Wacana Diskusi dengan sebuah Blog


dg_banner1.pngSangat mengagetkan ketika aku membuat Blog khusus semburan Lusi Binti Lula. Waktu itu saya hanya terpikir untuk memberitahukan apa yang terjadi, karena intuisi geologi saya mengatakan sebuah bencana khusus dan unik sedang mulai terjadi di Indonesia. Ya bencana unik terjadi di Sidoarjo. Dari jauh bau bencana unik ini sudah tercium, bau multi dimensinya segera seketika berita semburan mencapai 50 000 meter kubik. Saat ini semburan masih diatas 100 ribu meter kubik sehari. Masih memprihatinkan setelah hampir satu setengah tahun berlalu.

Didalam Hotmudflow wordpress ini banyak terjadi diskusi (komentar) pada saat ada program HDCB High Density Chained Ball. Diskusi HDCB seri satu sudah cukup puanjang hingga 300 lebih. Sekarang disambung diiskusi seri dua untuk mempermudah akses.

Ada satu-hal menarik dengan fenomena blogging yang awalnya hanya untuk sebagai ajang tulisan semacam buku harian, ternyata dapat juga dipakai untuk berdiskusi serius. Coba tengok diksusi tentang bola beton yang jumlahnya hingga mencapai diatas 100. Sehingga diteruskan di threat khusus diskusi seri satu dan seri dua. Diskusi HDCB yang jumlahnya hingga 300 ini kalau di cut and paste ke word prosesing file akan memakan kertas lebih dari seratus lembar !!!

Memang wordpress tidak terformat khusus untuk berdiskusi tetapi sebuah tulisan yang dikomentari yang menjadi ciri khas Blog saat ini.

Ketika aku jumpa seseorang ketika ada pertemuan di IPA – Indonesian Petroleum Association tiga bulan lalu cukup menarik. Ada seseorang yang tiba-tiba datang mendekati saya dan senang dengan wacana dalam blog ini.

question.gif Lantas saya bertanya, “Mengapa, dan apanya sih yang menarik dengan blog ?“.
Dia menjawab “Banyak ilmunya, Mas”.
Aku timpali, “kan website lembaga pemerintah atau institusi seperti BPPT, Direktorat Geologi juga ada ilmunya. Bahkan lebih afdol“.
Jawabnya lagi, “Kalau di blog kan bisa dikomentari dengan bebas dan akan mendapat jawaban dari yang punya maupun sesama pengunjung“.

Ternyata menurutku kuncinya adalah “interaksi“. Interaksi antara pengunjung blog (web) dengan pengelola web ini yang sangat penting. Dan memang ternyata setelah saya tengok di beberapa web maupun blog yg laris dikunjungi karena adanya interaksi ini. Kualitas isi barangkali akan bertambah dengan munculnya interaksi. Sedangkan di blog pemerintah atau Institusi di Indonesia, misal BPPT maupun LIPI tidak memberikan ruang khusus untuk bertanya. Ya tidak tersedia ruang untuk BERTANYA !
Memang Web LIPI memiliki ruang untuk bertanya tapi kalau anda tengok disini :

Ingin mendapatkan jurnal ilmiah

Pertanyaan : Kira2 harus menghubungi siapa ya ?

Terlihat ada pertanyaan diatas sejak 03-02-2006 yang tidak ada jawabannya padahal pertanyaannya sangat mudah sekali, bukan ?.

Juga sangat disayangkan blog sebesar LIPI dan BPPT tidak menyediakan ruang untuk anak sekolah. Juga ternyata website-website Universitas sebesar ITB, UGM, UI tidak menyediakan ruang untuk orang awam. Tidak ada ruang semacam “Science for kid“. Padahal anak-anak jaman sekarang sudah mudah akses ke warung internet. memang belum semua merata di Indonesia, tetapi kalau diberi ruang bertanya tentunya tidak banyak membebani. Hampir semua website lembaga-lembaga institusi serta universitas di Indonesia ini lebih banyak hanya untuk dirinya atau kalangannya sendiri.

Sayang sekali bukan, ilmunya yang bisa dipakai mengukir langit itu tidak tersebar lewat media yang sudah merambah kemana-mana ini. Apa iya lebih banyak ilmuwan yang pelit ilmu ?

Buat para blogger, anda harus rajin merawat, mengunjungi dan menjawab apapun yang ada di blog anda. Konsistensi mengisi dengan topik khusus, serta tulisan akan jauh menarik ketimbang aku disini bicara segalanya.

hef e nais bloging !

Iklan

12 Tanggapan

  1. ada yg punya peta geologi daerah gowa sulsel, mhn bantuanya dikirm via email dionisius.geologist@yahoo.com
    thanks

  2. Itulah yg berbeda di web 2.0 Mas, yaitu adanya unsur interaksi. 🙂

  3. Pak dhe,
    Kalo blog yang ada interaksinya kan enak,bisa jadi ajang check dan ricek. Sebab apapun ilmunya pasti ada pro dan kontra, jadi kalo ada interaksi dengan user, maka otomatis pakar lain yang mungkin tidak setuju bisa saja langsung nulis gitu,saya ndak setuju gini sebab gitu.
    Jujur saja pak dhe saya bukan orang yang latar belakangnya geologi. tapi ndak tahu sekarang saya kok ya jadi tertarik dengan geologi sejak baca blog pak dhe.
    Oya pak dhe saya juga sempat menceritakan kisah timun emas yang pak dhe tulis ke orang sekitar porong, kok ndilalah mereka juga kok ya sadar.semua yang ada di cerita itu semuanya bisa di sangkut pautkan
    mulai nama jalan ( desa siring sampai pasar porong nama jalannya jalan Jenggolo) sampai nama jandanya dan katanya orang itu “Mbelingnya” yang punya lapindo cocok dengan karakter nya buto ijo

  4. Pak dhe…
    memang banyak pertanyaan yang masuk ke blog-blog yang adadi ranah maya, tapi bagi pengunjung, kalau pertanyaan yang udah ada belum di jawab, bagaimana dengan pertanyaan yang akan kita ajukan,
    “jawabnya paling – Tanya sama rumput yang bergoyang”

  5. ehm.., sptnya orang yg pinter2 enggak mau nulis utk anak2 pak (^_^)

    ^mereka^ lebih ngincer ke jurnal internasional…
    bergengsi gitu…
    kalo blog, “ta u u la yawww”

    lagi pula mboten wonteng ingkang mbayari menawi ngeblog

    oya, terima kasih utk tips agar rajin merawat hingga menyapa pengunjung blog

    salam,
    adi.n

    Fisikawan Indonesia nge-blog, sudahkah?

  6. Kalo pemerintah dan organisasi-organisasi besar itu nggak mau, ya biar kita-kita ini aja yang berswadaya bikin sendiri… dari rakyat untuk rakyat 😛

  7. Well, selamat datang di blogosphere, pakde!

  8. Blog memang efektif sebagai sarana pembelajaran di dunia maya. Sebab utamanya adalah adanya interaksi langsung antara penulis dan pembaca. Hal ini tidak ditemui di situs2 pendidikan atau ensiklopedi on-line yang hanya bersifat komunikasi satu arah.

    Hidup Blogger Indonesia……!!

  9. Mari bergabung Pak, Terimakasih……!

  10. Aku ikutan………………………………………..main HALMA (‘-‘) ??
    Hmmm!

  11. untuk mendapatkan yang diinginkan dari suatu blog (tentu saja yang menyenangkan), perlu semboyan TEMAN SERIBU MASIH KURANG, SATU MUSUH SUDAH KELEBIHAN. Kalau diskusi perlu bersikap seperti main catur, menempatkan diri sebagai lawan diskusi sekaligus teman. Mana ada orang main catur sendiri, mengatur langkah buah catur sendiri = mengadu otaknya sendiri. Kalau tinju, tenis bisa main seorang diri. lha catur? Mana bisa !! Ayo berjubel di blognya Pak dhe !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: