Belajar Arkeologi : Mengapa Situs Purbakala Penting Untuk Dilindungi ? – 1

602archaeology2  Ini bukan cerita tentang situs megalith Gunung Padang saja, tetapi belajar arkeologi juga situs-situs geologi pada hakekatnya memiliki nilai penting yang setara dengan situs Arkeologi.

:( “Laah, Pakdhe, kan bumi ini semua situs geologi Pakdhe. Apa ya tidak boleh dimanfaatkan ?”
:D “Memanfaatkan apa saja peninggalan dan bahan alam ini diperlukan oleh manusia. Banyak bahan alam yang diperlukan manusia untuk mempertahankan peradabannya. Tentunya memanfaatkan secara beradap. Dalam bahasa jawa adab-asor, atau tata laksana yg terbaik yang nilai luhurnya sudah disepakati bersama”.
:( “Kalau begitu, boleh donk saya mengambil hasil bumi dan hasil hutan ?”
:D “Boleh dan harus dengan tata cara yang benar secara ilmu dan aturan yang sudah disepakati, thole”
:( “Nggaboleh disia-siakan dan ditelantarkan saja ya Pakdhe. Harus diteliti terus menerus, kan ?

MENGAPA SITUS PURBAKALA PENTING UNTUK DILINDUNGI ?

Oleh Junus Satrio Atmodjo, Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia

Belakangan ini banyak orang berbicara tentang situs. Istilah ini untuk sebagian orang dihubungkan dengan ‘ruang’ di dunia maya, yaitu tampilan di internet yang memunculkan informasi. Tapi bagi kalangan kebudayaan, pengertian situs ini tidak ada hubungannya dengan internet. Situs adalah sebidang tanah yang mengandung tinggalan purbakala, lokasinya bisa berada di darat atau laut, di dalam gua, di dasar sungai, atau di pegunungan. Continue reading

Atlantis [Konspirasi Sejarah dan Arkeologi Indonesia]

Peta Atlantis, di tengah-tengah Samudera Atlantik. Dari Mundus Subterraneus 1669, yang diterbitkan di Amsterdam. Perhatikan peta ini berorientasi dengan selatan di bagian atas.

Peta Atlantis, di tengah-tengah Samudera Atlantik. Dari Mundus Subterraneus 1669, yang diterbitkan di Amsterdam. Perhatikan peta ini berorientasi dengan selatan di bagian atas.

Salah satu dari sekian issue besar yang sering diperdebatkan sejak tahun 2009 diantaranya adalah issue bahwa Indonesia adalah Benua Atlantis. Issue Atlantis ini sebenernya bukan issue baru, tetapi issue keberadaan Atlantis  ini berkembang dari satu tempat ke tempat lain. Hampir semua mengklaim disinilah Atlantis.

:( “Lah hiya tentusaja to, Pak dhe. Kalau ternyata halamanku terdapat potongan Atlantis kan menaikkan rating?”

Tak kurang sahabat saya Pak Awang yang tiap hari bertungkus-lumus dengan minyak dan gas bumi berulang-ulang menuliskan hal ini. Dibawah ini tulisan baru beliau yang cukup menarik. Sepertinya beliau juga judeg. Beliau yang sangat saintis ini melihat gejala politisasi bahkan merebak issue konspirasi … seru !

Continue reading

Piramida-piramida di dunia (Punden Berundak Megalitik Gunung Padang ) – 2

Seperti apakah situs Megalitik Gunung Padang ?

Penasaran dengan Gunung Padang akhirnya membawa saya ke Gunung Padang ini untuk melihat dengan mata kepala sendiri supaya tidakmudah “ditipu”.  Bersama-sama dengan Pengurus Pusat IAGI hari Sabtu 25 Februari kemarin melakukan ekskursi ke Gunung Padang.

:( “Pakdhe, katanya disana cuman ada batu ditumpuk-tumpuk ya ?”

:D “Peninggalan budaya megalith memang hanya menata dan sedikit mengukir batu Thole”

Naik ke Gunung Padang bukan seperti naik Gunung pada umumnya yang sampai berjam-jam. Tetapi hanya menaiki tangga sejumlah 400an langkah. Namun menaiki dalam sudut lereng yang sangat terjal. Secara umum Gunung Padang tidak disebut sebagai piramid tetapi sebagai punden berundak. Namun banyak yang salahnya sudah kaprah ketika menyebutkan setiap peninggalan purba berupa penumpukan batu disebut sebagai piramid.

Continue reading

Jejak perjalanan tektonik : Plate India

Ninety East Ridge dan Investigator Ridge

Ada sebuah punggungan gunung ditengah laut yang disebut  90 East Ridge (juga diterjemahkan sebagai Ninetyeast Ridge, 90E Ridge atau 90 ° E Ridge) adalah, selama ini dikenal sebagai sebuah sebuah lintasan aseismic, namun saat ini kita lihat bagaimana lintasan ini juga menunjukkan adanya gempa (seismik), isinya diperkirakan untaian atau mata rantai gunung bawah laut di Samudera Hindia dan adalah nama yang diperkirakan paralel dengan meridian 90 Bujur Timur . Punggungan ini memiliki panjang sekitar 5.000 kilometer (3.100 mil) dan dapat ditelusuri topografi dari Teluk Benggala ke selatan ke arah Tenggara India Ridge (Seir), meskipun gambaran pelurusan ini terus ke utara di mana ia bersembunyi di bawah sedimen dari Kipas Bengal (Bengal Fan). Punggung bukit terbentang antara garis lintang 33 ° S dan 17 ° N dan memiliki lebar rata-rata 200 km !

Jejak perjalanan Plate India sejak 71 Juta tahun yang lalu

Punggungan ini terbentuk akibat adanya jejak-jejak pergerakan kerak India (Indian Plate) yang bergerak dari selatan ke utara sejak 71 juta tahun yang lalu. Tentusaja di dekat ridge ini dulunya banyak sekali gempa. Mirip juga dengan Investigator Ridge disebalah Timurnya yang sering menyebabkan gempa besar di tengah laut.

:( “Weleh Pakdhe, itu punggungnya disitu trus kepalanya dimana ?”

Piramida-piramida di dunia (Piramida Sains, Piramida Arkeologi, dan Piramida Khayalan) – 1

lokasi piramida di dunia

Piramid, atau piramida atau dalam bahasa Inggris disebut “Pyramid” mirip dengan benua. Mestinya pernah baca kisah tentang jenis-jenis benua disini kan ? sampai ditulisan empat seri looh

:( “Iya Pakdhe, masih ingat aku dongengan ini  Benua Geologi, Benua Sejarah, dan Benua Khayalan

Dibawah ini cerita yang mirip tetapi untuk piramida-piramida di dunia.

Continue reading

Ingat 13 Desember, Hari DEKLARASI DJOEANDA !

Saat ini di sedang seru-serunya berbicara ngompol soal teritorial dibawah ini sekelumit perjalan sejarah daerah teritorial Indonesia.

:( “Wah Pakdhe. Indonesia itu namanya kok ada Netherland Indische trus juga ada istilah Nusantara darimana sih ?”

Menurut Tante Wiki, Nusantara merupakan istilah yang dipakai oleh orang Indonesia untuk menggambarkan wilayah kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Istilah lain yang dikenal adalah Nuswantara.

 

Peta dibuat oleh De-bry Houtman tahun 1601

Kata Nusantara ini tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16), namun untuk menggambarkan konsep yang berbeda dengan penggunaan sekarang. Pada awal abad ke-20 istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai nama alternatif untuk negara lanjutan Hindia-Belanda. Setelah penggunaan nama Indonesia disetujui untuk dipakai untuk ide itu, kata Nusantara dipakai sebagai sinonim untuk kepulauan Indonesia.

Kali ini dongengan bukan tentang sejarah jauuuh masa lalu, tetapi ide kata Nusantara ini sepertinya mendasari deklarasi Djuanda yang akhirnya melahirkan konsep negara kepulauan yang diakui dalam konvensi PBB dengan nama UNCLOS (United Nations Convention on the Law of the Sea). Continue reading

Melihat evolusi Jalur Gaza dari peta

gaza_strip_19991

Peta Tahun 1999

Kita semua prihatin dengan apa yang terjadi di Jalur Gaza yang mulai terjadi akhir Desember 2008, hingga awal Januari 2009 ini perang sedang jeda. Tapi ada kemungkinan bukan berarti perang dan krisis ini selesei. Dalam peperangan itu tidak ada yang menang, yang ada hanyalah korban.

Mungkin ada yang kepingin tahu dimana sih Jalur Gaza atau Gaza Strip. Juga lokasi-lokasi detail yang seringkali disitir oleh media-media. Saya tidak akan menampilkan gambar berdarah, tetapi hanya peta seputar Jalur Gaza.

:( “Hiya Pakdhe, Menarik nih. Tapi jangan politiknya looh Dhe “

:D “Thole kita lihat sesuai dengan geo-nya saja. Dalam hal ini peta”

Peta-peta yang dikumpulkan ini bukan peta resmi. Terlalu banyak peta-peta yang beredar. Masing-masing mengatakan ini peta resmi ! Hadduh !

Continue reading

Jakarta yang “makin” sumpek – 2. Tak se’sexy’ dulu ! 

pindaah.gif

Jakarta berkembang pesat !!

Setelah melihat perkembangan Batavia masa penjajahan dengan nama awal Jacatra (Proto-Jakarta), sekarang kita lihat bersama perkembangan Modern-Jakart.

:( “Pakdhe, Jakarta itu berkembang cepat atau berkembang tak terkontrol ?”
:D “Hust !”

Ya, benar Jakarta berkembang sangat pesat setelah kemerdekaan, suangat cepat !!. Perkembangan Jakarta dapat dilihat dari statistik jumlah penduduknya. Juga perkembangan Jakarta dapat dilihat juga dari perkembangan penggunaan lahan. Berikut ini ada peta perkembangan Jakarta setelah ditangan Indonesia. Maksudte setelah rakyat Indonesia mampu mengembangkan diri secara mandiri, MERDEKA !. Lihat penjelasannya dibawah. Continue reading

Jakarta yang “makin” sumpek – 1. Dulu namanya JACATRA 

moving-full.jpgMasih soal wacana peninjauan situasi Ibukota dan Pusat Pemerintahan Jakarta. Kayaknya perlu dongeng perkembangan daerah ini sejak kuda gigi besi pada jaman rekiplik sampai saat ini.

:( “Pakdhe emang kuda doyan makan besi ?” :D

Dibawah sana peta-peta jadul juga peta-peta perkembangan terakhir kota Jakarta yang sudah sumpek itu.jadul-sekarang.jpg Continue reading

Hilang amblas ditelan bumi – “Sirna Ilang Kertaning Bumi”

Masih ingat tulisan Bencana LuSi di Jaman Majapahit (1297 Caka), kan?. Nah di. Berikut adalah ulasan seorang kawan kita Pak Awang, Tulisan beliau kali ini juga menyambung tulisan terdahulu tentang Sandhyakala ning Majapahit, meramu sejarah dan geologi. Sebelumnya juga sudah didiskusikan didalam comment bahwa arti dari sengkalan ini mungkin juga tidak hanya soal angka, tetapi juga punya makna lain.

http://www.gimonca.com/sejarah/gajahmada.jpgSepeninggal Mahapatih Gajah Mada (1364 Masehi/M) dan Raja Hayam Wuruk (1389 M), kerajaan pemersatu Nusantara, Kerajaan Majapahit, pecah menjadi Kedaton Wetan dan Kedaton Kulon akibat sengketa keluarga yang saling berebut kekuasaan. Pertengkaran keluarga terjadi. Kelompok-kelompok pendukung dibentuk untuk saling menggalang kekuatan, bersengketa untuk merebut posisi2 kunci kekuasaan. Bau permusuhan dan saling curiga-mencurigai menebar di mana-mana di seluruh wilayah Majapahit, negeri tak terurus. Continue reading

Ribuan Gunung Ribuan Artefak : Prasejarah Gunung Seribu (Sewu)

http://gregoriusnekschot.nl/mans/media/sapiens.1.3_01.jpgSejarah untuk dipelajari bukan untuk dinilai benar salahnya. Itu yang sering aku ajarkan ke anak-anakku. Ketika mempelajari masalalu seringkali manusia cenderung memberikan nilai baik-buruk dan benar salah pada setiap tokoh-tokoh-nya. Ada pahlawan dan ada penjahat, dan “pembaca” dipaksa untuk berdiri pada satu sisi.

:) “Pakdhe, ibarat kalau nonton filem ngga ada tembak-tembakannya kan ngga seru Pakdhe”
:D “Haiyak, nanti jagoan-ne kalah dulu, trus penjahatnya mati dan akhirenya jagoan menang gitu ya le ? Lah pelakon sejarah ki mesti akhirnya mati, je. Trus sing menang sapa?”

Untunglah Geologi mempelajari sejarah masalalu bukan perilaku manusia, sehingga tidak”dipaksa” mengatakan baik buruk. Tapi masih juga ada yang menganggap bahwa gempa itu buruk, hujan itu baik, tapi kalau banjir maka si hujan jadi penjahat … we alaah kejadian alam wae kok ada yang baik buruk … Continue reading

Sejarah – Rekaman yang sama dari sebuah perjalanan berbeda – 2

map.gifKali ini saya mengajak untuk sedikit berpikir mengerutkan dahi ya …

Dari tulisan yang sebelumnya kita tahu bahwa bentuk rekaman menunjukkan perjalanan sejarah. Hal ini berlaku untuk sejarah apa saja. Hal ini sangat penting untuk diketahui terutama untuk melihat satu macam dimensi, atau satu macam perjalanan saja. Misalnya sejarah pengumpulan harta. Dapat juga perkembangan jumlah penduduk, dapat juga jumlah fosil yang diketemukan dalam sebuah seri batuan.

- :( ” Pakdhe, nantinya juga soal evolusi, kan ?”
+ :D “… upst sik, sik, … evolusi nanti dulu. Jangan buru-buru”
- :( “Whalaah kok thimik-thimik, pelan banget ya jalannya evolusi, dhe ?”

Selanjutnya akan anda temui sebuah perjalanan yang berbeda namun memiliki hasil rekaman yang sama.

Continue reading

Sejarah – Membaca Rekaman – 1

record.jpgMungkin anda sudah membaca bagaimana meluruskan sejarah itu akan sia-sia disini dan disini. Sebenernya sebelum menafsirkan sebuah rekaman sejarah kita harus tahu dahulu bagaimana sebenarnya sejarah itu direkam. Lah iya ta, kalau mau tahu pembacaan rekaman tanpa tahu seluk beluk perekaman ya nanti kita bisa salah baca.

Coba tengok rekaman sejarah seperti disebelah ini yang berbeda-beda apakah sejarahnya juga berbeda-beda, dan bagaimana perbedaaannya ?

- :( “Pakdhe, ini perlu dibaca oleh peminat sejarah ya dhe. Termasuk geologist nih, Dhe”
+ :D “Lah hiyo, banyak geologist dan arkeologist yang sulit memahami pembacaan rekaman-rekaman sejarah, le”

Continue reading

“The lost of the Indonesian Technology” - Proses belajar

On 7/24/06, Pangestu, Sonny T <spangestu@arxxxxx.com> wrote:
> seperti apa ya ledakan nuklir itu ?
> adakah yg sdh langsung melihat dan merasakannya ?
>

Duh, kalau ledakan nuklir jangan merasakannya lah yaw …. Merasakan atau mengalami (experienced) akan sedikit berbeda dengan mempelajari. Dalam proses belajar (“learning proccess”) jaman dahulu sering dikenal dengan :

I hear and I forget.
I see and I remember.
I do and I understand.
by Confucius.
Continue reading

Bangga tapi jangan sombong – Runtuhnya Bangsa Maya

Beberapa teman protes karena tulisan “Minder tanda tak mampu“. Ya tulisan itu seolah menghakimi sesuatu yg belum dijelaskan oleh Pak Hestu Bagyo tentang pernyataannya bahwa Pertamina tidak mampu mengelola Blok Cepu karena belum pengalaman. Dari sisi pengalaman mungkin benar, tapi kapan Pertamina akan berpengalaman ? Ya kalau ahirnya mengerjakannnya sendiri. Belajar daripengalama yang terbaik tentunya mengerjakan sendiri, walaopun dapat juga belajar dari pengalaman orang lain. Jadi yang saya tekankan adalah harus MAU dulu. Kemauan jelas harus ditunjukkan dengan rasa percaya diri bahwa dirinya mampu melakukan.

My notes : Mau – Mampu … Wah ini mana yg duluan ? dua-duanya seperti endog sama telur ….. eh, seperti ayam sama pitik … Duh susah kan mikirnya … :) Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.163 pengikut lainnya.