Heboh minyak di Aceh – Mercon Gong Xi Fa Chai dari BPPT


monyet.jpgBerita di koran tentang diketemukannya minyak buesar di Aceh oleh BPPT sangat menghebohkan. Lah wong pagi-pagi bosku dikantor langsung tanya,”Emangnya kamu ngga denger berita ini ?Gandrik !!! … “Tugasku kan salah satunya memonitor aktifitas eksplorasi di Asia Tenggara tentusaja malu donk kalau kecolongan berita heboh seperti ini, kan ?”

Howgh akhirnya kutemukan berita aslinya di Jakarta Post :

” The statement said the maximum of the reserve could reach 320 billion barrels. As a comparison, the proven reserve of Saudi Arabia is around 264 billion barrels, the largest in the world, while the Banyu Urip block in Cepu, Central Java, contains around 450 million barrels. “

Mercon Gong Xi Fa Chai

Reaksi pertamaku karena mendengar letusan Mercon Gong Xi Fa Chai BPPT ini salah satunya adalah melakukan “reality chek“. Lah iya ta, saya sekarang ini termasuk orang pemimpi yang selalu terkendala dengan realitas yang mungkin karena sudah termakan usia. Kalau masih muda tentunya aku akan menjadi pemimpi ulung, tetapi ketika usia sudah kepala empat begini, realitas menjadi sebuah tolok ukur. Bagi yang masih muda … jangan ikuti kata saya soal realitas ini !

😦 “Looh Pakdhe, bukannya mimpi itu harus direalisasikan”
😀 “Betul thole, tetapi ketika sedang mimpi, janganlah dibatasi dengan kendala apapun jua. Nanti kalau sudah bangun barulah kau coba merealisasikannya”

Mercon Gong Xi Fa Chai yang mengagetkan ini justru membangunkan aku dari keenakan tidur selama looong whik en kemarin. dan aku pun terbangun !

Pikiran buruk alias suudzon-pun juga muncul. Selain mungkin karena curiga adanya kesalahan penggunaan asumsi size trap (ukuran jebakan) dalam karbonat (gambar sederhana dibawah sana), yang saya khawatirkan adalah belum ada reality check dalam hal penyampaian “angka” oleh BPPT. Disamping itu juga adanya kecurigaan kesalahan persepsi antara discovered HC dan undiscovered (speculative) dalam memahami natural resources. Nah, itu pikiran minusku gara-gara malu kalah duluan sama bos soal berita heboh 😦

Tapi harus ada yang bagus dalam setiap kejadian, paling tidak ada bahan dan modal dasar untuk blajar … Ya wis lah mulai aja blajar lagi !

Reality chek !

Tanpa data real (raw data)) dari BPPT tersebut saya juga tidak mungkin melakukan reality chek. Kecuali ada yang mau berbagi info tentang hal ini. Akhirnya ngalah, kembali dilihat secara teoritis saja lah …

Paling tidak ada dua hal yang menjadi unsur penting ketika sebuah cekungan sedimen ini untuk mampu menghasilkan kuantitas minyak sebesar itu (100 Milyard Barrel) yang di klaim menjadi potensi migas di daerah survey yang masih rahasia ini.

1. Source (charging). Kemampuan menghasilkan migas sebuah cekungan.

Apakah ada source rock (batuan induk) yang mampu menggenerate HC sebanyak itu ? Seberapa besar volume dari source kitchennya, seberapa bagus expulsion efisiensi dalam men-generate HC.

Geologist eksplorasi itu mestinya tahu dan bisa “menghitung” (tepatnya memperkirakan) jumlah migas yang dapat dihasilkan dari sebuah cekungan, atau boleh disebut saja dapur minyak. Secara teori organik dalam pembentukan migas, menyatakan bahwa batuan yang mengandung carbon akan mampu menghasilkan minyak ketika teredapkan dan terkubur. Karena terkubur semakin dalam menjadikannya semakin panas, maka akan ada proses “pematangan” (maturation) dari batuan induk (source rock) ini. Namun tentusaja tidak semua carbon akan dapat “dimasak“, dalam dapur cekungan ini.

Jadi dari sini kita belajar, bahwa minyak dan gas merupakan hasil proses “pematangan” dari batuan yang mengandung carbon. Tentusaja efisiensi proses pemasakannya akan ada batasannya.

Menggoreng Tempe

cekungan-minyak.jpgContoh analoginya dengan tempe mengatakan : Tidak mungkin semua tempe yang digoreng akan mateng dan sama enaknya. Ada yang tempe yang gosong kalau digoreng, ada yang setengah mateng, ada pula yang setengah mentah. Karena tempe ini digoreng dalam satu wajan yang sama dalam waktu yang sama !

😦 “Apalagi kalau telat nggoreng ya Pakdhe, mosok tempe bosok digoreng ?”
😀 “Tepat sekali thole. Waktu menggorengnyapun harus pas !”

Disebalah kanan atas ini sebuah contoh penampang sederhana, bagaimana minyak itu berasal dari sumber (source rock– S). Kemudian termatangkan, dan mengalir masuk ke sebuah jebakan. Tentusaja anda bisa melihat bahwa sumber (S) ini terbatas oleh besar kecilnya cekungan. Selain itu jumlah carbon yang ada tidak selalu mencukupi untuk dimask dalam batuan sedimen. Hanya batuan-batuan tertentu yang mengandung carbon yang cukup.

Setelah batuan ini masak, maka akan mengalir keatas untuk kemudian masuk kedalam jebakan (trap). Jebakan ini berada pada batuan Reservoir (R). Yang seringkali berupa batu pasir, ataupun batugamping yang berpori. Yang di Aceh itu reservoirnya batugamping terumbu (carbonate reef)

😦 “Pakdhe jebakannya itu boleh dianalogikan dengan meja makan ya ?”
😀 “Boleh saja Thole. Lah trus pori-porinya opo ?”
😦 “Ya anggap saja, piringnya ya Pakdhe … kalau piringnya gede-gede brarti muat banyak, gitu kan pakdhe ?”

Tentusaja harus ada penutup atau tudung yang disebut Cap rock [C] atau Top seal. Tanpa adanya penutup ini tentusaja minyak akan terus bergerak keatas. Kenapa minyak bergerak ke atas? Ya, minyak akan cenderung naik keatas, karena minyak juga gas bumi memiliki berat jenis lebih kecil dari air, maka minyak dan gas akan selalu keatas. Pada waktu terbentunya batuan ini kan di air, jadi isi pori-pori ini awalnya tentusaja air. Apabila penutup tudung atasnya ini bocor, maka akan muncul rembesan minyak atau gas dipermukaan. Perlu diketahui, rembesan ini dahulu dipakai sebagai petunjuk ada tidaknya minyak dibawah tanah.

😦 “Kalau piringnya ngga ditutup, tempe-nya digondol si Gembul, Pakdhe ?”

Timing is eveything ! Keseluruhan proses ini (pengendapan, pematangan, pemerangkapan) mestinya dalam satu periode waktu yang pas tentusaja. Kalau telat menggoreng tempe jadi busuk ga bisa jadi tempe goreng. Kalau telat menangkap maka jebakannya hanya berupa piring berisi air. Kalau telat ngambil juga, wadduh keduluan si Gembul ! Tetapi kalau belum jadi tempe kok sudah keburu digoreng maka akan jadi kedele goreng ! 😛

Jadi untuk bisa terbentuk migas dalam sebuah cekungan itu memerlukan beberapa syarat, salah satunya yang diatas itu. Akhirnya setelah dilakukan eksplorasi di beberapa cekungan di Indonesia ini, diketahui juga bahwa tidak semua cekungan akan menghasilkan migas, tentusaja.

2. Container capacity- Daya tampung tangki

jebakan-karbonat.jpgBatuan reservoir (R) ini tidak selalu batu pasir, batuan apapun yang memiliki porositas akan selalu mampu menjadi reservoir. Kalau kata Thole, tidak semua piring itu akan diisi oleh tempe. Bisa saja isinya krupuk, atau malah piring berisi tulang-tulang sisa. Demikian juga batuan sarang ini bisa saja terisi oleh CO, contohnya migas di Natuna D-alpha yg bikin geger itu. Cadangannya besar sekitar 225 TCF (225.000.000.000.000) kaki kubik… Tetaaapi sekitar 72% -nya berupa gas CO2 … Walopun begitu, sisanya yang gas hydrokarbon (methan s/d pentahn) . Ya masih lumayan ada sekitar 60-an TCF … Bayangkan saja sebagai pembanding cadangan (reserves ) lapangan Gas Arun di Aceh saja cuman sekitar 16 TCF.
Dalam hal issue Aceh ini, yang diperkirakan menjadi batuan reservoirnya adalah batugamping terumbu. Ya terumbu karang yang terbentuk ini kalau terkubur bisa menjadi sebuah wadah, sebagai tanki yang mengandung minyak.

Konon menurut hikayat dari BPPT diperkirakan akan ada 100 milayar barrel. Pertanyaan yang berkecamuk dikepala botakku ini tentunya ada beberapa. Salah satunya, apakah ada tanki atau kontener yang mampu menampungnya ? berapa porositasnya, bagaimana kemampuan tudung penutupnya (Seal capacity) dalam menahan kolom HC dibawahnya karena faktor bouyancy … dalam hal ini termasuk rentention yaitu seberapa kuat menahan dalam waktu tertentu. (btw, setahuku jarang (tidak ada) reef build-up yang terisi “full to spill” atau penuh seperti gambar kedua diatas. Pikiran minus kembali berkecamuk …. jangan-jangan yang dihitung hanya ukuran dari kontainernya saja.

Sebagai gambaran diatas ini menggambarkan bagaimana tubuh batuan karbonat terumbu (carbonate reef) dapat menjadi kontainer yang terisi oleh migas. Seringkali hanya pentil-pentil kecil di ujung tubuh reef (terumbu) yang akan terisi oleh migas. Selain karena jumlah yang dihasilkan oleh dapur memang tidak banyak. Juga biasanya porositas yang bagus hanya bagian-bagian kecil ini saja.

Tetapi yang paling sering justru terisi oleh air seperti yang paling bawah. naaah kalau yang paling bawah ini mestinya mengingatkan isi air dari terumbu karang yang terpendam dibawah Sidoarjo. Lusi !! Coba tengok disini : Detak Kelahiran Lusi

3 …Yang ketiga ...wah banyak lagi nanti segini dulu saja, ya 🙂

ANALOGI

Diteruskan saja soal bagaimana cara melakukan reality chek ini. Salah satu cara utk “reality check” adalah mencari analogi, adakah analoginya di lokal Indonesia (atau mungkin region Asia). Kalau belum menemukan analogi tetapi masih mau mencoba lagi, bisa saja mencari analogi secara global, adakah analoginya “somewhere on earth“?. Cadangan terbesar atau mungkin bisa mewakili cekungan terbesar di dunia yang menghasilkan migas ada di Saudi dimana jumlah yang sudah diketemukan sebesar 260 Milyar Barrel.

cekungan-indonesia-doust-2008.jpgKebetulan pagi ini aku browse journal-journal terbaru, dan ketemu tabel daftar jumlah minyak di cekungan migas yang sudah terbukti Indonesia disebelah ini (Doust, February 2008) . Tentunya angka bilyun Barrel di Aceh versi BPPPT akan sangat anomali di skala regional Indonesia. Silahkan di klik saja untuk memperbesar.

indonesia-basin-2008.jpgCekungan-cekungan sedimen itu tergambar dalam gambar disebelah kiri ini. Masih dari sumber yang sama.

Source Marine and Petroleum Geology Volume 25, Issue 2, February 2008, Pages 103-129

😦 “Wah Pakdhe itu pagi-pagi sudah mbaca Journal ilmiah ya ?”
😀 “Itulah thole ikuti kataku Jangan Baca Koran di Pagi Hari

MIMPI

dream.gifWis ah mendingan mimpi lagi saja dulu, siapa tahu emang Aceh memang menjadi anomali di dunia setelah Arab Saudi. 😛

Mari bermimpi bareng-bareng ! Lupakan sejenak “reality check” kita coba “out of the box“.

Kalau masih akan mencoba improvisasi “out of the box“, sechara tidak adanya analogi, boleh saja dilakukan. Walaupun harus disadari kita akan tetep berhadapan dengan realitas …. harus dalam koridor “BOX” yang lain. ‘Box‘nya bisa saja “local analogue”, bisa saja dalam box “global analogue“. Kalau masih kurang dalam “fundamental physics”. artinya apakah spekulasi kita masih akan diakui dalam ilmu fisika ? Misalnya, apakah source rock yang diperkirakan ada itu akan mampu 50% efficient menghasilkan HC ?

Halllah kok mbalah jadi paradoxial dewe, mimpi kok terbentur realitas 😦
Barangkali Aku sudah ngga mampu lagi ngimpi soal yang satu ini … Ya sudah yang muda saja yang mimpi lah !

😦 “Pakdhe, jadi aku yang masih muda ini tidur lagi aja ya ?” 😛

Yang ingin saya sampaikan adalah … penyampaian “angka” (walaupun spekulatif) itu mestinya selalu dalam sebuah koridor ilmiah, apalagi BPPT !. Dan saya yakin mereka sudah melakukannya dengan baik. Tentusaja, menyampaikan angka sebesar itu walaupun ingin out of the box, tetap harus dalam box hukum-hukum ilmu dasar fisika dan kimia. Kecuali memang mau menemukan sesuatu yang memang ruarrr biasa !

Salam mimpi

Proses terjadinya (pembentukan) minyak bumi bisa dibaca disini :

Proses pembentukan minyak bumi

Iklan

53 Tanggapan

  1. apa salahnya menanggapi semua yg positif (walaupun baru isu) dengan bersyukur.dan biarkan atau tolong mereka yang sedang meneliti untuk negri ini.semoga gembulnya diet dan mikirin anak cucu dan bangsa ini.amin..

  2. […] adastimulus yang mendasarinya. Mumpung ada gempa belajar tentang bencana, trus mumpung ada issue migas sahohah di Aceh ya belajar soal minyak. Begitchu, […]

  3. Pakdhe…..sekedar mau berbagi info ajah….penelitian yg dilakukan oleh BPPT ini pada awalnya untuk meneliti masalah kegempaan di west coastal Sumatra dari Nias sampai pulau simelue yang terdiri dari 2 proyek pelayaran seismik 2D…program penelitian berupa projek seismik 2D (pelayaran pertama)dengan beberapa ahli dari Jerman, Jepang dan amerika (Basic mereka bukanlah petroleum geologist tapi pada umumnya ahli geofisika, ahli kegempaan, dan ahli marine geologi….asal muasal kabar ttg adanya cadangan Gas yg besar dsanan didasari dari 1 line seismic diantara Nias-Simelue (line NE-SW), pada line tersebut ditemukan adanya bright spot di penampang seismik 2D nya…..Nah loh….tanpa kroscek yang mendetail mereka membuat kisaran bulk volumenya dan di sebarkan ke media….hehehe..
    Saya pribadi ikut serta pada pada pelayaran yang kedua sekitar bulan mei 2008 (Saya menggantikan Pak Subagyo P sebagai perwakilan dari jurusan Geologi UGM karena tidak ada yang mau ikut program pelayaran tersebut) saat itu saya masih asisten di lab Paleontologi. Program pelayaran kedua ini gabungan dari Seismic Sonne vessel (german), NOSU (Nasional Oceanografic Southampton University, UK), dan UTIG (Institute Geofisika Texas), dan 1 orang dari LIPI, 1 orang dari BPGL, 1 dr UGM (saya) dan 1 orang geofisika lulusan ITB (pegawai BPPT)…Projeknya masih sama yaitu meneliti ttg kegempaan di barat pantai Sumatra…dr seorang pimpinan BPPT membuat request pada pimpinan project (orang NOSU), untuk membuat 1 line seismik yang sama dgn line sismik pelayaran pertama dari german yg ada indikasi bright spot….setelah diprocesing datanya di inggris disimpulkan bahwa pola bright spot pada pelayaran pertama tidak sepenuhnya benar….jadi bisa diambil kesimpulan kalo berita mengenai cadangan Hidrocarbon yang luarbiasa besar itu ngaco karena kesalahan2 teknis pada pelayaran pertama dan pihak BPPT terlalu bergembira dg hasilnya sehingga langsung update ke media…hehehehe

    mungkin itu saja seh setau saya….saya memiliki semua file line seismik pada pelayaran kedua…dulu pernah saya umumkan di milist bahwa file tsb bsa saya share bagi yang menginginkan….tapi tidak ada yg memberi respon…heheh

  4. […] Large yang lagi diputer di bioskop itulah.. ato calon gubernur jabar lah ato Minyak bumi aceh yang bikin heboh itu ato.. trus gombal global warming dan sebagainya.. jangan sejarah Valentine days dong.. basi tuh.. […]

  5. […] adastimulus yang mendasarinya. Mumpung ada gempa belajar tentang bencana, trus mumpung ada issue migas sahohah di Aceh ya belajar soal minyak. Begitchu, […]

  6. lagei ek boeh dono……

  7. Salam sejahtera Padhe, suwon petunjuk e, ternyata jenengan ya sdh ada tulisan segala ….. ya lha dari pada karena ngak percaya dengan berita itu dicap tidak nasionalis (ra nyambung ..lha) atau dari pada curiga hasil Migas yang jarah oleh segelintir org dan salah disantet oleh yang jarah .. melu jenengan ae Pakdhe turu mane mimpi mane sambil ngelindur “Apapun kalau kuasa Tuhan menjadikan kan akan terjadi” … Jayalah Bangsaku Sabarlah Saudaraku Nikmati Hidupmu Maklumilah Pemimpinmu.

  8. Saya ucakan pd sma teman2 yg memberikan kmntr a,selaku saya warga aceh”bek sombg geutanyoe menyoe harta nanggroe ka kaya ingat ke allah yg gebi ke tanyoe”

  9. Saya percaya akan hal ini, karena saya dapat info dari teman saya yg ada link ke BPPT. Skrg ini lg diteliti oleh tenaga alhi dari Jerman, ttg kemungkinan kerjasama explorasi antara Pertamina dgn Jerman.

    Mungkin ini salah satu anuegrah dari Alloh SWT, karena bangsa Aceh menerapkan hukum Alloh, bukan menerapkan hukum manusia, yg banyak cacatnya disana sini. Atau mungkin jg efek dari gempa besar yg terjadi pd bln desember tahun 2006. Jayalah rakyat Aceh selamanya… Tq.

  10. Aq bangga soal minyak…kan sekarang ini bangsa kita lagi krisis minyak [BBM]…nah penemuan minyak baru di Aceh ini posotif sekali..luar biasa..
    Ya,mudah-mudah minyak yang ditemukan ini bisa menjadi sumber penghidupan bagi rakyat dan bangsa Indonesia yang diolah dengan baik dan bijaksana.
    Perhitungan…..
    Total = per barel minyak : jumlah penduduk indonesia harus
    berbanding lurus misal : 3/4,3/2,1/2…
    kelayakan yang pantas khususnya bagi rakyat Indonesia.
    Diharapkan perhitungan dan analisa harus tepat, yang berujung kesejahteraan rakyak dan bangsa Indonesia…
    sekian dan terima kasih….
    Suksess…..

  11. Dear Sir,
    How Do we must Trust it…?
    B’coz when we’d like to tell that is Miracle to us but I say it’s Unreal of new exploration, Excepts it can too much capacities than Iraq’s Oil.
    Well people having fun and I’m Glad too but we do not to trust anything of What have happenin B’fore when we has some of the Fact.
    What do you think Sir.
    thanks a lot
    by Dorus Homer From Surabaya

  12. jangan hujat bppt terus lah.. klo emang ada yang lebih pinter plus lebih ngerti.. harusnya bisa lah meluruskan sesuatu klo memang ada yang keliru.. komentar miring mah semua bisa..

    –> Ricki
    Sakjane bukan kesalahan siapa saja. Bahkan aku sedang menunggu orang yang akan terkaget-kaget dengan penemuan baru dari studinya BBPT-BGR-LIPI ini. Selama ini orang ngga banyak yang ngeh, studi apa saja yang sudah dilakukan BGR bersama dengan BPPPT, juga lipi”

  13. Alooo…Pak Dhe!

    Selalu saja Pak Dhe ini khas dengan gaya tulisannya…interaktif…
    Semoga Mimpi Unreal bisa jadi Real…:)

    Salam Aceh!

  14. Cadangan (reserve) itu kalo didunia petroleum banyak kategorinya: ada proven dan unproven. Proven reserve dibagi lagi: ada Develop proven reserve dan Undevelop proven reserve.
    Unproven reserve juga dibagi lagi: ada possible reserve dan probable reserve.

    Nah…..sekarang yang diaceh itu masuk kategori yang mana?

    Data2 apa saja yang membuktikannya? (seperti wildcat data sampe delineasi well data), bisakah dibuktikan!

    Ingat… investor lokal dan investor asing juga ngak bego2 amat kalo mau menanam modal di lapangan itu.

    Kalo terbukti benar! Ingat2 harus digunakan untuk kemakmuran rakyat indonesia!!!!

    Salam,
    Frederik Nababan – The Petrobikers

  15. […] ada stimulus yang mendasarinya. Mumpung ada gempa belajar tentang bencana, trus mumpung ada issue migas sahohah di Aceh ya belajar soal minyak. Begitchu, […]

  16. Di Serambi Mekah ada cadangan migas raksasa seperti di negara pemilik Mekah. Mekah membawa berkah. Amin.

  17. … jangan terlalu cepat percaya ama yg gituan deh entar kecewa… kan dah sering kita denger hal-hal yg kayak gini

  18. KIA atau KBA? Yang punya Bre-X ngabur kemana tuh?
    http://archives.cbc.ca/IDD-1-73-1211/politics_economy/bre-X/

  19. Ingat kasus Cadangan Emas di Busang, dimana penemunya tewas karena bunuh diri dari helikopter…..Jangan-jangan yang di aceh gitu jugak yah…?

  20. Pakde gimana pula dengan minyak yang adalah di Timor Leste? Apakah benar menyimpan potensi yang besar mengingat, konon, Indonesia jaman Orba dulu bersikukuh mencaploknya karena ada cadangan minyak yang besar disitu… ?

    Jawab :

    Don, Timor leste itu disebelah selatannya ada daerah (lautan) yang disebut “Timor GAP”. Batas di laut ini jaman Belanda dahulu tidak ada karena perjanjian Belanda dengan pihak Autralia (Inggris waktu itu) belum ada, itulah mengapa disebut GAP (celah kosong karena belum ada perjanjian perbatasan). Ya jelas ngga ada wong daerah ini bekas jajahannya Portugis. Daerah laut ‘Timor Gap’ inilah yang menjadi daerah kaya sumber migas. Sebelum Tim-Tim dilepaskan. daerah ini dioperasikan bersama antara Indonesia dan Australia (Joint Operation dengan Zon A-B-C). Setelah Timor Timur leaps maka daerah ini menjadi miliknya Timor Leste yang meneruskan joint operation dengan Australia. Indonesia sudah mengambil sebagian minyak disitu, tetapi juga sudah dipakai untuk membangun Tim-Tim dengan segala mahalnya biaya. Secara ekonomi barangkali tidak untung. Mungkin malah rugi secara sosio-politis”

  21. berita kayak gini biasa-biasa aja. yang heboh tuh kenapa BBM makin langka and mahal

  22. Mudah-mudahan memang benar adanya. Mudah-mudahan juga nggak cuma di Aceh, tapi juga di Jawa sampai Papua.

  23. kita juga sama sama belom tahu… pakdhe menjelaskan atas dasar teori dan sampai saat ini juga masih belum melihat secara langsung ke aceh sana serta meneliti dari dekat kan…
    sementara BPPT yang menelitipun langsung sepontan mengatakan bla bla bla…. tanpa dibarengi oleh bukti yang ilmiah… kan kita yang orang orang awam jadi seperti “sang pemimpi” by padi…

    Jawab

    “Memang yang diperlukan tentunya data dasar, tetapi masih belum dirilis oleh BPPT. Sak-benernya itu data milik publik yang seharusnya terbuka untuk umum looh, dengan ijin tentunya. Karena data ini diperoleh dari keuangan negara, termasuk duik pajakku, kaan?. Konon untuk memperoleh info lebih dalam tentang berita potensi migas di barat Aceh, IAGI & HAGI akan mengadakan luncheon talk pada tgl. 21 Februari [Kamis] mulai jam 1130 di Hotel Sahid. Silahkan hadir bagi yang berminat. Terutama para wartawan, yang kemarin tangannya terkilir sewaktu mengutip berita 😛 “

  24. pakdhe…hehehe…
    tu daerah fore arc basin ya?
    klo gtu laut selatan jawa bisa gak ya?
    btw klo tempe matengnya dibiarin aja tau2 udah dicolong gembul pakdhe!!
    salam kenal…
    nunut sinau petroleum sistem nggih…

  25. Kesimpulannya…belum ada kesimpulan! gitu kan Mas?

    Terima kasih untuk artikel yang disajikan dengan standar pemandu kelas satu. Rasanya, aku memang dibawa menyusuri cekungan dan lorong-lorong dunia perminyakan. Wawasan jadi nambah setelah membaca dongeng yang mengasyikkan ini.

    Merdeka!

  26. Kesimpulannya…belum ada kesimpulan! gitu kan Mas?

    Terima kasih untuk artikel yang disajikan dengan standar pemandu kelas satu. Rasanya, aku memang dibawa menyusuri cekungan dan lorong-lorong dunia perminyakan. Wawasan jadi nambah setelah membaca dongeng yang mengasyikkan ini.

    Merdeka!

  27. Hehhe…. Saya sebagai orang Aceh tentu sangat senang. Walau masih sebatas indikasi, tapi bermimpi itu tetap gratis kan…. Tapi saya berharap kalau emang ini benar adanya, Aceh benar2 bisa makmur, jangan seperti dahulu, kekayaan Aceh yang di Lhokseumawe malah dibawa keluar, warga Aceh sendiri tetap miskin plus menderita konflik. Saya harap Aceh bisa menjadi Serambi Mekkah seperti dahulu kala lagi. Amin.

  28. […] Large yang lagi diputer di bioskop itulah.. ato calon gubernur jabar lah ato Minyak bumi aceh yang bikin heboh itu ato.. trus gombal global warming dan sebagainya.. jangan sejarah Valentine days dong.. basi tuh.. […]

  29. biar tidak bertanyatanya, apa langkah selanjutnya kalo udah dapat inpo dari bppt seperti itu?siapa mengerjakan apa?

  30. ketika sedang mimpi, janganlah dibatasi dengan kendala apapun jua. Nanti kalau sudah bangun barulah kau coba merealisasikannya

    pakdhe.. kata-kata ini menginspiratif banget.. memang usia bisa memperkaya pengalaman dari pengamalan yang sudah banyak.. nunut belajar geologi ya pakdhe, meski cuma sekedar sekulit bumi saja dan sambil lalu-lalang di kulit Blogosphere.

    salam kenal pula.. :p

  31. pangilannya pak dhe tohh..
    ya wess manut wae lah.. pak dehh tempe gorengnya udah habis tuhhh…hahahahah

  32. *manggut-manggut lagi…
    Berarti kesempatan buat Pakdhe bikin model yang baru donk. 😀
    Karena dalam bayangan saya, lempeng yang bergerak itu cuma memindah rongga saja Pakdhe. Kalau bikin rongga baru harusnya ada lempeng yang naik dan muncul pulau baru kalau di laut. Kalau dulu waktu kecil saya mainan dua balon disatukan dengan isi air gitu, satu balon (yang gembung berisi air) dipencet, maka airnya pindah ke balon yang kempis. Bayangan saya seperti itu Pakdhe. Bisa ga yang seperti itu Pakdhe?
    *garuk-garuk kepala…

  33. Kira-kira Allah yang Maha Kaya itu berkenan untuk berbagi kekayaan dengan warga Aceh nggak ?
    Lewat apa ya membaginya ?
    Lewat tsunami ?

  34. ALLAH MAHA KAYA pak dhe, Kehebatan ALLAH tak bisa pak Dhe batasi dengan teori teori mu itu pak Dhe.

  35. *manggut-manggut denger penjelasannya pakdhe…

    Sebentar Pakdhe, kalau misalnya, ini misalnya lho Pakdhe wong saya cuman mbayangken. Gempa itu membuat celah di atas misnyak yang lebih gede, lalu ada lempeng yang turun dan mendesak cadangan minyak yang jauh di bawah sana. Bisa jadi itu bukan cuman satu lempeng, tapi tiga hingga lima lempeng misalnya. Lalu di ujung bawah gudang minyak juga terjadi rekahan yang berhubungan dengan cadangan air tanah dimana tekanan air tanah mendorong minyak keatas dengan akselerasi yang lebih tinggi. Bisa ga kalau skenarionya begitu Pakdhe?

    Kalau tidak salah gempa di sekitar Sumut saja hingga berbulan-bulan deh Pakdhe. Mungkin ga kalau skenarionya menjadi berbagai tempat sumber minyak yang tersebar mendapatkan celah ke satu gudang minyak baru?

    Maaf Pakdhe. Saya cuman nanya lho. Masalahnya saya kan gatau apa-apa.
    *belajar ah, siapa tau dapat skenario lagi 😀

    –> Jawab

    Ada satu hal yang menarik, yaitu dengan ditahuinya adanya semburan Lusi. Bahwa proses migrasi fluida (berpindahnya dari satu tanki ke tangki yang lain) mungkin saja dalam waktu relatif singkat. Coba saja bayangkan adanya debit fluidan lumpur di Lusi yang mencapai hingga 1.5 meter kubik/detik. Tetapi yang harus diingat disini adalah ini perpindahan dari zona bertekanan tinggi ke permukaan (~1 atm). Kalau dari tanki satu ke tangki lain mungkin beda tekanannya tidak akan besar, walaupun masih akan tetap sangat besar dan sangat fenomenal, dibandingkan pengetahuan yang ada saat ini. Dalam model2 geologi selama ini (yang saya tahu) diperkirakan hanya orde barrel/tahun”

  36. Pak Dhe … boleh saja out-box thinking, tapi di luar box kan masih ada BOX yg lebih buesar lagi …
    BOX buesar tadi juga merupakan koridor, termasuk anomali-pun ada koridor-nya to Pak Dhe ?

    *saya mau balik ngantri minya tanah dan minyak premium lagi*

  37. Berita penemuan tersebut jg saya baca di kompas kemarin. Saya sudah seneng aja dan langsung terpikir Arab Saudi yang sejahtera secara ekonomi. Saya masih tetep ngelanjutin mimpi tersebut. Kalaupun mimpi itu jadi kenyataan apakah kita bisa sejahtera seperti Arab Saudi yang warganya jauh lebih sedikit dari Indonesia? Barangkali tambang tersebut masih belum cukup dibagi para koruptornya alias gembul gembul. Saya masih mimpilagi gembul-gembul sudah meninggal semuanya tinggal putra-putri Indonesia yang pinter ganteng dan cantik yang bisa memberikan tabungan untuk anak cucunya kelak. Jepang nggak punya cadangan minyak sebanyak kita tapi bisa lebih makmur dari kita. Pak rovicky tempenya digorengnya nunggu Gembul-gembul sudah meninggal saja.

  38. mmm… bukannya skeptis tp knapa yach musti heboh dulu? baru mikir blakangan ini reservoir isinya apa? he3x.. silly ah

    jd inget kjadian dekade lalu yg heboh tambang emas Busang-nya BreX…ampyuuunnn deigh klo kejadian lagi …

    eniwei bravo Pak De..di tunggu dongeng selanjutnya

  39. Nampaknya angka itu adalah angka volume reservoir, yang belum pasti apa isinya dan berapa bagian yang terisi. Tapi terlepas dari itu semua, temuan ini wajib disyukuri, yang mengumumkan juga wajib kita acungi jempol. Nah lalu ada sebagian dari kita yang seyogyanya kemudian berupaya membuktikannya.

    –> Jwb :

    Mas Turidho, Saya juga mengacungi jempol ke BPPPT untuk ‘keberaniannya‘, tetapi rada ragu untuk sisi ilmiah yang aku harapkan dari lembaga sains ini. Cuman yang barangkali juga ga tepat kalau menyalahkan BPPT, lah yang bertugas tuh syapa ya mestinya. Kok malah tidur, ga mau ngimpi lagi, malah ngorok !!”

    🙂

  40. pakde pancen hebat…

    mo ngeles dari bosnya saja alasannya bisa panjang banget gitu….(kidding)

  41. Tentunya angka bilyun Barrel di Aceh versi BPPPT akan sangat anomali di skala regional Indonesia

    Setuju sekali PakDe.
    Busang jilid 2 ?

  42. masuk akal sih..
    waktu itu aceh kan “rame” dengan produksi Gasnya..
    sedangkan Gas dan Minyak, biasanya berdampingan…

  43. Saya betul2 tidak tahu soal ini (lha wong bukan ahlinya), hanya saja Mas Tri berdoa supaya ada anomali. Biar AAF ga jadi ditutup dan bisnis petrokimia kembali lancar…..

    Mas Tri dari Pakem,
    Tapi lagi rada kumat

  44. Mas, eh Pak Dhe kalau bener analisa BPPT kandungan minyak di Aceh itu ada, ya paling tidak yang realnya 10 milyar barel lumayan yaa.. bisa bangun Aceh juga Indonesia… halah mimpi lagi yaa.

    Pak Dhe bisa ga diceritain kondisi kandungan real yang di Arab Saudi yang memang udah terbukti

  45. Pakdhe, bisa gak kalau sebuah celah terbuka setelah terjadi gempa dan minyak mengisi suatu celah besar di atasnya? Sebelumnya tidak terdeteksi karena minyaknya berada jauh di bawah yang sekarang?

    –> Jwb :
    Kalau melihat mekanisme migrasi atau mengalirnya minyak dari dapur ke jebakan (meja) yang mnemakan waktu lama, maka peristiwa gempa yang hanya sekali-sekali ini memang tidak berarti. Tetapi kalau gempanya bertalu-talu, mungkin saja getaran gempa ‘mempercepat’ proses migrasi minyak ini. Tetapi ingat mempercepat ini ordenya masih dalam ribuan tahun !!!

  46. Mudah2an tidak spt kasus busang ya pa’dhe tp ya ga lah wong bppt koq.

  47. pakdhe,boleh ga aku batuk tiga kali.
    kalau ga…mmmm…berarti itu berita ga bener

  48. atau bisa saja, media yang hobi mem blow up ?, pdhl sebetulnya tidak sebesar itu

    ah entahlah

    *ikut2an mimpi djuga ah…

  49. Wah2,kalo ini geologi bgt,hehe.
    Mungkin bppt cuma mau menghibur pemerintah yang udah pusing mikirin minyak 😆

  50. Menurut saya
    Apa yang di ukur oleh BPPT kemungkinan masih berupa container-nya namun perlu di cek lagi apakah ada analogi batugamping terumbu yang bisa sebesar itu)

    Dan kalaupun containernya-nya ada masih ada hal lain yang mengontrol adanya minyak (Pak Rovicky baru menjelaskan 2, masih ada 3 seal-trap-migation lagi yang perlu dijelaskan beliau pada tulisan berikutnya–sekalian membagi pengetahuan ‘petroleum system’ ke pembaca setia blog ini)

    Serta batugamping terumbu merupakan kontainer yang unik dan (mungkin) lebih menantang dari batupasir pada umumnya. Jadi harus ada kajian detail sebelum memberikan kehebohan ke masyarakat umum

  51. mari bermimpi 🙂
    mimpi yg sama saat dulu orang berpikir GoM sudah mati
    mimpi yg sama minyak aspal bisa dipompa
    saat terbangun, mimpi buruk bisa tidak jadi kenyataan, mimpi indah bisa bikin melamun seharian, dan saat mimpi indah jadi kenyataan, hip hip horrraaay
    moga2 masih ada explorationist pemimpi yg tetap bermimpi dan meneruskan mimpi kita2 yg suka berbenturan jadi realist2 kekinian… hehehe
    “in disguise”

  52. betul pakdhe, heboh di harian lokal aceh juga, tapi memang besoknya di headline dikabarkan itu sebatas indikasi, bayangkan, 107-320 miliar barel!! konon bisa tuk explorasi ratusan tahun.

    uniknya temuan itu bukan hasil pengeboran explorasi, namun hasil riset kelautan yang secara kebetulan juga menemukan “indikasi” tersebut…

    moga2 aja ya pakdhe…

  53. na..gini to pakdhe.

    *tidur lagi*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: