The Revenge of the Earth


dg_banner1.png Click to see a bigger picture Menyambut Hari bumi 22 April aku dapet kiriman lyric dari seorang sahabat pengamat bumi yang judulnya menakutkan Pembalasan Sang Bumi

Selamat Hari Bumi untuk Bumi Pertiwi”

Tentang GAIA silahkan tengok komentar dibawah.

The Revenge of the Earth
(by Brahm Stuart)

The Earth is our mother, she raised us up from the dust,
Her stones gave our bones and her ashes gave our flesh,
She waters our blood from the oceans of her sweat,
What the Earth has given us has been so easy to forget.
The Earth holds a balance just as night follows day,
The trees are in the forest and the fish are in the bay,
The air is filled with oxygen which fills our every breath,
But as the Earth has given life, she could also deal out death!

Earthquakes and floods and diseases uncurable,
The Earth could cut us down
Just like we’re cutting down her trees;
Tornadoes and famines and plagues sent from Hell,
We may think we own the Earth
But she could bring us to our knees!

The Earth is a being, oh yes, just like you and me,
She thinks and she feels and she moves and she breathes,
The Sun is her father, the Moon is her friend,
She’s living out her life within time with no end.
We are all her children as are the animals and trees,
And she loves all her children on her lands and in her seas,
We are the bravest children Mother Earth has ever raised,
Our minds envision beauty and our lights pierce her haze,
But now we’re splitting atoms and destroying with our greed,
Our own Mother Earth, so people please take heed.

“kalau Bumi kita lukai, ia pun bisa melukai kita..”

17 Tanggapan

  1. wah , barusan saya ngasih koment di topik global warming dg menyinggung self healing system nya bumi,…. eh.. ternyata ada topiknya juga disini..hehehehe..
    Menarik klo kita bicara mempersonifikasikan bumi, karena dalam beberapa ayat di quran, gunung, bumi langit dan benda2 langit, kadang dipersonifikasikan juga. Bagi saya , ini hanyalah merupakan salah satu dari sekian banyak cara kita memandang dan memahami alam ini.

  2. Top..top …article dan ulasan yang top

  3. Respect our enviro
    Respect our eco
    Respect our earth..but most of all
    Respect your self..
    Happy Earth Day

    (semoga semua makhluk Allah sentiasa berbahagia dan sejahtera..selalu mendapatkan pertolongan,tuntunan dan pengayoman-Nya.Amin)

  4. segitiga adalah bentuk bangun geometri paling sempurna..krn masing2 saling menguatkan sisi2nya..selama ini kita cuma mengenal dan dikenalkan kepada hubungan dua sisi saja,yaitu hubungan manusia dgn Tuhannya dan manusia dgn manusia..kita khilaf dan lupa akan hubungan manusia dgn alam tempat hidupnya..mungkin karena kesombongan akibat kebodohan dan kebebalan kita yg diunggulkan oleh Sang Maha Pencipta sebagai khalifah yg mendapat mandat dari sesama makhluk Nya..meskipun ndak aklamasi..krn gank setan mbalelo..bener gak pakdhe?jgn2 aku yg bodoh dan bebal..

  5. […] sebagai makhluk hidup. Ya, menurut pandangan James Lovelock bumi ini sebagai organisme yang disebut GAIA. Tapi aku tidak akan berbicara GAIA, aku hanya ingin berbicara soal makhluk hidup lain yang juga […]

  6. makasi ms awang uda memberi pencerahan,
    lumayan lah stlah q nyari2 ’bout gaia,e nemu d sini1
    mbantu bgt!

    “Gaiaism is an natural-science belief system wherein understanding of the world is based on Gaia and Chaos theories.”

    itu yang pernah ak baca dr artikel
    tp masi saja blom jelas!

  7. mas Awang, makasih atas ulasan tambahannya mengenai GAiA. Apa yang Anda utarakan sungguh menarik, dan mudah-mudahan semakin memberi banyak inspirasi bagi mereka yang telah membacanya untuk semakin peduli terhada p Bumi ini.

  8. Dirga,
    GAIA memang sangat menarik.
    Menganggap bumi sebagai organisme “hidup” dan mampu “menyembuhkan diri” ini didasari ketika melihat ciri-ciri dari bumi yang sangat dinamis. Kalau saja kita ini melihat bumi sebagai organisme hidup sebenarnya hanyalah melihat proses dibumi sebagai proses alami. Misalnya saja menganggap diri kita sebagai bakteri yang ada diperut. Ketika bakteri menganggu maka manusia minum obat dan sebagian bakteri terpaksa harus mati. Apakah kita menyalahkan bumi yang sedang minum obat ?

    YA, manusia bagaikan bakteri dalam perut BUMI.
    Nah ketika bumi “sakit panas” karena kulitnya tersengat matahari, dia akan kegerahan. Mungkin BUMI akan minum obat, tetapi obat turun panasnya ini bisa saja menganggu perut sehingga perut mual. Gejala meningkatnya panas bumi ini ditakutkan oleh penghuni perut, dan bakteri-pun saling tuding menyalahkan. Apakah manusia eh bakteri yang salah ketika bumi kegerahan ?

    Saya kutipkan pendapat kawan geologist tentang GAIA ini :

    The Revenge of Gaia (Lovelock, 2006)

    James Lovelock, pada usianya yang ke-86, masih produktif dengan menuliskan buku seri Gaia-nya yang kelima : The Revenge of Gaia (Penguin Books, 2006). Selama 25 tahun lebih, Lovelock konsisten dengan hipotesis (sekarang sudah jadi teori) bahwa Bumi adalah ibarat makhluk hidup, maka disebutnya ia adalah Mother Earth atau Gaia (dewi Bumi) atau Bumi Ibu Pertiwi.

    Tahun 1979 bukunya terbit untuk pertama kalinya : “Gaia – a New Look at Life on Earth” (Oxford Univ. 1979), lalu “The Ages of Gaia” (Norton, 1988), lalu “The Practical Science of Planetary Medicine” (Gaia Books, 1991), lalu “Homage to Gaia” (Oxford Univ, 2000), dan “The Revenge of Gaia” (Oxford Univ, 2006). Buku pertamanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Bumi yang Hidup” (Yayasan Obor Indonesia, 1988). Empat lainnya saya gak yakin sudah diterjemahkan. Saya punya tiga bukunya. Bukunya “The Ages of Gaia” sangat sarat geologi sejarah, asyik mengikutinya.

    Kalau rekan2 mengikuti pandangan2 Lovelock sejak dari awal hipotesis Gaia sampai jadi teorinya, maka akan kelihatan perkembangan pemikiran pembela lingkungan ini. Saat-saat awal, Lovelock berkata bahwa Bumi bisa menyembuhkan dirinya sendiri dengan semua organ (tanah, lautan, atmosfer) yang dimilikinya. Tetapi di bukunya yang terakhir ditulisnya bahwa Bumi pun bisa mengaduh sakit, bisa ngambek, bisa demam, meriang, dan akhirnya bisa membalas dendam kepada yang menyakitinya.

    Mother Earth sekarang telah tua, 4.65 milyar tahun, ia tak sekuat seperti dua milyar tahun yang lalu. Ia sedang berjuang agar dirinya tetap cukup dingin sehingga berbagai bentuk kehidupan yang bergantung kepadanya tetap bisa nyaman. Dia harus mengelola sedemikian rupa panas Matahari yang makin meningkat. Tetapi, kesulitannya bertambah karena ada satu bentuk kehidupan yang bergantung kepadanya, yaitu manusia, telah berbuat sedemikian rupa hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.

    Gaia sedang berubah dan mungkin ia tak sekokoh dulu. Ciri global ecosystem sekarang adalah : populasi manusia meningkat, penurunan kualitas tanah, penumpukan sampah, semua jenis pencemaran, perubahan iklim, penyalahgunaan teknologi, punahnya biodiversitas. Dan ini adalah problem global sebab dunia yang sekarang adalah dunia yang terlipat – problem di satu tempat akan segera dirasakan di tempat lain.

    Mars dan Venus adalah ”dead sibling” – sauadara-saudara Gaia yang telah lebih dulu mati.. Bumi adalah seperti makhluk hidup yang bisa mati. Kalau ia terlalu dipanasi dan diracuni, ia pun bisa sakit. Waktu masih muda, Bumi bisa menyembuhkan dirinya sendiri, sekarang ? Less resilient !

    Deklarasi Amsterdam 2001 memandang serius teori Gaia James Lovelock. Marilah di Hari Bumi ini kita sejenak memikirkan Bumi tempat kita tinggal. Kenali dengan baik dan sayangi dengan sungguh-sungguh.

    ”Hanya Satu Bumi” (Barbara Ward, 1975), tak ada yang lain, marilah kita sayangi…dengan apa yang mampu kita lakukan.

    Salam,
    awang

  9. salam kenal,
    menarik juga untuk bicara mengenai kondisi bumi. Apa Anda pernah dengar juga mengenai teori GAIA yang dicetuskan oleh James Lovelock pd th 70an. Teori ini mau menunjuk bahwa bumi adalah seperti organisme. Bumi jangan diperlakukan sebagaimana benda mati. Teori ini sebetulnya mau menggugah kesadaran manusia sebagai penghuni bumi. Manusia ditantang untuk peduli terhadap kesehatan bumi. Manusia adalah bagian organik dari bumi ini dan punya tanggung jawab terhadapnya.
    Bagaimana menurut ANda?

  10. Wakkk, bisa dikutuk sama Embah Mbah Mbah-nya ikan dari jaman Bumi masih bernama Pangea Ultima. :))).

  11. Terima kasih Ompapang, saya malah baru membacanya.

  12. Pak Dedi, di Republika Online ada disinggung mengenai hujan ikan dan kodok akibat pusaran angin. Buka saja !

  13. Ompapang, saya belum pernah lihat hanya dari obrolan teman-teman saja yang merasa heran menemukan ikan-ikan di kubangan air jauh dari penduduk. Wallahualam.

    t, boleh dicoba ikan besar dan kecil dimasukan ke dalam mesin cuci dan oksigennya yang cukup. Jika ikannya pada lemes, telornya mungkin masih survive.

    Selamat ulang tahun bumi, semoga panjang umur dan sehat selalu.

  14. Wakkk! Bercanda ini, Kayaknya ruginya deh yang lebih gedhe kalau ada puting beliung.
    Kalau penyebaran benih yang terjadi karena puting beliung mungkin ini salah penyebab mutasi gen oleh alam terutama kalau benihnya survive di habitat yang sama sekali beda,
    Ngomong-ngomong apa nggak “teler” tuh ikan “triping” di dalam pusaran angin?
    Bagus untuk selalu berpikir positif, memperoleh hikmah dari setiap petaka. Artinya kalau Bumi sudah mulai rusak maka manusia harus sudah punya modal untuk mengeksplorasi galaksi lain.
    Tetapi alangkah senangnya bila dapat menikmati Bumi sekaligus Planet lainnya. Paling tidak ada usaha baru Galaxi Express!!
    Selamat Hari Bumi juga. From the ash to the ash.

  15. pak Dedi, dulu saya pernah baca kalau gak salah di Pakistan atau di Yunani pernah ada hujan disertai ikan yang diperkirakan dibawa oleh puting beliung dari danau atau laut.

  16. Salah satu manfaat tornado atau puting beliung bagi bumi
    adalah membawa dan menebarkan bibit tumbuhan dan hewan dalam jumlah besar.

    Jika ada yang merasa heran, kolam buatan atau danau yang baru terbentuk bisa berisi ikan tanpa ada yang menanam, boleh jadi bibitnya diangkut oleh puting beliung.

    Jika ada kolam ikan dilalui oleh puting beliung, bisa jadi air dan ikan-ikannya akan habis terhisap dan terbawa ke angkasa.

  17. Pernah merasakan kemarahan seorang ibu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: