Indonesia Produksi Biodiesel Mulai 2007 – Environmental impact ?


Indonesia Produksi Biodiesel Mulai 2007

Dari segi environment (lingkungan) pernahkah dilihat dampaknya ?

Walaupun bukan energi fosil, biodiesel jelas merupakan “Carbon Based Fuel“. The energy generator is “combusting carbon” or burning HydroCarbon. Pembakaran ini tentusaja masih menghasilkan emisi carbon sebagai gas buang. Belum lagi karena penanaman pohon jarak ini secara besar-besaran tentunya tidak mungkin tidak merubah ekosistem ladang pohon jarak. Belum lagi rabuk tanaman atau unsur kimiawi tambahan lainnya

Perlu disadari …

Tidak ada satupun tindakan yg tidak mempengaruhi ekosistem. Penanaman jarakpun perlu dikaji dampaknya terhadap ekosistem. Dampak ini (seandainya ada) tidak harus menutup segala aktifitas pengadaan biodiesel. Tetapi harus diketahui dan tercatat, juga dampak-dampak lain ikut didalam proses pembuatannya.

Not just an economic concern. Sebagai langkah untuk menahan gejolak kenaikan BBM ini cara yg brillian, meanfaatkan segala potensi tetap harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang juga harus berwawasan lingkungan.

Namun sayapun harus tetap menyatakan bahwa cara ini secara ekonomi maupun mental, pemanfaatan biodiesel tidak merubah “ketergantungan” kita terhadap BBM.

=====================================

Sabtu 15 April 2006 22:37:24 WIB
Indonesia Produksi Biodiesel Mulai 2007

MinergyNews.Com, Jakarta– Untuk mengurangi penggunaan BBM, tahun depan Indonesia mulai memproduksi biodiesel.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, tahun depan beberapa daerah di Indonesia diharapkan mampu memproduksi biodiesel atau bahan bakar dari biji jarak sebagai alternatif bahan bakar minyak (BBM) fosil.

“Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai dapat diproduksi untuk dikomersilkan dan menjadi potensi bisnis jangka panjang yang menguntungkan,” kata Purnomo seperti diberitakan Kantor Berita Antara hari Jumat (14/4) di Batam.

Pengembangan teknologi tanaman jarak sebagai alternatif pengganti BBM konvensional kini dilakukan sejumlah daerah, terutama yang memiliki potensi pengembangan pohon jarak. Pemerintah dan masyarakat pun sudah mulai giat menanam pohon jarak.

Bila penanaman pohon jarak secara besar-besaran berhasil maka akan dibangun industri skala besarnya. “Tidak hanya biji jarak, kelapa sawit juga dapat dimanfaatkan untuk biodiesel,” kata Purnomo. (Ant/MNC-5)

Iklan

9 Tanggapan

  1. kita seharusnya lebih memanfaatkan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita. manfaatkanlah kedua kaki dan tenaga yang kita miliki. kita bisa menghemat bahan bakar dengan menggunakan tenaga dari diri kita sendiri. tentunya hal tersebut akan bermanfaat untuk lingkungan dan juga untuk kita.

  2. Terlanjur rame-rame tanam jarak…, jaminan gak ada,,, tuh tebu yang jadi gula,,,, malah pabriknya pada tutup,,, atau memang kita mau ninggalin kolonial..? wong pabrik gula tebu kan mereka yang bikin…, jadi yang penting kajian tentang biofuel jarak mesti dipikir dalam-dalam, Tuhan menciptakan segala sesuatunya pasti ada manfaatnya.

  3. semua jenis bahan bakar semestinya kita hentikan. kita mulai lg hidup seperti jaman bahula, kita punya kaki. kemana-mana kit ajalan kaki, memasak kita pake kayu bakar. karena maha pencipta tdk pernah mewajibkan umatnya di budak teknologi. hidup jaman bahula…sehebat2 hebatnya teknologi tdk akan memepermulus jalan kita menuju sorga…jd hiduplah dengan apa adanya…

  4. terkait dg biofuel, memang emisinya jauh rendah dari energi fosil. namun, TERNYATA JAUH LEBIH BESAR EMISINYa karena pasda saat pembukaan lahat gambut menjadi lahan perkebnan telah menyebabkan lahan yang sebelumnya mengikat carbon, pada akhirnya berubah beralih melepaskan emisi karbon dioksida yang cukup besar. Tdk itu saja, saat produksi biofuel pn, melepaskan emisi karbon yag JAUH LEBIH besar daripada produksi dari Fosil. Waaahhh, kalau kayak gini, kita bisa2 malah membunuh negeri sendiri. Negeri yang kaya penghisap polusi yang dapat menyebabkan global warming, namun kok malah dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan yang secara fungsi adalah penghasil energi yang merugikan….to be continued

  5. lama lw,gw lgi bru2 jga…….ee lw.

  6. kami memiliki bio diesel. Kapasitas produksi kami baru 800 liter per hari. jika anda berkeinginan menjadi konsumen kami silahkan hubungi no saya 0813 2871 6663.
    Pengambilan minimal sebanyak 250 liter. Jika permintaan di atas 500 liter anda kami kenakan jadwal pengambilan.

  7. Kemandirian bangsa memang diperlukan untuk mencari energi alternatif seperti biodiesel, namun harus dipertimbangkan juga dampaknya terhadap kebutuhan yang lain. misalnya jarak sebagai bahan baku biodiesel diproduksi masal perlu lahan yang berapa besar kemudian menjadi pertanyaan. padahal jumlah pertumbuhan penduduk menyebabkan lahan pemukiman dan pertanian kebutuhan pangan semakin kecil. indonesia memiliki laut yang luas kenapa tidak diamanfaatkan baik sebagai sumber pangan maupun untuk produksi sumber bahan baku biodiesel.

  8. Dukung kemandirian bangsa dengan menggunakan produk dalam negeri. PT RBS siap membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan akan pabrik pengolahan biji jarak sampai pabrik biodiesel dengan kapasitas 1 – 100 ton/day.
    Bahan baku yang bisa diolah dengan pabrik kami meliputi CPO, minyak jarak, PFAD, minyak jelantah, dll denga nkadar FFA rendah sampai tinggi.
    Informasi lebih lanjut : info@rbsindonesia.com
    Terima kasih atas perhatiannya.
    PT RBS

  9. Memang, kalo tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi…..
    Inilah langkah yang dinanti-nanti masyarakat Indonesia ditengah keterpurukan dari berbagai macam krisis terutama menyangkut sumber energi. Kita memang tidak boleh hanya bergantung pada Minyak Bumi saja karena bangsa kita akan mengalami krisis energi dalam beberapa tahun mendatang, karena memang Minyak Bumi tidak dapat diperbarui. Lain halnya dengan Bio-Diesel yang dapat diperbarui dan diperbanyak. Produksi biodiesel ini juga harus dibarengi dengan riset-riset yang dapat meningkatkan kuantitas maupun kualitas produksi yang dihasilkan.
    Selain kebijakan produksi biodiesel, tentu saja masyarakat masih menunggu langkah-langkah lain mengenai kerusakan hutan, dan perbaikan infrastruktur yang masih perlu diperhatikan. Listrik misalnya, masyarakat Indonesia dalam beberapa tahun lagi tentunya tidak ingin hidup dalam kegelapan. Investor pun tidak ingin mesin-mesinnya tidak dapat beroperasi karena ketiadaan listrik di Indonesia.
    Suatu proses peralihan atau perubahan memang membutuhkan waktu, diawali dengan riset, temuan, kemudian implementasi dalam produksi masal (Massive production).
    Memang kalau tidak sekarang kapan lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: