Peliknya arus BBM di Indonesia


Sakjane yang dibawah ini tulisan lawas (dua tahun lalu) tetapi aku yakin sekarang banyak yang pingin tahu kan ? Apalagi saat ini menjadi issue politik dan issue sosial dan juga issue ekonomi.

Dibawah ini ceritaku bagaimana arus BBM di Indonesia ini cukup pelik. Walaupun ini gambaran tahun 2005 tetapi apa sih bedanya tahun 2005 sampai tahun 2008 ini ? Ga banyak perubahan barangkali, yang banyak perubahan hanyalah HARGA MINYAK !!

fuel_pump.gifMenyediakan BBM buat masyarakat yg dilakukan pemerintah cq Pertamina serta partner-partner baru yg baru saja masuk Indonesia (Shell, Petronas dll) menarik utk dilihat. Banyak yg memiliki kepentingan dengan BBM ini. Masyarakat tentunya ingin agar BBM itu murah (walopun saya lebih cenderung menyatakan “terjangkau”) dimanapun mereka berada. Pengusaha menginginkan harga bersaing serta ketersediaan BBM secara kontinyu.

Issue lawas - Tugas ganda Pertamina

Dipihak lain pemerintah menginginkan pertamina menjadi sumber penghasilan serta sebagai stabilisator harga minyak diseluruh teritorial negara . Sangat jelas bahwa menyediakan BBM murah (terjangkau) bukan hal yg mudah tentusaja. Beberapa kedalanya utama antara lain harga minyak dunia yang tidak selalu stabil bahkan cenderung naik, sumber minyak dalam negeri yg cenderung menurun akhir-akhir ini, keterpurukan ekonomi Indonesia yg sedang menuju peneymbuhan, serta kondisi kondisi alam Indonesia yang geografis terdiri atas beribu pulau. kerumitan serta keunikan ini menjadikan distribusi BBM menjadi sangat rawan terhadap penyelewengan yg mudah dimanfaatkan pula untuk menganggu stabilitas poleksosbud dalam negeri.

:( “Wah pakde itu kok sukanya yang yang pelik bin rumit. Mbok yang sederhana saja ga bisa apa ?”

:D “Hehehehe, kalau bisa dipersulit kenapa disederhanakan ?”

:( “Wah pakdhe nyinyir !!”

Darimana saja BBM itu berasal ?

klik memperbesar gambar

Gambar arus penyediaan BBM ini menunjukkan kondisi tahun 2005, Tapi tahun 2008 mestine ga banyak berubah, kan ?. Digambar ini terihat bagaimana minyak mentah yg sebagian diperoleh dari dalam negeri dan sebagian lain diperoleh dari impor, ya dari impor !. Sebenarnya sudah sejak lama Indoensia ini mengimpor minyak untuk diproses di kilang-kilang dalam negeri. Hal ini karena kualitas minyak yg dapat diproses di kilang dalam negeri membutuhkan kualitas minyak-minyak yg ada dalam minyak import. Kualitas minyak Indonesia itu bagus, yang kita proses minyak kualitas sedikit lebih rendah. Diharapkan ada selisih keuntungan ini. Selain itu juga ketika dibangunnya kilang-kilang ini disesuaikan dengan harga dimana harga minyak saat itu lebih menguntungkan seandainya Indonesia mengimpor minyak.

Distribusi di negara kepulauan

Pola distribusiDistribusi dari BBM ini dikontrol oleh Pertamina hilir seperti dalam gambar ini.
Pola distribusi BBM ini tentunya tidak mudah, karena ada tugas-tugas dan kendala yg harus dipenuhi yaitu harga BBM harus “seragam”. Bagaimana harus seragam kalau lokasi-lokasinya sendiri tidak sama jaraknya dari lokasi pengilangan ? Disinilah akhirnya dilakukan subsidi-subsidi silang antar satu lokasi dengan lokasi yang lain, antar satu jenis BBM dengan jenis BBM yang lain. Sebagai tugas pemerintah tentunya harus mampu menyediakan BBM untuk rakyatnya dimanapun mereka berada dari ujung Merauke sampai Meulaboh.

:( “Hiya ya Pakdhe, tidak hanya dari Merak ke Madura saja, kan ?” :P

Kesetaraan harga

slide3.jpgNah, setelah dengan kendala harus ada kesetaraan harga serta adanya harga minyak yg berbeda-beda di pasaran dunia, juga kondisi geografis yang tidak seua darat dan juga tidak semua harus melalui laut maka distribusi BBM menjadi lebih rumit lagi.
Gambar ini hanya menunjukkan untuk salah satu lokasi di Kalimantan dan sekitarnya, dimana BBM berasal dari kilang di Balikpapan.

Kitapun tahu yg disebut dengan BBM tidak hanya minyak tanah, tidak hanya bensin premium namun juga ada diesel, avtur (kebutuhan pesawat) dan lainnya.

Tentunya tidak semua jenis BBM ini di sebarkan atau didistribusikan ke seluruh nusantara.slide5.jpg Tergantung dari kebutuhan lokal. Selain kebutuhan transportasi, juga kebutuhan industri serta kebutuhan energi. Sebagai informasi kebutuhan listrik di Indonesia ini masih didominasi degan pembangkit listrik dengan BBM.
Penyediaan BBM memang bukan hal sepele, BBM merupakan tulang punggung negara karena sebagai energi disitulah letak dasar strategis pembangunan, kekuatan serta dengan tolok ukurnya produktifitas Indonesia.

klik utk memperbesar gambarPenyediaan BBM untuk masayarakat ini memang bukan tugas mudah bagi Pertamina Juga bukan berarti pertamina boleh meminta fasilitas segalanya, karena disisi lain Pertamina dituntut kemandirian untuk menjadi Perusahaan Terbatas (PT) yg orientasinya ke profit. Dualisme kebutuhan “profit serta pelayanan”, juga dualisme “kemandirian dan kontrol pemerintah” menjadikan Pertamina sering menjadi bahan bulan-bulanan diantara masyarakat yg mendambakan pelayanan, Industri yg membutuhkan energi, juga pemerintah yg mendambakan sebagai sumber penghasilan negara.

Pemerintah saat ini sudah mulai membuka investor-investor asing untuk penyediaan BBM untuk masyarakat. Langkah terobosan inipun tidak kalah sengitnya mengundang pro-kontra. Siapa yg nantinya yg berkepentingan mempersiapkan, menyediakan, serta mengontrol suply BBM untuk masyarakat ?

About these ads

21 Tanggapan

  1. Jika menyimpan botol elpiji dalam waktu lama disarankan posisi botol terbalik agar tidak hanya kedap air tapi juga kedap gas.
    —> Ini apa maksudnya Pak ? Biasanya di dapur kan tabung LPG itu diletakkan sbgmn mestinya. Mulut tabung yg ditancapkan ke pipa itu mengarah ke atas.

  2. [...] lain:peliknya arus bbm di Indonesiaminyak [...]

  3. Dongeng Konversi minyak tanah/kerosene ke Gas.

    Sewaktu saya kecil di kampung halaman seperti di kebanyakan desa lainnya mendapat tugas dari keluarga untuk mencari kayu bakar (di Manado kampung saya istilahnya: kayu api). Pekerjaan ini saya geluti setiap pulang sekolah ke hutan dulu untuk mengambil kayu bakar sekuat saya memanggulnya.

    Sewaktu saya di sekolah menengah terbetik berita bahwa karena perkembangan zaman pemakaian kayu bakar menjadi perhatian pemerintah sebab berpotensi kerusakan hutan.
    Karena kebutuhan sudah sangat meningkat saya yang tadinya hanya mengambil kayu bakar yang terdiri dari dahan kering sudah beralih ke penebangan liar kecil-kecilan.

    Program pemerintah waktu itu tidak membiarkan penebangan hutan walaupun itu hanya untuk kebutuhan masak-memasak keluarga, Sebagai imbalannya pemerintah menghimbau untuk beralih dari kayu bakar ke BBM(Bahan Bakar Minyak) minyak tanah (Kerosine). Waktu itu fenomena ketakutan bahwa bisa membuat kebakaran rumah, alat penampungan susah, kompor bisa meledak dsb…sudah ada.

    Fenomena ketakutan akan pemakaian bahan bakar cair ketimbang bahan bakar padat lambat laun menghilang …. Walaupun kenyataan ada kompor yang meledak dan menciptakan kebakaran akibat dari mishandling.

    Mendukung program ini pemerintah mematok harga murah yang bisa dijangkau oleh masyarakat, tapi kan pemerintah waktu itu belum memiliki perusahaan minyak PERTAMINA.
    Pabrik minyak di Balipapan dan Plaju/Sei Gerong masih Perusahaan Asing, demikian juga distributor minyak ke seluruh pelosok nusantara masih dikuasai Perusahaan Asing.

    Walaupun harga BBM at cost (artinya dijual dengan harga sesuai dengan biaya pembuatannya) tapi toh masih terasa mahal … sehingga pemerintah berpikir keras.
    Timbul ide bagaimana kalau di SUBSIDI toh ini untuk kepentingan rakyat miskin (Waktu itu orang kaya sudah memakai Gas bukan LPG dari Perusahaan gas).

    Sewaktu saya di Sekolah Menengah Atas sudah terlepas dari tugas mencari kayu bakar di hutan karena jatuhnya lebih murah menggunakan minyak tanah (kerosene).
    Minyak tanah dibeli dengan harga sangat murah dan jauh dibawah harga buatnya (at cost) karena subsidi pemerintah. Saat itu pemerintah sedang booming dan banyak cadangan.

    Setelah menjadi pegawai saya bertambah pengetahuan akan hal BBM (Minyak tanah, Bensin dan Solar) tahu kalau Bensin untuk mobil, minyak tanah untuk kompor dan Solar untuk Motor Diesel.
    Perusahaan asing yang menaungi pabrik minyak (Kilang) di Balikpapan dan Plaju/Sungi Gerong saya dengar telah beralih menjadi Permina + Pertamin = PERTAMINA yang dipimpin oleh seorang Jendral bernama Dr.Ibnu Sutowo tahun 1966. Sekarang telah berobah menjadi P.T.PERTAMINA (Persero).

    Penyalahgunaan minyak tanah (kerosene) untuk sebagai bahan bakar motor diesel mulai menggila pada saat harga bahan bakar meranjak naik seiring sejalan dengan meningkatnya perekonomian Indonesia.

    Penyalahgunaan itu Ceritanya begini:
    Minyak tanah yang murah harganya (bersubsidi) dipakai untuk mencampur ke Bensin yang mahal harganya, campuran bisa mencapai 15% >> ini biasanya kalau kita beli bensin eceran. Hal ini efeknya tidak seberapa mempengaruhi karena ini biasanya dilakukan oleh sekelompok orang di pinggir jalan.

    Minyak tanah dipakai sebagai bahan bakar untuk Mobil Diesel, padahal untuk mobil diesel seharusnya memakai Solar yang harganya lebih mahal. Bayangkan harga minyak tanah Rp 8.500,- harus dijual dengan harga subsidi Rp 4000,- jadi pemerintah menanggung Rp 4.500 tiap liter.

    Jika yang memakai minyak tanah hanya masyarakat untuk kebutuhan masak memasak maka beban pemerintah tidaklah terlalu berat, tapi sekarang minyak tanah dipakai untuk mobil yang bertenaga diesel dan bahkan industri juga menggunakan minyak tanah untuk mesin diesel.
    Jumlah minyak tanah yang dikomsumsi oleh industri sangat besar, sangking besar nya maka pemerintah cq Pertamina terpaksa harus mengimpornya dari Timur Tengah, karena pabrik minyak di dalam negeri tidak sanggup lagi memasoknya.

    Segala tindakan yang diambil Pemerintah untuk menghapuskan subsidi selalu diartikan sebagai kenaikaan harga oleh masyarakat yang dipandu oleh pemuka masyarakat sehingga terjadi demonstrasi dimana mana menyuarakan anti pemerintah.

    Pucuk dicinta ulam tiba, dengan adanya teknologi yang dapat membuat Liqufied Petrolium Gas (LPG/Elpiji) yang mana telah diketemukan juga kemasan yang memungkinkan Gas ini aman untuk transportasi baik di laut maupun di darat dan aman disimpan dalam waktu lama.

    Pemerintah membuat strategi jitu untuk mengganti minyak tanah dengan LPG, padahal Elpiji hanya terbuat dari gas yang tadinya dibuang dengan cara dibakar, sekarang dengan kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk masak memasak. Jika konversi dari minyak tanah ke elpiji berhasil maka APBN akan terselamatkan.

    Catatan kaki:
    Tabung Elpiji berisi Gas yang dicairkan dalam tekanan k.l. 6 kg/cm2(temp.ruangan), pada
    Tekanan 1 Atmosfir akan menjadi gas, gas setelah bercampur udara akan terbakar jika ada panas(api).
    Pada dasarnya pemakaian Elpiji sebagai bahan bakar adalah aman, yang perlu diperhatikan adalah sambungan dari botol ke kompor jangan sampai bocor, pengetesan kebocoran dapat dilakukan dengan busa sabun dan kuas, sebagaimana layaknya memeriksa ban mobil.
    Disarankan jangan ditempatkan dalam ruangan tertutup, artinya harus ada peranginan.
    Jika menciup bau gas jangan menyalakan api, karena jika kosentrasinya cukup dan pas dengan jumlah udara (O2) kena api akan MELEDAK.
    Jika menyimpan botol elpiji dalam waktu lama disarankan posisi botol terbalik agar tidak hanya kedap air tapi juga kedap gas.

    Salam persahabatan,

    Johanis Mawuntu
    Tinggal di Jakarta

  4. minyak kan ya…nggak jauh-jauh dari geologi to…..

  5. PakDhe Rov, judulnya ganti aja, jangan “DONGENG GEOLOGI” tapi “DONGENG MINYAK”. (Lho Thole, minyak itu kan hasil kebumian.. atau geologi juga)
    Ya pakdhe, tapi bumi itu bagian alam raya, jadi bisa juga “DONGENG ALAM RAYA”, padahal minyak.
    Sori pakdhe.

  6. usul nih buatkan pdfnya biar didownload itung itung berbagi ilmu

  7. Sakam kenal, dan mau tanya bagaimana kaitannya minyak Indonesia dengan pengaruh harga minyak dunia. Apakah bisa kebijakan negara menggunakan minyak dalam negeri untuk kebutuhan dalam negeri juga?

  8. makasih pakdhe. informasi yang sangat bagus. biar masyarakat bisa mengevaluasi harga BBM yang terjangkau berapa sekaligus ngevaluasi kinerja Pemerintah

  9. walah… ruwet…pengawasane oleh siapa pak de… BTW Pertamina itu diawasi sama intansi lain gak sih pak de selain pengawasan internal…. (mampu gak seandainya pengawasan eksternal ada lha wong rumit kaya gitu lo…

  10. Saya penasaran sama jalur yang ilegal. Kalau memang ada itu yang harus diusut.

  11. betul kata Arul, jalur ilegal belom terbahas Pak Dhe!!

    ni perlu ditelusuri..

    salamhangat.
    berbagi cerita..

  12. waduh koq sebegitu njelimetnya yah pakde, tapi good info for me. benar – benar info yg sangat berharga bagi masyarakat awam. keep blogging :D

    Rahman

  13. wah.. wah…
    Gak ngerti pak de..
    Mau ikutan pro tapi gak bisa pak de..
    soalnya keliwat mahal..

  14. pak dhe… konversi minyak tanah ke gas apa ada hubungannya dg ini ===>>> yaitu harga BBM harus “seragam”. Bagaimana harus seragam kalau lokasi-lokasinya sendiri tidak sama jaraknya dari lokasi pengilangan ? Disinilah akhirnya dilakukan subsidi-subsidi silang antar satu lokasi dengan lokasi yang lain, antar satu jenis BBM dengan jenis BBM yang lain <<=== sehingga ada daerah yg diberlakukan konversi, dan ada juga yg tidak ??diberlakukan konversi. Trus kenapa juga rakyat yg disuruh konversi? kenapa pembangkit2 listrik yang pake BBM tidak dikonversi?

  15. tapi tapi ada jalur lain kemana BBM kita, BBM diselundupkan ke luar negeri lewat jalur illegal dan lebih mahal :D

  16. pakdhe, nyuwun sewu..oops.. nuwun sewu
    kula badhe laporan, ngopi paste tulisan pakdhe, saya tempel di mading di bawah ini:
    http://blogari.multiply.com/journal/item/79/pakdhe_rovicky_peliknya_arus_bbm_di_indonesia

    tulisan ini –meskipun katanya tulisan lawas– ternyata masih banyak juga yang belum tahu
    (antara lain saya -ini pengakuan-) jadi saya rasa sangat perlu disebarluaskan kembali.

    matur sembah nuwun, pakdhe

  17. makasih mas.. komentar dan tulisan tanggapan dari orang kaum pertamina kok belum ada ya?

  18. Wah.. jempol kalih Mas.. Tulisan kayak gini mustinya masuk koran Nasional. Biar 200 juta orang tau.. Ato paling nggak, orang Indonesia ga dibodohin. Masak 350 tahun dijajah belanda, 3,5 tahun dijajah Jepang, 32 tahun di sekap dan sekarang mau diapain lagi..

  19. Wah, ulasannya detil pak, bagus ini untuk di share ke temene2 ..

  20. Kebutuhan energi bukan hanya dari minyak yg berasal perut bumi tapi permukaan bumi banyak menyimpan sumber energi dan kita tidak mau mengelola dan tiap kali ada yang mau invest semua ribut dengan isu lingkungan, sementara di utara sana tetap exploitasi sda dan kita tetap dalam belenggu kemiskinan, kalau lahan gambut di alokasikan 20% untuk energi, dan hutan 20% untuk energy maka kampung akan tetap terang dengan biaya listrik yang 20% – 40% lebih murah dari harga saat ini. Kapan? atau tunggu negara asing kuasai sda ini 20 tahun yang akan datang?

  21. wah pak dhe, anak-anak juga perlu tau informasi ini ya, akan kami sadur berita yahud pak dhe ini, trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.162 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: