Mekanisme tsunami akibat longsoran bawah laut


Ada rekan kita yang menanyakan tentang longsoran bawah laut yang menyebabkan tsunami, bahkan konon katanya hanya dengan gempa yang magnitudo kecilpun mampu menimbulkan longsoran yang berpotensi menimbulkan Tsunami. Berita di Antara ini memang membenarkan dan memberitakan hal itu.

😦 “Whaduuh, berpotensi tsunami meski gempa dalam magnitudo kecil ?”.

Memang benar salah satu penyebab tsunami adalah longsoran bawah laut. Dahulu saya pernah mendongeng hal ini ketika Tsunami Aceh. Tetapi mungkin masih di webBlog yang lain. OK deh didongengkan disini, ditambah dasar teori yang sebenernya pernah juga buat dongeng disini. Dahulu saya mendongeng longsoran ini ketika terjadi Tsunami Aceh. Awalnya British Marine Survey-lah yang menduga adanya longsoran yg memicu tsunami aceh, namun berikutnya diketahui yang utama bukan longsoran, tetapi dislokasi akibat patahan.

😦 “Barangkali kebanyakan didongengkan malah pada tidur dan lupa dongengan Pakdhe yang lama, ya ?”

Lereng kritis yang berpotensi longsor.

Longsor merupakan sebuah kejadian tiba-tiba (suddent process”, ceritanya mirip dengan gempa. Ada sebuah proses penumpukan potensi atau penumpukan tenaga yang apabila dipicu maka akan terjadilah.

http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/05/soc.gifSecara mudah digambarkan seperti disebelah kiri ini. Gambar kiri ini menunjukkan adanya penumpukan pasir yang akan memiliki sudut kritis. Pada mulanya pasir akan menumpuk hingga mencapai sudut lerengnya yang maksimum, dikenal dengan nama sudut kritis. Dalam ilmu geomorfologi dikenal dengan nama “angle of repose”. Setelah sudut ini tercapai, maka pena

mbahan pasir akan menyebabkan “runtuhnya” lereng.

Kalau pasir ini berupa pasir lepas, tentusaja sudutnya landai. Tetapi kalau bercampur dengan pasir halus dan lempung sebagai pengikat, maka sudut yang dibentuk bisa lebih curam.

Dalam tulisan sebelumnya disini dijelaskan adanya beberapa model sudut ini. Dibawah ini dijelaskan satu model saja ya. Lainnya lihat saja di tulisan sebelumnya disini Snow Avalanche bencana yang terjadi karena sebutir salju.

soc1.pngModel 1

Model disebelah ini menggambarkan bagaimana sebuah tumpukan kotak biru (anggap saja satu butir pasir) yang akan stabilapabila sudut kelerengannya atau gradiennya 2 atau 60 derajat. Sudut ini akan menjadi sudut kritisnya. Ketika ditambah satu tumpukan diatasnya, maka tumpukan itu akan jatuh kebawahnya, dan yang dibawah akan jatuh ke bawahnya lagi, dan seterusnya. Sampai maksimum hanya dua tumpukan disebalah ruang kosong.

Model selanjutnya klik kursor anda di sini

Nah diatas itu menunjukkan bagaimana timbulnya sudut kritis. Sekarang kita tengok peta dasar laut ya. Dibawah ini memperlihatkan peta dasar laut di sekitar Indonesia.

Tsunami yang dipicu oleh longsoran (tsunamigenic submarine landslide)

Di mailist IAGI-net saya dan Pak Awang pernah ngobrol tentang hal ini sekitar awal 2005. Tsunami ini disebut sebagai tsunamigenic submarine landslide Ada beberapa tsunamigenic submarine landslide besar yang teranalisis dengan baik. Kejadiannya pada masa lalu dan dianalisis oleh Bugge et al (1987) : “A giant three-stage submarine slide off Norway” (Geo-Marine Letters, vol 7, p. 191-198).

seafloor1.jpgSetelah terjadi mega tsunami di Aceh Desember 2004, Angkatan Laut Inggris melakukan survey pemetaan kedalaman dasar laut dan menghasilkan beberapa gambar disebelah ini. Dalam gambar disebelah ini terlihat adanya bentuk-bentuk bukit yang berada didepan ujung dari paparan.

Gambar disebelah ini sangat nyata dan jelas menunjukkan adanya sebuah longsoran bukit besar yang seolah-olah telah bergeser turun kebawah, longsor. Coba klik gambar disebelah ini untuk memperbesar. Gambar kiri bawah ini menunjukkan gundukan panjang yang longsor, dari sebuah lereng paparan menuju abissal (laut dalam).

seafloor5.jpgDengan adanya survey ini maka pada waktu itu muncul dugaan atau hipotesa, bahwa tsunami Aceh yang terjadi sangat besar akibat adanya longsoran bawah laut ini selain adanya dislokasi patahan.

Namun dugaan tsunami Aceh didominasi longsoran tidak dapat dibuktikan dengan data dating (penentuan umur). Longsoran ini diduga sudah terjadi sebelum kejadian Mega Tsunami 2004.

Secara mudah dapat dipahami bahwa sudut lereng paling kiritis di laut berada pada ujung paparan (shelf edge). Apabila lereng ini berada pada daerah jalur gempa, tentusaja sangat mudah terjadi longsor ketika ada sebuah getaran yang menganggu. Itulah sebabnya mengapa gempa dengan magnitudo kecilpun dapat memicu longsoran yang akan menyebabkan tsunami.

Prosesnya mirip dengan yang terlihat dalam proses terjadinya longsoran diatas. Yaitu ketika lereng kritis ini tergetarkan atau terganggu getaran gempa maka akan menyebabkan longsornya tebing paling curam.

Dimana pinggir paparan yang rawan longsor ini ?

indonesia

Kalau memang tebing tercuram dalam sebuah paparan itu rawan terjadi runtuh, maka perlu diketahui pinggir paparan (shelf edge) mana saja yang berpotensi menyebabkan tsunami apabila longsor. Di sebalah kiri ini gambar topografi dan batimetri laut atau peta ketinggian dan peta kedalaman laut. (klik gambarnya untuk memperbesar)

Apabila digabungkan dengan potensi peta gempa maka dapat diketahui daerah mana saja yang rawan terjadi tsunami.

Daerah yang selama ini jarang diamati terjadinya tsunami adalah Selat Makassar. Di Selat Makassar ini cukup sering terjadi tsunami yang disebabkan oleh longsoran (tsunamigenic submarine landslide).

seafloor6.jpg

Pengamatan dan pemetaan dasar laut ini dapat juga dipakai untuk mempelajari proses-proses apa saja yang terjadi dilaut dalam. Dibawah ini memperlihatkan bentuk lembah dan jurang erosi (canyon) yang mirip dengan erosi di daratan. Perhatikan bentuk lembah akibat erosi dan slide scar akibat longsoran.

25 Tanggapan

  1. menurut saya,pengertian Tsunami ini cukup jelas tetapi kurang mendetail sehingga tidak menjurus pada pengertian sesungguhnya.

  2. met kenal mas…
    wow data infografisnya lengkap sekali..
    thx ya atas infonya

  3. makasih pak dhe, banyak dongengan yang bagus…
    saya lagi blajar tentang gempa neh pak dhe.
    dah pernah nulis tentang prediksi gempa besar di pantai barat sumatra ga?kl udah di mana pak dhe,saya lagi giat blajar neh

    salam,
    http://gempadantsunami.wordpress.com/

    –> Coba baca sini Rons : https://rovicky.wordpress.com/2008/02/24/simulasi-komputer-gempa-dan-tsunami-di-padang/

  4. yaaa ampun,,astgfirllahh

    sereeem amat…wahai anak manusia sadarlah

    taubatlah sblum terlambat

  5. Njenengan pernah nuis tentang gempa dan longsoran bawah laut. Tentang kaitan antara longsoran bawah laut yang dipicu gempa dengan besaran tsunaminya, sebenarnya sudah lama hal ini dikaji misalnya oleh seismolog Jepang, Katsuyuki Abe (1981). Abe bahkan memperkenalkan besaran baru yang disebut “tsunami magnitude” (Mt), yang dirumuskan sebagai :

    Mt = log H + log X + 5,55

    dengan H = amplitude tsunami (dalam meter) dan X = jarak episentral (dalam km).

    Jika Mt memiliki nilai berdekatan dengan Mw (moment magnitude gempa), disimpulkan bahwa gempanya adalah gempa “normal”, artinya meski mungkin saja menghasilkan longsoran dasar laut tetapi tidak berkontribusi signifikan terhadap perilaku tsunami produk gempa-nya secara umum.

    Namun jika Mt > Mw, situasinya menjadi “tsunami earthquake” (TsE) dimana bekerja dua faktor sekaligus : kecepatan pematahan segmen batuan/patahan yang cukup lambat dan terjadinya pelongsoran dasar laut berskala besar. Longsoran ini memberikan kontribusi sangat signifikan terhadap perilaku tsunami, terutama amplitude-nya. Kasus TsE sangat jarang terjadi, dapat dikatakan hanya 0,1 % saja gempa tsunamigenik yang berubah menjadi TsE.

    Gempa megathrust Sumatra Andaman 2004 (26 Desember 2004), memiliki Mw 9,1 – 9,3. Sementara tsunaminya memiliki Mt menurut Abe sebesar 9,1. So keduanya berdekatan, sehingga pelongsoran dasar laut yang dihasilkannya tidaklah berkontribusi signifikan. Demikian pula dengan gempa megathrust Simeulue Nias 2005 (28 Maret 2005), yang memiliki Mw = 8,6 – 8,7 sementara tsunaminya memiliki Mt 8,5. So dalam megathrust ini juga tak ada pengaruh signifikan antara longsoran dan tsunami.

    Namun beda halnya dengan gempa kuat Samudra Hindia 2006 (17 Juli 2006) yang meletup di lepas pantai selatan Jawa Barat. Gempa ini mempunyai Mw = 7,7 sementara tsunaminya memiliki Mt = 8,9 (saya hitung sendiri berdasarkan data2 run-up vertikal tsunami di sepanjang Pangandaran – Parangtritis yang dicatat BMG dan PSBA UGM). So dalam gempa inilah patut diduga terjadi pelongsoran dasar laut yang sangat massif sehingga merubah tsunaminya secara signifikan. Jika dalam gempa terakhir ini tidak terjadi longsoran massif -percaya atau tidak- vertical run-upnya disepanjang pantai Cilacap – Parangtritis hanya berkisar 0,2 – 0,3 m.

  6. saya mendapat tugas untuk meneliti tentang tsunami

  7. wah, ati2 tuh.. dasar laut tu gag kliatan secara jelas n susah diteliti scara langsung… soalnya ketutup sama air. padahal langit tu sgt luas n byk t4 d dasar laut yang berpotensi jadi longsor raksasa…

  8. Pakdhe saya dari kota rawan gempa. Pakdhe punya gak presentasi tentang gempa dan tsunami


    –> ya ada, mau untuk apa ? Ada versi ilmiah ada versi nyantai ndongeng 🙂

  9. om mau tanya apakah tsunami itu juga salah satu indikasi datangnya global warming juga? kok saya berpikir itu ada pengaruhnya ya? btw thx ceritanya… ^-^


    –> sechara yang saya tahu sih ngga ada hubungan langsung antara tsinami dan global warming. Tsunami kejadiannya sangat mendadak, triggernya dalam orde kurang dari semenit. Sedangkan global warming itu sebuah proses yang bejalan lebih pelaaaaan. Global warming juga tidak memicu tsunami. Tetapi kalau kejadiannya berjalan bersama-sama itu memang bikin syeyeeemmm 🙂

  10. saya baca di koran le monde, saya lupa tanggalnya,bulan maret yang lewat. hasil penelitian seismolog amerika sama perancis,diprediksi tentang kemungkinan tsunami di pesisir pantai padang yang kira2 gak jauh beda dari stunami aceh. bahkan dalam artikel itu disertakan juga gambar peta dengan pusat2 gempanya, mohon penjelasannya dong mas?

  11. mas pengamat infografis ya? saya tahu dari blog koran tempo.

    salam kenal

  12. salam kenal pak rovi, kunjungi primantoro.web.id ya

  13. jogja gimana ya, bakalan kena tsunami or gempa algi gak ya

  14. apakah tsunami akan menyinggahi indonesia lagi ?semoga saja tidak
    getmobilegame

  15. Halo om… Salam kenal. Wah semua tentang lingkungan dan pertambangan ya… Kepp the good work bro.

  16. Mo Nanya nih K’lo ada Gempa di laut sementara kite ada di pantai Untuk Ngindarin Tsunami Mending Kelaut aje atao Ke Daratan yang lebih tinggi
    Thanks

  17. terima kasih Pak, sudah didongengin soal longsor pemicu tsunami di sini

  18. Semoga saja bencana yang melanda di Indonesia, perlahan-lahan berkurang dan masyarakat lebih mendekatkan diri ma yang DiAtas. Salam.

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/lingkungan/mekanisme_tsunami_akibat_longsoran_bawah_laut/

  19. emang gunung bawah laut itu ada toooww???
    dari mana asal mulanya ada gunung di bawah laut???
    dan dari mana asal mulanya ada segitiga bermuda…????

  20. la haula wala kuata illa billah,
    Semua orang yang tinggal di daerah bencana seharusnya mendapat pencerahan, karena kita sering berpatokan pada pendapat para “AHLI” sehingga informasi benar-benar tersampaikan ke masyarakat dengan pas. salam.

  21. memang jika Tuhan mengijinkan siapapun tak kan mampu menghindarinya

    komunitas blogger indonesia http://www.id-blogger.com

  22. Longsoran dari darat pun dapat menimbulkan tsunami, katakanlah gunung berapi yang berada tepat di pinggir pantai semisal gunung krakatau, bilamana terjadi longsoran yang material longsorannya langsung jatuh kelaut dengan jumlah material yang cukup besar bisa menimbulkan tsunami bahkan bisa terjadi yang namanya mega tsunami

  23. itu situs masih hidup ya …..

  24. jika berkenan kunjungi
    http://ihateindon.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: