Lusi Apa Kabarmu ? Perkembangan tiap bulan dengan Peta Satelit 


Amblesnya tanah di lokasi Porong-1dg_banner1.pngPerkembangan Lusi Binti Lula sudah lama tidak banyak disentuh-sentuh lagi oleh media massa. Ya seperti biasanya di Indonesia ini issue yang sudah basi memang sulit untuk dijual. Bagi yang merasakan kepahitan tentunya merasa terpinggirkan. Tapi jangan kuwatir. kali ini akan di buka lagi bagaimana kisah perkembangan dari Lusi Binti Lula ini. Tapi kali ini diteropong lewat satelit 🙂 .

😦 “Pakdhe, Dik Lusi emang kenapa sih ?”
😀 “Whalaah Thole, itu Lusi, sudah banyak terlewat. Masih banyak issue yang lebih urgen ketimbang Lusi.
😦 “Memang mungkin bener kata Pakdhe. Lusi jangan dilupakan tetapi di-ikhlaskan.”

Sebelum pengeboran

lusi-6-oct-2005.jpg

Yang disebelah ini adalah citra SPOT satelit yang diambil satu tahun sebelum kejadian. Yang cukup menarik disini adalah adanya titik-titik noda hitam yang banyak terlihat diantara persawahan hijau. Ada beberapa kemungkinan yang diinterpretasikan dari noda-noda ini. Salah satunya adalah kemungkinan semburan-semburan kecil yang menjadi pertanda berpotensinya semburan lumpur di daerah ini. Tentunya interpretasi ini harus diverifikasi dengan pengamatan dilapangan.

Seperti yang sudah dituliskan juga sebelumnya bahwa di daerah memang merupakan daerah yang berpotensi semburan seperti munculnya beberapa gunung lumpur dimasa lalu. Hanya saja sepertinya hal-hal seperti ini terlewatkan dalam pengamatan sebelum dilakukan aktifitas pengeboran.

lusi-17sept07.jpg

Setahun setelah kelahiran Lusi Binti Lula

Di sebelah ini terlihat peta satelit yang diambil pada tanggal 17 September 2007. Dalam pandangan satelit ini terlihat rata-rata radius penyebaran lumpur hingga kini (satu setengah tahun setelah kejadian) sekitar 1.5 Km. Kalau kita bandingkan dengan perkiraan sebelumnya disini sekitar 3-4 Km radius. Mungkin saja dahulu terjadi secara alamiah tanpa rekayasa manusia dengan tanggul dsb. Namu, kali ini manusia mencoba dengan rekayasa, hingga saat ini memang masih mampu mempersempit radius pengaruh.

Beberapa hari yang lalu salah seorang kawan di BPLS menceriterakan bahwa kapasitas Kali Porong 1500m3/detik. Tanggal 20-an Oktober lalu di dekat spill way (akibat endapan lumpur), tersisa tinggal 400M3. Ketika terjadi hujan sedang tanggal 3 Nopember telah menambah ruang yang meningkatkan kemampuan pengaliran menjadi 940M3/detik. Tanggal 10 Nopember menjadi 1240 m3/detik. Ini artinya penambahan air yang pas (sedang) akan membantu melancarkan pengaliran. Yang dikhawatirkan barangkali kalau terjadi hujan sangat lebat dimana kapasitas pengaliran lumpur di Kali Porong masih belum sempurna.

Dibawah ini peta satelit sebulan setelah peta satelit diatas, diambil pada tanggal 20 Oktober 2007. Disampingnya peta amblesan (subsidence map) yang diukur secara geodetik pada bulan Agustus 2006.

lusi-20-oct-2007.jpgTidak banyak perubahan dalam waktu satu bulan ini namun kalau ingin melihat perkembangan setiap bulan maka akan kita tahu bagaimana perkembangan semburan ini.

Kalau dilihat dari setahun yang lalu maka akan terlihat bahwa penyebaran ini masih disekitar tempat-tempat yang ambles yang terukur secara geodetik tahun lalu. Coba tengok peta amblesan disebelah ini yang memperlihatkan besarnya penurunan di bagian tengah, dilokasi yang terdekat dari pusat semburan.

amblesan-lusi

Warna biru muda mengarah kebawah itu menunjukkan besarnya penurunan. Terlihat dibagian tengan memiliki garis panah terpanjang, itu menunjukkan besaran penurunan terbesar. Garis panah warna hitam menunjukkan arah pergerakannya. Jadi terlihat dengan jelas bahwa arah amblesan itu menuju ke satu titik yang sama.

porong-1.jpgPenampang seismik yang melewati sumur Porong-1 yang letaknya sekitar 1 Km disebelah timur dari lokasi semburan, memperlihatkan adanya cekungan (amblesan) dengan radius sekitar 3-5 Km, yang terjadi pada masa lampau (kira-kira 0.5-1.0 juta tahun yang lalu). Amblesan ini terlihat jelas dalam penampang sesmik yang diapit oleh dua patahan (garis merah berbentuk V). Kalau saja kejadiannya memang sama dengan kejadian masa lampau ini, maka diameter amblesan tentunya akan melebar. Tetapi jangan buru-buru terus lari. Kejadian dimasa lampau itu dalam kurun waktu ratusan tahun juga. Bukan dalam waktu satu hari loo 😛

Klick saja di gambar-gambar itu untuk memperbesar ukurannya.

😦 “Pakdhe, mbok iya dikasi tahu cara mencari peta-peta satelit ini. Kan bukan rahasia to ?”
😀 “Boleh saja Thole. Dengan senang hati aku berikan tata cara donlod yang tinggal klik kalau sudah memiliki Google Earth. Semua ini juga pembagian gratis dari CRISP, yang berkantor di Singapore”

Bagi yang tertarik melihat perkembangannya dengan Google Earth ? Silahkan pilih dibawah ini : (Sumber CRISP Singapore). Bagi yang belum memiliki software Google Earth, bisa memperoleh software yang versi gratis juga di sini Downloads Google Earth :

Kalau sudah mengunduh peta-peta diatas, ya coba-coba direka-reka siapa tahu anda punya ide cemerlang untung mengalirkan lumpur ini. Sebenarnya banyak hal-hal menarik yang dapat ditulis tentang fenomena yang langka ini. Dengan bermodalkan peta-peta perkembangan diataspun mungkin dapat dipakai sebagai bahan penelitian tersendiri.

😦 “Pakdhe, katanya di dalam lumpur ini mengandung mineral berharga ya ?”
😀 “Memang betul itu, Thole, Aku sudah dapat laporan penelitian dari Badan Geologi di Bandung, laporannya akan diterbitkan bulan ini. Tapi ceritane besok ya ? Soalnya panjang kalau ditulis”
😦 “Whallah, nunggu lagi deh ” 😛

Iklan

29 Tanggapan

  1. Cukup lama ya pak lumpur tersebut masih tetap keluar.

  2. hayo ngaku,,ulah siapa ni!!

  3. pak tolong sih tu nama-nama derah di pusat semburan tu apa aja, sawah, kebun, atau apa??

  4. pak tolong sih tu nama-nama derah di pusat semburan tu apa aja, sawah, kebun, apa apa??

  5. banyak banyak istigfar….
    hilangkan segala kemusyrikan di p. jawa

  6. jawab yaa-agak maksa seh.abis seh-ga da apa2 d bawah lapisan bumi d sidoarjo and sekitarnya seh..

  7. berarti,ntar klo sidoarjo lumpurnya abis. jawa dan sekitarnya bakal ambles ga?hbisnya ga da isinya seh tuh di bawah tanah kita alias lapisan bumi kita.

  8. sedih… sedih kalo mikirin nasibnya orang orang yg jadi korban..
    apa yang bisa dilakukan ya…

  9. Duh, pakde …
    *mode sedih sambil ngelus dodo

    Ngomong-ngomong orang singapore intens banget yo, foto-foto di negara kita. Lha dari anak negeri ini gak ada to yang seperti itu, trus dipublish untuk kepentingan yang lebih luas (pembelajaran dan riset).
    Atau yang berkelimpahan harta di sini, duitnya mendingan untuk judi di P Sentosa kali ya ….
    *huss, ojo suudzon (buruk sangka)

  10. wess nggak isa comment lagi pakde… saya baru ikutan di sini. tp saya korban lumpur juga… wess mati rasa ngga tau mesti ngomong apa. Mungkin kita coba bikin perhiasan baru dari lumpur yaitu emas coklat ( kan yang penting ada kandungan emasnya).

  11. boss – dapet peta topografi gak?

  12. Pakde,ngeri ya mud volcano itu.Pakde aku mau tnya di dataran tinggi gunung kidul itu terjadi akibat patahan naik pa bukan,itu terjadi dah brapa ribu thn yg lalu,apakah nanti bisa naik lg tanahnya,kok bsa trjadi patahan ya,apa di perut bumi bawah gn.Kidul itu dulu labil,apakah skrg msh labil jga?Berarti dulu getaran waktu naiknya tanah kya gempa dahsyat gtu ya?

  13. mas, bukannya itu dekat dengan sungai porong (sebelah selatan), mbok ya dibuka saja aliran ke sana, toh organisme hayati akan menemukan jalan kehidupannya sendiri, tetapi kalau yang sudah terendam lusi ya gak bisa dimanfaatkan kecuali setelah bertahun tahun mengering baru bisa ditanami kembali 🙂

  14. ya mbok lusi dikasih diapet biar rapet pet pet..!
    bukannya kasusnya yg dirapetin! 😦

  15. Ohh Lusi, semoga solusi yang ada bukanlah sekedar ilusi

  16. Penegakkan hukum nya juga idem. Sepiiiiiii sunyiiiii

  17. Kayaknya sebentar lagi daftar 7 keajaiban di dunia akan dirubah menjadi 8 keajaiban dunia, habis, tanggulnya tiap hari setiap berangkat kerja, makin tinggi, jadi kalau dilihat dari bulan kayaknya bentar lagi keliatan deh…
    tanggul sekarang tingginya lebih dari 7m yang di pinggir raya Porong, luasnya juga semakin luas.

  18. harusnya yang punya/bikin lusi itu,,,di hukum ke mahkamah internatinal……..genosida

  19. Menyimak dan berusaha mengerti …. 🙂

  20. pakdhe… he..he… ternyata gosip “sekedar nguping” saya dulu mengenai “mineral berharga” (emas?) ada beneran ya? Pasti waktu itu pakdhe langsung penasaran dan roaming tanya sana sini setelah baca gosipku…. Ditunggu ceritanya…. yang pasti… pakdhe geolog yang top, gak katrok lagi…:P

  21. “Sebenarnya banyak hal-hal menarik yang dapat ditulis tentang fenomena yang langka ini. Dengan bermodalkan peta-peta perkembangan diataspun mungkin dapat dipakai sebagai bahan penelitian tersendiri.”

    Gini ini mmikirnya peneliti dan akademisi, …. fenomena ini jangan hanya ditulis dong pak, tapi dicarikan jalan keluar.

    IDE:
    Bagaimana kalau lumpur itu dibikin batu bata yang sangat bagus kualitasnya. Kemudian diekspor ke singapura atau kemana saja ke seluruh dunia. Masak bisanya cuman ekspor pasir dan tanah, selain bikin rusak lingkungan, kita juga nggak dapat duit banyak.

    Kalau lumpur dijadikan batu-bata, proses produksi akan menyerap tenaga kerja yang banyak, bahan baku lain, serta multiplier effect nya dapat menggenjot ekonomi bangsa. Masak sih pasar batu bata kualitas I tidak banyak?. Kalau untuk nguruk laut singapura sih, pake bata kualitas rendah aja …. boleh dijual dengan syarat nggak boleh memperluas batas wilayah laut singapore. Nguruknya ke arah wilayah malaysia saja he he he

  22. konversi lusi menjadi batu mulia? mungkinkah 😀

  23. @Praw –
     Spot itu ada di banyak titik, tidak hanya sekitar lokasi semburan Lusi saat ini.
    Itu yang juga sesuai dengan dugaan yang ditulis sebelumnya dalam Detak-detak kelahiran LUSI

  24. mas vick,
    apakah phenomena spot2 titik item cuman ada didaerah sekitar pengeboran BP 1 saja???? kalau memang noda item tsb berkorelasi dengan semburan dan nodanya ada di tempat lain juga berarti ada potensi sebagai daerah lemah untuk timbulnya semburan????

  25. Wah, matur kesuwun pakde. Apa kira2 mineralnya lusi sama dg mineralnya mudflow jaman majapahit dulu atau jaman sblm nya? Apa berarti keluar dari “sumber reservoir” yg sama? Apa juga sama dg yg grobogan purwodadi? Maap ya Dhe, banyak nanya..

  26. Yah kesusul orang pak dhe ga jadi keduaxxx 🙂

  27. Keduaxxx…..

    Wah hebat pak dhe bisa dapet laporan dari Bandung. Terdapatnya mineral berharga apa terkait dengan hidrotermal? Jadi ga sabar nih nunggu tulisan selanjutnya pak Dhe 😉

  28. Pakdhe, kemaren tgl 20 November 07 menurut berita di TV katanya Lusi sempet kecil semburannya, cuma blebek-blebek gasnya aja. Apa pertanda tekanannya sudah mualai lemah atau ada sumbatan?

  29. saya sudah lihat… rasanya saya gak bisa berkata apa-apa kecuali tercengang melihat perubahan sebelum semburan lumpur terjadi, persawahan yang begitu hijau menjadi lautan lumpur 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: