Desa-desa berpotensi terisolir lahar hujan !

Karena posisi serta konfigurasi gunung berbentuk kerucut serta aliran-aliran sungai yang menjadi jalur aliran lahar hujan, maka akan ada beberapa desa yang berpotensi terisolir.

Peta KRB Kelud tahun 2004 ini menunjukkan hal itu.

PotensiTerisolir

Daerah2 berpotensi terisolir. Dari peta KRB 2004 yang harus diperbaharui pasca erupsi 2014.

Dengan kekuatan erosinya yang sangat kuat akan menyebabkan rawannya jembatan-jembatan yang memotongnya. Apabila jembatan putus tentunya masalah logistik akan menjadi serius dan perlu diperhatikan khusus.

Terisolirnya desa-desa yang dikelilingi oleh aliran lahar ini tentunya perlu diperhatikan juga oleh para petugas, relawan dan terutama masyarakat yang tinggal di daerah itu. Yang perlu diketahui adalah peta potensi bencana ini tidak bersifat tetap. Proses pengendapan akan merubah pola dari aliran yang akhirnya peta ini harus selalu diperbaharui.

Dibawah ini peta PRB 2004 yang mungkin sudah harus diperbaharui pasca letusan 2014 setelah ada data-data baru tentang tumpukan material letusan 13 Februari 2014 lalu.

KRB-G_-Kelud2004

Peta KRB G Kelud 2004 (perlu diperbaharui).

Erupsi Kelud dari menit ke menit

140213_mtsat-1r_ir_kelut_east_java_anim

Letusan dari menit ke menit dari Satelit

Titik ditengah yang membesar itu adalah kolom cendawan letusan yg melemparkan material erupsi. Warna disebelah kanan(timur) ini adalah awan hujan. Kita tetap bersyukur bahwa arah anginnya ke arah laut. Sehingga hal-hal lebih buruk dapat terhindarkan.

Payung cendawan kolom letusan ini ukuran terbesarnya hingga radius 100 km .

:( “Wah tidak perlu diterangkan saya sudah bisa manggut-manggut. Sambil bersyukur Pakdhe”

Erupsi Kelud 2014: Tinggi Letusan maksimum 25Km

CendawanZoom

Radius Plume (Cendawan) Erupsi Sekitar 100 Km

Sebelumnya ketinggian letusan G Kelud diperkirakan 15 Km. Karena pada malam hari, dan tentunya sulit mempunya pengamatan yang bagus untuk memperkirakan ketinggiannya. Dari hasil penginderaan jauh oleh NASA, pada saat letusan terlihat bahwa ketinggian plume (cendawan) letusannya kebanyakan pada ketinggian 20 Km namun maksimum ada yang mencapai 25 Km.

:( “Wah Pakdhe apa sudah bisa disebut sebagai letusan Plinian ?”
:-) “Kalau dari klasifikasinya mungkin saja sudah boleh disebut begitu Thole. Kok sudah pinter”
:-( “Looh kata Pakdhe saat ini harus terus belajar dari kejadian. Ya saya mengerjakan PeeR saya looh”

Hasil citra satelit NASA yang memperlihatkan ketinggian itu terlihat dibawah seperti ini.

Continue reading

Melihat Letusan Kelud dari Luar Angkasa

Saat Gunung Meletus tanggal 13 Februari 2014, malam hari, tentunya sulit melihat seperti apa letusannya. Gambar serta foto besarnya letusan hanya tergambarkan melalui suara, getaran serta tersebarnya abu yang mengagetkan di pagi harinya.

:-( “Lah iya Pakdhe, jadi tidak dapat menikmati keindahan letusannya”

NASA siang harinya 14 Februari 2014 mengambil gambar Gunung Kelud dari angkasa menggunakan satelit. Terlihat penyebaran abu vulkaniknya mengarah ke barat seperti yang sudah diduga. Namun sebenarnya lebih banyak ke laut, sehingga tidak tercatat didarat.

AbuKelutNasa

Sebaran Abu Kelud dari NASA (diambil 14 Februari 2014)

Apa saja komposisinya ?

Komposisi material letusan tidak terlepas dari jenis magma yang dimiliki oleh gunung api itu. Setiap gunungapi memiliki karakteristik sendiri, karena batuan yang menjadi sumber terbentuknya magma juga berbeda-beda.

KomposisiMaterialKeludSelain material diatas tentunya mengandung gas-gas tertentu. Nah ESA (European Sattelite Agency), atau NASA-nya Eropa memiliki kemampuan untuk mendeteksi SOx dalam hal ini Sulphur Dioxide. ESA berhasil membuat peta sebaran SO2 dari letusan Gunung Kelud ini.

SebaranSO2Kelud2014

Sebaran Sulphur Dioxida dari material letusan Gunung Kelud.

Kita beruntung arah angin pada saat letusan kematin mengarah ke laut. Sehingga apabila ada bahaya-bahaya gas serta material letusan tidak menganggu.

:-( “Iya tapi kan mengganggu ikan-ikan di laut, Pakde “

Kelud Meletus – Jangan Mengucek-ucek Mata Apabila Terkena Abu Vulkanik

http://rovicky.files.wordpress.com/2007/10/kelutkrb3d.jpg?w=334&h=184

G Kelud.

Hari ini abu volkanik Gunung Kelud menyebar dimana-mana, bahkan hingga Malang, Surabaya Bahkan Yogyakarta yang jauhnya lebih dari 200Km dari puncak G Kelud. Banyak yang mengeluh pernafasan serta sakit mata.

:( “Pakdhe, sakjane apa bedanya debu biasa dengan abu gunungapi ?”

:D “Kita lihat saja cara terbentuknya, nanti dilihat apa perbedaanya”

Abu Volkanik

Secara geologis, abu volkanik adalah material batuan volkanik yang berasal dari magma panas dan cair yg membeku secara cepat. Batuan beku sejatinya kumpulan mineral yang membeku dan mengkristal dari magma cair. Karena membeku cepat maka magma ini tidak sempat mengkristal dengan baik. Karena tidak mengkristal dalam geologi material bekuannya disebut gelas. Ya mirip gelas kaca yang kita pakai itu. Continue reading

Alam hanya meminta waktu sementara untuk melakukan tugasnya

Endapan Awanpanas Purba di Cangkringan

Sebagai besar ahli geologi tentunya tahu bahwa tanah tapak yang kita pijak dan untuk hunian ini merupakan sebuah endapan. Proses pengendapannya terjadi jutaan tahun lalu, ribuan tahun lalu, puluhan tahun lalu … dan juga TAHUN LALU ! dengan bermacam-macam proses pengendapan. Kalau di gunungapi ada endapan lahar dingin, endapan piroklastik. Di dataran ada endapan banjir bandang (alluvial fan), ada endapan hasil limpahan sungai (splay), ada endapan gosong pasir (hasil erosi sungai). Di pantai kita mendapati endapan banjir muara dan endapan pasang-surut, tidal (Rob). Jadi kalau semua proses diatas adalah suatu proses merugikan dan membahayakan, hampir semua tempat kita berpijak merupakan hasil proses yg selama ini sering disebut BENCANA !

Continue reading

Selokan Alamiah di Desa Sukodono, Jepara

181017_tanahterbelah_3

Tanah “terbelah” (detikdotcom)

Adanya ‘penampakan’ retakan di Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah banyak mengagetkan (gambar disamping ini). Apalagi dengan bumbu patahan yang memisahkan Gunung Muria atau Pulau Muria dengan pulau Jawa.

:( “Lah hiya Pakdhe. Kok mirip membelah tanah begitu ya ?”

Continue reading

Jangan menunggu prediksi bencana

:-( “Pakde, semalam Jakarta hujan deras, bagaimana sih Pakdhe prediksinya ?”

:-) “Thole, jangan mengandalkan prediksi saja. Preparasi itu diperlukan bukan karena adanya prediksi. Kewaspadaan itu semestinya muncul karena pengetahuan, bukan karena kekhawatiran dan ketakutan. Sekali lagi yang penting kenali lingkungan kita. Dalam kondisi adanya perubahan iklim global seperti sekarang ini prediksi cuaca menjadi tidak semudah dulu. Gunakan prediksi cuaca yang ada sebagai pembelajaran dan pengetahuan, bukan untuk dikhawatirkan”

:-( “Oooh gitu ya ?”

PENDIDIKAN dan PENGETAHUAN tidak akan menghentikan terjadinya bencana alam, tetapi akan membantu manusia mengurangi korban dan kerugian.

PendidikanDanPengetahuanBacaan terkait :

 

Belajar dari Mbah Rono: “MITIGASI” Kebencanaan

1382180_1459733644251879_1984778908_n[1]Dalam diskusi terbuka di Group FB (Kelompok Studi Kawasan Merapi) terjadi perbedaan pendapat tentang jenis letusan Merapi kemarin (freatik, magmatik, freatomagmatik). Ada pembelajaran yang bagus dari Mbah Rono tentang MITIGASI kebencanaan.

:( “Wah Pakdhe, diskusi di FaceBook ada juga manfaatnya ya”

MITIGASI ITU UNTUK MASYARAKAT

Continue reading

Sumur resapan untuk konservasi air.

infiltrasi.jpg

Daya serap air tergantung batuan

Seingat saya, sumur resapan ini tujuan utamanya untuk konservasi air, bukan untuk menangani banjir. Memang sangat mungkin akan sedikit dampak dalam menangani genangan yg muncul akibat hujan kecil (sesaat). Dengan semakin sedikitnya area resapan, maka ide sumur resapan ini diharapkan mampu mengganti tanah yang ditutup oleh lahan pemukiman dan fasum/fasos (jalan dll).

Continue reading

Mengenalkan kebencanaan lewat media internet, blog.

belajarMengenalkan fenomena alam ke masyarakat awam dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan atau seminar baik langsung terjun ke masyarakat atupun melalui media. Mengenalkan bencana ke masyarakat juga dapat dilakukan melalui media internet merupakan salah satu media yang cukup murah dan menjangkau masyarakat luas.

:( “Pengalaman pribadi ya Pakdhe ?”

Continue reading

Jakarta, Sudah Siapkah Menghadapi Banjir … Lagi ?

Flooded+HI+Round+Jan+2013[1]

Banjir Jakarta Januari 2013

Membicarakan banjir Jakarta tidak akan pernah basi terutama bila memasuki bulan Nopember – Desember. Hampir semua akan “maklum” (yang dipaksakan) ketika ada cerita banjir Jakarta. Sedangkan kalau berbicara kebutuhan air di Jakarta ini termasuk daerah yg susah mendapatkan air “bersih”.

:( “Pakde, bukannya air hujan ini kan air bersih ?”
:D “Justru itu Thole. Persoalan AIR di Jakarta ini perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya soal banjir, thok !”

Continue reading

Dimana Sinabung … Dimana Toba ?

toba-map_l2Dimana Sinabung ?

Dimana Toba ?

Meletusnya SInabung beberapa tahun lalu cukup mengagetkan, ya karena Gunung ini sebelumnya masuk klasifikasi gunung yang tidak aktif dipantau (gunungapi Tipe B). Gunung Sinabung sebelum meletus tahun2010 tidak menunjukkan keatifannya selama 400 tahun sebelumnya. Silahkan baca ulang disini Gunung Sinabung, bangun setelah tidur 400 tahun.

Gunung Sinabung ini menunjukkan aktifitasnya kembali pada Oktober-November tahuin 2013.

:( “Pakdhe, Gunung Toba itu kalau meletusnya seberapa besar ya ?” Continue reading

Gunung dan Al-Quran #1 -Gunung Penahan Goncangan

Quran-and-Science[1]Kata “Gunung” ditemukan di 56 ayat dalam AlQuran. Memang tidak secara eksplisit disebutkan gunungapi. Namun juga dapat diartikan bukit serta gunung akibat pengangkatan atau perlipatan.

Diantaranya disebutkan : (15:19) Gunung itu diciptakan dengan ukuran tertentu; gunung sebagai stabilisator menahan guncangan bumi (16:15; 21:31; 31:10; 50: 78:7; 79:32; 88:19); gunung-gunung itu sejatinya juga dinamis berjalan seperti beraraknya awan, tidak diam di tempatnya (18:47; 27:88; 52;10); Gunung memfasilitasi terbentuknya air tawar yang segar (77:27).  Gunung itu menjulang dan bisa juga tererosi hingga rata (20:106); Gunung bersujud patuh dan bertasbih pada Allah (22:18; 34:10; 38:18);

Ahli geologi atau kebumian tentunya mengetahui gunung, nah mari kita coba “gatuk-gatuk” antara ilmu kebumian dengan tafsir diatas. Ini bukan kajian science, ini hanya mencocok-cocokkan tetapi siapa tahu ada yang memeroleh hidayah dan hikmah dari ini.

:( “Wah pakde ini sudah mulai menggatuk-gatukke ilmu dengan Alquran. Apa memang AQ itu sumber ilmu bumi ?”

:D “Ini memang bukan kajian ‘scientific approach’, tapi sekedar mencocokkan kalau cocok ya syukur kalau enggak ya kita cari lagi, thole”

Nah Mari kita lihat satu persatu apa kira-kira maksud beberapa ayat ini dan apakah ada dalam sains.

Continue reading

Download Peta dan Tips Mudik Lebaran 2013 – [Tetap Waspada Bencana]

leaflet utk dibagikan

Safety Tips

Pulang kampung tentunya sangat menyenangkan. Namun jangan lupa keselamatan adalah yang utama. IAGI bekerja sama dengan Schlumberger dan DK3N ikut menyebarkan kampanye keselamatan. Dirumah, dijalan, dalam kendaraan, menjadi penumpang serta tips-tips lainnya.

Silahkan diunduh file dibawah ini dibagikan ke saudara, teman dan rekan-rekan di kantor anda untuk tetap menjaga keamanan.

TIPS MUDIK dapat diunduh disini : Road safety leaflet SLB DK3N IAGI

Download Peta Mudik 2013

Peta Mudik

Download peta CBN di link dibawah ini.

Bagi yang ingin mudik dengan membawa kendaraan sendiri, berikut ini akan diberikan data informasi mengenai Peta Mudik 2013 Rute Jalur Utama Jawa Bali Sumatera yang juga bisa didownload di print untuk dijadikan pegangan saat mudik agar perjalanan yang ditempuh dengan benar alias tidak salah jalan.

Download Peta Mudik 2013 :

Peta Mudik 2013 Online :

Bila anda menggunakan perangkat mobilephone dapat menggunakan peta dibawah ini namun harus dilakukan oleh navigator [Jangan menelepon saat mengendarai kendaraan]

Peta Mudik 2013 Online Tempointeraktif

Waspada bencana

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan perlu berhati-bati bila menggunakan jalur alternatif. Usahakan melalui jalur utama terutama bila berjalan di malam hari.

Kami juga mengucapkan :

Selamat Hari Raya Iedul Fitri

Maaf Lahir Batin

Patahan Sumatera (Patahan Semangko)

BMKG mnuturkan lokasi gempa berada di 4,70 Lintang Utara, 96,61 Bujur Timur atau 35 meter Baratdaya Kabupaten Benermeriah. Gempa berada di kedalaman 10 meter. Gempa tidak berpotensi tsunami karena di darat tetapi goyangannya sangat besar menggoyang Takengon.

BMKG mnuturkan lokasi gempa berada di 4,70 Lintang Utara, 96,61 Bujur Timur atau 35 meter Baratdaya Kabupaten Benermeriah. Gempa berada di kedalaman 10 meter. Gempa tidak berpotensi tsunami karena di darat tetapi goyangannya sangat besar menggoyang Takengon.

Beberapa kali Sesar Sumatera mengagetkan kita. Goyangan gempa yang selalu datang mendadak ini sering menimbulkan kekhawatiran yang luar biasa. Kepanikan tidak hanya muncul ketika terjadinya gempa namun juga ketika tahu bahwa gempa mengancam dan munculnya issue-issue ramalan gempa. Barusaja gempa sebesar 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Benermeriah, Nangroe Aceh Darussalam. pada segmen Utara seputar kota Takengon.

:( “Lah hiya Pakdhe, belum terjadi saja sudah panik, apalagi kalau pas terjadi”

Salah satu upaya manusia tentusaja mengerti apa yang telah, sedang dan akan terjadi. Dibawah ini dongengan tentang Patahan Sumatera, yaitu patahan yang memotong Pulau Sumatera dari ujung utara barat di Aceh, hingga ke selatan di Lampung. Ini bukan sebagai ramalan atau amaran gempa. Tetapi sebagai pengetahuan. Mengetahui gejala ini supaya tidak lebih panik dari yang tidak tahu. Ingat kepanikan itu akan selalu terjadi. Namun dengan memiliki pengetahuan akan sedikit mengurangi kepanikan, dan lebih tahu apa yang harus dikerjakan.

Continue reading

Bersatu Selamat di Bumi Pertiwi

Bersatu Selamat di Bumi Pertiwi IAGI - Logo

Press Release Ikatan Ahli Geologi Indonesia Menyambut Hari Bumi 22 April 2013

Rovicky Dwi Putrohari
Presiden Ikatan Ahli Geologi Indonesia

Bumi yang dihuni manusia sudah berumur lebih dari 4,5 milyar tahun.  Sudah renta atau justru sedang menuju kesempurnaan? Kita lebih sering mendengar pernyataan bumi sudah renta sehingga perlu perawatan khusus. Ataukah sebetulnya bumi sedang menuju kedewasaan hingga bumi berulah layaknya ABG yang penuh energi ekstra.  Mungkin kita tak akan pernah tahu.

Apapun yang kita percayai sebagai persepsi tingkat kedewasaan bumi saja mampu membuat manusia lupa akan tugas lengkapnya dalam memanfaatkan isi dan hasil bumi, mengerti perilaku bumi hingga harus menjaga lingkungan di bumi untuk menunjang kehidupan.

Ekstraksi – Mitigasi – Konservasi

Tiga aspek holistik yang tak terpisahkan.

Mengambil hasil bumi dan sumberdaya alam merupakan salah satu kegiatan manusia sejak mereka diciptakan. Demi bertahan hidup, manusia awalnya memanfaatkan air, buah-buahan, dedaunan, hutan hingga sumber daya pangan dan juga sumber daya energi. Kemajuan ilmu pengetahuan mampu memperkirakan kebutuhan air tawar dan bahan makanan satu individu manusia.   Continue reading

Banjir dan Longsor Masih Terus Mengancam

IAGI - LogoIkatan Ahli Geologi Indonesia

PRESS RELEASE IAGI 21 Februari 2013

Banjir dan Longsor Masih Terus Mengancam

JAKARTA – Perubahan iklim global terus mempengaruhi cuaca dan hujan di awal tahun 2013. Ancaman banjir dan longsor masih terus harus diwaspadai.

Ancaman bahwa masih akan terus berlangsungnya banjir dan tanah longsor semakin terlihat nyata” kata Rovicky Dwi Putrohari, Ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia di Jakarta, Kamis (21/2/2013). Continue reading

Meteor yang Nubruk Rusia “BUKAN” dari Asteorid 2012 D14.

Banyak pertanyaan tentang meteor Rusia. Apakah meteor ini merupakan kelompok atau pecahan Asteorid DA14 yang melintasi bumi pada 15 Februari 2013 ?

i35fd883df644dcb18fe15ad55a37518b_1[1]

Sebuah lubang di Danau Chebarkul  akibat hantaman meteorit. (Photo by Chebarkul Andrey Orlov.)

Continue reading

Yang Ambles Tidak Hanya Jakarta

Batuan sedimen yang ada di beberapa tempat terutama di pantai utara Jawa adalah endapan laut. Bahkan batuan dasar yang berada pada kedalaman lebih dari seratus meter. Artinya dulu tanah itu ada di dasar laut tetapi sekarang sudah turun ambles hingga seratus meter.

Penampang Bawah Permukaan Jakarta

Gambar diatas memperlihatkan lapisan dibawah Jakarta. Perhatikan warna hijau, itu lapisan batuan yang pada saat diendapkan berupa lapisan mendatar, namun terlihat bahwa dibagian utara (kanan) sudah jauh dibawah karena proses ambles. Terlihat di bagian utara (kanan) lebih ambles ketimbang bagian selatan (kiri).

:( “Wah Pakdhe, kok amblesnya sampai ratusan meter begitu ?”

:D “Ya, proses amblesan ini kan pelan-pelan. Bisa ribuan bahkan juta tahun digambar itu tertulis Pleistocene artinya diendapkan antara 2.5 juta tahun lalu hingga 12 000 tahun lalu”

Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.157 pengikut lainnya.