PLT-NUKLIR di Indonesia … Ya atau tidak ?


NUKLIR mungkin menyelamatkan dunia, tetapi sama bahayanya kalau memanfaatkannya !
(Nuclear Paradox)

Soal yang benar-benar menantang untuk menjawabnya adalah soal yang bukan sekedar jawaban ya atau tidak. Dunia ini toh juga tidak hanya hitam dan putih. Dunia juga bukan pula memerlukan jawaban abu-abu. Karena dunia ini berupa pelanGi.. Tidak ada jawaban yang salah atau benar tetapi harus dijawab secara logis. Demikian juga persoalan PLTN Go or not to go

Kita tengok sedikit saja soal benar salah ini mengapa bisa begitu ?

Energi yang dihasilkan sebuah reaksi NUKLIR memang ngaudubillah besarnya. Namun BESAR bisa berarti banyak hal. Potensi besar kalau bisa mengontrolnya, dan bahaya besar kalau tidak dapat mengontrolnya.

Cadangan yang dimilki Indonesia juga cukup BESAR . Kandungan uranium di Kalimantan mencapai 24 ribu ton yang setara dengan kebutuhan listrik 9.000 megawatt selama 125 tahun !!. Lokasinya di Desa Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Melawai, Kalimantan Barat. Angka yang disebut sebagai BESAR inipun bisa berarti harus dijaga dan juga harus dimanfaatkan. Atau kalau salah urus bisa-bisa malah dicolong 😦

Kebutuhan listrik dalam negeri Indonesia-pun juga BESAR . Lah iya, wong Indonesia ini angka jumlah penduduknya juga BESAR (banyak).

Jadi mau pakai PLTN ?

  • Kalau dijawab ya … kok kewanen, berani-beraninya)
  • Kalau dijawab tidak … kok keweden penakut

Memang yang penting buat Indonesia adalah mengembangkan sesuai dengan kemampuan dan sumberdaya yang ada didalam negeri.
– Indonesia punya sumber Uranium sebagai bahan bakar Nuklir, Kandungan uranium di Kalimantan mencapai 24 ribu ton yang setara dengan kebutuhan listrik 9.000 megawatt selama 125 tahun. Lokasinya di Desa Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Melawai, Kalimantan Barat.
– Indonesia punya Batubara (Bahkan Indonesia pengekspor jumlah buesarr)

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sepanjang tahun 2005-2006, Indonesia tercatat sebagai pemasok terbesar pada pasar ekspor batu bara dunia. Pasokan itu menutup sekitar 25 persen dari total permintaan batu bara dunia.

– Indonesia punya Geothermal (40% cadangan dunia !!)

Kita punya semua, tinggal milih aja. Yang aneh kan kenapa Indonesia kekurangan listrik ? ada dua kemungkinan … supply listriknya kurang atau terlalu BOROS !!

41 Tanggapan

  1. Indonesia pake nuklir?????, lha besi jembatan suramadu aja di curi!!!, segala proyek dikorupsi!!!, bisa2 meledak tuh PLTN bukan karena gempa atawa tsunami kayak di Jepang, tapi meledak karena bahan2nya banyak dikorupsi, diganti yang kwalitas rendah, yang pentingkan proyek jalan, yang pentingkan kantong orang2 tertentu menebal, iya iya nuklir bisa ngurangin emisi CO2, nuklir juga murah, nuklir bisa mengatasi krisis energi 10 th, 20thn, 30 thn…., tapi jgn lupa di Indonesia sdm nya banyak maling!!!!, jangankan 10 tahun DIJAMIN 5 THN JUGA BISA MELEDAK, DAN HABIS DAH SUDAH!!!!

  2. memang bner di X-mantan itu punya tambang uranium yang saya rasa cukup untuk memenuhi bahan bakar nuklir pltn,toh ahli2 nuklir dari dalam negeri sendiri sydah memikirkan enrichment uranium serta pengolahan limbahnya…nah knp mesti takut??? selama ini kita cuma terbelenggu oleh kejadian2 cernobyl atau melt salt…kalau kita tidak mencobanya kapan kita bisa membuktikannya sendiri?????!!!!cernobyl atau melt salt bukan acuan kalao pltn itu berbahaya!!”ada pepatah jawa mengatakan bisa karena terbiasa”……pltn solusi for green earth

  3. Bangsa Indonesia itu yang saya lihat, nggak begitu menghargai jiwa manusia…!!!
    Uang bencana alam dikorupsi.. Punya negara yang indah dan subur tapi nggak tau berterimakasih…
    Kalo kita boros make listrik, itu yang harus dididik…
    bencana dicari-cari… nggak yang ada dulu dikelola baik2..
    suatu hari nati kalo kita udah kaya’ Jepang.. berani bunuh diri atau mengundurkan diri kalo berbuat salah thd umat manusia, baru saya percaya 90 persen akan PLTN….
    watak orang kita nggak berani bertanggung jawab….!! pemimpin kita meski udah didemo mundur masih punya muka mencalonkan diri pemilu lagiii…

    watak kita masih meremehkan hal2 kecil dan nggak detail, lalu kurang disiplin……
    dan HUKUM dinegara kita juga nggak jalan…
    duhhhh… PLTN lagih.. kata ‘waspada dan hati2′ ajah belom cukup buat teknologi ini…
    suatu hari nanti Indonesia akan jadi kaya’ Uni soviet.. terpecah-pecah… nggak ada lagi negara berpenduduk islam terbesar didunia… karna manusianya berambisi sama nuclear power tapi belom sesuai ama SDM dan keadaan alamnya…

  4. Pendapat saya tentang PLTN:
    S.E.T.U.J.U.!!Kenapa saya setuju?coz bangsa Indo itu termasuk negara yang BOROS listrik(menurut saya).Padahal listrik bangsa kita itu terbatas,lantas kenapa kita yang belum mencoba bilang TIDAK?!Jika jadi membangun PLTN,pesan saya hanya perlu waspada en hati” az!:-D

  5. Mr Bean berkata :’Orang ribut terhadap kecelakan chernobil (56 orang meninggal karena radiasi maupun non radiasi),’

    kan masih banyak juga yah dari kita yang nggak tau kalo chernobyl teradiasi sampai lebih dari 5 generasi, dan lebih dari 6 juta orang meninggal karena kanker, dan bayi- bayi lahir cacat, hidup cuman untuk ngerasain sakit doang???
    itu baru kebocoran … bukan meledak .. kalo meledak sepulau jawa angus kaya’ hiroshima dibom kali…. kulitnya meleleh hidup-hidup..
    dan katanya Uni soviet juga telat menevakuasi rakyatnya.. setelah 3 hari ngirup udara dan kena hujan yg udah teradiasi baru dibilangin…dan dikasih masker oksigen…

  6. waduhh klo menurut saya sih simple2 aja’
    diadakannya PLTN di indonesia itu belum meyakinkan sekali untuk keamanannya’
    kita lihat saja SDM di indonesia,tenaga ahli juga aduhhh belum meyakinkan deh’intinya indonesia itu masih belum dipercaya’
    ya kita tahu sendiri misalnya diadakannya PLTN, kalo ada Human Error, GAWAT bener itu pastinya’yang kejadiannya seperti di rusia itu’efek radiasinya seremmm bangettt, saya udah nonton di Discovery channel’coba anda nonton Discovery tentang yang kecelakaan meledaknya Reaktor nuklir karena Human Eror =(‘
    bangsa kita aja udah di bilang bodoh,gimana kena efek radiasi nuklir tersebut,makin ancur indonesia,belum koruptor2nya aduhhh yang ada kyk negara miskinan setara dengan Afghanistan dongg T_T’

  7. Hmm…
    Diskusi klasik tentang pro dan anti PLTN, tidak saja terjadi di Indon tapi di seluruh dunia.
    Fakta yang terjadi, dimana-mana PLTN tetap dibangun.
    Apakah para penguasa bodoh? Tidak mungkin
    Dimanapun di seluruh dunia para penguasa ingin tetap duduk di kursi empuk selama-lamanya. Akan tetapi mengapa mereka berani tetap ngotot membangun PLTN?
    Karena hasil evaluasi mereka, dengan memperhitungkan manfaat dan mudharatnya, menunjukkan bahwa manfaatnya jauh lebih besar daripada mudharatnya (di negara yang sudah membangun PLTN).
    Orang ribut terhadap kecelakan chernobil (56 orang meninggal karena radiasi maupun non radiasi), padahal berapa ratus orang yang sudah mati kelelep di Saguling? Berapa ribu keluarga terusir dalam pembangunan sebuah waduk? berapa besar kerugian pemanasan global karena bahan bakar fosil? Berapa juta hektar lahan harus ditutup untuk sel matahari?
    Apakah orang barat sangat bodoh, mengapa mereka tidak memanfaatkan tenaga angin atau matahari untuk membangun industrinya?
    bla…bla…blaa…

    Saya tidak pro nuklir atau anti nuklir, tapi saya berpikir logis dan pro pada kemakmuran bangsa.

  8. siapa yang untung dan siapa yang buntung? yang jelas nuklir ga akan bisa membuat bangsa ini bangkit. yang terjadi malah lahir bangsa dengan generasi yang penyakitan. semua thu kalo efek radiasi nuklir – yang kata mas Rovicky – nau’dzubillah – luar biasa hebat. tidak ada keuntungan sama sekali untuk bangsa ini. yang untung adalah para kapitalis, karena mereka punya kepentingan mendirikan industri, sedang di negara mereka sebenarnya sudah ada pelarangan. kenapa para ‘pengayom’ rakyat seolah-olah menutup mata akan hal ini? nyata sudah bahwa negeri ini akan dijual oleh mereka. bukankah telah tampak pada kita, harta kita satu-persatu telah dicolong dan itu dilegalisasi pemerintah kita dengan adanya UU yang mendukung aksi2 tersebut. UU penanaman modal, UU Air, UU Migas dll adalah yang terbukti nyata telah terjadi pengkhianatan besar2an para pemimpin2 kita kepada rakyat.
    Allahu akbar! sesungguhnya kebenaran akan segera menang, dan setiap kebatilan akan segera lenyap. kapan itu terjadi? jika kita mau berteriak… REVOLUSI SITEM

  9. menurut saya dengan adanya perencanaan pembangunan PLTN patut kita pertimbangan dengan alasan pertama bahwa “Cadangan bahan bakar fosil yang kita miliki terbatas. Padahal, kita termasuk negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia,dan sudah seharusnya Cadangan yang terbatas itu sudah seharusnya diamankan untuk generasi mendatang.
    yang kedua “alasan lingkungan hidup. Dibanding pembangkit listrik yang lain,PLTN sangat bersih karena tidak mengeluarkan gas buangan ke udara. “Kualitas udara pun jauh lebih baik. Di samping itu, teknologi dan keselamatan yang sudah sangat maju”
    yang ketiga “lasan ekonomis. PLTN dinilai dapat bersaing dengan PLTU maupun PLTGU. Dari catatan PT PLN pada akhir 2006, dengan asumsi harga gas alam USD 4,5/ MMBtu dan harga minyak USD 40/barel, nuklir dengan biaya pembangkitan 4,73 sen/kWh akan sangat bersaing dengan PLTU batu bara dan juga jauh lebih murah daripada PLTGU.
    Nah dengan pertimbangan tersebut pemerintah saja mengaharapkan agar energi nuklir dapat berperan. Bahkan, prospek pemanfaatan energi nuklir di Indonesia tercatat dalam beberapa dokumen resmi yang dikeluarkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral baik dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) 2003-2020, Blueprint Pengelolaan Energi Nasional (PEN) 2005-2025 maupun Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) 2005-2025.
    dan perlu saya garis bawahi masalah penolakan PLTN itu hanya disebabkan adanya persepsi negatif masyarakat terhadap nuklir. Trauma itu disebabkan pada bom atom Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. Hal itu diperparah dengan kebocoran reaktor nuklir di Chernobyl dan Three Mile Island.
    sekarang tinggal bagaimana kita memanfaatkan nuklir sebaik mungkin, dan mencari solusi agar tidak terjadi dampak buruk adanya pemakaian nuklir.

  10. Pak Yogs, energi nuklir itu termasuk ke dalam energi baru dan terbarukan. Di dalam rencana pemerintah nantinya, nuklir menempati sekitar 2-4% dari porsi energi baru dan terbarukan ini. Sisanya yang sekitar 96-98% dari porsi energi baru dan terbarukan ini nantinya adalah non nukir seperti geotermal, angin, air dll. Dari situ terlihat bahwa pemerintah memang concern dengan pengembangan energi terbarukan selain nuklir.

  11. pak,saya setuju saja dengan pengembangan energi nuklir sebagai pembangkit listrik untuk kebutuhan manusia. akan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana cara memberitahu masyarakat indonesia arti penting hemat energi. masyarakat kita masih cenderung masa bodoh dalam menghemat listrik. jutaan megawat akan sia-sia jika masyarakat masih mengenal konsep “yang penting gw bayar listriknya”.

  12. Orang maklum kalo rencana pendirian pltn di jateng sana di protes…la wong masih banyak sumber alam lainnya yang bisa dibangkitkan, ini malah membangkitkan potensi major hazard.
    bila boleh berpendapat, kembangkan saja energi terbarukan dulu, urusan uranium belakangan…sekali terjadi bencana nuklir bisa ratusan taun spesies terganggu termasuk manusia didalamnya…jangan2 nanti kawasan jawa tengah dan sekitarnya ditutup dong pak dhe…ntar ga bisa lagi ke borobudur jadinya.
    so please do not act the foolish game for prestige…just do the good things for our enviro

  13. Trimakasih kpd OmPapang, maaf kalau ada silap pengertian.
    mungkin kata “harus” harus di edit menjadi “boleh” atau “akan” atau dihilangkan sama sekali.Sebab sy sering terpengaruh dg bahasa malaysia,”harus” dalam bahasa Malaysia bermakna”boleh” dalam bahasa Indonesia. Misalnya “agama islam mengharuskan poligami”. Mengharuskan maksudnya membolehkan, bukan berarti mewajibkan..he he, jadi ngelantur ke bab poligami..maaf.
    kembali ke masalah PLTN.
    Segencar apapun sebagian kaum environmentalis/ekonomis berkampanye anti nuklear, nuklear akan tetap ada. Nuklear tak akan hilang.Karena Uranium sudah tersedia di alam.Tuhan sudah ciptakan dalam jumlah yang cukup melimpah.
    Yang harus dikampanyekan,adalah bagaimana agar nuklear ini dapat dimanfaatkan secara aman dan selamat.
    Pemanfaatan tenaga nuklear untuk pembagkitan tenaga listrik adalah termasuk untuk keselamatan dan kemakmuran. Adapun efek samping dari PLTN itu yaitu terhasil plutonium yang bisa digunakan untuk senjata,maka dunia sekarang sudah mengontrolnya sangat ketat dengan perjanjian NPT (Non Proliferation Treaty).
    Jangan sampai nuklear digunakan untuk senjata, karena itu untuk kehancuran seperti yang dilakukan Amerika Serikat di Hirosima dan Nagasaki. Bom Nuklear termasuk kejahatan kemanusiaan.
    btw.Oh ya, kelmarin(dua hari yg lalu) saya jalan2 ke MINT,Malaysian Institute Nuclear Technology. Ternyata mulai 2007 ini Malaysiapun merencanakan proyek PLTN.
    Ketua Setiausaha Negara, Tansri Mohd Sidek mengistiharkan(menyatakan) bahwa “Nuklear Malaysia akan mempelopori bidang JanaKuasa Nuklear(PLTN) yang menuntuk pengurusan yang lebih fleksibel”.
    Sy berfikir kalau di Indonesia banyak penolakan thdp PLTN, maka bisa-bisa Malaysia akan lebih dahulu mengoperasikannya.
    Semoga Indonesia-Malaysia berjaya..amin.
    terakhir..ini ada quote:
    Scientists & engineers determine what COULD be done.
    Economists determine what SHOULD be done.
    Politicians determine what WOULD be done.
    But..
    in an election for the Mayor of Hamburg in the 1980’s,
    one candidate campaigned to support
    the nearby Brokdorf nuclear power plant project. He LOST
    A second candidate opposed the plant. He LOST.
    A third candidate was not sure
    whether to support or oppose the plant,
    HE WON!
    So, the electorate chooses the politicians….

    Salam”nuclear 4 peace”
    Kurnia2007.
    pelajar Sains Nuklir FST,UKM.
    asal Bandung.

  14. Menurut Kurnia 2007, PRODUK HARUS TETAP JALAN, emangnya kita mau memproduksi PLTN, Indonesia itu produsen PLTN atawa konsumen PLTN, kok HARUS TETAP JALAN ?

  15. sdr Indo energi meni keukeuh (sangat kukuh) he he!.

    Kalau menurut saya, jika informasi berimbang, justru nanti akan seimbang yang menolak dengan yang menerima.
    dalam ilmu “bisnis”ada hukum rata2, rata2 orang yang menerima dengan orang yang menolak akan sama.
    Dan itu suatu hal yang biasa, karena ada perbedaan pendapat/persepsi akibat beda informasi yang diterima.Tapi produk harus tetap jalan.
    jadi walaupun PLTN sudah ada yang menolak dan yang menerima akan tetap ada.

    Salam”nuclear for peace”

  16. Mas RDP, komentar saya sebelumnya tidak membahas jadi atau tidaknya pembangunan PLTN. Tapi merespons komentar mas Hendro dan Mas Totok tentang persepsi masyarakat thd PLTN. Persepsi sangat dipengaruhi oleh informasi yang diterima masyarakat. Jika informasi yang diterima masyarakat lebih obyektif (atau setidaknya berimbang) maka perkiraan saya akan semakin banyak orang Indonesia yang tidak setuju dengan kehadiran PLTN.

    Saya sepakat, jadi tidaknya PLTN pada akhirnya adalah keputusan politik. Namun, apakah keputusan politik tersebut diambil berdasarkan pertimbangan tekno-ekonomi,
    geopolitik atau popularitas (opini publik dan prestise termasuk di dalamnya), pada akhirnya tetap akan ditentukan oleh beberapa faktor a.l. validitas informasi yang dijadikan acuan, pembobotan terhadap berbagai faktor pertimbangan tersebut, dan rasionalitas para pengambil
    kebijakan.

  17. ikutan….

    btw… untuk cadangan yang di kalimantan itu gak salah kan maih yang primer ya, om ?
    trus gimana dengan ekstraksinya kalo primer gitu ?
    sementara setau saya yang di australia en amerika kalo gak salah endapan placer ya… ?
    bener gak sih ?

    dijelasin lagi dong….

    btw….
    setuju untuk energi nuklir….
    tapi jangan sampe kayak kasus si LUSI….

  18. Menuai listrik di langit
    Dengan menara ujung tembaga di atas bukit
    Tanpa petir kilat elektron memercik
    Karena listrik mengalir sedikit demi sedikit
    Tersimpan dalam kapasitor elektronik
    Diubah menjadi energi potensial elektrik
    Tersimpan dalam accu yang khusus dirakit

  19. Aku pola pikiran Mas Totok boleh juga, tetapi bagaimanapun perlu alasan sebelum menjalankan project apapun. Alasan keyakinan spt mas InfoE memang sulit dipakai sebgai acuan. Walaupun belum tentu salah. Alasan teknis hanya akan dipakai sebagai dasar, sedangkan alasan keputusannya ya aku pikir bakalan merupakan alasan politis seperti aku tuliskan sebelumnya.
    Alasan Mas Indo bahwa apakah benar nantinya listriknya memang berharga murah .. ini adalah alasan yang paling logis menurut saya. Dan merupakan tantangan buat PLTN di Indonesia yaitu HARGA JUAL. Tantangan PLTN di luarnegeri adalah environment dan safety.

    silahkan di lanjut
    masih ngikuti IPA di jkt 🙂

  20. Totok: Darimana kok anda tahu bahwa masyarakat pasti menolak itu dari mana

    Alasan keyakinan saya adalah begini: jika masyarakat akhirnya tahu bahwa PLTN tidak bisa menghasilkan listrik yang murah bahkan membebani rakyat dengan hutang, tidak menumbuhkan kemandirian energi, tidak meningkatkan kehandalan sistem ketenagalistrikan nasional, tidak seaman seperti yang selama ini dipromosikan, memberikan beban pada generasi yang akan datang, dan tidak meningkatkan stabilitas keamanan regional, maka sesuai akal sehat tentu tidak ada alasan untuk membangun PLTN.

    Totok: Lah ini anda belum apa-apa sudah menolak

    Mas Totok, ketidaksetujuan saya terhadap PLTN justeru berdasar pada data dan analisa. Silakan baca beberapa tulisan saya tentang energi nuklir.

  21. Belajar dari Musibah Chernobyl 1986

    Kalau ada musibah biasa nya kita akan mengevaluasi,dimana kesalahannya.
    Agar tak terulang lagi. Al Qur’an sendiri mengatakan bahwa kerusakan didaratan dan dilautan akibat ulah manusia.
    Juga Quran mengatakan bahwa segala yang ada di langit dan bumi ditujukan untuk kemakmuran manusia (nanti kita akan cari ayat2nya)

    Ada tiga alasan yang menyebabkan “Chernobyl” Meledak :
    1. kesalahan prosedur baku dalam penanganan “control rod”.ketika shutdown control rod harusnya tetap dipasang.
    2. type/ jenis reactor , bukan jenis BWR, Bukan PWR, bukan pula HTGR. Tapi dari jenis RMBK istilahnya dari bahasa Rusia,jenis reaktor ini sangat bahaya.
    3. tujuan dibuat nya reactor ( untuk listrik + produksi plutonium terang2an untuk bom)

    Ternyata Tuhan masih sayang akan hambanya, Seandainya proyek Chernobyl ini berhasil mungkin akan berlaku “Hiroshima-Nagasaki kedua” yang akan menimbulkan korban lebih banyak lagi. Misalnya Rusia membom Afghanistan karena prustasi melawan pejuang kemerdekaan/para Muhahid Afghan. Tuhan segerakan ambil nyawa 32 orang yang bekerja di sana. Seakan-akan Tuhan menunjukkan tidak ridho jika membuat reactor bukan untuk tujuan damai(bom plutonium).

    Saya termasuk yang setuju dg PLTN, karena Nuklir untuk “Peace”.

    Rakyat Kita masih perlu listrik, sebagai perbadingan, dg negara Jiran Malaysia.Kapasitas terpasang di semenanjung Malaysia 8.064 MW dg jumlah penduduk 18 juta, sedangkan di Pulau Jawa- Bali dg Penduduk 120 juta,memiliki 18.000 MW, dengan demikian setiap penduduk di Pulau Jawa- Bali memiliki jatah 1/3 nya dari penduduk di semenanjung Malaysia. Bahkan kenyataaan kurang dari itu bisa sampai 1/10nya, sebab rata-rata rumah sederhana di Indonesia memasang listrik 450-900VA, sedang di Malaysia rumah sedeharna 4800-9600VA.(listrik bukan untuk lampu-TV aja, untuk keperluan dapur menjadi lazim)

    Kalau masalah sampah pasti ada, Lho kota Bandung aja yang tak ada PLTN nya, sampai sekarang masalah sampahnya nggak selesai-selesai.

    Salam Damai!

  22. setelah Chernobyl meledak, beberapa negara Eropa kena dampakya dengan adanya angin yang berembus kebarat . Kabarnya angin itu membawa debu radio aktif.
    Btw, saya lihat rekaman video ledakan Chernobyl dilayar TV beberapa jam setelah ledakan dan konon yang mengabadikan peristiwa tersebut akhirnya juga meninggal.

  23. Ompapang salam kenal sebelumnya

    Saya belum pernah tahu bahwa warga UniEropa mengalami pengalaman buruk dengan PLTN. Yang mengalami itu Chernobyl, bukan UniEropa. Masayarakat UniEropa ya justru memperoleh manfaat dari PLTN. Tetapi mereka sudah memperoleh manfaat dari PLTNnya.

    Pemerintah UniEropa meninggalkan Nuklir karena alasan lain. Mungkin sekali karena ketakutan teroris yang memanfaatkan limbah yang katanya bisa untuk membuat bahan uranium. Katanya. Kalau masyarakatnya hanya karena ketakutan dampak nuklir, walaupun belum merasakannya sendiri seperti Chernobyl 😛

  24. Pak Totok Heru, Apakah Pusat Listrik Tenaga Air atau Angin yang lebih bagus dari pada PLTN buat negara-negara Eropa, sehingga mereka meninggalkan PLTN yang pernah memberi pelajaran (buruk ! ) pada mereka ? Kalau iya, maka
    mengapa untuk mendapat energi listrik seperti orang Eropa,kita HARUS NAPAK TILAS merasakan belajar seperti mereka, mendapat pelajaran (buruk!) dari PLTN?
    Bukankah lebih bijaksana kita belajar dari orang Eropa LANGSUNG akan hal-hal yang mereka ketahui lebih bagus, yang menyebabkan mereka meninggalkan PLTN.
    Kita dapat belajar dari Spanyol yang membendung sungai -sungai yang relatif kecil di hulunya sebagai PLTA beberapa kali sebelum air sungai tersebut mencapai muara dimana hasil listriknya diexport kenegara tetangga.
    Juga belajat dari negara-negara Eropa utara yang memanfaatkan tenaga angin untuk kitiran – kitiran besar yang memutar generator listrik.
    Sebab kita di Indonesia punya banyak sungai dari pegunungan, angin disepanjang pantai, cahaya matahari yang berlimpah, panas bumi yang belum tergali, mengapa kita tidak belajar memanfaatkan tenaga-tenaga alam tersebut kepada orang Eropa, mengapa malah memilih akan belajar menghayati pengalaman (buruk!) orang Eropa dalam penggunaan PLTN ?
    Mari kita renungkan,apakah belum apa-apa sudah menolak PLTN itu tindakan bijak atau sebaliknya!

  25. hai InfoEnergy

    Darimana kok anda tahu bahwa masyarakat pasti menolak itu dari mana, kok sama saja dengan keyakinan BATAN (menurut anda). Hanya isi keyakinannya kebalikan, tapi menurutku kepastian anda sama-sama diragukan kepastian yang anda ungkapkan.

    Bukannya para pendukukung PLTN malu untuk menolak PLTN, atau dibalik saja kenapa malu-malu kucing menerima PLTN padahal butuh listrik dan PLTN salah satu substitusi untuk keberagamannya ?

    Info UniEropa itu pasca Nuklir. Artinya setelah mereka menikmati manfaatnya dan memperoleh hasil lain setelah itu baru menolak nuklir karena mampu menggunakan sumber lain. Listrik nuklir mereka yang sudah dikembangkan sejak dahulu telah sempat dipakai untuk berproduksi dan meneliti dan menghasilkan. Walaupun hasilnya sekarang ilmu barunya menyatakan nuklir kurang bagus dibanding “penemuan” atau ilmu baru yg mereka peroleh setelah memanfaatkan lsitrik yang dihasilkan nuklir. Tetapi mereka “berhasil memanfaatkan nuklir”
    Bullshit !! kalau anda bilang mereka menyesali menggunakan PLTN nuklir !!!

    Sementara kalau kita menolak nuklir artinya kita tidak akan pernah bisa merasakan belajar seperti mereka. Mereka telah memanfaatkan PLTN dan setelah itu mengetahui sendiri ada yang lebih bagus. Baru menolaknya
    Lah ini anda belum apa-apa sudah menolak … 😦

  26. Mas Hendro, saya yakin jika masyarakat mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan jujur tentang PLTN dan kondisi energi nasional kita maka mayoritas masyarakat pasti akan menolak kehadiran PLTN. Tentu kesimpulan ini berbeda dengan yang diyakini oleh BATAN dan pendukung-pendukung PLTN.

    Mari kita tengok Uni Eropa, dimana masyarakatnya jauh lebih melek informasi daripada masyarakat kita, ketergantungan mereka pada BBM juga jauh lebih tinggi, dan juga mereka lebih berpengalaman hidup dengan PLTN. Ternyata 61 persen penduduk mereka menolak PLTN (Eurobarometer, 2007). Di Perancis yang selalu jadi rujukan pendukung PLTN, hanya 28 persen yang mendukung PLTN, sementara hampir 60 persen menolaknya. Lalu kenapa kita mesti malu untuk menolak PLTN?

    Sekarang tugas kita untuk memberikan informasi yang benar terhadap masyarakat, tidak melebih-lebihkan tapi juga tidak mengurang-kurangi fakta yang ada.

  27. Orang Indonesia ini memang aneh dan jelas egois, coba perhatikan hasil survey dari salah satu TV Swasta berikut :
    – Setujukah anda Indonesia membutuhkan energi alternatif selain BBM? SETUJUUUU…
    – Setujukah anda Indonesia membangun PLTN? SETUJUUUU……
    – Setujukah anda PLTN berjarak 1-5km dari rumah anda? TIDAK SETUJU..
    – Percayakah anda pada kemampuan orang Indonesia utk menangani PLTN? TIDAK PERCAYA….

    Semua jawaban di atas adalah jawaban mayoritas (di atas 70%). Berarti orang Indonesia ini mau PLTN (soalnya butuh Energy tambahan), tapi jgn dekat2 rumah, soalnya aku nggak percaya kemampuanku sendiri utk menangani PLTN.
    Lha kalau nggak ada yg mau ditempati PLTN di kotanya – ya jangan bilang mau pakai PLTN!!

  28. Oh … terima kasih pak dhe, aku harus koreksi komenku, bahwa aku juga TIDAK sependapat dengan sumber tunggal dihabisin berurutan. Yang aku lihat bijak cuma “cara pandang t”, tetapi angka-angkanya ya sekedar filosofis, atau apapun yang kita rancang pada masa ini, perlu menyisakan untuk keturunan hingga 10000 tahun (re: t), atau: “… jangan ceroboh dan egoistis, sehingga mewariskan kutukan (radioaktif, kanker, mutasi gen, dst) bagi generasi kemudian …” . Itu saja!

    Untuk realisasinya, aku setuju dengan geographic source based policy.

  29. Pak RIrawan
    Usulan t ini memanfaatkan “single source pool”. Ini dalam engineering tentunya sangat berbahaya. Karenanya harus ada diversity (keragaman). memanfaatkan satu saja untuk satu waktu tertentu justru memiliki risiko lebih besar. Karena perbandingan success : failed menjadi 50:50. Kalau ada diversity maka risiko ambyar akan kurang dari 50%. Dalam teori investasi disebut risk distribution, membagi-bagi modal ke beberapa usaha untuk mengurangi risiko gagal.

    Nah diveristy macam mana yang akan dikembangkan, kalau saya mengusulkan ditulisan ini :geographic source based policy. Disesuaikan dengan kondisi dan potensi geografis masing2 tempat.

  30. Cocok pak t,
    Cara pandang yang bijak, kendati angka-angkanya tentu ‘filosofis’.
    Maka kita tidak akan disesali oleh generasi kemudian.

  31. Rovicky: Kandungan uranium di Kalimantan
    mencapai 24 ribu ton yang setara dengan kebutuhan listrik 9.000 Megawatt selama 125 tahun !!.

    >>Pak Dhe, kalau boleh tahu, sumber datanya dari mana? Berdasarkan Red Book of the Nuclear Energy Agency terbitan 2006 yang merupakan acuan industri nuklir dunia, cadangan uranium Indonesia adalah 4.6 ribu ton. Itu pun hampir semuanya termasuk kategori rendah (dengan biaya ekspoitasi 80-130 $/kg).

    Terlepas dari itu, kalau memang cadangan sebesar 24 ribu ton tsb ada, maka menurut hitungan yang saya ketahui untuk konsumsi PLTN 9000 MW maka itu akan habis dalam waktu 12-13 tahun dan bukan 125 tahun. Hitung-hitunganya begini, 1000 MW PLTN setiap tahun membutuhkan kurang lebih 25-30 ton uranium yang diperkaya (enriched uranium). Untuk mendapatkan jumlah tersebut dibutuhkan sekitar 200-250 ton uranium alam. OK, saya ambil angka 200 ton maka umur cadangan = 24000/(9*200) tahun = 13.3 tahun. 

    Jawaban RDP

    Jumlah cadangan sebesar 24 ribu tonnes itu ada di dokumen KEN 2005 (Kebijakan Energi Nasional 2005).
    Tersiar kembali di :
    http://jawapos.com/index.php?act=detail_radar&id=160142&c=1

    Soal hitungan berapa per Kwh, mungkin anda lebih tahu dari saya. 😛
    Di KEN 2005 ditulis cukup utk 3Gw selama 11 tahun !!!
    Kalau hitungan PEN-2004 ini ngga bener … whaddduh !!! 😦

  32. Bagaimana bila seperti ini:
    100 tahun I , kita habiskan minyak kita dan kemampuan kita membeli dari dunia.
    200 tahun II, kita habiskan LNG dan Gas kita dan kemampuan kita membeli dari dunia.
    400 tahun III, kita habiskan batubara kita dan semoga kita tidak membeli dari dunia karena setelah 600 tahun seharusnya sudah tercipta teknologi memanfaatkan emisi karbon menjadi bahan bakar daur ulang.
    600 tahun IV, kita habiskan geothermal kita (mungkin tidak akan habis karena kita berada di ring of fire? ).
    900 tahun V, kita gunakan 1 tetes uranium untuk menyalakan listrik se-Indonesia (teknologi sudah tambah maju, bulan pun sudah kita tempati)
    1200 tahun VI, pemisahan H2O menjadikan Air menjadi bahan bakar utama.
    2400 tahun VII, menjadikan Air Laut sebagai bahan bakar antar galaxi (air bersih di darat sudah menipis)!
    5000 tahun VIII, bumi tidak mengenal malam, karena sinar matahari dengan mudah dibelokan ke bagian bumi yang gelap dan tentu solar cell seharga 1% baterai arloji!
    10000 tahun IX, dst…dst…

    ATAU,
    kita memakai strategi: tiap periode mengunakan 1% dari setiap semua sumber energi yang dunia temukan. Jadi pada 10000 tahun dst..dst keturunan kita masih menggunakan minyak sebagai bagian dari diversifikasi energi yang kita rancang pada masa ini.

  33. Sungguh dilema! Di satu sisi kita kekurangan energi, tetapi di sisi lain kita juga harus bersikap environmentalis, yang kesemuanya terangkum dalam prinsip ekonomis. Jadi perlu ada jalan tengah lah.

  34. Lumayan Pak, dicoba saja mungkin…biar sejajar dengan negara idola baru kita IRAN…..?? 🙂
    Untuk sumber energi mungkin bisa mencoba tenaga angin dan ombak…..

  35. kenapa deposit uranium tdk dicaplok. Kalau memanfaatkan uranium itu musuhnya environmentalis dan juga pesaing lain. Termasuk ketakutannya sendiri. Jadi bukan hanya dimusuhi sama yang punya.
    Ada sisi lain yg nggondeli dari si pencaplok

    😀

  36. Wah, baru tahu saya kalo ada deposit uranium gede di Kalimantan. Kok tumben belum ada perusahaan multinasional yang mencaploknya?

    @yuda:
    Reaktor nuklir yang ada di Serpong setahuku cuma untuk keperluan penelitian BATAN aja, jadi gak bisa dibuat komersil.

  37. Reaktor nuklir, disamping berbagai penolakan oleh LSM lingkungan yang ada di Indonesia, di seluruh dunia bahkan,,sebenarnya memiliki kedekatan dengan alam yang sangat kental..jauh lebih kental dibandingkan dengan tenaga alam lain yang mereka gembar-gemborkan seperti energi air, energi angin, apalagi gas bumi..

    Kita semuanya tahu, di tahun 1972, Francis Perrin dkk memastikan adanya kejanggalan kandungan isotop U-235 di dalam bijih uranium yang mereka teliti di sebuah tambang di Oklo, Gabon, Afrika Barat…mereka menemukan adanya deplesi material fisil (U-235) di dalam senyawa uranium alam…biasanya, kadar U-235 yg ada di Uranium alam ialah sekitar 0,72%..namun bijih uranium di tambang yang telah lama menjadi sumber uranium Prancis memiliki fraksi mol lebih rendah daripada U-235 di uraniumj alam biasa..beberapa perdebatan telah terjadi menegenai kemungkinan ditemukannya perbedaan ini, seperti kemungkinan peluruhan U-235 dsb, namun akhirnya secara numeris dari perhitungan umur batuan di Oklo, maupun identifikasi material di bebatuan Oklo, ilmuwan dunia menyatakan bahwa terdapat reaksi nuklir pertama di bawah tanah jutaan tahun yang lalu di tiga area berbeda pada tambang Oklo, Gabon, Afrika Barat.

    Fakta ini setidaknya secara gamblang telah menunjukkan kita banyak hal, memberikan kita inspirasi untuk menyelesaikan permasalahan energi saat ini…

    -Dari fenomena Oklo, kita bisa mempelajari proses reaksi fisi nuklir secara aman..bagaimana mereka bisa terbentuk, dan sifat keselamatan melekat (inherent) dari reaksi fisi di alam tersebut
    -Dari situ pula kita tidak perlu khawatir mengenai penampungan limbah nuklir lestari, alam sudah memberi inspirasi bagaimana produk fisi dapat terselimut alam dengan aman, tanpa mencampuri tingkat radioaktivitas alam seperti di Oklo…

    so, semua teknologi yang kita nikmati kini ialah hasil karya olah imajinasi kita terhadap wahyu alam yang Tuhan ciptakan..dan, saya percaya, nuklir adalah salah satunya..

    Regards,

    -PJ-

  38. Sudah saat nya Indonesia mencari sumber energi alternatif selain minyak dan gas bumi,..bisa dengan panas bumi atau tenaga nuklir…

    PLTN perlu dibangun, jangan hanya PLTA, PLTU, PLTG; …sekalian untuk memberikan contoh dan meyakinkan pihak2 yang selama ini curiga, kalo nuklir juga bisa dipakai untuk hal2 yang bermanfaat, tujuan perdamaian, teknologi, dsb.,…

    Kata pepatah “Apa yang bisa dilakukan dan sesuai kebutuhan saat ini, maka kerjakanlah…

    Regards
    Sigit

  39. Boleh saja Indonesia menggunakan dan memanfaatkan PLTN tapi harus ekstra hati-hati.
    itu pesan saya 🙂

  40. nuklir mang bermanfaat, setuju dengan penggunaan teknologi nuklir buat kepentingan bangsa indonesia. tapi menurut saya kalo kondisi di indonesia masih kayak sekarang ini, jangan membuat sebuah PLTN dulu deh. coba bayangin, dari pusat dikasih dana sekian, nanti makin kebawah makin di-sunat, semennya dikurangi kualitasnya, wah bisa-bisa jadi cherbobyl versi indonesia 🙂
    semoga indonesia jadi makin baik lagi, amien

  41. Di Indonesia bukannya sudah ada 2 reaktor nuklir ? di Yogyakarta dan di serpong.
    Jadi bener toh di kalimantan beneran ada uranium, klo diambil orang sedunia bakal protes.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: