“Oil trading/transaction” bukan barang baru tapi sangat rumit .. mit


Banyak yang sering bertanya tanyi tentang oil trading yang sebenernya kartel-kartel dalam oil trading yang secara perdagangan mendapatkan komisinya itu legal.

:( “Iya legal Pakdhe, karena legalitas itu kan atas dasar kesepakatan”.

:D “Betul Thole. Makanya bermain disini bisa masuk ranah etika yang nilainya berbeda-beda. Untung berapa yg diperbolehkan”.

Jual beli minyak di dunia ini bukan seperti membeli “lombok abang” di Pasar mBeringharjo !. Tapi kalau anda paksakan mencari di internet (googling atau toko buku) saya jamin anda malah masuk ke perangkan “the Joker Broker !”. Dunia dagang abal-abal … apus-apusan.

Berbagi dan sharing pengetahuan saja.

Saya pernah mendapatkan order untuk membeli minyak mentah dari seseorang, kemudian saya mencoba menghubungi orang lain yang juga pernah berbicara dengan saya kalau saja ada yang membutuhkan minyak untuk menghubunginya (dia ini “supplier” atau lebih tepatnya mengaku “seller“) … bisa “crude-oil”, bisa juga “refined product” (wektu itu hanya ada D2 – Diesel yang ditawarkan). Kebetulan yang ditawarkan produk dari Negeri Tim-Teng … blaik ternyata produk dari Tim-teng juga ngga mudah menjualnya …. apalagi ketika ada embargo !.

Akhirnya aku sedikit belajar soal oil trading ini.

Dalam oil trading-transaction ini memang secara legal dalam perdagangannya ada bagian-bagian yang diperuntukkan bagi BROKER ! aku lupa prosentasenya kalau ga salah 2-4% dari total transaksi. Angka ini kalau ga salah berbeda antara “crude-oil” dengan “refined product” juga jumlah transaksi minimumnya. Nah, yang jadi permasalahan adalah siapa yang menjadi broker ini. Lah tentusaja disinilah terjadi “perang” tingkat tinggi. Bayangkan saja kalau ada seseorang yang memperjuangkan 2% dari perdagangan minyak jutaan barrel apa ngga “glek-glek nyem-nyem” tuh. Sekali saja aku dapet transaksi maka aku bisa pensiun dini atau leha-leha dalam dua tahun !.

Setelah saya mencoba menelusuri ternyata yang bertanya ke saya untuk membeli juga bukan “real buyer“, tetapi hanya broker !!!. Dan saya diingatkan oleh kawan saya yang mengaku seller ini bahwa dalam dunia jual beli kita akan menemukan banyak orang dan mereka yang mengaku pembeli itu ternyata 95% dari mereka itu hanyalah BROKER !! sedangkan yang kita cari adalah REAL BUYER !!

Sayapun ngga bisa membayangkan ada berapa lapis “broker” dalam satu transaksi ini. Semua mendapatkan bagian dari nilai transaksi yang jutaan dollar dan duik ini secara hukum internasional adalah LEGAL !!! bukan hasil kriminal, juga bukan mendapatkan uang dari money laundering yang dilaknat oleh dunia …. Dan jangan kaget semua uang transaksi dipotong pajak sesuai dengan aturan negara-negara masing-masing ! Karena supaya namaku masuk dalam dokumen kontrak pembelian maka aku harus memiliki nomer pajak (NPWP) di negara tempat transaksi itu dibuat, tentusaja aku punyanya hanya NPWP Indonesia !! :P

Bukan buatku

Namun karena tahu kerumitan yang harus dilalui dalam transaksi global ini aku malah mundur, aku mending ngga ikutan disini. Domain jual beli minyak yang jutaan barrel ini jelas bukan domain keahlian serta “mental“ku …. aku pun mundur …. tapi sudah belajar bagaimana transaksi migas itu rumitt mit !!

Nah tahukan anda bahwa

  • Penjual minyak (Crude) dari Tim-teng juga ngga mau menjual minyaknya ke Amrik !! (ini permintaan penjual (real supplier). Jadi dalam dokumen kontrak harus jelas ‘crude oil‘ ini dipakai di “refinery” mana, atau di kilang mana ?
  • Juga minyak Sakhalin (Russia) hanya mau dibeli oleh negara-negara tertentu.
  • Kalau “refined product” seperti diesel premium atau kerosene, masih relatif “lebih mudah” dalam trading dan transaksinya.
  • Refined product ini bisa dibeli juga dari SIngapore. Inilah kehebatan SIngapore yang hanya mengambil biaya kilang untuk minyak2 (crude oil) yang ngga bisa dibeli Amrik secara langsung.
  • Btw, sudah banyak kontrak jual beli minyak (crude oil) ini, transaksinya tidak dalam mata uang US$ !!!

Nah kalau pingin tahu prosedurnya yang ditawarkan ke saya wektu itu (ini versi Malaysian trade) tahun 2008 (saat ini bisa saja berubah) :
–Signing draft contract (pastikan nama kita tertulis disitu kalau mau ikutan langsung !)
–Seller provides previous deal copy BL and SGS(blank important seller,buyer,vessel info)
–Buyer issues pre-advise BG
–Seller issues POP and 2% PB
–Buyer actives PB and issues BG
–Seller issues notice of vessel.

Mendingan interpretasi seismic beginian, lebih adem buatku.

Ada juga yang di singapore prosedurnya begini (Singapore):
PROCEDURE FOR OIL:
1.Buyer Issue LOI with Full Bank details plus BCL (Banker Capability Letter)- LOI have to be on their company’s letterhead, attention to ( +++ Nama perusahaan XXX) and LOI must include what type of oil (with specs), quantity, storage facility details and to which port.
2.Seller submit direct to producer for approval
3 Seller Issue FCO, POP and PB
4.Direct Negotiations between Seller and Buyer in Singapore for Discounts. No mandates to be around.

Wuihhh !!!! … ternyata proses jual beli ini tidak lebih komplikated dari analisa seismic dan analisa sumur eksplorasi kerjaanku tiap hari !!!! Dan skalai lagi aku pun hanya mundur dari bisnis beginian !!!

Jadi , jangan sembarangan mengatakan adanya kartel migas mengutip 2% ini sebagai kriminal ! KPK mungkin ngga mampu menguak dengan mudah ketika hal ini hanyalah sebuah kejadian wajar dalam dagang minyak di dunia yang LEGAL. Uang komisi ini legal dalam transaksi dan perdagangan global saat ini. Memang yang 2% (anda katakan 2 $/bbl mungkin dari harga 100 US$/bbl) menjadi angka bombastis ketika menyentuh nilai jutaan barrel minyak !.

:( “Iya sayang sekali kenapa pakde ngga ikutan jadi broker !”

:D “Hust ! Jangan gitu Thole !”

:( “Looh kan saya dapet uang denger ta Pakdhe !”

Komisi buat siapa ?

Ini yang menjadikan komplikasi ketika dalam perdagangannya saja ada 2-4% yg secara legal (kesepakatan para pedagang dunia) harus disisihkan untuk para BROKER. Tentusaja negara penghasil dan pengguna minyak seperti Indonesia menjadi sangat sensitif untuk membiarkan angka 2-4% ini jatuh ketangan orang lain. Makanya diperebutkan. Karena ini bukan kriminal dimata perdagangan dunia, juga bukan money laudering.

Adanya perusahaan yg mengutip inipun menjadi bulan-bulanan. Maksudte menjadi rebutan. Apakah APBN Indonesia boleh secara legal menerima uang kutipan dari “brokerage” dalam neracanya ? Masuk ke pemasukan negara ? Masuk ke Non budgeter ? Masuk kanting sendiri ? Atau masuk kantongmu atau kantong partaiku saja ?

Jadi kalau mau menghapus kartel perdagangan minyak, tentunya hapuskan dulu legalitas pekerjaan broker sebesar 2-4% sebagai “Brokerage fee !”. Mampu, kah ?

About these ads

25 Tanggapan

  1. di cari pembeli serius yang mau membeli minyak bumi dan gas , kami mempunyai partner penjual langsung pengusaha atau amir petinggi langsung dari UAE IA menjual minyak bumi dan gas langsung dari abudhabi UAE , ADNOC

  2. Permisi..ikutan nimbrung ya…

    Kebetulan saya juga ditawari utk ‘jualan’ crude oil nih, boleh tau tips n tricks nya di bidang ini? Tentunya dgn mengingat pengalaman pak dhe.

    Trims.

  3. ealah, urusan makelaran di mana” kok ya sama… bisa” hubungannya cuma muter di situ” aja, ketemunya orang” yang itu” juga…

    mau hubungan langsung dengan manufacturer, yah pasti ngeper, lha wong harus nunjukin kalo kita punya perusahaan yang punya aset triliunan. kalo cuma mau beli sekedar satu muatan kapal tongkang ya harus balik lagi ke broker…

    walah…tambah mumet, pakdhe…

  4. Salam Pak Dhe,
    Saya teman dari Malaysia turut melalui pengalaman sebagai ‘Agent’ dari ‘Genuine Seller’ tapi malangnya sehingga sekarang masih belum ketemu ‘Genuine Buyer’. Agak susah dalam proses transaksi ini.. Mengikut pendapat Pak Dhe, adakah benar tentang komisen yang di berikan oleh Genuine Seller itu.. Saya hampir berputus asa dalam melaksanakan transaksi ini. Mungkin kerana saya hanya ‘orang tengah’ maka segalanya menjadi rumit dan mungkin saya patut mencari Genuine Seller yang Baru..

  5. Salam..saya dari malacca,malaysia…jika ada sesiapa yang inginkan minyak D2 rusian,boleh hubungi saya khairulazizimohammad@yahoo.com. saya adalah mandate/direct seller,bukannya broker.terima kasih.
    Kom

  6. Salam..saya dari malacca,malaysia…jika ada sesiapa yang inginkan minyak D2 rusian,boleh hubungi saya khairulazizimohammad@yahoo.com.saya adalah mandate/direct seller,bukannya broker.terima kasih.

  7. saya pernah dengar mekanisme oil trading itu d kelas waktu kuliah namun ga sedetail yang pak dhe jelaskan tapi yaa,,, memang begitu. setahu saya transaksi G to company yang ada di Indonesia pake mekanisme hedging, jadi sebenarnya ada bentuk perjanjian untuk jual-beli minyak dalam harga tertentu dalam jangka waktu tertentu… meskipun harga minyak bisa berfubah tiap hari juga. ga seperti jualan cabe merah yang tiap hari harganya bisa beda…
    saat ini aku berada dalam lingkungan akademisi dan aktivis yang sering berhubungan dengan revrisond baswir ato teman2 dari jatam
    memang ada faktor menipisnya cadangan minyak karena minyak termasuk SDA yang tidak bisa diperbaharui dalam waktu singkat, tapi ulah broker yang spekulatif itu justru yang berkontribusi lebih banyak dalam melambungnya harga minyak dunia… karena dengan cara begitulah mereka mendapatkan untung yang “dilegalkan”
    efeknya, negara kita mengurangi subsidi dan menaikkan harga BBM, lalu siapa yang diuntungkan??? (baca artikel yang di submit oleh isal)

  8. kok aku malah mumet, rumit banget ya. terus kalo gitu kira2 oil trading di indonesia itu juga seperti itu? atau malah lebih panjang broker2nya.

  9. Kirain kalau jadi member organisasi tertentu (semisal : OPEC) bisa dapat member priority atau member discount gitchu. Beda ya ama member klub bulutangkis ku :).

  10. sesiapa yang tahu bagaimana mahu memproses buah jarak menjadi Crude oil dan seterusnya. Apa proses fabrikasinya? Saya dari Malaysia sangat ingin mendalami pengetahuan ini untuk membina fabrik di Malaysia. Terima kasih.

    Hj Rozman

  11. Salam kenal Pak Dhe, tadinya mau comment di BLUE energy, tapi kayanya salah masuk kamar?

  12. Pak dhe apakah jual beli minyak itu bisa tidak melibatkan swasta alias calo2 minyak yang dari singapore itu pak dhe? Jadi untuk urusan jual beli minya gimana kalau kita tiru cara IRAN yakni G to G saja.

    Pak dhe apa yang di katakan adhie masardi emang ada benarnya pak dhe.

  13. Salam kenal Pak Dhe,
    hampir 5thn sy di dunia oil trading, 4thn menangani physical crude oil dan sekarang oil product (middle distillate). Tidak serumit itu kok pak de (yg rumit kl kita main di paper trading, future market, swap, hedge hehehe) tp broker-broker itu lah yg membuat oil trading ‘berwarna’, mereka-mereka ini adalah orang-orang yang hanya mencari keuntungan sesaat tanpa memperhatikan long term relationship, dimana dlm oil trading yg namanya ‘trust’ itulah yg utama. Kl orang yg br terjun pasti gampang percaya sama ‘broker2′ ini karena kl disamakan hampir mirip dengan penjual obat di pasar, sangat2 manis mulutnya. Untuk crude oil toh kita sudah tau siapa produsen nya, siapa yg punya share di situ, siapa yg ditunjuk sebagai marketing agent nya, apa restriction dari setiap negara utk crude oil nya; contoh Saudi Arabia dgn Saudi Aramco nya mereka sdh membuat rules bahwa crude dr Saudi tdk untuk di tradingkan, tp hanya dijual langsung ke users/refinery lsg oleh Saudi Aramco, krn itu kt tdk pernah melihat di market Saudi grade di tradingkan, dan kl ada orang menawarkan berarti ‘bullshit’. Sebenernya yg bener2 pelaku oil trading itu disebut trader (mewakili oil trading company,misal Vitol, Glencore, Gunvor, etc dan ada trading nya Major oil seperto BP tading, Sietco (Shell) dll), karena kl disebut broker itu adalah orang2 perantara aja, yg cuma pgn dpt ‘uang denger’.

  14. biar yang berkompeten dan mau serius ngurusin aje yang rumit-2…

  15. Tidak serumi jualan beras ya

  16. Pak de, kalo sistem itu kan untuk swasta saja bukan ? CMIIW, maksud saya untuk perusahaan terntentu yang butuh minyak atau perusahaan terntentu yang akan jual minyak.

    Kalau sudah skala negara transaksinya masih seperti itu apa sudah G2G ? Government to Government ? soalnya saya merasa kalau skala negara sistemnya masih sama seperti itu sangat tidak efisien.. Apakah negara menggunakan long-term contract apa on the spot tender ? kalo metode seperti itu apa ada broker nya juga ?

  17. Waduh, ternyata minyak ini memang rumit luar dalam. *membatalkan trading minyak*

  18. Wah yang disebutkan Pak Johani ini bukan oil trading.
    Ini disebut MALING !!! Engineer itu sudah digaji untuk menghemat bahan bakar tetapi bukan dijual sendiri. Setiap keberhasilannya diukur dengan performa kerja, promosi kepangkatan dll.

  19. Sedikit komentar:
    Dalam bisnis pasti ada pembeli dan penjual dan kalau mereka bisa ketemu head to head ini namanya sempurna, harap diingat bahwa pembeli juga tidak bodoh kalau mau membeli minyak, misalnya dari Indonesia yah dia pasti mencari pemerintah atau perusahaan yang berkompeten mis.Pertamina lalu berbisnis jangka panjang yang legal. Demikian juga penjual, namun ada yang memanfaatkan dengan mencoba memfasilitasi antara pembeli dan penjual dan ini disebut sebagai “broker” atau agen terutama di black market. Kalau sudah pengalaman tidak rumit mungkin karena baru mau belajar jadi pemain. Coba aja disandingkan dengan BEI (Bursa Efek Indonesia) mirip kan. Perdagangan gelap juga menggunakan dokumen seperti tersebut di atas.
    Komentar untuk Nindityo: Anda betul sedikit tambahan bahwa yang berkuasa tentang minyak di kapal(bunker) adalah Chief Engineer, yang dalam kurun waktu tertentu dengan kehebatannya bisa menghemat Fuel Oil consump. sehingga ada berlebih, di Journal kapal ia menulis bahwa balance on board mis, 20 KL padahal dalam tangki masih tersisa 30 KL nah selisihnya kalau ada yang beli yah dia jual. Karena ada pembeli maka terangsang untuk menjual lebih banyak mis, yang tadinya jual 10 KL jadinya dijual 25 KL jadi sisa 5 KL.
    Kembali ke Pelabuhan Indonesia ajukan rebunker lagi atau beli di pasar gelap, kan banyak duit baru jual minyak 25 KL, untuk sogokan pegawai perusahaan atau membeli minyak subsidi kan masih banyak untungnya. Implementasinya tidak segampang dongeng saya ini dan sangat bervariasi.

  20. Oh ngono tho pakde, salut dengan njenengan.
    Tapi namanya juga politisi (politikus = banyak tikus) dhe.., kan tahunya cuman gigit sana gigit sini, nyolong sana nyolong sini,
    terus kalo pas aman baru cicit cuit cari untung,
    kalo suasana ga aman sembunyi, he…he..

    salut buat pakde, ulasan real scientist memang beda dengan real “tikus”, padat jelas dan berdasarkan fakta, ngga bombastis and cuman jadi provokator.

  21. bener pakde.. klo kita mau minta jasa orang ngejualin tanah, masak kita tega ndak kasih komisi kalo tanahnya laku. hehehe..

  22. kalo fluktuasi harga minyak dunia itu dpengaruhi apa saja selain demand and supply.. apa ada kekuatan yang bisa mendominasi shg dapat menentukan harga ..?

  23. wah, bagus nih analisanya pak .. jadi nambah ilmu deh .. hehe

  24. betul sekali pakdhe.. kalo temenku beda lagi. dia duduk manis di kamar apartemen di singapura.liat daftar kapal yang akan sandar di singapura. dia hitung secara kasar pemakaian bahan bakar kapal tadi dari pelabuhan berangkat sampai singapuranya. kalo itungan dia masih ada sisa, dia langsung ketemu nahkota kapal, buka harga beli bahan bakarnya. kalo setuju lumayan selisihnya dibanding beli minyak di singapura langsung. gitu doang pakdhe.. ini masuk yang ilegal kan.
    oh ya dia sekarang gak di singapura lagi, entah kemana. alasannya sejak presiden yang baru sekarang, dah susah seperti dulu. ribet, semua takut. yo wis, cukongnya gak berani modalin dan dia ya nggelandang lagi. :(
    (oh ya aku denger cerita ini setelah dia gak kerja gituan lagi, jadi gak ada uang denger buat aku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.163 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: