, Ella yang tinggal di gg kramat Pondok Pinang, menelpon klau MAs Djokonya tidak pulang ada kemungkina di culik, entah benar atau tidal hanya Tuhan dan Djoko yang tahu. Sekitar 10 hari setelah menghilang, tiba-tiba Djoko telp aku minta di jemput, aku jemput dan aku bawa pulang.
    Seterusnya perjalanan penipuan beralih ke kediri, sekitar pemilu DPR tahun 2004 saya dan Djoko naik panher izuzu ke jatim, saya terus ke kediri untuk presentasi penghematan listrik ke Sri Ratu dan Djoko ke nganjuk, itulah terakhir saya hubungan dengan Djoko, semua rekanan sudah deal harga kontrak tanpa ssaya tahu dan mereka telah mendapatkan uang muka. sampai skr alat penghemat listrik tidak bisa diproduksi secara massal. pernah ada keinginan untuk mematenkan tetapi gagal di kerangka teori, masalahnya rangkaian yang di gubaka adalah comot sana-comot sini, aneh tapi nyata.

    Bila waktu malam saya sering merenungkan mengnai hal-hal gila bersama djoko, ada sesuatu yang tak masuk akal tetapi bila berani di coba mungkin berguna.
    suatu malam pernah diskusi mengenai bahan bakar roket, bisa tidak di terapkan di mobil. sebagai org awam saya jawab bisa, karena hidrogen berbentuk gas, LPG berbentuk gas cuma bagaimana memperolehnya hidrogen dari mana itu yang memerlukan pemikiran, saya usulkan mengapa tidak pernah memakai air yang diuraikan agar memperoleh Hidrogen dan Oksigen, untuk memasukkan ke ruang bakar digunakan converter seperti mobil BBG,. cuma saya belum faham dengan cara apa Djoko memisahkan H dengan O2.
    Satu lagi yang sekarang idebya belum terelasisasi adalah menenpatkan panel surya di angkasa luar, untuk menangkap sinar matahari sepanjang tahun
    untuk memindahkan energi panasnya adalah dengan pemindahan gelombang elektro magnetik.
    Sedikit info aja masyarakat di sekitar nganjuk tempat Djoko tinggal digerakkan untuk membuat bubuk dari kapur barus, kemudian dibei oleh sdr Djoko, apakah ada kemungkinan dia memakai bubuk kapur barus untuk menaikkan oktan atau sebagai katalisator, pemisahan Hidrogennya, hihiiih mbuh ah pak de mumet aku mikir si Djoko.
    wass, kawan lama Djoko

  28. incorrect : bukan 400 kali tapi 100 kali, gw jumlahin dah 4 milyar

  29. DJS (Ir. Djoko Suprapto) seseorang yang punya radio FM Jodhipati di Rejoso Nganjuk, dia kontrak wayang selama 400 kali pertunjukan (1 x pertunjukan 40 jeti) kali aja sendiri, dan dia cuman punya pabrik air mineral “Wilis” di sedudo yang dijaga kakaknya Slamet, hugelnya lumayan banyak salah satunya sinden bernama Rusiyati, yah emang dikalangan warga Nganjuk DJS ini dikenal orang yang banyak hutang, dan sepertinya cmn cari sensasi aja keleee berhubung BBM mau naik, thx

  30. Waduh pinter pinter rupanya anak bangsa ini ya..

    Makasih Kaya aku ini tinggal nikmatin aja..Maaf ya doeloe sekolahnya beda..He..he.hee..

  31. [...] Dalam hal ini, secara institusi maka UGM sudah menyatakan dengan tegas bahwa temuan pak Joko adalah tipuan. Kemudian Kepala Balai Besar Teknologi Energi dari BPPT juga meragukan. Teman blogger kita yang tegas menyatakan hoax adalah pak Rovicky. [...]


  32. COBA LIAT SITUS:
    rompaklah-malingsia.blogspot.com

  33. Halo Pak Dhe,…
    ehm, ada yang mengganjal
    saya sebelumnya sudah banyak tertarik pada “energi alternatif” dan sebagai2nya, bidang saya bukan di energi tp di bangunan / arsitek. Menurut saya pengalaman paling pahit untuk membicarakan “produksi” energi alternatif adalah ” wah mas, ndak efisien, nda masuk hitungan dan lain2.
    Padahal saya pikir, naruh Rug Boat di tengah laut dengan Pipa Ratusan Meter ke dalam air, ngelas bawah air dengan tenaga Las nya saja 3000USD per hari, itu kan mahal banget, ditambah segala tetek bengeknya…..
    tapi,…ooooo saya cermati lagi, industri pendukungnya dah siap, Rug Boat sudah ada yg nyewain per lima tahun, kontraktor mining sudah banyak, banyak investasi disitu….banyak jg yg belum balik modal….
    nah kalo gini, saya jadi gak percaya masalah mahal…mahal itu relatif, jika photovoltaic di mass production pun jadi lebih murah, misal jadi elemen standar atap setiap bangunan, pasti yg mau bikin dengan tender2 margin tipis banyak, begitu juga dengan hidrogen cell fuel atau yg alternative carbon fuel.
    saya inget dulu waktu belum industrialisasi kaca, orang masang kaca di gedung udah paling TOP, sekarang, biasa aja.

    segitu dulu,

  34. Di lapangan sudah terbukti, BBM tetap naek. Mana realisasi Joko S dkk buat mroduksi “BBM” murah meriah 3000 perak/liter??
    Pak Dhe, ada gak hasil lab tertulis dari analisis emisi knalpot yang sempet “dicium” SBY??

  35. Hmm.. Mikir yang positive aja lah.. Kita harus yakin. Awalnya memang mahal..tapi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kita akan menemukan cara-cara yang efisien. Orang awam memang selalu menganggap apa yang tidak terjangkau oleh akalnya adalah barang yang mustahil. Setiap masalah mustilah ada penyelesaiannya. Maju terus! Kang joko.. 100 tahun kedepan foto anda akan terpampang di samping Thomas alfa edison.

  36. Blue bnergy lempar ke masyarakat percaya atau tidaknya dilapangan yang akan membuktikan

  37. *
    28/05/2008 13:45:56
    PDIP Minta Pilpres dan Pileg Disatukan
    *
    28/05/2008 13:37:40
    Korban Penculikan Sering Mimpi Buruk
    *
    28/05/2008 13:33:27
    Massa GRM Minta BLT Terus Dilanjutkan
    *
    28/05/2008 13:29:43
    Pelajar SMP Tawuran di Gajah Mada
    *
    28/05/2008 13:24:08
    UGM Nyaris Jadi Korban Kelompok Djoko Suprapto

    YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) ternyata nyaris menjadi korban dari kelompok Djoko Suprapto yang belakangan terkenal dengan temuan Blue Energy-nya yang akhirnya mendapat tentangan dari para pakar dan ilmuwan. Ini terjadi ketika rektor UGM masih dijabat oleh Prof Dr Sofyan Effendi.

    Menurut Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM Sudiartono, Msc, penipuan kelompok Djoko Suprapto terjadi sekira tahun 2005-2006 silam. Waktu itu kelompok Joko Suprapto sempat presentasi di hadapan Rektor Sofyan Effendi mengenai sebuah temuan dan pengembangan proyek pembangkit listrik dan panel surya.

    Waktu itu selaku juru bicaranya adalah Purwanto yang saat ini juga tengah mengelabuhi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) soal Banyugeni-nya itu, kata Sudiartono di UGM, Rabu (28/5/2008).

    Lebih lanjut Sudiartono menambahkan bahwa setelah melakukan presentasi di hadapan Rektor soal pembangkit listrik berkapasitas 25 kilowatt, ujung-ujungnya kelompok Djoko Suprapto tersebut hanya meminta surat keterangan (MoU) pengakuan atas hasil ciptaannya itu memang dari UGM. Selain itu UGM diharapkan pula bisa membantu memberikan dana untuk menyelesaikan riset itu.

    “Bahkan Pak Sofyan sempat tertarik untuk membeli temuan itu. Namun sebelumnya beliau meminta PSE UGM mengkaji dulu secara ilmiah,” katanya.

    Kecurigaan pihak UGM bertambah ketika di hari lain Purwanto mewakili kelompok Djoko Suprapto ini berdiskusi di kantor PSE UGM. Dari berbagai kajian dan jawaban Purwanto mengenai pembangkit listrik temuan mereka dinilai tidak ilmiah dan tidak masuk akal sebab kebanyakan bertentangan dengan hukum kekekalan energi.

    “Kita makin yakin itu penipuan setelah dia bicara mampu membuat PLT Matahari dengan melobangi ozon. Dan ketika itu dia beralih mengenai Bahan Bakar Air, langsung tidak kita tanggapi,” jelasnya.

    Puncak ketidakpercayaan UGM, kata Sudiartono, berlanjut setelah sia menelusuri alamat kartu nama Purwanto di Surakarta, Jawa Tengah yang dia sebut sebagai kantor/tempat workshop-nya. Sebab ternyata tempat itu adalah alamat rumah dinas Direktur PDAM Surakarta. Sementara itu nomor telepon dan faks yang tertera dalam kartu nama ketika dihubungi hanya diterima oleh seorang anak kecil. Maka setelah itulah UGM akhirnya memutus hubungan dengan kelompok Djoko Suprapto itu.

    “Saya langsung telepon HP Purwanto dan menyatakan putus komunikasi karena ada indikasi penipuan,” tuturnya.

    Dengan hal itulah, maka Sudiartono berharap agar semua pihak termasuk kalangan Perguruan Tinggi dan pemerintah untuk berhati-hati dan tidak mudah dimafaatkan oleh pihak-pihak yang hanya mencari keuntungan serta popularitas. Masyarakat dan para pimpinan negara juga diimbau untuk tidak panik menyikapi krisis energi seperti sekarang ini yang ujung-ujungnya hanya menjadi objek penipuan kelompok atau oknum yang bertanggung jawab tersebut.

    “Jangan mudah panik menyikapi krisis energi dan jangan mudah percaya terhadap temuan yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah,” kata Sudiartono. (Satria Nugraha/Trijaya/mbs)
    Berita Terkait ‘Djoko Suprapto’

  38. di Koran KR tgl 27 mei ada berita tentang ‘banyu geni’ yang siap di produksi masal (http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=164770&actmenu=36
    lha iki opo maneh?

  39. Iswahyudi mencontohkan pemisahan hidrogen dan oksigen melalui elektrolisis yang pertama butuh energi tinggi. Teknologi baru menambahkan katalis agar energi lebih rendah.

    Pinter Iswahyudi….

  40. Bener Pak Dhe!

    Siapa sih yang tidak senang kalau bener?

    Lebih baik JANGAN BERHARAP DULU!

    Saya sangat bangga bila anak bangsa ini jenius. Cuma kalau potensi itu ada pasti orang ngapain repot ngebor wellhead 2000M dibawah permukaan laut? Dan sekarang aja dimana ada bau minyak dikejar sampai ke dasar.

    Ke depan yang masuk akal kalau minyak habis adalah Nuklir dan mobil pake aki. Karena minyak pasti akan habis.

  41. detikcom
    27/05/2008 15:36 WIB
    Produsen: Blue Energy Bukan dari Air, Tapi Hidrokarbon
    Nograhany Widhi K – detikcom

    Blue energy dipamerkan di UNFCC di Bali akhir 2007 (dok Eko Aji)

    Jakarta – Sarana Harapan Indocorp (SHI) yang nantinya akan memproduksi, memasarkan dan mendistribusikan blue energy, menyangkal blue energy merupakan bahan bakar dari air. Yang benar, blue energy berasal dari rantai karbon tak jenuh dan hidrogen sehingga menjadi rantai hidrokarbon.

    “Siapa sih yang bilang bahan bakar dari air? Saya kok bingung. Setahu saya, waktu di Bali itu itu ditulis substitusi hidrogen pada rantai karbon tidak jenuh,” ujar pejabat SHI Iswahyudi pada detikcom, Selasa (27/5/2008).

    Joko Suprapto, peneliti blue energy, menurut Iswahyudi, tidak pernah mengatakan sumber energi dari air. “Kalau hidrogen yang diambil dari air mungkin. Tapi Pak Joko mengatakan karbon dan hidrogen. Soko banyu, salahe sing krungu (dari air, salahnya yang dengar). Kalau bukan hidrogen dan karbon, cumbustion engine kan nggak bisa terbakar to Mbak,” kata dia.

    Hidrogen, imbuh dia, berbentuk gas dalam suhu kamar. Sedangkan untuk mengubahnya menjadi cair, akan sangat repot karena diperlukan suhu yang sangat tinggi.

    “Mobil juga repot butuh tabung tekanan tinggi. Mobil yang paling bagus dengan hidrokarbon. Nah, hidrokarbon ini mau diambil dari mana. Kalau dari nabati juga dibakar mahal. Apa yang lain, alternatifnya,” ujar lulusan Teknik Geologi UGM ini.

    Jika penelitian Joko dianggap aneh oleh yang lain, imbuh dia, di masa 20 tahun lalu, pemakaian handphone juga dianggap aneh. “Apa kata orang kalau 20 tahun lalu saya bicara dengan kotak hitam kecil?” ujar dia.

    Dia meminta semua pihak agar tidak mencibir teknologi baru yang sedang dikembangkan. “Sampaikan kepada yang hebat-hebat itu. Jangan mengatakan tidak bisa, katakan belum bisa,” ujar dia.

    Iswahyudi mencontohkan pemisahan hidrogen dan oksigen melalui elektrolisis yang pertama butuh energi tinggi. Teknologi baru menambahkan katalis agar energi lebih rendah.

    “Apakah kalau kemudian ada orang apakah Joko, Amir, Budi, Painem kemudian dia bisa menemukan 1 cara untuk memperendah lagi, apa salah? Apa tidak mungkin? Begitu saja cara berpikirnya,” kata dia.

    Iswahyudi pun berjanji jika, pusat penelitian di bawah SHI, CFEWS (Center Food Energy and Water Studies) dan produk penelitian sudah jadi, maka semua akan ditunjukkan pada masyarakat.

    “Kalau sudah selesai pasti saya akana keluarkan. Kalau sudah bisa produksi, ini tidak hanya ngomong minyaknya Pak Joko, seluruh produksi apabila sudah siap untuk dipergunakan pasti akan kita sampaikan ke masyarakat. Teknologi itu selesai apabila sudah bisa terbukti bisa dipakai orang banyak,” ujarnya. ( nwk / nrl )

  42. Pakde, blue energy itu hoax atau bukan.. ?

  43. Orang memang selalu cenderung utk percaya apa yang dia INGIN percayai…..
    Klo ilmuwan pasti dia akan uji apa yg dia Ingin percayai, sebelum dia mempercayainya…. disinilah arti sikap skeptis seorang ilmuwan… nggih mboten Pak Dhe…??

  44. Pak Dhe, aku masih nggak mudeng sama temuannya Pak Joko, okelah mirip cold fussion, tapi masih susah di nalar … oleh yg waras …

    –> Haddduh jangan jauh-jauh sampai cold fussion duonk !.
    Cold fussion-pun masih dianggap HOAX ! Baca uraian Prof Koeseoemadinata.

    Komentar oleh AS — 27 Mei 2008

    -> O.. Iya nih .. buat AS dan yang lainnya… Fusi itu adalah reaksi inti atom. jadi tidaklah mungkin menggunakan elektrolisa atau proses2 kimia biasa lainnya. NO WAY! dan juga masalah Fusi ini gak ada kaitannya dg blue energi nya joko…

  45. Sudahlah Pak Dhe… blue energy joko ini memang cuma hoax… persis yg pak dhe katakan di ‘create energi bukan selalu berarti create value’. memang “blue energi” joko ini bisa dibuat, tetapi bohong besar klo biaya pembuatannya murah. NO WAY! jadi blue energi ini tidak bisa menggantikan BBM. saya harap Pak Dhe mencukupkan sekian aja utk masalah ini. Toh Presiden SBY pun sudah tdk mengungkit ungkitnya lagi… hehehehe…

  46. walah pa’dhe.. faris binun… apa iya kalau ada bisa semurah itu.. (kalau ada..) lha wong air galon isi ulang aja muahal pa’dhe… hehehe.. sekalang pada libut tuh BBM naik.. lha yang namanya naik.. biasanya pada ogah tulun… but. thanks pa’dhe atas dongenya kan faris jadi nambah informasi..

  47. mas rovic saya mau nanya
    untuk pembangkit energi yang gedhe itu

    temen2 semua bisa kasih ide ato pemikiran ndak
    energi itu dihasilkan dari mana
    aku punya instrumen buat temen2
    1.Djoko keahliannya mbikin trafo ( disini udah jelas fungsi trafo itu untuk apa )
    yaitu sebagai penaik tegangan (step up) jadi kalau ada yang pinter boleh dong dibahas kemungkinan sijoko memecah molekul air itu dari keahlian dia bikin trafo

    salam tengil
    gajah.tengil

  48. Idenya sebenarnya bagus.. Sapa tau kedepnnya air memang sumber energi. Biasanya penemuan yang luar biasa berasal dari sesuatu yang tidak terpikirkan oleh orang. Lihat aja telepon. Penemunya sampai ditolak beberapa kali. Google juga programnya sempat di tolak oleh yahoo. Tapi mereka bisa merubah dunia. Mudah2an aja air bisa dijadikan sumber energi, sehingga konflik akan energi menjadi berkurang..

  49. pakde, gimana dengan pak joko sutrisno yg di detik siang ini?

  50. Salam
    Wah saya dibilang percaya ya percaya dan jujur aja dengan rasa percaya ini lumayan takjub juga, tapi dengan penjlasan bapak sbg expert ya pastinya logis saya percaya juga, mending kita tunggu aja deh kelanjutannya. wait and see :)

  51. aduh jadi gimana nih, jalan kaki aja lah ya

  52. wah….mas Joko, saya juga ragu dengan blue energymu. Apalagi dijual dengan harga 3000 perliter….?. Mungkinkah blue energy hanya “tipuan” pesulap?

  53. kalau benar ditemukan merupakan rezeki dan anugrah untuk bangsa indonesia

  54. Tenang aja Pakdhe,
    UGM juga menyangkal kalau punya alumni penipu !
    26/05/2008 16:25 WIB
    Pakar UGM Ragukan Penemuan Blue Energy Joko Suprapto
    Bagus Kurniawan – detikcom

    Yogyakarta – Blue energy temuan Joko Suprapto, pria asal Nganjuk, Jawa Timur, telah dikembangkan oleh perusahaan Sarana Harapan Indo Corp (SHI Corp). Namun, para pakar di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) meragukan penemuan itu.

    Masalah blue energy ini sempat dibahas dalam Rapat Koordinasi Fakultas (RKF) yang digelar Dekan Fakultas Teknik UGM di Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (26/5/2008). RKF juga membahas mengenai disebut-sebutnya Joko Suprapto sebagai alumnus Teknik Elektro Fakultas Teknik UGM.

    Dr Tumiran, Ketua Jurusan Teknik Elektro, menjelaskan dirinya maupun beberapa dosen kimia dan mesin meragukan penemuan Joko Suprapto mengenai bahan bakar berbahan baku air. Sebab untuk mengubah air menjadi bahan bakar perlu perubahan dan substitusi yang luar biasa.

    Menurut dia, secara hukum termodinamika perubahan-perubahan itu memerlukan biaya mahal dan besar sekali. “Air secara material sudah seperti itu. Kalau kemudian berubah bentuk lain, bukan pekerjaan mudah,” kata staf pengajar jurusan Elektro itu.

    Selama ini, kata dia, baik di jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik maupun di lembaga pusat studi yang lain di UGM belum pernah ditawari menangani proyek bahan bakar dari air itu. “Kalaupun ditawari akan kami tolak, karena secara keilmuan masih meragukan dan harus kita verifikasi kebenarannya,” pungkas Tumiran.

    Temuan Joko Suprapto mengenai bahan bakar air itu telah ditindaklanjuti oleh SHI Corp dengan mendirikan pabrik di kawasan Cikeas, Bogor, sekitar 2 KM dari rumah SBY. Heru Lelono, staf khusus Presiden, menjadi komisaris utama perusahaan ini. Rencananya, pada April lalu, pabrik ini ditargetkan bisa memproduksi bahan bakar dari air secara massal, namun ternyata hingga kini belum terealisasi. ( bgs / asy )

  55. walah … saya terlanjur percaya… :(

    –> Jun, Terlanjur percaya bahwa synfuel itu bisa dilakukan (dalam labs) ga papa. Syapa tahu nanti ada yang mampu membuatnya menjadi murah. Lah kalau percaya saat ini bisa dijual dengan harga 3000 rups/liter … nah itu dia ! :P

  56. Aneh tapi nyata. Itu yang terjadi di Indonesia, semudah itu presiden percaya. Bagaimana menterinya ? Setahuku, perlu reaktor tenaga tinggi untuk misahkan H2 dari H2O. Memangnya pak Joko sudah punya teknologinya ?

  57. Pak Dhe, aku masih nggak mudeng sama temuannya Pak Joko, okelah mirip cold fussion, tapi masih susah di nalar … oleh yg waras …

    –> Haddduh jangan jauh-jauh sampai cold fussion duonk !.
    Cold fussion-pun masih dianggap HOAX ! Baca uraian Prof Koeseoemadinata.

  58. bukan 300/liter, tapi 3000/liter. tapi tetap saja angkanya masih belum masuk :).

    -> Yups, salah ketik kok ya angka nol. Bisa-bisa diundang KPK :P

  59. Yang betul Blue Energy adalah Methane Hydrat
    http://getuk.wordpress.com/2008/05/04/ekonomi-metan-hidrat-ch4hidrat/

    –> Baca lagi blognya pak SBY deh. Itu synfuel !

  60. Okelah, kalau begitu saya menganggap pakdhe RDP tidak percaya dengan blue energi seperti kata tole :P

  61. pakdhe mohon penjelasan, apakah blue energy versi indonesia ini sama dengan blue energy yg ada di wikipedia? (yg menjelaskan bahwa blue nergy disana artinya memanfaatkan perubahan osmositas air laut dan air biasa)

    –> Ya, istilah blue energi ini berbeda ! Hal kelirumologi ini sudah kujawab ditulisan kedua tentang Istilah Blue energi

    trus pakdhe jika terknologi ini “diadu” dengan “hydro fuel cell” bukankah fuell cell juga membutuhkan hidrogen? lalu klo hidrogen yg udah dipisah itu digabung lagi ama carbon, apa gak tambah mahal lagi?? (atau mungkin sama harganya dengan membikin “cell” nya ya?)

    –> Wah anda berbicara dua “mesin” yang berbeda. “Fuel cell” pada prinsipnya “electric generator”. Seperti aki tetapi hygrogennya mengalir berreaksi layaknya bahan bakar “combustion fuel”. Tapi tehnologinya jelas beda zaaauuh !!
    Soal harga …. aku juga skeptis bisa membuatnya 3000 rupiah perliter !”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.158 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: