Hardi Prasetyo : Mud Volkano di sepanjang Laut Banda


hardiprasetyo.jpg

Pak Hardi Prasetyo yang kebetulan sedang kedapuk menjadi Waka BPLS menjawab beberapa komentar di blog ini sebelumnya. Beliau yang mengaku berlatar belakang pendidikan ilmu Geologi, beliau menambahkan juga bahwa yang dipikirkan adalah bagaimana kita melihat fenomena Lusi dari data dan informasi yang tersedia.

😦 “Wah asyik nih. Pakdhe sibuk dengan Pertamina, eh Pak Hardi masih bersedia menjawab soal Lusi” 

Bagi yang menginginkan skripsi tentang Lusi alamat BPLS dapat dihubungi dibagian bawah tulisan ini.

Pak Hardi Prasetyo juga mendongeng panjang tentang fenomena Mud Volcano disepanjang Banda dibawah ini :

Saya mencoba membandingkan Lusi dengan ‘mud diapirism dan mud volcanism‘ baik yang pernah saya kenal saat melakukan survei baik di forarc zona transisi Sumba-Timor, khususnya di busur belakang (Flores Thrust Zone) dan makin mendekati di Bali Lombok Basin (pojok tenggara Sunda Shield Margin).

😦 “Nah ini dia tugas Pakdhe menjelaskan. Pakdhe, apa itu Forearc ?”

forearc.gif

😀 “Ya wis iki thole penjelasan a itu forearc.”

Disebalah kiri ini sebuah gambaran ideal Volcanic Arc System, atau sistem busur gunung api yang berhubungan dengan penunjaman. Sumber gambar diambil dari USGS. Untuk profil potongan dari kiri ke kanan seperti potongan di laut banda utara selatan. Hanya saja di Backarc di Banda tidak dijumpai spreading center atau pemekaran samodra.

Saya juga ingin menganalogikan suatu kontroversi pembentukan Gunung Api yang berada 400 km di atas benioff zone, yang sebelumnya banyak ditafsirkan sebagai hasil subduksi Banda Arc. Setelah kita melaksanakan Deep Seismic Reflection Profiles (profile rekaman seismik dalam hingga menembus kerak bumi), menembus 25 s two way travel time, (kira-kira 30 kilometer) hingga menembus Moho, diambil dari Laut Banda Selatan ke Tepian Benua Ausralia di sebelah barat Palung Timor, maka menjadi sangat jelas bahwa Gunung Api terbentuk sebagai ‘leacky transform‘. Sesar transfrom dapat diamati dengan teknologi pencitraan dasar laut menyamping GLORIA (Swath 50 km) dan SEA MARC II (swath 10 km), membentuk sutu deretan seamount (gundukan ditengah laut) arah timurlaut-baratdaya. Jadi data baru dengan konsep baru memecahkan kontroversi.

Demikian pula dengan kombinasi teknologi multichannel dan high resolution water gun seismic reflection profile, Citra SeaMarc II, percontohan sedimen ‘pison cores‘ saya dan kelompok ahli kebumian dari USA mendapatkan Diapirism dan Mud Volcano antara lain:

1) di P Timor dan sekitar Aru

2) bagian depan deformasi sedimen tepian benua Australia di barat komplek Akrasi tumbukan kontinen dan busur di pojok Timur Parit Sunda

3) Savu Backthrust yang merupakan amalgamasi antara terrain Sumba (uplift continental slivers) dengan terrain Savu (komplek akrasi tepian benua Australia),

4) Flores Thrust Belt yan berhasil kita citra dengan rinci menggunakan teknologi SeaMARC II, merupakan tahap awal Arc Reversal Polarity,

5) Bagian deformasi Bali-Lombok sub-basin yang dipengaruhi propagasi pemendekan ke arah barat dari Flores Thrust, dengan evolusi tektotik rezim ekstensi Paleogen, inversi pada Miosen, dan terakhir zona kompresif akibat tumbukan Australia-Busur Banda (Saya presentasikan di konvensi IPA),

6) saat pertama memimpin ekspedisi dengan KR Baruna Jaya III di cekungan Bali-Makassar Selatan, saya menemukan indikasi zona perlipatan dan mud diapirsm yang saya sebut saat itu ‘Bali Forld’ ,

7) Semburan Lusi dengan tektonik setting bagian timur Jawa Sea Basin, sangat dipengaruhi evolusi tektonik di ‘southern Sunda Shield Margin‘ yang saat ini menempait modern ‘backarc‘. Catatan dari Banda ke eastern Jawa Sea Basin’ Cekungan busur belakang modern menunjukkan bukti-bukti didominasi tektonik yang transpresif-kompresif. Namun, keberadaan Lusi (backarc) yang sangat dekat dengan busur gunung api (Pananggunangan, Arjuna) sehingga sangat rasional bila beberapa ahli menafsirkan sumber panas yang demikian tinggi menginduksi Lusi baik langsung atau tidak dipengeruhi oleh ‘magma‘ baik aktif maupun yang dalam proses pendinginan.

😦 “Pakdhe, sepertinya pemunculan gunung api disepanjang busur gunung api ini memang sering dijumpai ya ? Tapi apa ya tiba-tiba muncul mak-crut otomatis apa disundut dulu trus baru bisa crut ?”.
😀 ” Hust, itu domainnya saintist thole. Sains itu sendiri tidak statis. Selalu akan berubah dengan data baru dan teori baru. Tetapi yang lebih penting kan bagaimana membantu korban semburan ini”.

Saya juga sudah berhasil mendapatkan dokumen Tesis S2 dan S3 yang menggunakan penampang seismik refleksi untuk memecahkan takbir ‘mud diapirsm dan mud volcanism‘.

Saat ini dua paper ilmiah tentang Lusi yang mencerminkan paradok atau kontroversi teradap penyebab (causing) dan pemicu (triggering) Lusi adalah Davies dkk. (Feb. 2007) dan Mazini dkk (Juli 2007). Secara obyektif menjadi tantangan bagi seluruh geoscientist Indonesia untuk secra formal dapat mengkontribusikan suatau karya yang benar-benar berbasis ‘kebenaran akademik‘, hal ini sebagaimana diharapkan oleh Adang Bachtiar, yang melihat kok rasaya ada yang digalaukan atau dikhawatirkan dalam mengeluarkan pendapat?

Catatan terakhir, karena saya kebetulan telah terlibat lama dengan MAPIN (Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia), maka sejak ditugaskan terlibat di LUSI, saya mengembangakan Monev Lusi secara periodik dan bulanan, dengan memanfaatkan dan mendayagunakan citra satelit resolusi tiggi (5m) yang bersifat public domain antara lain:

  1. citra bulanan SPOT-5 dan Formosat-2,
  2. citra bulanan resolusi 5 m IKONOS_CRISP,
  3. kemampuan overlay dan 2,5D di Goggle Earth. Citra satelit tersebut diintegrasikan dengan ‘image coordinate registration dengan Map Info juga dapat diinsert ‘citra full screen and resolution’ dengan fungsi add image di ‘Google Earth’.

Hal-hal di atas saya ingin menggambarkan sebenarnya tersedia informasi disamping ‘murah dan meriah juga cukup bernilai’ yang telah tersedia antara lain di dunia maya untuk kita memulai.

Ke inginan untuk melihat batuan cuttingpemboran BJP-1 anggap saja sebagai suatu harapan dan impian indah, mudah-mudahan dapat menjadi realitas. Komitmen pak Eddy untuk MULAI MEMBUKA BLACK BOX DATA PEMBORAN telah dikumandangkan secara formal tanggal 28 Februari, bisa anda tagih, saya hanya jadi saksi … Enak Ya. 🙂

😦 “Pakdhe “cutting” itu potongan apaan sih ?”
😀 “Cutting itu sering disebut juga tahi-bor atau serbuk-serbuk potongan batuan yang digerus oleh matabor ketika melakukan pengeboran. Data cutting ini akan menunjukkan batuan apa yang sedang ditembus oleh matabor ketika proses pengeboran sedang berlangsung”

Demikian, salam hormat saya kepada Prof. Dr. Ir. Bambang Pratisto, sama-sama alumnus Karang Sambung. Saya juga punya harapan pada Tanggal 8 April 2008 bertepatan dengan Ultah BPLS bisa mengkontribusikan sesuatu yang bermakna.
Mudah-mudahan tugas akademik dapat segera dilaksanakan dan Sukses.

Hardi Prasetyo
Catatan: ini tulisan cepat, belum diedit (lebih merupakan quick respons) melakukan dalam keinginan pembaca melakukan ‘penelitian’

Catatan Redaksi ... hallah kok kayak media saja,
Bagi mahasiswa/i yang menginginkan melakukan penelitian S2 dan atau S3 tentang Lusi baik proses terjadinya, penanggulangannya dan selukbeluk dampak lainnya dapat menghubungi alamat BPLS dibawah ini :

Alamat kantor BAPEL BPLS :
Jalan Gayung Kebonsari 50 Surabaya 60235
phone : 031-8285746
fax 031-8290997
email dialamatkan ke Pak Sofyan (geologist di BPLS) dapat dimintakan setelah menelpon untuk menghindari pengiriman spam email yang menganggu.

Satu hal yang terpenting adalah, jangan menambah beban kepada BPLS dengan meminta data ini itu dan sebagainya. Juga saya mengharapkan hasil penelitian anda mengisi rak-rak perpustakaan yang ada di BPLS sebagai kajian khusus Semburan Lusi. Siapa tahu nanti kita akan membangun sebuah gedung museum sebagai pusat pembelajaran semburan lumpur pertama di dunia !.

Iklan

6 Tanggapan

  1. saya sangat tertarik dan saya menginginkan skripsi ini

  2. saya sanggup menghentikan semburan lumpur lapindo. saya hanya butuh waktu 90hari dan saya minta untuk diberi surat mandat (SPK) langsung.hubungi 031-83432183

  3. Ass, Pak Hardi, saya Irawan Mahasiswa Magister Teknik Geologi UPN YK,karena background S1 saya teknik perminyakan saya ingin menanyakan kepada pak Hardi. Apakah Over pressure yang terjadi pada kasus LUSI ini sudah ada yang membuat analisa pressure kuantitatif dengan menggunakan data pada saat pengeboran baik di sumur banjar panji tsb ataupun dengan menggunakan data pengeboran dari sumur-sumur disekitarnya, karena saya ingin menulis thesis saya tentang identifikasi kuantitatif over pressure pada Cekungan jawatimur terkait dengan LUSI. dan kira2 dimana saya bisa mendapatkan data2 yang terkait dengan pengeboran sumur2 disekitar LUSI,terimakasi sebelumnya pak

  4. Hallo:

    Saya orang Sepanyol yang tingal sudah lama di Indonesia, dan saya coba hubungi Sama Pak Hardy Prasetyo untuk membantu soal Lusi. Bapak saya yang ahli Geologi dan berpengalaman selama 30 tahun di timbang terbesar di eropa kirai bisa membantu untuk menyelaisaikan permasalahaan ini… Siapa tahu, mungking pikirannya bisa membantu masalah yang ini…

    Kalau ada yang membaca ini dan bisa hubungi Pak Hardy atau kasih tahu saya alamatnya, tolong melakukan…

    Aku bisa dihubungi di tradesolutionsADgmail.com Tolong ganti “AD” dengan @ untuk dapat alamat saya; saya ganti biar tidak dapat spam…

    Terima kasih…

  5. BENANG MERAH MUD DIAPIRSM DI FLORES BACKARC THRUST ZONE

    Keberadaan Cekungan Flores dengan kedalaman maksimum mendekati 5m, menyerupai parit dalam (deep trench), berkembang di busur belakang saat itu menjadi kontroversi. Bagaimana wujud zona sesar naik busur belakang sebenarnya, yang sebelumnya hanya diketahui dari metoda geofisika seismik refleksi, gaya berat, dan kegempaan (disertai tsunami).
    Langkah terobosan untuk mengetahui anatomi sebelum melangkah ke penyebab (causing) dan pemicu (trigerring) dari fenomena tahap awal pembalikan busur (inital stage arc reversal polarity) adalah mendapatkan data yang aktual dan rinci (high resolution). Saat itu untuk pertama kalinya di Indonesia diterapkan sistem pemetaan menyamping sistem SEAMARC II (swath 10 km), sehingga dihasilkan suatu mozaic citra dasar laut (persis seperti citra landsat atau spot dari ruang angkasa), otomatis digital batimetri (interval 10 m), dibarengi dengan teknologi penampang seismik refleksi beresolusi tingggi menggunakan sumber energi water gun. Saya sebagai peneliti yunior, sangat bahagia bisa terlibat langsung dalam ekspedisi Flores-Banda Basin yang penuh dengan kontroversi fenomena geologinya (syukur satu per satu dapat di pecahkan).
    Citra satelit dan seismik refleksi juga mengindikasikan fenomena ‘mud diapirsm’ yang selanjutnya saya korelasikan ke barat ‘Bali Fold’ (paper di IPA).
    Kapan-kapan akan ditampilkan seperti apa mozaik citra SeaMARC II yang dapat mengungkapkan Flores Backarc Thrust Zone di mana ia (shortening – compressive tectonics) berpropagasi ke barat ke Laut Bali-Madura ….Jawa Timur?

    Multibeam study of the Flores backarc thrust belt, Indonesia
    Authors: Silver, Eli A.; Breen, Nancy A.; Prasetyo, Hardi; Hussong, Donald M.

    Publication: Journal of Geophysical Research, Volume 91, Issue B3, p. 3489-3500 (JGR Homepage)

    Sari

    Menggunakan bantuan sistem Pemetaan Sea MARC II (SeaMARC II seafloor mapping) bersamaan dengan penampang seismik refleksi, telah dapat dipetakan suatu segmen zona sesar naik busur belakang Flores (Flores back arc thrust zone). Merupakan suatu struktur yang tidak beraturan sepanjang bagian depan deformasi (deformation front) dari zona sesarnaik (thrust zone), yang dihasilkan oleh adanya perubahan stratigrafi dan struktur batuan dasar (basement structure) dari lempeng bawah (lower plate).

    Sesar-sesar berarah timurlaut memotong lereng luar (outer slope) dari Cekungan Flores dengan mudah dapat dipetakan karena ia memotong secara condong pola aliran yang rapat. Dapir lumpur (mud diapirs), yang dapat diindikasikan kemungkinan mencirikan adanya pengangkatan fluida bertekanan, yang telah dibentuk di dalam pembajian akrasi (accretionary wedge). Namun tampaknya terkonsentrasi pada bagian akhir dari sesar-sesar naik (sebagaimana dihasilkan oleh gempa-gempa bumi sesar naik busur belakang).

    Keseluruan orientasi dari depan deformasi pembajian akrasi 100o, memberikan dugaan bahwa arah pergerakan utara-utara-timur dari gerakan sesar naik (thrust motion). Arah tersebut mendukung alternatif unggulan bahwa asal mula (origin) zona sesar naik disebabkan oleh fenomena tumbukan dari busur dengan Australia (Arc Australian continental collision). Sedangkan alternatif lainnya yang kurang prioritas adalah mekanisme daya makmatik (magmatic force), lengseran gayaberat (gravitational sliding) atau pemekaran (spreading). Orientasi dari patahan-pathan dan lipatan-lipatan yang mendekati busur tidak konsisten dengan arah dari bagian depan sesar naik (frontal thrust), namun, dan perbedaan kemungkinan disebabkan oleh perbedaan orientasi atau berikutnya rotasi dari ciri-ciri struktur saat pembajian akrasi tumbuh.

    Note:
    Kontribusi ini sebagai bagian memperingati 1 Tahun (8 April 2007) kiprah Badan Pelaksana, BPLS, antara lain dirayakan pada dunia maya, mudahan-mudahan suatu saat dapat saya sajikan di suatu forum akademik (ITS, Unbra dll?), sekali lagi mudah-mudahan bermanfaat.

  6. Mulai saat ini akan saya tempatkan sari-sari makalah terkait (mudah-mudahan bermanfaat)

    Catatan: Fenomena Gunung Api di Laut Banda, ditafsirkan dihasilkan dari mekanisme ‘leacky transform’, Deep Seicmic Profiles (25 second twt) saat itu sangat langka dan baru pertama kali diterapkan di Asia Tenggara. Saya beruntung terlibat langsung dalam proses perencanaan, ikut dalam ekspedisi, dan memanfaatkan data baru dan mengembangkan pemikiran baru (saya sajikan pada Poster Session IPA).

    Geophysical evidence for local indentor tectonics in the Banda arc east of Timor

    David B. Snyder1, John Milsom2 & Hardi Prasetyo3

    Two deep seismic reflection profiles and gravity measurements collected across the Banda arc east of Timor help to characterize crustal and uppermost mantle structures in the region where arc-continent collision is thought to be furthest advanced. Reflectors beneath the Sahul Platform of the Australian shelf indicate geometries consistent with older extensional rift structures overprinted by more recent horizontal shortening.
    To the north, the negative Bouguer gravity feature associated with the southern parts of the accretionary complex is unusually broad and deep. Post-collisional sediments are thin where this feature is crossed by the seismic lines, implying that older sediments or the crust are anomalously thick. Still further north, the forearc basin is notably narrow near eastern Timor and contains few sediments, most undeformed.
    The backarc region to the north is remarkable for the presence of a N-S trending line of seamounts culminating in an active volcano, Gunung Api, which is situated 400 km above the Wadati-Benioff zone. Reflection profiles across and along the seamount chain indicate underplating at Moho depths and a fault which appears to have acted as a conduit for basalt eruptions at the surface.
    Collectively, these observations imply anomalously thick and bouyant crust beneath the Banda arc east of Timor, and suggest two possible causes. Either a local promontory in the irregular boundary of the Australian craton was underthrust beneath the volcanic arc and forearc to 50–70 km depths or a Palaeozoic basin similar to the nearby Bonaparte Basin was underthrust and its former crustal structure inverted and thickened to form the buoyant crust. The new seismic reflection data help to locate the anomalously thick crust implied by gravity anomalies by defining the leaky fracture zone containing Gunung Api. It is inferred that the fracture propagates ahead of the indenting wedge of underthrust, thickened Australian crust.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: