Mencari air itu gampang-gampang susah. Karena kita tidak tahu persis seperti apa kondisi bawah permukaan. Secara mudah dibawah ini akan dijelaskan lagi kondisi bawah permukaan dalam 4 Hidrostratigafi units (HSU)
“Pakdhe, bukan gampang-gampang susah. Tapi susah-susah gampang. Lah banyak susahnya sih …”
“Nah ini penjelasan dibuat oleh Thomas Triadi, seorang ahli geohidrologi yang sedang mengambil Doktor ilmu air”.
Tulisan dibawah ini merupakan kelanjutan dari seri mencari air yang sebelumnya ditulis disini : Airtanah? Apa dan Bagaimana Mencarinya?
Seperti di tulisan sebelumnya. Air akan berada didalam tanah mengisi pori-pori diantara butiran-butiran, terutama butiran pasir. Selain pasir didalam tanah juga terdapat lempung yang kedap air.
Secara sederhana Thomas membaginya menjadi 4 yakni:
- Akuifer 1 atau sering disebut akuifer dangkal dengan muka airtanah umumnya mengikuti pola topografi, ke arah perbukitan (intermediate slope) akan semakin dalam, demikian sebaliknya semakin dangkal ke arah dataran (plains).
- Akuiklud sebagai lapisan penghambat air dan batas antara akuifer 1 dan akuifer 2
- Akuifer 2 atau sering disebut akuifer dalam dengan piezometric level sebagai garis imajiner airtanahnya.
- Akuifug atau lapisan kedap air.
Akuifer adalah lapisan yang mengandung air. JAdi dalam gambar diatas ada dua akuifer.
Kemudian apabila ada pembuatan sumur bor dimana lokasi tersebut terdapat mata air dan beberapa sumur gali bisa dilihat hubungan antara airtanah yang terambil melalui sumur bor maupun sumur gali di bawah ini.
Sumur gali akan memanfaatkan air yang berada pada lapisan akuifer 1, sedangkan sumur bor akan mengambil airtanah dari lapisan akuifer 2 selama pemasangan saringan/screen dari sumur bor berada pada lapisan akuifer 2. Tentunya pembuat sumur bor akan memilih airtanah dalam yang lebih bagus secara kualitas dibandingkan airtanah dangkal dan secara kuantitas tidak mengganggu airtanah dangkal. Ada aturan bahwa pengeboran untuk airtanah dilakukan minimal 30 m untuk menjaga ketersediaan airtanah dangkal.
Kemudian untuk kaitan dengan mata air dengan melihat ilustrasi di bawah ini bahwa kemungkinan keberadaan mata air ini juga merupakan muka airtanah yang terpotong topografi dan muncul ke permukaan, sehingga tidak ada hubungannya dengan airtanah dari sumur bor.
Semua ini hanya penjelasan singkat dan sederhana, sehingga diperlukan studi lebih mendalam mengenai kondisi geologi dan hidrogeologi daerah tersebut dan tidak bisa disamakan dengan daerah lain.
“Waduh Pakdhe, kondisi geologi yang rumit itu seperti apa ?”
“Yo ntar didongengkan terpisah ya Thole”.
Secara mudah kita tahu bahwa ada dua jenis air tanah, yaitu air tanah dangkal dan air tanah dalam. Kedalaman air ini yang tentusaja tidak sama untuk setiap daerah. Namun air tanah dalam seringkali berada pada kedalaman dibawah 30 meter.
Tulisan terkait :
Filed under: Air, Dongeng Geologi Ditandai: | air tanah, mencari air







Terima kasih banyak Mas,
Salam Regol Merapi Timur
RK
Ya saya pernah menjelaskan tentang distribusi air itu di halaman ini http://rovicky.wordpress.com/2010/11/04/patahan-di-gunung-merapi/
Jadi lapisan tanah merapi ini telah terpatahkan ke arah barat, sehingga air tanah lebih banyak mengalir ke barat ketimbang ke timur. Patahan ini seolah membuat tangkapan air akan mengalir atau terkumpul ke barat. Selain itu memang karena sisi timur itu batuan tua merapi yg sudah terbatukan, sehingga relatif sulit menympan air.
Mas Rovicky yang hebat.
Sekarang saya bertugas di Lereng Merapi Timur, meliputi Klaten, Boyolali. Sumber Air tanah hanya bisa diketemukan pada ketinggian 500 m dpl ke bawah. Ketika saya tanyakan ke BPPTK, jawabannya adalah sisi timur Merapi itu Merapi tua. Apakah Mas Rovicky berkenan mendajelaskan secara dongeng kerakyatan?
Saya perhatikan di Lereng Merbabu masih banyak sumber Air, bahkan mata Air pada ketinggian 1500-2000 m dpl. Di Lereng Merapi barat (Kab Magelang) dan selatan (Kab Sleman) sampai ketinggian 1000 dpl masih ada mata Air.
Kembali ke Merapi Timur. pada ketinggian 400 m dpl begitu banyak mata air umbul dengan debed besar sekali, menjadi sungai-sungai yang mencukupi kebutuhan pertanian padi di Klaten,
Latara belakang pertanyaan ini adalah, kalau memang di Merapi Timur dengan Merapi tuanya tidak memungkinkan mendapatkan Air tanah, saya akan mengkampanyekan harga diri masyarakat pengguna Air hujan sepanjang tahun.
Terima kasih,
Salam Regol Merapi Timur
Romo V. Kirjito
[...] Mencari Air : Mengenal Akuifer [...]
Sepertinya untuk Jakarta sendiri harus dilakukan studi mendalam terhadap kondisi geologi dan hidrogeologinya, mungkin saja ada wilayah – wilayah tertentu yang bagus untuk mendapatkan sumber air bersih
terima kasih atas penjelasannya Pak Dhe, sangat infotmatif sekali…
ditempat saya ada wilayah aquiver outcrof yg cukup luas lokasinya, panjangnya kurang lebih berapa kilometer mungkin lebih dari 10 km dan bermuara kesungai air tawar. wilayah ini sudah ditetapkan sebagai “hutan lindung” tetapi seiring dengan perkembangan penduduk maka wilayah hutan lindung itu sudah mulai dibuka utk tempat pemukiman penduduk dan kantor2 dsbnya. disatu sisi saat ini penduduk yg jumlahnya sekitar 160 ribu jiwa itu sudah mulai hawatir kekurangan air. apatah lagi dimusim panas tahun ini terasa sekali.
bagusnya gimana ya?
knapa air yg dalam lebih bagus dr yg dangkal? trus risiko tanah ambles gimana? denger2 Jkt ini ky gitu kan?
Pakdhe, tapi kalau yang bagian atas diambil terus nanti di dekat pantai ada intrusi air laut dong.
sipppppppppppp