Alam hanya meminta waktu sementara untuk melakukan tugasnya

Endapan Awanpanas Purba di Cangkringan

Sebagai besar ahli geologi tentunya tahu bahwa tanah tapak yang kita pijak dan untuk hunian ini merupakan sebuah endapan. Proses pengendapannya terjadi jutaan tahun lalu, ribuan tahun lalu, puluhan tahun lalu … dan juga TAHUN LALU ! dengan bermacam-macam proses pengendapan. Kalau di gunungapi ada endapan lahar dingin, endapan piroklastik. Di dataran ada endapan banjir bandang (alluvial fan), ada endapan hasil limpahan sungai (splay), ada endapan gosong pasir (hasil erosi sungai). Di pantai kita mendapati endapan banjir muara dan endapan pasang-surut, tidal (Rob). Jadi kalau semua proses diatas adalah suatu proses merugikan dan membahayakan, hampir semua tempat kita berpijak merupakan hasil proses yg selama ini sering disebut BENCANA !

Continue reading

Adaptasi Manusia : Mengerti, Merekayasa, atau Menghindari Bahaya Alam

Flooded+HI+Round+Jan+2013[1]

Banjir kok dinikmati

Ciri utama manusia yang paling hakiki itu belajar. Tanpa belajar manusia tidak mungkin memiliki budaya. Perkembangan makhluk hidup di bumi, saat ini diketahui secara evolutif, merangkak pelan-pelan, berubah, bertahan dan menjadi seperti saat ini. Alam lingkungannya pun juga demikian berubah dengan kaidah-kaidah alamiahnya sendiri. Demikian juga tingkat kebudayaan dan kearifan manusia dalam menghadapi lingkungannya tentu juga sama.

:( “Pakdhe, kita semua tahu bahwa setiap tahun akan ada masa hujan deras yang mungkin menyebabkan banjir” Tapi kenapa kok ya diulang-ulang banjir tapi tetep saja dirasakan”

Continue reading

Banjir 5, 10, 50 tahunan itu tidak ada.

Sering kita mendengar adanya istilah banjir 3 tahunan atau banjir 5 tahunan atau bahkan seratus tahunan dsb. Secara ilmiah tidak ada istilah tehnis banjir dengan periodisasi ini. Dibawah ini penjelasan sedikit dari salah seorang kawan geolog, Agus Karyanantio Tirto tentang berulangnya banjir ini.

:( “Lah Pakdhe, katanya dunia ini dipenuhi siklus-siklus, kan mungkin saja ada yang berulang”

:D “Bahwa ada perulangan itu benar adanya. Namun yg dimaksud lima atau sepuluh tahunan itu bukan sesederhana begitu. Lebih sering itu karena kebetulan”

Sebetulnya tidak ada banjir memiliki siklus, tiap tahun kondisi cuaca tidak sama, maka kandungan uap air di awan juga tidak sama, belum faktor yang mempengaruhi kondensasi di awan sangat banyak. Apalagi saat ini cuaca sangat cepat berubah tidak seperti tahun 70-an.

Continue reading

Banjir Jakarta 2013 : 1. Peta terdampak

2013-01-16_Banjir_Jakarta_Update_1200-575x812[1]

Banjir Jakarta 2013-01-16 Update 12:00

Dibawah ini peta lokasi banjir di Jakarta tanggal 16 Januari 2013.

:(” Whadduh Pakdhe, kok lebih sepertiga jakarta tergenang ?”

Seperti ditulisan sebelumnya banjir di Jakarta ini sudah pernah diperkirakan sebelumnya. Namun tentusaja perkiraan bisa salah, hanya kebetulan kali ini benar. Yang diperkirakan adalah curah hujannya sedangkan curah hujan hanya sebagian dari penyebab datangnya banjir. Selain curah hujan tentunya kondisi hidrologi, drainasi, serta perubahan morfologi akibat perilaku manusia. Membangun di jalan air, tidak merawat drainasi buatannya sendiri, termasuk membuang sampah sembarangan tentunya.

Continue reading

Terjadinya banjir Padang saat buka puasa – Kenali topografinya

Banjir bandang yang melanda Padang pada sore hari menjelang buka puasa pada Hari Selasa, 24 July 2012 tentusaja mengagetkan.

:-( “pakde, semua bencana ya selalu mengagetkan. Wong ga pakai rencana”

Kerugian materil menurut BNPB antara lain :

  • 1 rumah hanyut di lokasi Ujung Tanah Lubuk Begalung.
  • 50 unit rmh terendam (Sungai Batang Arau)
  • 50 unit rmh terendam (Perumahan indah pratama-Kalumbuk-Balai Baru)
  • 1 komplek perumahan terendam.
  • 1 unit mobil hanyut
  • 1 tanggul saluran irigasi jebol

Banjir bandang diakibatkan oleh hujan deras yang turun selama lebih dari 3 jam dan meningkatnya debit air pada hulu S. Lubuk Kilangan dan S. Batang Kuranji

Continue reading

Bencana alam sebagai ancaman nasional (Belajar dari banjir Bangkok)

Daerah tangkapan (DAS) Chao Praya. Mirip dengan dengan DAS Ciliwung Jakarta. (Wikipedia)

Banjir yang saat ini (Oktober 2011) terjadi di Thailand dan ancaman banjir terhadap ibukota Bangkok, dengan volume air yang begitu banyak, yang disebut-sebut sebagai banjir terburuk dalam 5 dekade terakhir, betul-betul membuka mata kawan saya, Minarwan, bahwa kurangnya pengalaman manusia dalam menanggulangi sebuah bencana besar membuat kita tidak siap sehingga tidak bisa meminimalkan ancaman tersebut.

:( “Pakdhe, Lik Minarwan ini kan seorang dokteor dari Indonesia kan ? Kok kerjanya di Thailand ?”

:D “Barangkali Pak Lik Minarwan masih ingin menimba ilmu disana thole. Siapa tahu di Eropa ilmunya tidak sebanyak di Thailand” ;)

Continue reading

Bisakah Banjir Jakarta Dikurangi?

Pintu Manggarai tahun 1920-an

Bisakah Banjir Jakarta Dikurangi? Begitu sebuah artikel di LIPI. Sebuah pertanyaan yang sering mengemuka ketika musim Banjir di Jakarta. Ya, saat musim hujan sudah tiba, kita harus mulai bersiap-siap lagi.

Dalam artikel bernuansa dongengan ilmiah populer ini Pusat Geoteknologi LIPI, atau sering dikenal dengan Geotek ini menceriterakan bahwa  banjir di Jakarta memang sudah sejak dulu. Sejak jaman Bang Pitung dan Bang Jampang. Tercatat yang terbesar adalah yang terjadi pada tahun 1621, 1654, 1725 dan yang paling besar adalah yang terjadi pada tahun 1918, yang merupakan akibat dari pembabatan hutan untuk perkebunan teh di Puncak. Waktu itu, banyak korban manusia dan harta benda yang lain. Banjir itulah yang membuat Pemerintah Belanda pada saat itu membuat perencanaan untuk mencegah banjir di Batavia. Rencana pencegahan itu kemudian terkenal dengan apa yang disebut sebagai “Strategi Herman van Breen” (1920 -1926), disebut demikian karena meneer van Breen adalah ketua tim pencegahan banjir di Batavia pada saat itu.

:( “Pakdhe, kok jadi mirip cerita Merapi yang awanpanasnya sudah pernah juga sampai Cangkringan sebelumnya. Ini banjir Jakarta sudah ada sejak jaman rekiplik juga, ya”

:D “Itulah perlunya belajar sejarah, Thole. Tidak hanya sejarah perjuangan bangsa tetapi termasuk belajar sejarah geologinya. Karena manusia jangka hidupnya terlalu bayi dibanding usia bumi tempat dipijak.”

Continue reading

Waspada Cyclone Robyn

Monitor Cyclone Robyn (5 April 2010) dari NASA

Seperti tulisan sebelumnya disini bahwa waspada banjir serta longsor masih perlu diwaspadai. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan cuaca ekstrim di sebagian Wilayah Indonesia pada 6-8 April 2010.

:( “Wah namanya itu looh Pakdhe. Apa emang namanya Robyn ?”

:D “Ahli-ahli klimatologi dan cuaca memang memberikan nama-nama setiap badai ini seperti individu. Karena mereka memang memiliki karakteristik jangka hidup sejak lahir hingga hilangnya nanti. Ini untuk mempermudah mempelajari serta mengenali beberapa nama badai””

Continue reading

WASPADA banjir diperpanjang hingga Mei 2010

Selain longsor, banjir juga disebabkan oleh curah hujan yang ekstrim. Dengan demikian potensi banjir juga dapat diperkirakan dengan memperkirakan dimana lokasi yang diperkirakan akan terjadi hujan.

Curah hujan diperkirakan masih tinggi hingga April 2010

Continue reading

WASPADA Banjir dan Longsor Jawa Barat

Curah hujan di Jawa Barat diperkirakan masih akan tinggi. Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum tidak mampu menahan keseluruhan debit yang mengalir saat ini, sehingga akan dialirkan. Dialirkan dalam arti sesungguhnya adalah limpahan air yang selama ini ditampung tidak lagi di”tahan” di waduk. Namun dibiarkan mengalir sesuai kondisi alamnya.

Antara memberitakan Debit air di Bendungan Saguling, Cirata, dan Jatiluhur yang terletak di daerah aliran sungai (DAS) Citarum, sekarang melebihi kapasitas sehingga aliran yang dikeluarkan dari ketiga waduk itu lebih besar dari biasanya.

Continue reading

Menghadapi tahun depan dengan lebih optimis dan waspada !

Bencana apa yang paling sering terjadi di Indonesia ? Jenis bencana apa yang paling banyak mematikan ? Jawabnya lihat statistik !

Benar kita dapat melihat statistik kebencanaan yang terjadi di Indonesia untuk dapat mengantisipasi bencana.

:( “Lah Pakdhe ini. Mosok bencana kok ditunggu-tunggu, siy ?”

:D “Thole, pengetahuan statistik kebencanaan ini perlu diketahui supaya kita dapat mengurangi kerugian, mengurangi korban, dan meningkatkan kewaspadaan”

Continue reading

Kesamaan LuSi yang bandel dan Si Gintung ketika marah

geologistMasih ingat Lusi alias LuLa (Lumpur Sidoarjo atau Lumpur Lapindo) ? Tentunya masih ingat donk. Dari pengamatan selintas serta belajar dari kejadian tanggul jebol Si Gintung dan Lusi keduanya memiliki kesamaan sifat yang sebenernya mudah dipakai sebagai pembelajaran tentang tanggul.

Ingat juga kan kalau Lusi pernah jebol tanggulnya sehingga menyebabkan Jalan Tol di dekatnya dianjiri air dan tertutup. Nah kedua kasus Lusi dan Gintung memiliki kesamaan. Keduanya ambrol karena awalnya dinding tanggul yang tidak kuat menahan tekanan kolom air.

:( “Wah Pakdhe, pelajaran baru tentang tanggul ya ? Atau mau jadi detektif batu ?”

:D “Bukan thole ini justru pelajaran lama di Lusi yang tidak diperhatikan pada si Gintung. Aku bukan ahli tanggul tetapi mengajak belajar dari kejadian yang kita alami supaya tidak terulang lagi”

Keduanya tidak mampu menahan kebocoran.

Continue reading

Banjir Situ Gintung : “Keringkan saja danau ini !”

Sumber dari mailist

Sumber dari mailist

Berita banjir bandang di Jakarta Jumat pagi (27/3/09) sangat mengejutkan. Dengan korban lebih dari 50 orang meninggal tentusaja ini sebuah bencana yang cukup serius terjadi di dekat Ibu Kota lagi.

Melihat sepintas pada peta-peta yang dikoleksi kesimpulan sementara yang ada adalah “keringkan saja danau ini, dan jangan dibendung lagi“. Kesimpulan ini mungkin mengagetkan karena disitu ada sebuah taman wisata yg sangat bagus. Namun alasan sederhana dibawah barangkali perlu dipikirkan secara seksama.

:( “Wah Pakdhe, cepet bilang ke Pak eSBeYe donk”

:D “Ya wis kamu saja sampaikan ke beliau atau ke Gubernur Jakarta, Thole. Aku masih ada Pe-eR disini. Skalian dipakai untuk kampanye”

Continue reading

Rumah yang beradaptasi

treehouse_01

Rumah pohon

Salah satu fungsi rumah adalah sebagai shelter atau tempat berlindung. Berlindung dari bahaya binatang, cuaca, lingkungan serta bencana. Disisi lain manusia hidupnya memerlukan air, sehingga awal tempat hidup atau perkampungannya selalu berdekatan dengan air. Namun ketika air terlalu berlimpah-ruah justru merepotkan.

:( “Lah iya lah, syapa yang suka kebanjiran sih, Pakdhe”

Perumahan yang berdekatan dengan air tentusaja harus mengantisipasi kemungkinan berlimpahnya air banjir ini. Secara alamiah orang Indonesia di daerah tertentu sudah secara cerdas memodifikasi rumahnya sehingga aman. Manusia beradaptasi, bahkan rumahnyapun juga beradaptasi.

Continue reading

Prakiraan Hujan dan Peramalan Banjir

gsstanim1

Hujan masih akan terus melanda Indonesia. Dibawah ini peta perkembangan suhu rata-rata di sekitar katulistiwa dan Indonesia oleh NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration). Serta prakiraan curah hujan yang sangat tinggi yang melanda Indonesia menurut BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika).

Curah hujan ini sudah dipastikan menyebabkan banjir dibeberapa tempat yang selama menjadi langganan banjir. Berita-berita di media sudah banyak memberitakan banjir yang terjadi di Sumatra, Jawa dan bahkan banjir Bengawan Solo kembali melanda kota-kota di Jawa Timur.

:( “Hujan sih sudah jelas akan terjadi, bahkan banjir sudah sangat dipastikan terjadi, lah trus kita bisa ngapain Pakdhe ?”

:D “Yang penting kita mengerti dan mengantisipasi serta bersiap-siap menghadapinya Thole”

Continue reading

Gerhana Matahari 26 Januari 2009

GM di Turkey (sumber: NASA)

Tanggal 26 Januari 2009  ini Indonesia akan mendapat kesempatan untuk melihat fenomena Gerhana Matahari Cincin – (GMC). Fenomena GMC ini diperkirakan akan melewati daerah-daerah Lampung dan mengarah ke Timur laut.

:( “Wah Pakdhe, Ini ramalan lagi atau bukan ?”

:D “Ini sekarang disebut perhitungan. Lah wong sekarang derajat kepastiannya sudah banyak diketahui dengan hitungan-hitungan, Thole”

Dibawah ini beberapa peta serta animasi yang saya peroleh dari kawan-kawan dan dikumpulkan dari beberapa website. Continue reading

Ramalan Ki Jogelem dan Ki Dibyo tahun 2009

marufin.jpg

Ki Dibyo

myface.JPG

Ki Jogelem

Tidak mau kalah dengan paranormal yang selalu membuat ramalan diawal tahun, maka kali ini Marufin membuat ramalan barunya untuk kemungkinan terjadinya banjir sepanjang tahun 2009 nanti.

:( “Wah bagus, Ki Jogelem dari Kuala Lumpur sekarang partneran dengan Ki Dibyo dari Kebumen”

Walaupun ini bukan ramalan menggunakan kemenyan beserta ubo rampe beras merah, tetapi ramalan ini mungkin perlu diadu bagaimana keakurasian dengan ramalan menggunakan kalkulator.

Continue reading

Ramalan banjir akhir Januari 2009

lintasan3d.jpgSetelah ada ramalan gempa, sekarang meramal yang lebih mudah yaitu meramal kemungkinan banjir tahun 2009 nanti.

Seperti yang sudah pernah dituliskan sebelumnya bahwa banjir rob atau banjir akibat pasang naik akan sangat terpengaruh oleh posisibulan dan matahari. Pasang surut bumi kan memang berhubungan dengan peredaran bulan.

Nah Marufin yang jago rukyat, menghitung penanggalan berdasarkan peredaran bulan secara astronomis, memberikan tulisan ringan mengenai kemungkinan naiknya muka air laut atau rob pada akhir januari 2009 nanti.  Continue reading

Ancaman Banjir Pasang 3-4 Juni 2008

konjungsi.jpgWah untung aku sudah balik ke KL lagi. Baru nyampe di Kualalumpur eh baca berita ancaman banjir pasang di Jakarta yang diperkirakan akan menyebabkan Jalan Tol Sedyatmo ke airport akan ditutup.

:( “Lah hiya pakdhe pernah kejebak macet ya ?”

:D “Lah awal tahun lalu aku kejebak di Jakarta Thole”

Banjir seperti yang sudah pernah dijelaskan disini dahulu dapat disebabkan oleh beberapa macam, salah satu diantaranya adalah pasang surut air laut. Pasang surut ini salah satunya disebabkan karena posisi bulan yang terdekat dengan bumi. Atau disebut Perigee. Namun yang lebih besar efek gravitasinya adalah pada saat konjungsi.

Bagaimana ramalan dulu itu ?

:( “Lama-lama Pakdhe perlu buka praktek ramalah deh !”     kabuuurrrr      :P

Continue reading

Jakarta hanya cukup satu juta jiwa ! Blaik … !

dromodelpenghijauan.jpgMasih soal banjir Jakarta. Banyak yang sering mengatakan soal tataruang dan penegakan aturan yang ada menjadi sebuah kambing paling item kalau menghadapi kesemrawutan Jakarta. Hmmm … Aturan sih memang bisa saja ditegakkan. Tetapi aturan yang benar haruslah didasari dengan riset dan penelitian ilmiah yang bener juga. Skali lagi harus didasari dengan penelitian dasar ilmiah. Penelitian ini juga mestinya menyeluruh, walaupun belum detail tetapi penelitian ilmiah harus menyeluruh. Benarkan membuat serapan akan menambah daya serap air permukaan, seberapa besar dampaknya terhadap air permukaan ? Berapa koefisien bangunannya ? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dng riset, bukan dengan aturan.

Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.163 pengikut lainnya.