Longsoran dan Danau, Akibat Gempa dan Patahan


strikeslip1a.jpgGoyangan gempa yg dirasakan di jogja tidak hanya merusak bangunan tetapi juga merubah topografi atau bentuk rupa bumi. Daerah-daerah berlereng curam yg dalam kondisi kritis menjadi tempat-tempat berbahaya ketika terjadi goyangan gempa. Waktu simposium internasional kebumian awal Agustus 2006 lalu Ibu Dwikorita ‘Longsorwati’ (looh beliau kan ahli perlongsoran hingga meraih Phd loh) menjelaskan didalam simposium ahli kebumian dunia di Jogja awal Agustus lalu. Tapi tulisannya bahasa dewa, aku critanya pakai gambar kartun dan bahasa Tarzan saja ya … 🙂

Eh bisa membentuk danau, ngga ? :p

Longsoran yg dipicu gempa.

lereng.jpgGambar disebelah ini memperlihatkan tempat-tempat yg memilki lereng curam. Peta ini dibuat oleh BAISDA Jogja (Badan Informasi Daerah). Perhatikan warna merah merupakan daerah yg lerengnya curam, sedangkan warna hijau daerah yang landai. Di bagian tengah ada kotamadya Jogja dan Bantul berwarna hijau, artinya lerengnya landai kurang dari 8% atau kurang dari 5 derajat. Di sebelah timur dan barat berupa perbukitan dengan lereng curam.

longsoran.jpgNah sekarang dibandingkan dengan peta longsoran yg ada. Coba perhatikan lokasi longsoran yg dijumpai oleh Bu Doktor Rita ‘Longsorwati’ ini. Ternyata dibagian timur pegunungan ini terpadat longsorannya. Sedang di bagian barat tidak dijumpai longsoran. Ingat nggak ? beberapa tahun lalu Bu Rita ini juga menangani longsoran di daerah Kulon Progo, namun alhamdulillah, kali ini di Kulon Progo aman dari bencana longsor yg dipicu gempa. Kenapa hayoo ? Iya karena longsoran di Kulon Progo dipicu oleh curah hujan yg tinggi !

OK, kita tengok lagi gambar di atas. Terlihat bahwa memang longsoran (Rock Slide) serta jatuhan (Rock Fall) banyak sekali terjadi pada lereng-lereng yg kritis ini disekitar pusat gempa. Dengan demikian kita tahu bahwa longsoran-longsoran itu memang benar dipicu oleh gempa. Di Pantai Parag tritis anda dengan mudah melihat jatuhan (rock fall) di dinding bukit sebelah timur pantai.

Longsoran yg menyebabkan rumah turun hingga 8 meter !

Mungkin ada yg bertanya-tanya, bagaimana longsoran ini terjadi ? Aku yakin, trus ada yang pingin tahu apakah tanah yg turun ini bisa membentuk danau akibat tanah yg turun ini ? Loh wong contohnya memang ada kok. Di sepanjang patahan Sumatra terdpat dua danau besar yg sangat terkenal akibat pergeseran patahan Sumatar. Jangan-jangan diJogja juga begitu nantinya.

Jangan kuwatir, ketakutan anda memang wajar kok. Lah wong ada rumah yg turun hingga 8 meter dan begeser lebih dari 20 meter je. Apa ndak itu menunjukkan bahwa tanahnya turun ?

Sekarang, mari kita lihat penampangnya. (klick aja kalau mau memperbesar gambarnya, ya).

slidingDisebelah ini memperlihatkan penampang (atau kalau dilihat dari pinggir), bagaimana terjadinya turun dan bergesernya rumah hingga 8 meter vertikal dalam waktu sekejap. Lah, kalau terbentuk danau dalam sekejap lah ya medeni lan nggegirisi ta ya … menakutkan juga, kan ?

Nah dari penampang tersebut terlihat bahwa adanya bidang luncur (slide surface), juga terlihat adanya rekahan-rekahan dibagian atas. Ini jelas sekali menujukkan bahwa turunnya rumah tersebut sebenernya memang menurunnya permukaan tanahnya akibat bergeser sambil turun akibat longsoran. Disitu terlihat bahwa rumah yg diatas turun, iya hingga 8 meter dan bergeser hingga 20 meter. Wah itu halaman rumahnya tambah luas donk .. upst !

Coba perhatikan bahwa rumah yg berada dibawah lereng yg curam rawan longsor juga berbahaya tertimpa timbunan tanah.

Looh kan longsoran itu terjadi disekitar patahan Opak juga , kan ?
Iya memang, tetapi longsoran tersebut bukan pada bidang-bidang patahan yg ada di sekitar Opak. Sehingga penampang-penampang ini akan mirim dijumpai dibeberapa tempat di pinggiran lereng-lereng curam yg terlihat dalam peta (gambar) diatas itu.
Tapi kan deket dengan patahan kan ?
Duh, pasti banyak yg khawatir dengan patahan sepanjang Sungai Opak ini kan ?

eh, sebenernya yg bergerak itu bukan patahan sepanjang opak, Nanti saya tuliskan ditempat lain tentang patahan dan gempa-gempa ini dari buntut gempa yg diteliti ahli geofisika dan erthquake geologist ini di artikel tentang “buntut gempa” (after shock).

Jadi yg seperti apa patahan yang membentuk danau ?

strikeslip1a.jpg Patahan yg membentuk danau di Sumatra berupa patahan geser (strike slip). Patahan geser ini tentusaja tidak lurus seperti garis. Patahan ini dapat berbelok-belok. Apabila belokannya stepping atau loncatannya ke kanan seperti yang terlihat di gambar samping, maka ada bagian-bagian tertentu, di tempat belokan itu, akan membentuk graben atau cekungan. Graben atau cekungan inilah yg kalau terisi air maka akan membentuk danau.

strikeslip2.jpgDisebelah ini kalau saya potong penampang diatas sesuai garis A-B. Maka terlihat profil dari danau yg terbentuk akibat patahan geser. Danau di Sumatra yg terbentuk akibat patahan geser sumatra ini yg terkenal adalah Danau Singkarak dan danau Ranau. Wah bagus dan indah looh kedua danau ini. Dan jangan kaget, danau Singkarak ini memiliki kedalaman hingga 268 meter !!. Bayangkan kedalaman laut jawa itu maksimum mungkin 30-50 meter saja.

Patahan Opak, sependek pengetahuanku, bukanlah patahan geser tetapi patahan normal atau patahan turun, dimana daerah jogja-bantul merupakan daerah yg turun. Yang tidak turun itu daerah perbukitan Wonosari, yang kalau dari parang tritis jelas banget terlihat tebing-tebingnya.

Gimana ?
Beda kan ? pembentukan danau dengan longsoran yg terjadi di Bantul kemarin tidaklah sama. Buat kawan-kawan di Bantul jangan takut Kota Bantul tenggelam, buat kawan di Sumatra anda beruntung memiliki danau yang indah. Namun kawan saya semua di Sumatra maupun Bantul tentunya harus tetap wasada dengan bahaya gempa yg dipicu longsoran.

Skalian ngingetin tetang bahaya longsoran ya, aku ambil dari selebarannya dari LIPI, Bulan-bulan ini merupakan bulan yg penting karena kondisi curah hujannya :

  • Juli = Perhatian pada awal musim hujan
  • Agustus dan September = pemeliharaan lingkungan
  • Juni dan Oktober = Waspada
  • Mei dan November = Bahaya
  • Desember sampai April = AWAS !

 

Referensi :

  • Dwikorita Karnawati And Teuku Faisal Fathani, 2006, Mechanism And Impact Of Earthquake Induced Landslides In Yogyakarta Province, Indonesia.
  • –, Atlas Kawasan Gempabumi 27 Mei 2006. edisi 27 Juni 2006. Pemda DIY dan Pemda Jateng.

 

Iklan

17 Tanggapan

  1. […] Longsoran dan Danau, Akibat Gempa dan Patahan […]

  2. iya nie mohon untuk di perbanayak artikelnya

  3. kalau danau toba terbentuk akibat gempa apa?
    tolong supaya bisa dijelaskan donk?!
    terima kasih sebelumnya

  4. banyak yang mati di danau singkarak
    serem jg

  5. bahasannya boleh juga pak dhe…. saya ingin tanya sedikit tentang sesar mayor yang berada di sekitar danau toba, itu sesar geser toh pak dhe…. !!!!

  6. bagus pembahasannya,,,tapi cuman dikit y!??

    BiSA di PerBAnyAk ga teNtaNg seSar geSeRnYA???

  7. daerah danau singkarak termasuk daerah yg rawan gempa, apakah ini berhubungan dg kondisi batuan daerah tersebut? bagaimana kondisi batuan daerah singkarak tersebut.terimakasih

  8. […] Mei 15, 2008 · Disimpan dalam Uncategorized Longsoran dan Danau, Akibat Gempa dan Patahan […]

  9. Assalamualaikum Pak Dhe, salam batu!
    Mmmm…masih belum puas nih Pak Dhe atas jawabannya tentang mekanisme sesar geser yang pada akhirnya bisa membentuk suatu basin, misal pull apart basin…Ada yang lebih detail gak? ato kalo gak Pak Dhe kasih web atau paper atau textbook yang khusus bahas masalah pengaruh sesar geser terhadap pembentukan basin. Tolong ya Pak Dhe, buat bikin referat….

    — > Coba tengok sini ini
    Extensional and Transtensional Basins
    http://aapg.confex.com/aapg/cal2005/techprogram/S2687.htm

  10. subhanallah… maturnuwun nggih pak bahasan-bahasannya, pengetahuan jadi bertambah…ilmu makin mantep. semoga bapake termasuk yang disebut dalam al-qur’an itu sebagai ulil albab….

  11. saya mahasiswa di Ilmu Tanah
    saya mau mengerjakan penelitian mengenai pendugaan kedalaman tanah menggunakan foto udara dan citra satelit.
    saya mau bertanya :
    1. apa ada yang sudah tahu kunci interpetasi pada foto udara untuk men-derive kedalaman tanah?
    2. bagaimana cara mengetahui kedalaman tanah menggunakan citra satelit?

  12. tolong kirim video mengenai kejadian bola api yang di yogya…saya perlu informasi mengenai tanda2 bencana/gempa

  13. Wah makasih mas penjelasannya .Memang disini juga kalau gempa susulan bunyinya greeeng gitu mungkin bunyi gempanya sendiri atau mungkin bunyi bangunan yang digoyang tapi gak terlalu keras ya (rumahku daerah sewon). Jangan bosen ya jawab pertanyaan sing mboten2….:D

  14. Terhadap pegunungan di KulonProgo juga relatif turun. Sehingga ada yg menyebutnya sebagai Jogja Basinal Area. Tetapi jangan trus berpikir bakalan turun permukaannya. Mengapa ?
    Karena yg mengisi cekungan (basin) Jogja ini adalah material Gunung Merapi. Perhatikan sungai-sungai yg mengalir dari Merapi ke pantai selatan. Hampir semua membawa material volkanis G Merapi.

    Swara itu seperti yg saya jelaskan di
    https://rovicky.wordpress.com/2006/06/30/glung-bleg-dan-danau-bantul-di-jogja/
    Swara yang terdengar itu adalah merupakan gelombang-gelombag gempa yg memiliki frekuensi tinggi sehingga mampu didengarkan oleh telinga manusia. gelombang gempa itu frekuensinya 10 Hz, sedangkan telinga manusia mampu mendengar gelombang dengan frekuensi 20 Hz – 20 000 Hz. Jadi jelas saja telinga manusiapun mampu mendengarnya.

    Menurut saya swara itu bukanlah karena ada rongga-rongga dibawah sana yang terisi, tetapi itu swara frekuensi gempa yang berada diatas 20 Hz.

    Menurut Pak Irwan melinano yg meneliti gempa-gempa di beberapa tempat didunia, gejala di Jogja bukan khusus di Jogja, Tetapi hampir diseluruh tempat yg merupakan daerag grmpa atau masih terdapat gempa susulan (ikutan).
    Selain itu secara psikologi saat ini telinga manusia Jogja sudah akan berbeda dengan telinga sebelum gempa. Bukan kekuatan mendeteksinya, tetapi saat ini menjadi lebih perhatian terhadap swara-swara ini.

    Salam

  15. Kalau jogja-bantul terhadap wonosari patahan turun …lalu terhadap kulon progo gimana ? apa turun juga ? kalau turun juga berarti mungkin ribuan tahun lagi mungkin permukaan air laut di jogja naik terus ? jogja bakal jadi atlantisnya indonesia ? hihi sorry pengen tau aja…tapi serius. Lalu di KR kmrn katanya 1 mg ini gempa ada lagi padahal dah sempat berhenti beberapa minggu ? dan yang bunyi glung kedenger lagi di daerah tempuran s oyo dan s opak …kenapa ya mas ? Trimakasih sebelumnya.

  16. Tambah lagi pengetahuanku dan syukur semoga tidak ada danau akibat gempa tapi ada kemungkinannya enggak mas?. AYO MBOK DUKUNG BLOG PAK D ROVICKY, D BIAR DAPET BLOG AWARD. MAU LEAVE PESEN INI DISETIAP ARTIKEL PAK D

  17. Wuih ..saya beruntung, baru sekali ini buka blog Mas RDP, lsg dapet postingan yang fresh from the oven.

    Blog-nya Mantab Mas … keep posting !!!

    Sumatra memang seperti itu. Saya pernah nguplek gravity di Liwa dan subsurface Liwa pun menceritakan sebuah dongeng selatan Ranau. Namun berhubung masih baru belajar menyibak sedikit tabir bumi, saya pun belum gitu donk =D

    Danau Singkarak memang Indah, ketenangan dibalik akarnya yang menanjap tajam.

    Dan apapun yang terjadi di Jogja … tetap saja jadi tempat mudik saya. Saya tinggalkan Jogja dengan berbekal materi kuliah yang seiprit itu, dan 3 hal yang saya yakini :
    1. Banyak beribadah pada Tuhan Pencipta Alam Semesta dan isinya
    2. Banyak berbuat amal baik pada sesama manusia
    3. Menerima semua hal dengan ikhlas, karena semua yang kita punya adalah titipan Allah semata.

    Mas RDP … Sukses slalu !!!
    Moga saya bisa segra nyusul ke KL =)

    Arjo, KATY’99

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: