Prof. Koesoemadinata: Sumber Energi Dan Sistim Penyimpanan Energi


Kalau sepuluh tahun lalu kata “reformasi” merupakan kata terpenting dalam obrolan maupun diskusi. Saat ini kata “energi” menjadi sebuah pemikiran yang penting. Namun terlalu banyak istilah atau jargon-jargon dalam dunia ilmiah memang sering membingungkan. Kalau keterusan mengundang perdebatan yang kurang bermanfaat. Nah beruntung Pak Professor Koesoemadinata sangat konsen dengan hal ini. Beliau meluruskan pengertian-pengertian yang berhubungan (blue) energi yang saya yakin akan berguna.

😦 “Wah mBah Koeseoema memang jempolan ya Pakdhe ?”

Berikut dongengan pak Koesoema tentang istilah-istilah dalam energi

SUMBERS ENERGI DAN SISTIM PENYIMPANAN ENERGI
(ENERGY SOURCE VS ENERGY STORAGE SYSTEM)

R.P.Koesoemadinata

Masalah Blue Energy tidak lepas dari adanya kekeliruan pemahaman antara Energy Source dengan Energy Storage.

Pertama harus difahami mengenai bentuk energi:
1. Bentuk Panas (Heat)
2. Bentuk Listrik (Electric)
3. Bentuk electro-magnetic termasuk cahaya
4. Bentuk Kinetik/mekanik (termasuk angin, aliran air)
5. Bentuk Gravitasi
6. Bentuk chemica/molecular energy (terdapat dalam minyak-dan gasbumi, batubara, alkohol dsb)
7. Bentuk voltaic/ionic energy (terdapat dalam baterai)
8. Bentuk Energi Nuklear (Nuclear energy)

😦 “Wak MBah Koeseoma betul Pakdhe, dunia ini yang penting itu keseimbangan. Lah wong main layang-layang saja kalau tidak seimbang ngga bisa naik ya Pakdhe.”

(Dalam hal Blue Energy katanya bahan dasarnya adalah air biasa, secara kimia jelas air adalah senyawa “stabil”, tidak melakukan reaksi kimia yang mengeluarkan energi/panas, kecuali dengan senyawa yang justru mengandung energi kimiawi/ionic seperti oksida (CaO), karbid dsb)

Konversi:

Masing-masin bentuk energi itu dapat dikonversikan dari satu jenis menjadi jenis lain, misalnya electric energy bisa dikonversikan dalam bentuk mekanik atau bentuk panas, chemical energy dapat dikonversikan lewat pembakaran (conbustion) menjadi panas, kemudian energi kinetik dsb, biasanya disertai dengan loss.

Transmissibility vs transportability

Bentuk energi 1 s/d 5 bisa di transmisikan melalui berbagai media seperti lewat jaringan kabel, gearbox atau dengan emisi/radiasi. seperti cahaya, panas
Keuntungan bentuk energi 6 s/d 7 seperti gas, rocket fuel, minyak bumi, batubara, solid rocket fuel, uranium adalah dapat ditampung dan ditransport dalam suatu bejana, seperti tangki, truck, batterai, tabung gas, fuel cells. Ini memungkin manusia dapat menciptakan transportation system yang bebas, seperti pesawat terbang, rocket/space ship, mobil, motor dsb, sedangkan bentuk 1 s/d 6 paling juga menghasilkan transporation system yang tetap (fixed transportation system).

Sumber Energi (Energy Source):

Semua bentuk energi ini didapatkan secara alamiah, namun tidak semua dapat ditampung, tanpa dikonversikan dulu ke dalam bentuk energi 5 s/d 7, dan biasanya disebut sumber energi alami.

Sumber energi alami semua bermula dari reaksi nuklir yang disebut fusion di matahari yang kemudian dapat

1. Disinarkan langsung ke bumi dan dikonversikan secara alami dalam bentuk energi kinetik/mekanik (angin, arus air/laut), energi gravitasi (potential), listrik (petir) dsb. Kecuali energi gravitasi potential bentuk energi ini tidak dapat ditampung tanpa ulah manusia; biasanya dikonversikan ke bentuk energi yang lain.

2. Disinarkan langsung ke bumi dan dikonversikan secara alami oleh organisme dengan proses photosynthesis kedalam bentuk energi kimiawi (kayu, buah-2an, gas, termasuk biomass) yang oleh manusia dapat diolah menjadi minyak (minyak kelapa sawit, biodiesel, alkohol dsb)

3. Disimpan secara alami disimpan (natural storage) dalam kerak bumi/bumi selama jutaan/milyardan tahun
1. Mineral radioaktif (fisionable radioactive material)
2. Panas bumi
3. Minyak dan Gasbumi (lewat proses organik)
4. Serpih minyak dan ter minyak (lewat proses organik)
5. Batubara (lewat proces organik)

Sumber energi yang terbaharukan (renewable energy source) pada umunya adalah yang no.1 dan 2, yaitu yang berasalkan dari matahari yang disinarkan langsung ke bumi yang dikonversikan secara alami maupun oleh manusia, terkecuali panas bumi yang juga dianggap tidak akan habis.
Walaupun secara umum bentuk energi yang disimpan secara alami itu disebut sebagai sumber energi, namun kita perlu memahami apa yang disebut energy balance pada proses pemanfaatan berbagai bentuk energi yang tersedia secara alami:

Neraca Energi (Energy Balance)

Setiap usaha untuk memproses/mengolah sumber energi alam sehingg langsung dapat digunakan manusia (seperti listrik, bensin, gas, baterai) memerlukan peralatan dan pemasukan sejumlah energi (energi input); contohnya untuk menambang minyak perlu pemboran, pengilangan dsb, demikian pula untuk energi nuklir, pertambangan batubara, pembuatan kincir angin, turbin air, turbin uap (geothermal). Lebih jelas lagi kalau dalam menghasilkan minyakbumi dengan metoda enhanced recovery seperti steam-flooding, dan memproduksikan tar-sand dan oil shale hanya bisa dilakukan dengan meng-inputkan energi, dan juga dalam pembuatan (manufacturing) pembuatan solar panel. Selain itu manusia juga berusaha untuk mengkonversikan jenis energi yang non-transportable seperti listrik dan cahaya matahari dsb ke dalam bentuk yang transportable seperti biodiesel, hydrogen/oksigen, baterai, fuel cells dsb memerlukan peralatan, di mana jelas ada input energi (biasanya yang dalam bentuk nontransportable) untuk mendapatkan output yang bersifat transportable. Maka dalam usaha mengexploitasi sumber energi ini terjadi input dan output energi. Energi yang diiputkan dapat juga dibagi dalam 2 jenis input seperti dalam pembiayaan suatu manufacturing production:

Invested Energy (dinyatakan dalam satuan energi, seperti cal, joule dsb, dan bukan dalam USD)
Operational Cost Energy (juga dinyatakan dalam satuan energi)

Maka perbedaan sumber energi (energy source) dengan penyimpanan energi (energy storage) akan jelas kelihatan sebagai berikut:

SUMBER ENERGI (ENERGY SOURCE):
Input energi << (jauh lebih kecil) dari Output Energi

PENYMPANAN ENERGI (ENERGY STORAGE):
Input Energi = > (sama atau lebih kecil) dari Output Energi

Kita lihat bahwa dalam penggunaan minyak bumi, input energi sangatlah minimal dibandingkan dengan output energi, bahkan energi yang untuk diinputkan diambil dari hasil proses itu sendiri, sehingga minyak bumi itu betul2 sumber energi. Dalam hal produksi minyakbumi dengan steamflooding, neraca energi ini akan lebih jelas lagi, khususnya biaya energinya (energy cost), karena besarnya energi yang diinputkan harus diperhitungkan (bisa sampai 30%) dengan jumlah energi yang dihasilkan, kalau tidak projek ini bukan sumber energi, tetapi mungkin suatu penyimpanan (transportable storage), terutama kalau energi yang diinputkan adalah misalnya listrik.
Dalam hal baterai dapat diyakini bahwa input energi (biasanya dalam bentuk listrik pada waktu charging) itu lebih besar daripada output energi yang dikeluarkan pada waktu baterai digunakan untuk menjalankan peralatan.
Hal yang sama juga berlaku untuk batubara, energi nuklir, tar sand, oil shale dsb. Dari rumus di atas ini maka efektivitasnya suatu sumber energi dan efisiensi suatu sistim penyimpanan energi dapat dinilai.

Solar panel:

Dalam soal photo-voltaci solar panel yang menggunakan cahaya matahari juga berlaku hal ini. Walaupun pada waktu dioperasikannya cahaya matahari itu gratis, tetapi pada pembuatan solar cell sendiri (pembuatan kepingan2 silicon) diperlukan input energi terutama yang bersifat invesment energy (energi yang diinvestasikan) Untuk bisa dikatakan sebagai sumber energi maka harus diperhitungkan dengan rumus di atas tadi. Ternyata neraca energi akan menjadi positif kalau solar panel ini bisa berproduksikan listrik lebih dari 2.78 tahun Schneider, David, 2008. Untuk 3 tahun pertama besarnya energi listrik yang dihasilkan itu harus membayar energi yang diinvestasikan pada waktu pembuatan solar cell ini. Selain dinyatakan dalam satuan energi, tentu juga dapat dinyatakan keekonomiannya dalam rupiah atau USD, dengan memperhitungkan lifetime dari solar cell ini yang biasanya bertahan puluhan tahun. Dengan demikian untuk menghasilkan listrik gratis dari matahari itu memerlukan input energi yang cukup besar sebagai investasi untuk memisahkan silicon murni dari silicon-oksida seperti kwarsa yang terdapat secara alami secara melimpah. Inilah yang menyebabkan harga listrik dari solar panel ini masih sangat mahal

😦 “Hiya nih, mBah Koesoema betul lagi ya Pakdhe ?”

Fuel Cells:

Fuel cells sering dikatakan sebagai sumber energi baru. Namun dengan menggunakan konsep/rumus di atas ini jelaslah bahwa fuel cells tidak lain adalah suatu sistim penyimpanan energi (energy storage system) yang dapat mengkonversikan non-transportable energy menjadi transportable energy., sebab untuk mendapatkan Oxigen dan Hidrogen tidak dapat dihasilkan secara alami, tetapi melulu dengan mengiputkan energi lain (misalnya dengan electrolysa yang menginputkan energi listrik), dan jumlah energi yang dihasilkan maximal sama dengan yang dinputkan.

Silahkan menghitung apakah Blue Energy itu merupakan sumber energi baru atau tidak lain dari energy storage system baru.

Sumber Energi Awali (The Ultimate Energy Source):

Di jagat raya ini sumber awali dari semua bentuk energi adalah hasil konversi dari zat/materi dengan reaksi nuklear sesuai dengan rumus Einstein E=M*C2 di mana dikenal 2 jenis reaksi:

  1. Fission, di mana suatu atom radioaktif terurai dua atau lebih atom2 yang berat atom totalnya menjadi lebih kecil dari pada atom radioaktif asalnya. Perbedaan masa inilah dikonversikan menjadi energi yang sangat besar Ini biasanya yang terjadi pada reaktor nuklear dan bom nuklear.
  2. Fusion, di mana 2 atom menyatu menjadi atom yang lain yang jumlah berat atomnya lebih kecil daripada total berat ke-2 atom asalnya.Perbedaan masa inilah dikonversikan menjadi energi yang sangat besar. Ini biasanya terjadi antara atom hidrogen yang menjadi atom helium. Namun reaksi ini hanya dapat terjadi pada temperatur yang sangat tinggi, konon katanya sampai jutaan derajat C. Ini hanya dapat terjadi di matahari, dan pada bom hidrogen. Pada yang terakhir ini temperatur yang kelewat tinggi didapatkan dengan cara meledakan bom nuklir yang bertindak sebagai detonator.

Mengingat diperlukannya temperatur yang begitu maha tingginya, sampai kini manusia belum pernah dapat memberangus (harnessing) atau mengendalikan suatu reaksi fusion untuk keperluan sebagai sumber energi yang sangat dahsyat ini, lain dengan reaksi fission yang dapat dikendalikan dalam reaktor nuklear.

“Cold Fusion”. Menjelang akhir abad ke-20 dunia ilmiah pernah dihebohkan dengan suatu publikasi dalam journal yang cukup bergengsi di dunia ilmiah yaitu diketemukannya apa yang disebut cold fusion di laboratorium universitas yang cukup terkemuka, yaitu dengan didapatkannya energi dari air sebagai sumber H2 dengan menggunakan elektroda logam paladium. Namun ternyata experimen ini tidak dapat diulangi atau dikonfirmasikan oleh laboratorium lainnya di seluruh dunia. Akhirnya dipastikan cold fusion ini tidak pernah terbukti keberadaannya, atau tidak pernah akan ada.

😦 “Nah ini baru betul Pakdhe …. istilahnya jangan sampai rancu ya”
😀 “Hallah, kowe iki dari tadi betal-betul, makanya sebelum berdiskusi itu baca teorinya dulu. Biar ngga katrok ! Pak Koesoema yang sudah professor saja masih baca artikel-artikel terbaru”

Kalau Anda masih begitu yakin akan adanya Blue Energy ini, maka satu-satunya teori yang dapat mendukung adalah cold fusion yang sudah diyakini kebohongannya oleh masyarakat ilmiah

Referensi:
Schneider, David, 2008, Solar energy red queen- Science Observer: The American Scientist, Vol. 96 (January-February, 2008), p. 24-25

Dongeng lain yang berhubungan :

26 Tanggapan

  1. Terima kasih atas pencerahannya pak Rovicky. Mohon ijin untuk disharingkan pada page FB kami.

  2. Pak mau nanya nie lw berat batubara dalam kg/menit tu brapa n gravitasi batubara pada belt comveyor tolong pak kasih tau malam nie thank sebelumnya ???


    –> Berat kok Kg/menit ?

  3. prof need help…

    numpang tanya rumus volume biogas dalam reaktor

    tabung…

    thx u…

  4. tolong beri penjelasan tentang pekerjaan untuk lulusan geologi di perusahaan minyak
    terimakasih sebelumnya

  5. Indonesia ini negara yang kaya akan sumber energi, seharusnya rakyate udah makmur, tapi kenyataan banyak daerah yang belum ada listriknya sehingga masyarakat gak dapat informasi; akibatnya jadi terbelakang dalam segala hal.
    Hayooo kita coba yang namanya hybrid renewable energy tuk bikin listrik yang murah dan dijamin ramah lingkungan.

  6. Kalau Anda ingin tahu konsep Blue Energy atau Banyugeni secara fisika dan kimia. Dan kalau Anda berminat membuktikannya, pilihlah sesuai keinginan Anda campuran yang ada dan semoga Anda dapat berhemat. Anda dapat kunjungi Blog Nanochimie Group http://blog.uny.ac.id/hari

  7. mending bikin aj PLTN biar murah energinya…

  8. Setelah muter-muter sampe pusing di internet, saya menemukan kepuyengan baru..: Diagram Blue Energy yang digambarkan dalam bentuk pipa2 air dan anode & cathode menggambarkan Reverse Reverse Electro Dialysis (RED)… itu saja sudah menggambarkan penghasilan energy, seperti yang telah di buat di Ijsselmeer atau Waddenzee, belanda.
    Kemudian saya dapatkan lagi ada blue energy seperti yang dijelaskan diatas dengan manghasilkan Hydrogen sebagai pemisahan H2O, yang kemudian menjadi sumber energy.. Saya belum mendapatkan diagram yang menjelaskan hubungan antara keduanya. mungkin prof (or others) dapat membantu menjelaskan?

  9. sebenarnya banyak sekali sumber energi alam yang bocor kepermukaan dan setelah diteliti oleh ahlinya itu dianggap tidak produktif bila ditambang tapi mengapa masyarakat tidak diperbolehkan memanfaatkan sumber yang kecil itu ya mungkin hanya dapat untuk kebutuhan se-rt,se-rw, se-kampung saya kira bisa mensejahterakan masyarakat sekitar dan dapat mengurangi subsidi pemerintah dan sekiranya masyarakat diberi ilmu teknologi untuk memanfaatkan energi yang terbuang itu maka secara tidak langsung pemerintah jadi ringan dan memintarkan masyarakat.
    kalau pemerintah terlalu keberatan untuk melakukan penambangan besar dan harus penambang besar dari luar misal exxon mobil, kenapa tidak masyarakat yang mampu dan punya keinginan diminta untuk menyumbang sebagian harta untuk membantu pemerintah melakukan penambangan sendiri ya mumngkin dalam bentuk saham sehingga dapat mengkayakan masyarakat ekonomi rendah.

  10. sekiranya membuat energi alternatif sebenarnya banyak sekali sumbernya misalnya daripada kita membuat etanol dari bahan makanan yang masih dimanfaatkan menjadi produk lain apa gak sebaiknya membuat perusahaan pengolah limbah untuk dibuat biogas atau bahan bakar lainnya karena dari limbah pabrik kita dapatkan gratis mungkin kita dapat bonus dari pabrik itu karena limbah pabrik tidak diolah sendiri oleh pabrik tapi oleh rekanan sehingga bisa mengurangi biaya oprasional pabrik. Sebab dari semua limbah pabrik itu sebenarnya bisa diciptakan bahan bakar atau lainnya tinggal bagaimana proses kimiawi yang dipakai dari sifat limbah itu. ya mungkin karena jijik/kurang keren makanya masih banyak yang mengabaikan.

  11. Wah terima kasih banyak prof, akhirnya ngerti fundamental sebuah energi bisa disebut source atau storage saja. Ternyata se simple itu.

    Mas rovicky kalo bisa bahas tentang bio diesel atau bio methanol donk mas dengan konsep prof koesoema, apakah itu termasuk storage saja apa memang sebuah new source, dan apabila dibandingkan dengan fossil based fuel bagaimana..

  12. […] akhirnya Prof Koesoemadinata menjelaskan kelirumologi soal create energy ini disini : Prof. Koesoemadinata: Sumber Energi Dan Sistim Penyimpanan Energi . Pak Koesoema tentunya sudah mewanti-wanti ada kemungkinan HOAX dalam issue Blue-energy di […]

  13. Artikel di blog ini sangat menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://energi.infogue.com
    http://energi.infogue.com/sumber_energi_dan_sistim_penyimpanan_energi

  14. […] Sejauh dari penalaran gw dari artikel2 yang gw baca, jadi si akang Joko ini bisa mecah H20 menjadi Hidrogen dan Oksigen ( CMIIW ). Dan dari segala macam eksperimen molekul tak jelas itu jadilah air dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Untuk lebih jelas itung itungan fisikanya liat aja di sini. […]

  15. hoooo….i see….makasi ya infonya 🙂 ngulang belajar fisika lagi nih 🙂

  16. HAlo, jadi kangen GeoComp…inget pak Koesoema

    -Dodi Suwardi-

  17. Prof Kusumo, niki dalem badhe tangklet dos pundi caranipun ngempalaken energi alit-alit (dinamo) saking kincir angin supados saget ngempal ugi kasimpen wonten ing sak wontenipun sarana (media)menopo ingkang sak lajengipun saget dipun ginakaken kangge nggesangkan lampu minongko pepadhanging griyo ?
    Sak derengipun matur Nuwun !!!!!!!!
    Saking Eko Suharsono (Boyolali)

  18. o gitu toh pak dhe berarti UUD dong pak dhe alias Ujung-Ujungnya Duit (kayak lagu SLANK), pak dhe maaf ya… pak dhe sebenarnya gas methan bisa dimanfaatkan gak toh pak dhe… Oh iya pak dhe ngomong-ngomong tentang CBM cara proses pembentukannya tuh gimana toh pak dhe…. masih bingung nih pak dhe… lumayanlah nanti buat ngisi buletin di HM…..

  19. pak dhe rovicky m… bahas dong tentang CBM Coal Beat Methan yang lagi booming terus seberapa bahayakah CBM tuh…, tak tunggu ya pak dhe…

    –> Hiya neeh aku belum sempet menyimak CBM. Memang betul CBM sudah mulai banyak dilirik investor-investor asing untuk dieksplorasi. Kalau eksplorasinya sukses bisa deh dimulai produksi. Nah problem yang aku khawatirkan adalah pasaran gas yang tidak siap menerima pasokan energi ini. Karena selama ini hampir semua lebih suka “minum BBM” ketimbang “menghisap gas” … :P”

  20. Maturnuwun sanget atas informasinya…
    Saya minta satu, eh dapetnya sepuluh.. komplit..plit, plus sejarahnya. klo dilihat dari nama satuannya, blue barel, berarti bisa juga minyak dinamakan blue energi.. hehehe.
    katanya di Amrik sana lagi digembar gemborkan sumber energi baru yaitu ethanol. sampai para tokoh2 politik disana semuanya setuju bahwa ethanol adalah sumber energi baru calon pengganti minyak bumi. Bahkan ada yg berkata, “drpd membayar para syekh2 arab utk minyak, lebih baik uangnya digunakan utk membayar para petani jagung disana utk menghasilkan ethanol”.
    Tapi terakhir katanya ada bbrp ilmuwan yang mengatakan bhw energi yg dibutuhkan untuk memproduksi ethanol, sama besarnya dg energi yg akan dihasilkan ethanol yg diproduksi. inikah yg disebut input = output? yang membuat para ilmuwan menolak mengatakan ethanol adalah sumber energi baru…..

  21. Kalau kebijakan keliru, ya kita harus koreksi. Bukan ikut-ikutan keliru. Ibaratnya kalau ada sopir nyasar harus diberitahu yang sebenarnya. Bukan ikut-ikutan tersasar.

    Dengan asumsi kebutuhan minyak 1,2 juta bph, produksi 1 juta bph, dan impor 0,2 juta bph dan biaya produksi BBM US$ 15/barrel dan jual Rp 4.500/liter (US$ 78) memang pemerintah untung Rp 165 trilyun. Kalau rugi, berarti itu adalah salah urus yang harus diperbaiki.

    Biaya pengolahan BBM sebesar US$ 15/barel yang saya pakai sudah cukup tinggi mengingat Kwik Kian Gie menghitung hanya US$ 10/barrel sementara Ihsanuddin Noorsy US$ 2-12/barrel.

    Jadi kalau Indonesia harus mendapat 70:30 setelah dipotong “Cost Recovery” yang besarnya mencapai lebih dari US$ 5,5 milyar (Rp 50 trilyun) berarti kebijakan keliru tersebut harus dikoreksi.

    Negara Barat sudah mengolah minyak dari tahun 1800-an, di Indonesia banyak ahli minyak dari ITB, Trisakti hingga level Doktor, serta mayoritas karyawan di perusahaan asing juga orang Indonesia. Jadi sudah saatnya penjajahan ekonomi oleh Neo Kompeni macam Chevron, Exxon, dsb dihentikan.

    Pada harga Premium Rp 4.500/liter saja Indonesia dengan bagi hasil 70:30 harus merelakan Rp 78 trilyun lebih untuk perusahaan2 asing. Ditambah dengan “Cost Recovery” akhirnya Rp 128 trilyun lebih jatuh ke tangan asing. Mendingan uang itu untuk rakyat Indonesia yang miskin.

    http://www.mail-archive.com/ekonomi-nasional@yahoogroups.com/msg06637.html
    Kompas, Rabu, 24 Januari 2007
    Cost Recovery Digelembungkan
    Didi mengatakan praktek penggelembungan cost recovery tersebut menjadi salah
    satu penyebab tingginya biaya produksi minyak di Indonesia. “Biaya produksi
    minyak Indonesia per barrel mencapai 9 dollar AS per barrel. Bandingkan
    dengan di Malaysia yang hanya sekitar 3,7 dollar AS per barrel, atau di North Sea yang paling sulit pun juga hanya sekitar 3 dollar AS per barrel,”
    papar Didi.

    Padahal, apabila biaya produksi minyak bisa diturunkan 1 dollar AS per
    barrel, sektor migas bisa menghemat 2,5 miliar dollar AS per tahun. Diakui
    Didi, pihaknya hanya bisa menyampaikan temuan ke BP Migas. Meskipun begitu,
    ia menjanjikan akan merekomendasikan proses ke pengadilan jika terbukti ada
    penggelembungan.
    Sementara Kepala BP Migas Kardaya Warnika menilai perbandingan cost recovery
    yang dilakukan BPKP tidak sebanding. “Kalau mau membandingkan, harus apple
    to apple, produksi dengan produksi,” kata Kardaya.

    Menurutnya, biaya produksi minyak di Indonesia justru lebih murah. Biaya
    produksi di lapangan Chevron Pacific Indonesia hanya sekitar 1 dollar AS per
    barrel. (DOT)

    http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0603/24/ekonomi/2536799.htm
    Demikian hasil pengkajian peneliti LP3ES Pri Agung Rakhmanto yang dipaparkan di Jakarta, Kamis (23/3). Pada tahun 2002 cost recovery yang ditanggung pemerintah sebesar 3,418 miliar dollar AS, tahun 2003 naik menjadi 5,305 miliar dollar AS, dan tahun 2004 menjadi 5,558 miliar dollar AS. Adapun produksi minyak nasional tahun 2002 sebesar 1,252 juta barrel per hari, tahun 2003 turun menjadi 1,147 juta barrel per hari, dan tahun 2004 semakin turun dan tinggal 1,094 juta barrel per hari.

  22. pak dhe rovick… 1 barrel itu brp liter tho?

    –> RDP : Barel itu sebuah wadah yang dahulu sering dipakai untuk mewadahi minuman, namanya saja barel. Trus ada kebutuhan juga untuk mengangkut minyak yang akhirnya diberi warna berbeda, supaya ngga salah minum. Warnanya biru. Sejak saat itu untuk minyak dikenal dengan sebutan BLUE BARREL atau disingkat bbl (dengan dua huruf b). Untuk minyak 1 BBL sekitar 159 liter, lengkapnya dibawah ini :
    # Oil barrel: 42 US gallons, 158.9873 litres,[1] or 34.9723 Imperial (UK) gallons.
    # UK beer barrel: 36 UK gallons (163.7 litres).
    # US beer barrel: 31 US gallons (117.3 litres), the result of tax law definitions.
    # US non-beer liquid barrel: 31½ US gallons (119.2 litres), or half a hogshead.
    # US dry barrel: 105 dry quarts (115.6 litres).

  23. dhe…minta commentnya gempa yg di china itu dhe…kok gede tenan…

  24. Dari situ tertulis :
    Ekspor: 234,000,000 barrel/tahun
    Impor : 278,000,000 barrel/tahun
    Lah kita kan menganut PSC – Production Sharing Contract. Artinya ada share minyak yang diambil oleh kontraktor. Mudahnya kita menganut 85-15 atau ada juga yang 70-30. Dimana itu diambil dari keuntungan “bersih” sehingga actual split bisa jadi 20-80 dimana Indonesia hanya dapat keuntungan 20% dari total keuntungan karena dipotong COST. Katakanlah harga jual 100USD/barel dan cost hanya 30$/bbl, maka yang displit hanya 70% saja.
    Kalau produksinya 100 barrel, costnya setara 30 barrel, maka yang di split 70 barrel. Kalau splitnya 85-15, yang menjadi hak pemerintah adalah 59.5 Barrel saja !!! Atau sakjane kita (pemerintah) hanya terima sekitar 60% saja dari smua minyak yang diproduksi !!

    Jadi itungannya kudu direvisi tuh !

  25. pak mau tanya hitungan tentang BBM supaya tidak naik di http://infoindonesia.wordpress.com/2008/05/07/tabel-simulasi-harga-bbm-di-indonesia/

    kalo menurut mas rovicky benar tidak atau ada pakar yang lebih tau dan memahami.. tks

  26. Pak Koesoema sudah meluruskan pengertian dasar
    dari istilah-istilah yang berhubungan dengan “energi”, terima kasih pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: