Apakah dunia memilih batubara dan gas alam sebagai sumber energi ?


Figure 3. World Marketed Energy Use by Energy Type, 1980-2030.  Need help, contact the National Energy Information Center at 202-586-8800.Sepertinya dunia (eh manusia) memilih (dipilihkan) batubara sebagai sumber energi masa depan. Secara prosentase porsi yang diambil pun tidak terlalu banyak tetapi karena jumlah keseluruhan meningkat maka jumlah yang dibutuhkan juga semakin besar. Kalau tahun 2003 batubara dan gas sama-sama hanya mengisi 24%, nantiya pada tahun 2015 dan tahun 2030gas alam meningkat menjadi 25% dan 26%, sedangkan gas meningkat menjadi 26% dan 27%.

Bagaimana distribusinya ?

Konsumsi energi dunia

Figure 1. World Marketed Energy Consumption by Region, 1980-2030 (Quadrillion Btu).  Need help, contact the National Energy Information Center at 202-586-8800.Konsumsi energi dunia hingga tahun 2030 diperkirakan meningkat . Gambar disebelah kiri ini menunjukkan bagaimana trend peningkatan itu dari tahun 1980-2006 dan proyeksinya hingga tahun 2030. Proyeksi ke tahun 2030 akan meningkat pesat. Ini hanya proyeksi perkiraan. Yang dalam hal-hal tertentu dipakai sebagai pemicu dan pemacu. Apakah ini sebuah hal yang akan terjadi ? Jawabnya belum tentu tetapi dengan memilki proyeksi ini akan secara sadar dan tidak sadar membuat industriawan dan penggerak ekonomi serta politisi akan berpikir ke arah yang sama. Ingat yang kebelakang itu data (history) yang kedepan itu perkiraan (projections) yang belum tentu benar-benar akan terjadi loh. Ingat tulisan disini tentang perkiraan yang selalu salah.

Perkiraan disebelah ini menunjukkan bahwa negara-negara non OECD-lah yang akan rakus mengkonsumsi energi secara global. Untuk kejelasan siapa saja yang dimaksud Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), lihat peta dibawah ini.

 

 

OECD member states (as of 2007)

Negara-negara yang tidak tergabung OECD (negaara-negara berkembang) diperkirakan oleh EIA akan meningkat tajam dalam kebutuhan energi.

– 😦 ” Bagus donk Dhe. Kalau saja nanti mereka yang di negara berkembang jadi maju dicerminkan oleh kebutuhan energinya”
+ 😀 “Tapi aku kok ga yakin, le. Mesti nanti negara maju juga yg ternyata memanfaatkan, coba tengok pemakaian dibawah ini. Siapa yang tetep akan menggunakan untuk kebutuhan industrinya”.

Sepertinya gejolak peningkatan di negeri non OECD ini tidak harus tepat. Pemakaian energi dibawah ini menjelaskan untuk apa saja energi ini digunakan oleh end-usernya.

Pemakaian energi

Figure 2. World Delivered Consumption by End-Use Sectort, 2003-2030 (Quadrillion Btu).  Need help, contact the National Energy Information Center at 202-586-8800.

Kebutuhan energi yang diperkirakan meningkat sangat tajam adalah kebutuhan industri kebutuhan sektor transportasi. Sektor lain seperti perumahan serta kebutuhan komersial tidak terlampau banyak.

Tentusaja semua ini didasarkan atas perkembangan trend yang meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Disini terlihat diperkirakan secara global dunia akan meningkat kebutuhan energi untuk industrinya dengan pesat ?

Negara mana yang industrinya meningkat ?

Kalau toh industri yang meningkat itu ada di negara-negara non OECD, menurut saya sangat mungkin akan didominasi Cina dan India atau mungkin ditambah negara-negara di Jazirah Arab. Afrika dan Asia Tenggara mungkin masih harus tertinggal lagi. Tetapi kalau dilihat bahwa trend kebutuhan industri itu smooth tanpa gejolak (lihat grafik sebelah kiri ini) maka saya perkirakan industri ini masih didominasi oleh negara-negara kelompok OECD.

Skali lagi trend proyeksi ini dibuat berdasarkan asumsi. Apakah kita akan mengikuti perkiraan ini atau kita akan membuat kebijakan sendiri sesuai dengan kebutuhan sendiri. Lah kalau kata Gus Dur sih “Be Your Self”.

Sumber energi apa yang akan dipakai nantinya ?

Figure 3. World Marketed Energy Use by Energy Type, 1980-2030.  Need help, contact the National Energy Information Center at 202-586-8800. Grafik disebelah ini masih diambil dari sumber yang sama yaitu EIA. Perkiraan ke masa depan hingga tahun 2030, minyak bumi masih akan menjadi idola sumber energi utama. Sedangkan dua sumber lain yang akan juga akan meningkat adalah batubara dan gas alam. Sumber energi terbarukan dipaksakan juga meningkat ditahun-tahun mendatang. Namun energi nuklir sepertinya terpaksa ditangguhkan peningkatannya.

– 😦 “Pak Dhe, Jadi nuklir ngga akan ditambahin ya dhe ?”
+ 🙂 ” ini kan kareppe EIA. Kalau ada negara yang akan mengembangkan ya boleh-boleh saja. tetapi mungkin akan kesulitan karena orang lain tidak akan siap-siap mengantisipasi kenaikannya”
– 😦 “Brarti boleh donk nuklir dikembangkan di Indonesia?”
+ 😀 “Ya tentusaja, kalau Indonesia masih berpikiran perlu energi nuklir ya ga papa”
– 😦 “Kalau gitu nanti bisa jadi industri nuklir bangkrut donk dhe. Eh siapa tahu pembuat mesin-mesin nuklir malah diobral murah donk, dhe ?”
+ 😀 “hust !”

Memang harus disadari bahwa prediksi-prediksi serta perkiraan ini bukanlah sebagai ramalan yang akan terjadi dimasa mendatang. Namun ini merupakan pegangan atau guideline saja. Kalau soal peramalan tentunya masih ingat grafik dibawah ini kan ?

oil-price-predictionYa Ramalan harga minyak ini selalu salah. Bayangkan kalau semua industri didunia menggunakan asumsi harga ini untuk membuat atau mengarahkan industrinya. Tentusaja semua amburadul. Lah wong proyeksi harga minyaknya selalu salah. Padahal setiap harga di dunia ini menggunakan harga minyak sebagai patokan.

Harga produk industri baja juga meningkat akhir-akhir ini, hal ini salah satu penyebabnya karena harga minyak (energi) naik. Juga harga sewa drilling rig meningkat karena harganya naik. Tentusaja pembuatan Rig-rig pengeboran diproyeksikan dari perkiraan harga ini.

Nah kalau dilihat dari judul artikel ini. benarkan nantinya batubara dan gas bumi sebagai energi hingga tahun 2030 ? Tergantung kita. Tergantung manusianya, tergantung arah angin ribut yang akan mengalir ke arah mana nantinya. No one knows !

Jadi kalau dunia memang dipilihkan (oleh EIA) untuk menggunakan batubara dan gas alam sebagai sumber energi, tetapi dunia belum tentu mau. Dunia memilki arahnya sendiri nantinya.

Kalau yakin dengan kemampuan sendiri kita tidak harus ngikut-ngikut trend dunia, siapa tahu itu maunya mereka 😀
Kalau kata Gus Dur “Be Yourself”

14 Tanggapan

  1. […] Pustaka · rovicky.wordpress.com/2007/05/05/dunia_memilih/ Apakah dunia memilih batubara dan gas alam sebagai sumber energi ? Energi masa depan – Nuklir atau […]

  2. cccccaaaaaaaaaaaaaaaaaaapeeeeeeeeeeeelllllllllkkkkkkkkkkkkkkkkkk

  3. Gus,
    Jangan kuatir kalau tidak tahu. Kalau semua orang tahu segalanya maka ga ada tenaga ahli didunia ini. Ga ada sekolah ga ada guru.
    Hehehe ini kata wong bodo kaya aku ini 😀

  4. aduh… saya koq ndak ngerti yo???

  5. Negara kita memiliki banyak sekali cadangan energi alam yang dapat dimanfaatkan. tetapi walau sebanyak apapun yang tersedia di alam kita, tanpa perencanaan yang matang dalam eksploitasiya akan berakibat fatal. jika keserakahan ekonomi yang menjadi landasan dalam mengeksploitasi seluruh sumber daya alam kita. Tak mengherankan jika negara kita sekarang banyak mengekspor migas, batubara, dll, akan tetapi beberapa tahun ,mendatang SDA negara kita menipis dan bahkan habis. Sebaiknya pemerintah cukup selektif terhadap perizinan pertambangan dan memikirkan bagaimana SDA yang tersedia dapat pula dimanfaatkan untuk generasi selanjutnya. Karena disaat-saat sekarang kita gencar mengekspor batubara negara lain pengimpor batubara malah berusaha menampung batubara untuk cadangansumber energi mereka mendatang.

  6. saya cenderung memilih kalo indonesia memang BOROS dalam energi. Boros dalam artian “tidak efisien” karena tidak di gunakan untuk produktif, sebagai gambaran : pada tulisan di koran Pikiran Rakyat bulan ini akibat kemacetan di Bandung kerugian akibat kemacetan mencapai sekian milyar rupiah/day.
    bisa dibayangkan jika angka ini kita kalikan dengan jumlah kotabesar di indonesia dan kalikan dengan 365 hari/tahun berapa banyak energi yang terbuang akibat kemacetan saja ?
    MAsalah energi di indonesia bukan masalah sektoral yang dapat di selesaikan dengan mencari sumber energi konvensional dan non konvensional. tapi merupakan masalah yang harus diselesaikan secara menyeluruh, baik secara politis, keekomian, pendidikan, transportasi dll.

  7. Ini bisa beda-beda tergantung apa yang sudah ada saat ini.
    Kalau infra struktur batubara di Indonesia sudah cukup banyak. Karena selama ini kita sudah membangun PLTGU dengan bahan bakar batubara cukup banyak di Jawa. Juga kapal sudah tersedia cukup banyak.
    Gas alam belum banyak digunakan, sehingga pembangunan infra struktur akan terasa mahal. Apalagi pasaran juga belum sebanyak pemakai BB atau BBM. Seolah-olah penggunaan BBM dan BB menjadi murah karena “keterlanjuran”.
    NOT by design, but accidentally … or may be fortunately !

    Demikian juga nuklir. Banyak yang bilang nuklir ini rugi. Lah iya mungkin saja kan ? saat ini di dunia mungkin sudah jenuh dengan PLTN, bahan bakar nuklir jadi mahal. Makanya kita ngga bisa bersaing.
    Tapi dahulu ketika kita punya duik minyak melimpah dan ada kesempatan toch ga ada yg berani memanfaatkan. Malah udreg-udregan dewe. Sampai sekarang !!!

    akhirnya kayak anak kecil punya sepatu baru yang ngga pernah dipakai … setelah udah gede sempiit dan modelnya udah koeno .
    Cucian kaan ? 😀

    Keputusan PLTN yes atau No … itu keputusan politis strategis … bukan sekedar ekonomis dan environmentalis

  8. Dear Pak Dhe,

    Secara umum, biaya pembangunan infrastruktur pemakaian batubara versus gas alam, dibandingkan dengan nilai ekonomi yang didapat, lebih ekonomis yang mana ya…?

    Regards
    Sigit

  9. Arek Doarjo
    Memang yang penting buat Indonesia adalah mengembangkan sesuai dengan kemampuan dan sumberdaya yang ada didalam negeri.
    – Indonesia punya Nuklir, Kandungan uranium di Kalimantan mencapai 24 ribu ton yang setara dengan kebutuhan listrik 9.000 megawatt selama 125 tahun. Lokasinya di Desa Kalan, Kecamatan Ella Hilir, Melawai, Kalimantan Barat.
    -Indonesia punya Batubara (indonesia pengekspor jumlah buesarr)
    – Indonesia punya Geothermal (40% cadangan dunia)

    Kita punya semua, tinggal milih aja. Yang aneh kan kenapa Indonesia kekurangan listrik ? ada dua kemungkinan … supplynya kurang atau terlalu BOROS !!

  10. hiks… endonesa baru nggenjot natural gas sebagai sumber energi..dipakai sendiri & export juga, malaysia malah menghemat natural gas-nya dengan lebih banyak memakai gas dari batubara..gimana tuh pak Dhe?

  11. Mungkin nanti saat PLTN sudah aman digunakan akan ada sumber energi lain yang lebih murah. Iya to dhe ? wong kalau mau neliti perlu duwik yang nantinya diambil dari harga juwalnya.
    Kok ya ngga pakai geothermal aja to dhe ?
    Bisa jadi Indonesia kayak anak kecil yang punya sepatu baru tapi sayang-sayang ngga pernah dipakai. Ketika mau makai sudah sempitttt. Kasihaaan deh luw :p

  12. Penelitian untuk keamanan dan penjinakan radiasi nuklir terus berlanjut. Pada suatu saat teknologinya akan ditemukan dan energi nuklir menjadi akan paling aman dan paling efisien di dunia.

    Indonesia pada saat itu barang kali sudah memiliki cadangan Uranium yang ekonomis untuk dieksploitasi.

  13. trus gimana dengan pemanasan globalnya pak dhe? kan batu itu sumber energi yg melepaskan CO2 paling tinggi di udara dibanding minyak dan gas? 😦

  14. kl itu bs sbg ladang tren korupsi, pasti jd pilihan bangsa kita.. 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: