Hari Bumi: Berbagi ruang dengan Gembul ! 


Yap, hari ini tanggal 22 April adalah hari bumi. Hari khusus untuk manusia berpikir tentang keberadaan dan serta kelangsungan bumi yang menjadi tempat pijakannya. Kisah hari bumi sudah banyak di beberapa web. Tahun lalu aku hanya mengingat sedikit tentang bumi, ah sorry … karena aku justru malah mengingat balas dendamnya bumi : The Revenge of the Earth.

😦 “Halllah …. Bumi bisa marah juga ya Pakdhe ?”

Biasanya orang akan sangat tertarik untuk melihat bumi sebagai makhluk hidup. Ya, menurut pandangan James Lovelock bumi ini sebagai organisme yang disebut GAIA. Tapi aku tidak akan berbicara GAIA, aku hanya ingin berbicara soal makhluk hidup lain yang juga menjadi penghuni bumi ini. Berbagi dengan sesama penghuni Bumi ini.

Bentar Mbuul !!!

gembul-2a.jpgYa, kita sebagai manusia jelas tidak bisa hidup mengabaikan kebutuhan ruang dan lingkungan yang sama dengan hewan serta binatang lain. Manusia harus mampu berbagi dengan mereka.

Kebetulan dirumah ada satu ekor kucing yang selalu menemani kami kalau sedang suntuk. Bahkan sudah terbiasa si Gembul ini nyengklak naik kursi naik meja ikutan nge-blog. Belum lagi kalau pagi suka mbangunin. Dan tidak tanggung-tanggung, naik kasur sambil teriang meong-meong dideket kuping …. haddduh !!!!

Kucing memang sering membangunkan tuannya. Tapi sayangnya kucing ini bukan time keeper yang baik. Body clock-nya kucing tidak sebagus ayam yang sering tepat waktu-waktu berkokoknya. Seringkali kucing ini membangunkan ketika masih jam 3 dini hari. Haddduh … ini kucing ngajak sholat tahajud kaleee.

😦 “Lah mbok gembul dikasi Jam wekker ta Pakdhe !”

gembul-1.jpgAh … kita harus berbagi ruang dengan binatang. Bagaimanapun, manusia tidak hanya boleh rakus dengan mengambil resources sehingga berebut antar sesama manusia. Bahkan binatangpun sudah banyak yang punah karena tergusur. Duh !

Lantas … kalau dunia ini hanya cukup buat manusia ? Gembul mesti kemana ?

Di Kuala Lumpur dekar rumah saya ada tempat penampungan binatang piaraan yang terlantar namanya SPCA – Society for the Prevention of Cruelty to Animals, kalau pingin tahu silahkan baca tulisannya Nyi Laras disini. DI SPCA ini jugalah yang menjadi tempat kostnya si Gembul kalau kami keluar kota.

Ada yang suka binatang piaraan ?

Monyet-pun perlu mandi.

Bersama sang anakSelain kucing dirumahku ini kebetulan masih banyak pohon dan hutan, sehingga masih sering ditengokin temennya Darwin seperti yang disebelah ini 🙂 … ya

Dulu ada satu monyet besar yang oleh si Sulung dipanggil Darwin. Monyet inipun sering mandi di kolam. Hm, monyet-monyet ini kalau sedang dateng dirumah bunyinya kayak geledek. Lah wong naik genteng, naik pohon. Sampai semua bak sampah harus tertutup dengan kunci. Nah kalau meu tengok kelakuan istri dan anaknya Darwin silahkan tengok sini.

Keberadaan monyet diseputar Kauala lumpur ini sudah menghawatirkan juga. Sudah banyak monyet-monyet yang berkeliaran ke perumahan. Sakjane yang salah bukan monyetnya, lah wong dulunya itu lahan miliknya. Cuman dia ngga punya sertipikat saja, makanya gampang digusur !

Duh kaciaan deh keluarga Darwin ini

Iklan

10 Tanggapan

  1. hari bumi harusnya dirayakan dengan tumpengan atau dengan kata lain selametan…smoga aja bumu bisa selamet terus….kasian udah ketuaan plus dirusak terus ama tgn2 yg gak bertanggung jawab dari penghuninya…..

    salam kenal

  2. kenapa ya bumi kita semangkin panas dan gersang. sebanarnya aku intgin hidup damai http://www.mega92.wordpress.com bersama kekasihku yang cantik

  3. harusnya hari bumi tu tiap hari. kenapa? ya karena sehari2 kita hidup di bumi, makan dari bumi, mati pun di bumi.
    Apalagi bumi kita dah rusak, jadi perlu diadain hari bumi tiap hari, biar tiap hari orang peduli akan bumi.
    im at http://www.i-know.co.cc
    thanks

  4. Hari bumi… kok diperingati cuman sehari… kan hari bumi tuh tiap hari………
    bandingkan saja periode hari dalam 1 tahun di bumi itu jumlah nya 365 hari… kan gak adil bumi ngasih kita 365 hari lo kok kita ngasih umur kebumi cuman 1 hari….
    By the way monyet yang dipajang lucu juga…. mending dipajan aja di menara petronas pak dhe sambil di buat ucapan….
    ” Biarkan kami menghirup udara Kuala Lumpur “

  5. duh, gembul lucu dan pinter banget, bisa ngeblog 😛

  6. hebat om !
    banyak artikel menuliskan soal pentingnya menyelamatkan bumi.tapi hanya segelintir yang benar2 peduli.Pemerintah tercinta ini pun setengah hati.Harus ditemukan formula yang benar2 tangguh untuk memaksa mereka peduli dengan lingkungan

  7. Salut buat Bung karena jangkauan pemikirannya bisa begitu meluas sampai ke “hak hidup” satwa.

    Tapi justru setelah membaca tulisan ini aku jadi tercenung : boro-boro berbagi ruang dengan satwa; sedangkan dengan seama kita tak sudi berbagi “ruang”. Ahmadiyah, itu bukti paling hangat :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/04/23/negara-tidak-berhak-membubarkan-ahmadiyah/

  8. bos yang mau tukeran link

  9. tabek,pak dhe..selamat hari bumi..semoga kita sebagei khalifah yg di beri mandat oleh semua makhluk Allah sadar kembali pd kodratnya sbg makhluk yg kebetulan diunggulkan..agar wahyu keratuan ini gak dicabut seblm waktunya..khususnya mereka yg mrasa dan mengaku bisa sbg pemimpin dan memimpin..kalo menurut saya orang2 ini adalah orang2 sakit jiwa yg kebetulan kemampuan intelektualitasnya diakui oleh sebagian besar masyarakat yg kebetulan juga sakit..yo wis,klop deh..

  10. Memang ada human lanscape dan biological landscape. Sekarang tinggal bagaimana keduanya saling tumpang tindih tetapi tak saling mengganggu. Monggo mampir ke postingan saya http://noonathome.wordpress.com/2008/03/11/satu-lansekap-dua-kehidupan-saling-berbagi/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: