Gempa di Laut Jawa dan PLTN Muria


earthquake.jpg

Gempa di Laut Jawa kemarin yg aku tulis di sini, selain mengundang pertanyaan soal tsunami dan kekuatan serta kedalaman tentunya juga menarik karena berada sejajar dengan rencana lokasi PLTN di Gunung Muria. Secara mudah sebenarnya pemilihan itu didasarkan juga bahwa lokasi Gunung Muria merupakan lokasi yang jarang menjadi pusat gempa selama ini. Ya selama ini tetapi apakah selamanya ?

😦 “Wah pasti seru nih pertanyaannya ? Lokasi yang aman selama ini, tetapi apakah juga aman selamanya ?”
🙂 “Lah ditambah terus wae pertanyaannya tole, apakah keamanan jenis konstruksi lebih karena gempa ini lebih besar dibanding aspek keamanan yang lain ? Tapi njawabnya siji-siji yo”

jenis-gempa.jpg

Kalau melihat peta diseblah kiri ini tentunya kita tahu bahwa lokasi Gunung Muria selama ini aman-aman saja. Tidak ada gempa major yang terjadi selama ini. Namun selalu saja ada dua sisi mata uang. Teori pelentingan (elastic rebound) mengatakan : gempa terjadi akibat tenaga yang terkumpul selama bertahun-tahun dan dilepaskan sekaligus …. Mak DERRR !!! Terjadilah gempa !!! Mirip seperti ketapel yang melepaskan batu atau buah melinjo, ke pohon mangga sebelah rumah 🙂 . Semakin panjang karet ditarik, maka semakin jauh batu krikil melesat, Teplok !

Semakin sering terjadi pelepasan, maka akan semakin kecil tenaga yang dilepaskan, semakin lama diam tenaganya terkumpul maka semakin besar energi yang dilepaskan. Itulah sebabnya mengapa gempa di Jawa cenderung memiliki skala magnitude yang besar karena jarang-jarang terjadi. Sedangkan di Sumatra gempa terlampau sering terjadi namun kekuatan gempanya tidak sebesar kekuatan gempa-gempa yang merusak di Jawa.

Lah trus, apakah amannya lokasi PLTN di Gunung Muria ini akan terbebas dari gempa ? tentu saja saya akan menjawab tidak ! Karena tidak ada lokasi di dunia ini yang 100% aman dari bencana alam, di titik manapun dunia ini. Tidak ada lokasi yang aman dari segala jenis bencana di dunia ini. Manusia memang akan sangat mungkin dan dapat hidup dalam segala kondisi di bumi, tetapi bukan berarti setiap ada kumpulan manusia disitu tempat teraman. Justru banyak lokasi-lokasi pemukiman yg menjadi pusat bencana. Salah satu contoh untuk bencana gempa adalah San Fransisco yg sangat-sangat rawan gempa. Yang penting bukan bebas bencana, tetapi mengerti apa yang harus dilakukan kalau hal itu terjadi. Satu kalimatku yang selalu aku kebarkan hanyalah pentingnya pendidikan dan pengetahuan bencana:

— Education can’t stop natural disasters from occurring,
but it can help people prepare for the possibilities —

Pelajarilah karakter bencana sesuai dengan daerahnya (Geographical based knowledge).

Setiap daerah memiliki bencananya sendiri-sendiri dan cara hidup menghindari bencana dengan cara-cara yang unik. Kita mungkin dapat belajar hidup berdampingan dengan gempa di Jepang, tetapi kita tidak hanya seperti jepang kita juga harus hidup didekat Gunung Api. Dan di Jawa kita juga harus belajar menghindari longsoran. Di Kalimantan relatif aman terhadap bencana gunung api dan gempa tetapi di Jawa aman terhadap bencana asap kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun.

😦 “Jadi Gunung Muria aman kan dhe ?”

Keamanan setiap daerah dari bencana gempa tidak hanya dilihat dari lokasi episenternya saja. Ada beberapa tempat yang memiliki “peredam kejut alias shock breaker/Shock absorber” alami. Iya bener ada daerah yang mampu meredam getaran. Bagaimana cara alam meredam getaran ini ? Mekanismenya adalah dengan membuang energi getaran menjadi energi lain. Masih inget cerita ketika gempa Jogja ? coba baca lagi di sini.
Kerusakan bangunan itu tergantung dari kekuatan goyangan serta kualitas bangunan. OK deh untuk mempermudah kita abaikan dulu sementara kualitas bangunannya, tetapi kita hanya melihat faktor alamnya saja.

Hal ini seperti yang terlihat pada peta kerentanan tanah di Jogja di sini.

Peta disaping ini menunjukkan mengapa kerusakan banyak terjadi di dataran Jogja. Sedangkan tinggian wonosari (warna kehijauan) disebelah kanan (timur) tidak banyak kerusakan. memang di sebelah timur tidak banyak bangunan tetapi ke arah timur energinya di salurkan ke timur sehingga dirasakan di Jawa Timur. Tetapi ke arah barat
energi gelombang gempanya teredam karena endapan Merapi muda yang lebih lunak.

gelombang dan kerusakanArtinye endapan lunak ini akan menyerap tenaga/energi gelombang, sedangkan batuan keras akan melalukan atau meneruskan gelombang/energi. Dengan demikian kita mudah memahami bahwa gelombang tidak selamanya menyebar merata sesuai jarak, tetapi tergantung medium perambatannya. Sekarang kita tahu bahwa penjalaran gelombang atau energi gempa secara lateral. Nah, mari kita tengok apa yang terjadi secara vertikal.

Secara vertikalpun sebenernya sama saja. Dari pusat getaran atau hiposenter (focus), gelombang menjalar secara lateral dan menyebar. Namun juga akan mengalami peredaman ketika melewati batuan lunak.

Coba kita tengok lagi ulang gambar potongan gempa tengah malam kemarin ini.
penjalaran.jpgGempa 8 Agustus berada dibawah Indramayu. Namun Kota Indramayu cukup aman ? Tanya Kennapa ?

Crust atau kerak bumi baik kerak samodra (oceanic crust) maupun kerak benua (continental crust) merupakan batuan atau material yang keras. Sedangkan Astenosfer dibawah kerak ini relatif lebih lunak. Sehingga gelombang gempa akan dilalukan atau diteruskan oleh kerak benua yang menhunjam ini. Dengan demikian penjalaran energinya lebih kearah kiri (ke selatan), dibandingkan yang ke atas. Hal ini mestinya menjelaskan dengan mudah mengapa Indramayu aman-aman saja sedangkan Sukabumi yang berada jauh di selatannya justru merasakan kerusakannya.

Profil bumi 😦 “Wooo … ternyata batuan itu bisa juga memiliki sifat menyerap gelombang, dan ada juga yang memiliki sifat menjalarkan gelombang ya Pakdhe ?”
🙂 “Thole, sakjane ini mirip dengan penjalaran panas dan penjalaran listrik. Ada yang memiliki sifat penghantar panas atau penghantar listrik, ada juga yang menjadi hambatan panas dan listrik. Demikian juga penjalaran gelombang”

Tentunya untuk melihat apa yang ada dibawah Gunung Muria perlu dilihat apakah ada batuan-batuan yang memiliki sifat melalukan atau menghantarkan gelombang atau menghambat gelombang.

😦 “Pakdhe, apakah Lokasi PLTN Muria aman, Pakdhe ?
🙂 “Thole keamanan dari gempa ini memang salah satunya dilihat dari faktior diatas. Namun harus pula dilihat potensi patahan-patahan aktif yang ada didekatnya untuk mengantisipasi gempa dangkal yang lebih merusak, serta kontruksi bangunannya sendiri”
😦 “Ada patahan lewat situ ngga, dhe ?”
🙂 “Whadduh, aku bukan ahlinya. Nanti tak dongengke kalau aku punya data baru ya? Kalau model profilnya masih sama antara Muria dengan Indramayu, maka dari gempa seperti Indramayu kemarin tidak terlalu dirisaukan. Taaapi, ini masih asumsi perlu dibuktikan juga kan, Thole? Perlu penelitian hanya saja jangan sampai fobia atau ketakutan tanpa dasar looh ya”

10 Tanggapan

  1. Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (InaTEWS)
    BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA
    Alamat:Jl. Angkasa I no.2 Kemayoran, Jakarta, Indonesia, 10720
    Telp.: (+62-21) 4246321/6546316 , Fax: (+62-21) 6546316/4246703
    P.O. Box 3540 Jkt, Website : http://www.bmkg.go.id
    ========================================================================================
    Tanggal dikeluarkan: 23 Oktober 2015, 1:14:29 WIB
    Informasi gempabumi
    No.:10/infogempa/InaTEWS/X/2015

    Telah terjadi gempa bumi dengan parameter sementara sbb:

    Kekuatan : 5.0 SR
    Tanggal : 23-Oct-15
    Waktu Gempa : 01:10:20 WIB
    Lintang : 6.39 LS
    Bujur : 110.91 BT
    Kedalaman : 14 Km

    Lokasi : Java, Indonesia
    Keterangan : 26 km TimurLaut JEPARA-JATENG
    45 km TimurLaut KUDUS-JATENG
    47 km BaratLaut PATI-JATENG
    84 km TimurLaut SEMARANG-JATENG
    454 km Tenggara JAKARTA-INDONESIA

    Informasi Tsunami :

    Gempa ini tidak berpotensi TSUNAMI

    Informasi ini telah diperiksa oleh Seismologist
    Harap jangan me-reply kealamat email ini, tetapi kealamat : info_inatews@bmg.go.id

    ::::BMKG:::::::::::::BMKG::::::::::::::::BMKG:::::::::::::::BMKG::::::::::::::::BMKG::::
    ————English Version—————
    ::::BMKG:::::::::::::BMKG::::::::::::::::BMKG:::::::::::::::BMKG::::::::::::::::BMKG::::
    Indonesian Tsunami Early Warning System (InaTEWS)
    METEOROLOGICAL CLIMATOLOGICAL AND GEOPHYSICAL AGENCY
    Address:Jl. Angkasa I no.2 Kemayoran, Jakarta, Indonesia, 10720
    Telp.: (+62-21) 4246321/6546316 , Fax: (+62-21) 6546316/4246703
    P.O. Box 3540 Jkt, Website : http://www.bmkg.go.id
    ========================================================================================
    Issued date : 23 October 2015, 1:14:29 WIB (UTC=WIB-7)
    Earthquake Information
    No.:10/infogempa/InaTEWS/X/2015

    An earthquake has occurred with these preliminary parameters:

    Preferred Magnitude: 5.0
    Date : 22-Oct-15
    Origin Time : 18:10:20 UTC
    Latitude : 6.39 S
    Longitude : 110.91 E
    Depth : 14 Km

    Magnitudes : M:5.00 (preferred), MLv:4.98 , Mw(mB):4.92 , mB:5.46 , mb:5.11
    Quality Control :
    Number of Stations Used : 46
    RMS Residual : 0.81 s
    Azimuth Gap : 47 deg

    Location : Java, Indonesia
    Remarks : 26 km NorthEast JEPARA-JATENG
    45 km NorthEast KUDUS-JATENG
    47 km NorthWest PATI-JATENG
    84 km NorthEast SEMARANG-JATENG
    454 km SouthEast JAKARTA-INDONESIA

    Tsunami Information:

    This earthquake does not generate TSUNAMI

    This Information has been reviewed by Seismologist
    Do not reply to this email, any inquiry addressed to : info_inatews@bmg.go.id

    ::::BMKG:::::::::::::BMKG::::::::::::::::BMKG:::::::::::::::BMKG::::::::::::::::BMKG::::

  2. Kalimantan selatan blm prnah ada gempa selama 20tahun ni yg saya thu ?

  3. Akhir januari ini ada gmpa d timur laut muria.apa gmpa tu berasal dri sesar yg mnerus dr gn.muria?

  4. Pak Rovicky,
    Beberapa hari yang lalu saya terbawa diskusi dengan seorang insinyur ahli bangunan. Menarik. Jadi seorang akhli konstruksi akan memperhitungkan semua aspek untuk membangun setasiun nukler di kawasan G. Muria itu. Menurutnya perangkat untuk menanggulangi kecemasan para scientists (geologists) sudah ada dan siap untuk diterapkan. Dia memandang juga dari segi ekonomi. Harga per kilowat jauh lebih murah bila dibandingkan dengan listrik yang sekarang. Menyimak gempa Indramayu, maka kita dapat mengambil hikmahnya. Gempa bila terjadi di laut tepat di sesar Luk Ulo – G. Muria – Meratus pasti akan dalam sekali kira-kira sama dengan gempa Indramyu. Ini tidak akan merusak kawasan setasiun PLTN. Yang terpengaruh besar sekali kemungkinannya kawasan jauh di selatan G. Muria seperti Wonosobo, Magelang, Banyumas, dsb. Benioff Zone di kawasan ini agak dangkal (100 -200 km?). Jadi, saya pribadi tidak sangat khawatir. Tetapi para geologist harus memberikan data yang lengkap dan akurat kepada para pengembang setasiun PLTN. Saya kira kewajiban geologist atau pakar kebumian hanya sampai situ saja. Tentunya untuk menyusun data yang lengkap tidak mudah. Segala macam aspek geologi harus dibahas, dianalisis. Saya kira sekian saja pak Rovicky. Selamat bekerja.

  5. pak, ini ada indikator gempa murmer didalam rumah, buatan kawan saya.

    Hiasan gantung gaya etnik ini akan bergoyang dan membentur bentur pintu kamar jika terjadi gempa.

    Suaranya yg keras akan menyadarkan penghuni rumah bahwa terjadi gempa disitu.

    Sdh dipakai cara ini sejak 5 tahun silam oleh kawan tsb, mungkin ada yg minat bikin buat di rumahnya.

    Silahkan lihat di:

    http://hsgautama.multiply.com/journal/item/146/Tips_Indikator_gempa_murah_meriah_didalam_rumah

  6. Halo gempa….. Dimanakah kau berada….

    Wahai Gempa…..mohon jangan datang ke kota saya lagi, JogJa.

    Salam,
    Awang : 0818 0266 3449

  7. dutya
    Aku ini bukan yang pro atao kontra PLTN. Aku hanya ingin adanya energi (listrik) yang cukup bagi setiap rumah di Indonesia, bukan hanya Jawa saja.

  8. Elok Dhe penjelasannya selama ini, aku yg tdk tahu geologi jadi tertarik geologi. yaa .. utk tambah wawasan supaya bisa luwes dan survive. Tapi aku tetep gak pro pltn Dhe .. Situ kelihatannya selama ini “pro pltn” ya Dhe…. he he he he …

  9. wah…ojo-ojo malah gn. Muria merupukan raksasa yang lagi tidur??…..piye pak Dhe

  10. Ada sdikit koreksi dari Pak Awang lewat email.
    On 8/13/07, Awang Harun Satyana wrote:
    Koreksi kecil saja Pak Rovicky (pada gambar2nya). Kita tak mengenal pembagian : gempa dangkal, dalam, sangat dalam; tetapi : gempa dangkal (0-70 km), gempa menengah (70-300 km) dan gempa dalam (>300 km). USGS tak pernah/jarang menggunakan skala kekuatan/magnitude gempa dalam skala Richter, tetapi skala energi gempa dalam Mw (momen magnitude) atau body wave (Mb). Jadi di gambar Pak Rovicky itu bukan 7.5 SR (USGS) -media
    sering melakukan hal yang sama, tetapi 7.5 Mw (USGS); atau 7.0 SR (BMG).

    Salam,
    awang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: