Tips
Tips Menghadapi Longsor dan Ciri Daerah Rawan Longsor
Tim Bakornas – 2005-01-03 11:24:03
![]()
Ciri Daerah Rawan Longsor
1. Daerah berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat
2. Lapisan tanah tebal di atas lereng
3. Sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik
4. Lereng terbuka atau gundul
5. Terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing
6. Banyaknya mata air/rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil
7. Adanya aliran sungai di dasar lereng
8. Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau saranan lainnya.
9. Pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan
Upaya mengurangi tanah longsor
1. Menutup retakan pada atas tebing dengan material lempung.
2. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
3. Waspada terhadap mata air/rembesan air pada lereng.
4. Waspada padsa saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama
Yang dilakukan pada saat dan setelah longsor
1. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor.
2. Segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati.
3. Segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Iklan Gratis



YANG TERHORMAT BAPAK ROVICKY
SUDILAH KIRANYA MEMBERI KAMI PERINGATAN/INFORMASI (VIA YMSGR) JIKA AKAN/SUDAH TERJADI BENCANA DI DAERAH KAMI. POSISI KAMI DI PAKEM SLEMAN. PENGALAMAN 27 MEI LALU MEMBUAT SAYA INGIN MENGGALI INFORMASI MENGENAI ILMU KEBUMIAN AGAR TIDAK TERSESAT OLEH ISSU-ISSU YANG ADA.
TERIMAKASIH
Komentar oleh muhammad agunadi — 23 Oktober 2006 #
hi, salam kenal, saya tinggal di pusat kota sidoarjo. saya dengar issue bahwa dampak penurunan tanah sudah sampai Juanda menurut satelite (meskipun saya cari beritanya belum ketemu). berapa jauh kira2 efek lumpur sidoarjo dan pergerakan tanahnya, terimakasih
Komentar oleh agung — 6 Desember 2006 #
YANG TERHORMAT BAPAK ROVICKY
saya ingin menanyakan di daerah kami air tanahnya berwarna kuning dan berbau karat,perlu diketahui daerah tersebut dulunya rawa atau sawah yang diurug dan dibuat perumahan terletak di Bintaro,Pondok Aren, Tanggerang. untuk mendapatkan air, saya membuat pompa biasa sedalam 12 m. Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. bagaimana cara mendapatkan air tanah di daerah saya yang dapat diminum dan tidak berbau karat,apakah perlu ditambah kedalamannya dengan menggunakan jetpump…(berapa kedalamannya)?
2. bagaimana cara sederhana untuk menjernihkan air yang mengandung kadar besi tersebut agar layak diminum
3.apakah bisa dan berapa lamakah kondisi tanah rawa tersebut agar dapat kembali seperti tanah darat sehingga airnya dapat diminum..
Mohon Penjelasannya….Terima kasih…
– Jawab .. Pak Alit,
Coba baca uraian Pak Fajar Lubis sahabat saya yg ahli air tanah yg sedang di Jepun, baca di :
http://rovicky.wordpress.com/2006/08/24/airtanah-apa-dan-bagaimana-mencarinya/
atau juga bisa bertanya di forum beliau di
http://www.geotutor.uni.cc
rdp
Komentar oleh alit arman — 3 Januari 2007 #
yang terhormat bapak rovicky
pak saya ingin bertanya tentang sejarahnya gunung muria di kudus itu gmn? katanya itu gunung muda, tapi kk udah ga aktif lagi. denger denger juga ada yang bilang kalo dulunya gunung itu ga gabung dengan pulau jawa. mohon pencerahannya, terutama untuk sejarah gunung itu (dari segi geologinya, dan letusannya)
terimakasih banyak..
Komentar oleh sandi — 5 Maret 2007 #
saya tuh gak habis pikir, negeri ini memang masuk ring of fire, tapi kok gak ada kebijakan politik yang mendukung bahwa ancaman bencana ini memang alamiah di negeri ini. Kerentanan yang ada tidak dikurangi, sebaliknya malah lewat dikir. napa yhaaaaaaaaaaaa
Komentar oleh EKDH — 14 Juli 2007 #
Disamping tip yang 4 di atas dalam memperbaiki tebing yang rawan longsor juga dapat dilakukan perkuatan atas tebing itu dengan rockbolt (baut batuan) dengan memborkannya ke dalam tanah lereng tersebut secara vertikal terhadap bidang miringnya kemudian pada bagian permukaan tanahnya dibautkan pula lempeng-lempeng penahan (plat-plat besi dalam ukuran 40 cm x 20 cm.
Pola perkuatan lereng dengan rockbolt ini sering kita lihat dipakai pada atap-atap terowongan tambang.
Komentar oleh rijalabdullah — 20 September 2007 #
pake kondom juga biar aman!!
sory pakde,,
Komentar oleh caio — 30 Oktober 2007 #
haha
Komentar oleh caio — 30 Oktober 2007 #
di umbar ae!nyantai……….
Komentar oleh radend — 22 November 2007 #
global warming,,,panas,,panas,,,klo ga mo panas kita sama merubah pola hidup yg serba gak teratur,,,
seep deh,,,
Komentar oleh dyta malyca — 25 Januari 2008 #
pak…
saya mahasiswa geografi UNJ…
saya lagi Skripsi…
pak Bisa bantu saya tentang pengertian daerah rawan longsor….
Komentar oleh azmi al bahij — 25 Januari 2008 #
Pak, penting ni, saya mau bertanya untuk melengkapi tugas referat. Tentang air tanah.
Dikatakan bahwa apabila air tanah tiba2 keruh, maka dapat menjadi indikasi akan adanya bahaya longsor. bagaimana pendapat bapak? apa benar hal tersebut?
thanx, jawabannya saya tunggu secepatnya
mahasiswa t. geologi ft ugm
Jawab
Komentar oleh Debriadi H — 18 Februari 2008 #
Kang, ada salam dari Burhan Itam.
Komentar oleh syamsul irham — 29 Februari 2008 #
nice weblog!
Komentar oleh Giornale — 2 Maret 2008 #
Kenapa baru sekarang sadarnya….global warning…
uh…dah habis hutan dibabat demi kepentingan elite..bumi diexploit sampai habis ….uh…benar benar tak bermoral…kasihan anak cucu kita …nanggung panasnya….panas bumi ini…
Komentar oleh sandbox — 17 April 2008 #
“GLOBAL WARMING”…ya baru pada nyadar skarang,tp msh ada orang yg ga sadar akan “GLOBAL WARMING”
dasar semua nya ga bermoral dan ga bertanggung jawab….
Komentar oleh Putri — 25 April 2008 #
Pakdhe, Belakangan ini iklim di Indonesia sudah sulit sekali di tebak… Masuk musim hujan apa musim kering … kalo dulu khan mudah. Saya yakin ini berhubungan dengan yang konco2 bahas (Global Warming).
Mohon donk pencerahannya mengenai ini…
Komentar oleh ade — 12 Mei 2008 #
pakdheku,dimana sy bisa dapat database pertambangan batubara diindonesia.makasih pakdheku
Komentar oleh andi bobby — 12 Juni 2008 #
MAAF SAYA MASUKKAN CATATAN HARI SAPTU SUBUH DI SINI!
INTERVAL PERULANGAN (RECURRENT INTERVAL) RUNTUH SEKETIKA (SUDDEN COLLAPSE) PUSAT SEMBURAN LUSI 4-7M DALAM SATU MALAM
PROLOG
Dalam rangka memperingati HUT ke 2 Lumpur Sidoarjo maka isu yang paling menonjol penerbitan khusus terkait tumbuh dan berkembangnya Lusi adalah terjadinya runtuh atau ambles se ketika (sudden collapse) Pusat Semburan sebesar 3m dalam satu malam, tepatnya tanggal 18 Maret 2008.
BASELINE INFORMASI KEBUMIAN TERKINI
Sebagai baseline informasi adalah makalah yang diterbitkan terbaru oleh Abidin (ITB) dan Davies (Durham University UK) terbit hampir bertepatan HUT Lusi 29 Mei 2008. Berdasarkan pengukuran time series GPS dan satelit Insar terbaru, mendapatkan angka penurunan (subsidence) 4 cm/hari, juga disampaikan collapse yang terjadai 3m dalam satu malam. Disamping pengendali mekanisme subsidence sebagai implikasi pembebanan (loading) maka penulis mencirikan daerah yang mengalami pengangkatan (uplift) sebagai konsekuensi reaktivasi sistem Patahan Watukosek (Watukosek fault sysem WFS). Ditambahkan penulis time frame WFS kira-kira empat bulan pasca awal semburan Lusi (29 Mei 2006).
PERUBAHAN YANG MENAKJUBKAN PUSAT SEMBURAN DARI KAWAH MENJADI DAERAH DEPRESI ATAU CEKUNGAN (BASIN)
Tanggal 4 Juni 2008 telah terjadi perulangan interval (recurrent interval) runtuh seketika (Sudden Collapse) pusat semburan Lusi yang ke dua dengan intensitas yang sangat dahsyat terukur antara 4-7 m dalam satu malam, dua kali (double) dari interval-1. Interval runtuh ke 2 ini diawali dengan Jebolnya tanggul cincin 45 tanggal 3 Juni 2008.
Saat kami melakukan Monevan (monotoring, evaluation, dan Analisis) pasca runtuh ke 2 tersebut, saya benar-benar perpesona, melihat amblesan yang sangat dahsyat (very spectacular view) di pusat semburan dan sekitarnya: 1) dasar kawah benar-benar amblas secara tidak beraturan antara 4-7 m bahkan di tempat jebolan T45 barat setelah tererosi dan terkuras diukur sekitar 8 m, 2) struktur cofferdam untuk mengendalikan aliran Lusi ke tenggara runtuh (di selatan) dan menjadi patahan dan retakan di bagian utara, 3) aliran di Kanal Barat yang sebelumnya mengalir ke selatan (intake) beralih ke utara, 4) bagian selatan Pond Utama di selatan Pusat Semburan diamati mengalami pelengkungan (bending) kearah pusat semburan, 5) Pond PerumTAS di utara dari Pusat Semburan juga mengalami ‘penurunan’ membentuk daerah depresi yang berbentuk melingkar (radial depression).
IMPLIKASI
Recurrent interval-2 sudden collapse Pusat Semburan Lusi yang demikian dahsyat telah memberikan implikasi luas sehingga diperlukan adanya aktualiasi terhadap strategi pengendalian semburan dan luapan Lusi.
1) Derah kawah Lusi yang sebelumnya merupakan suatu morfologi kerucut (cone) merupakan topografi tinggian (topographic high) telah berubah secara drastis menjadi suatu daerah depresi (depression region) yang luas, secara morfologi membentuk cekungan (basin);
2) Pengaliran Lusi yang selama ini terutama dengan Jalur-1 (utama) dengan rute Kanal Barat-Inteke, dan Jalur-2 (alternatif) dengan rute Cofferdam-Kanal Tengah-Basin 41 di tenggara Pond Utama telah lumpuh;
3) Akibat cofferdam di timur Tanggul Cincin Runtuh, maka telah terjadi penyatuan antara pusat semburan dengan basin 43-44 di timurnya, 4) pengisian cekungan Lusi (Lusi filled basin) berlangsung lebih cepat dari prediksi semula memberikan implikasi aliran Lusi terkonsentrasi di Basin, akibatnya tanggal 8 Juni Tanggul 44.1 telah jebol, memerlukan 18 hari untuk menutupnya, 5) Untuk mengalirkan Lusi pasca runtuh seketika 4 Juni 2008, maka saat pengaliran Lusi melalui Jalur-3 dengan rute Pusat Semburan-Basin 44-43-42 sampai di basin 41 di tenggara Pond Utama.
CATATAN PENTING
1) Recurrent Interval runtuh seketika Pusat Semburan Lusi 4 Juni dengan intensitas dahsyat 4-7m dalam satu malam belum mendapatkan perhatian para pakar kebumian yang demikian seru membahas Interval-1 18 Maret 2008, dengan baseline paper Abidin dkk (2008) yang terbit bertepatan HUT 2 Th Lusi,
2) Implikasi dari fenomena tersebut benar-benar terjadi perubahan drastis Daerah Semburan menjadi suatu cekungan yang luas dengan sumbu panjang timurlaut-baratdaya dan depocenter di utara,
3) Proses pengaliran Lusi yang diharapkan mengandalkan topografi gradien antara pusat semburan dan daerah pengaliran (Kanal), saat ini masih mengandalkan Lusi yang melimpas dari topografi cekungan, sehingga masih harus mengandalkan alat-alat berat di mulut Kanal. Dan saat ini mesin-mesin perang (alber) telah di mobilisasi dari sepanjang Kanal Barat Puat Semburan ke sepanjang Kanal Timur.
4) Pasca runtuh seketika Lusi 18 Maret, diindikasikan memberikan implikasi meningkatnya intensitas bubble di sektor Siring Barat, dan yang menarik dan belum banyak diinformasikan munculnya kebon grypons di Pond Siring, namun belum sempat tumbuh dewasa telah tertutup luapan Lumpur (keberdaannya didukumentasikan), 5) Pengisian Lusi mulai saat Jebol 45 dan 41.1 pada awal Juni 2005 telah mengisi Pond PerumTAS dengan cepat sehingga permukaan Lusi cepat menaik terhadap Tanggul Utama.
EPILOG
Tidaklah berlebihan bila pakar kebumian dari manca negara pada HUT Lusi ke 2 (29 Mei 2008) telah memberikan julukan Semburan dan Luapan Lumpur Sidoarjo sebagai yang paling cepat tumbuh dan berkembang di Dunia (The World’s fastest grow and development of hot mudflo/eruption).
Tumbuh dan berkembangnya Semburan Lusi membuka peluang bagi semua pihak terkait untuk mengamati, mempelajarinya fenomena yang langka di Planet Bumi ini, yang katanya ‘belum ada spesialis Semburan Lumpur Panas’.
Ajaran mendasar bagi para geolog The Present is the key to the past (Saat sekarang merupakan kunci masa lalu) sebagai pilar memperkirakan skenario ke depan, maka recurrent interval dari Keruntuhan Seketika Pusat Semburan sebesar 4-7 m tanggal 4 Juni dapat menjelaskan pengendali mekanisme (driving force mechanism) fenomena struktur runtuhan, yang dapat ditafsirkan dari Penampang Seismik Refleksi (antara lain dari Sumur Porong-1) yang telah banyak dipublikasikan pada forum ini.
SAATNYA MOHON DUKUNGAN PEMIKIRAN DAN DOA RESTUNYA KEPADA SANG PENCIPTA
Kami yang kebetulan day by day berada di sekitar Lusi dan sebagai saksi sejarah Kedahsyatan Semburan Lusi antara periode 8 April 2007-Juni 2008, yang masih terus memberikan implikasi luas terhadap keamanan dan sendi-sendi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Dan dari hari yang paling dalam kami mohon dukungan pemikiran yang bermuara mencari solusi jangka pendek dan menengah, serta Mohon Doa Restunya agar Kita dapat mengendalikan kedahsyatan yang ditimbulkan Lusi dengan seoptimal mungkin atau total solution! … Amin.
CATATAN PENUTUP DAN PERSPEKTIF KE DEPAN
Lain kali akan disusulkan gambar-gambar sebagai salah satu Fakta Sejarah (historical fact) di bidang Geologi.
Bagi komunitas Kebumian yang berminat, bila greget atau penasaran untuk melihat langsung untuk membandingkan dengan tulisan2 yang gencar Perubahan Pusat Semburan menjadi Basin silahkan datang.. Welcome (akan diatur Pak Soffian). Dan mari kita lihat sama-sama dari Citra Satelit Resolusi Tinggi IKONOS-CRISP yang terakhir 5 Mei 2008 (sebelum collapse Lusi ke 2) dengan yang baru edisi Juni yang seharusnya/biasanya dipublikasikan dengan tenggang waktu 1 bulan.
Salam hormat untuk semuanya dan terima kasih atas atensi dan doa restunya.
Hardi Prasetyo
Sidoarjo Saptu 28 Juni, Jam 0600 sebelum berolahraga (Tenis) di GOR Sidoarjo
Komentar oleh Hardi Prasetyo — 28 Juni 2008 #
menarik sekali web anda.. Sy harap anda mau berkunjung ke blog sy dan memberikan berbagai opini atau masukan, karena tema qta sama, global warming.. hanya saja sy membahasnya lebih ringan.. Thx b4..
Komentar oleh Via — 4 Juli 2008 #
artikel yang bagus sekali bapak!!!
Komentar oleh admin Kikil — 2 September 2008 #
q mo tny bgmn prinsip penanggulangan gerakan tanah dan jelaskan
Komentar oleh andhi m — 27 Maret 2009 #
oh gitu ya..pak
Komentar oleh adymaspul — 12 Mei 2009 #
terima kasih banyak.Artikelnya bagus apalagi kata-katanya menarik menambah wawasan dan pengalaman saya trims ya…lanjutkan artikelnya saya tunggu. Mampir ke blog saya dunk saya biz posting tadi. ini alamatnya http://arifust.web.id jangan lupa komentarnya buat artikel saya.
Komentar oleh arif — 13 Mei 2009 #
saya cuman mau tahu sumber air bawah tanah di daerah banyuwangi desa bengkak apa ada yg tahu?
Komentar oleh atiek zakiyah — 2 Oktober 2009 #
Bung Rovicky yang terhormat..!!!!
Kami berdomisili didaerah Sulawesi selatan tepatnya di kabupaten Bone. selama ini sering juga terjadi gempa walaupin skalanya kecil. bagaimana potensi gempa didaerah tersebut dan dari mana sumber-sumber gempa yang terjadi dijalur tersebut!!!
Komentar oleh A. Asrul ST — 8 Oktober 2009 #
alhamdulillah,,, rumahku ada didataran rendah jdi kayaknya gak perlu tips ini
Komentar oleh a'ak budi — 25 Oktober 2009 #