Kompleks Gunung Dieng. [Gunung tua yang sedang bergolak].


http://ysc.web.id/wp-content/uploads/2009/05/dieng-merah-putih.jpgDataran tinggi Dieng lebih dikenal sebagai lokasi wisata ketimbang sebuah kompleks gunungapi tua dengan segala seluk beluknya. Secara geologi Dieng merupakan sebuah kompleks gunungapi tua yang berada di Jawa Tengah.Lokasi wisata ini sudah dikenal didalam maupun luar negeri. Berita tentang naiknya status Waspada (level 3) kompleks Gunung Dieng ini tentunya banyak mengundang pertanyaan. Apa sebenernya kompleks gunung Dieng ini.

Menurut catatan VSI (Vulkanological Survey Indonesia) kompleks gunungapi ini dikenal dengan :

  • Nama : G. Dieng (Nama Lain : Gunung Parahu)
  • Lokasi : Koordinati : 7°12′ LS dan 109°54′ BT .
    Nama kota Dieng Kulon. Kota terdekat Banjar-negara (kota Kabupaten)
  • Ketinggian : 2565 m. dpl.
  • Tipe Gunungapi : Strato, dengan lapangan solfatara dan fumarola, serta banyak kawah (cone).

:( “Wah, Dieng kan lokasi Wisata Pakdhe. Mosok bisa meletus ?”

:D “Thole perlu dimengerti juga bahwa bahaya Gunungapi atau Vulkan itu selain letusannya juga kegiatan letusa freatik yang berupa keluarnya gas beracun seperti di Kompleks Gunungapi Dieng ini”.

Bahaya gas beracun

Kawah Sinila yang pernah mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979

Gunungapi Dieng memang berupa kompleks gunung api yang memiliki banyak kawah.  Diantaranya nama kawahnya adalah : Timbang,  Sikidang, Upas, Sileri, Condrodimuko, Sibanteng dan Telogo Terus. Yang membahayakan dari Gunung Dieng ini adalah hembusan gas beracun yang berupa CO2. Emisi gas yang dihasilkan oleh beberapa kawah sudah diketahui sejak lama (Bemmelen, 1949; Allard dkk., 1989). Pada tahun 1979, terjadi erupsi freatik pada kawah Sinila, menghasilkan gas-gas, hususnya CO2. Akumulasi gas CO2 yang cukup tinggi tersebut bergerak menuruni lereng dan lembah serta meliwati jalan perkampungan, menyebabkan terbunuhnya 142 penduduk yang tinggal disekitar daerah letusan tersebut.

Sejarah Geologi Kawasan Gunung Dieng

Kegiatan gunungapi pada komplek G.Dieng dari yang tua hingga yang termuda dapat dibagi dalam tiga episoda yang didasarkan pada umur relatif, sisa morfologi, tingkat erosi, hubungan stratigrafi dan tingkat pelapukan.

http://www.ulb.ac.be/sciences/cvl/DKIPART1.pdf

Peta kawah-kawah di Kompleks Gunung Dieng

Formasi pra Kaldera, dindikasikan oleh kegiatan vulkanik dari Rogo Jembangan, Tlerep, Djimat dan vulkanik Prau. Produknya tersebar dibagian luar dari komplek Dieng.

Formasi setelah Kaldera, diperlihatkan oleh aktivitas vulkanik yang berada didalam kaldera. Diantaranya, Bisma-Sidede, Seroja, Nagasari, Pangonan, Igir Binem dan Vulkanik Pager Kandang. Produknya berupa piroklastik jatuhan yang menyelimuti hampir seluruh daerah, dikenal juga sebagai endapan piroklastik daerah Dieng yang tak terpisahkan. Kegiatan saat ini ditandai oleh lava berkomposisi biotit andesit berasosiasi dengan jatuhan piroklastik. Aktivitas terahir ditandai oleh erupsi-erupsi preatik.

:( “Pakdhe, Biotit itu nama apa to ? Namanya lutju, tapi aku kan ngga tahu. Mbok sesekali dicritakan, Pakdhe”

:D “Thole , Biotit, Hornblende,  itu nama mineral. Kalau Andesit itu nama batuan. Ya wis nanti dongeng terpisah ya”. 

Episoda pertama (Formasi Pra Kaldera)

Produk piroklastika Rogojembangan (Djimat) menutupi daerah utara dan selatan komplek, kemungkinan terbentuk pada Kuarter bawah (Gunawan, 1968).

Kawah Tlerep yang terdapat pada batas timur memperlihat terbuka kearah selatan membentuk struktur dome berkomposisi hornblende andesit.

Krater vulkanik Prau terletak kearah utara dari Tlerep.Setengah dari kawah bagian barat membentuk struktur kaldera. Prau vulkanik menghasilkan endapan piroklastik dan lava andesit basaltis.

Episoda ke dua

Peta Bencana Sinila 1979

Beberapa aktivitas vulkanik berkembang didalam kaldera, diantaranya:

  • G. Bisma, yaitu kawah tua yang terpotong membuka kearah barat, dengan produknya berupa lava dan jatuhan piroklastik.
  • G. Seroja memperlihatkan umur lebih muda dengan tingkat erosi selope yang kurang kuat dibandingkan G.Bisma. Produknya berupa lava berkomposisi andesitis dan endapan piroklastika.
  • G.Nagasari, yaitu gunungapi composite, terdapat diantara Dieng-Batur dan berkembang dari utara ke selatan.
  • G. Palangonan dan Mardada memiliki kawah yang berlokasi kearah timur dari Nagasari, masih memperlihatkan morfologi muda (bertekstur halus), serta menghasilkan lava dan endapan piroklastika.
  • G. Pager Kandang (Sipandu) memiliki kawah pada bagian utara. Solfatara dan fumarola tersebar sepanjang bagian dalam dan luar kawah dengan suhu 74oC, serta batuan lava berkomposisi basaltis, yang tersingkap di dinding kawah.
  • G. Sileri, merupakan kawah preatik yang memperlihatkan aktivitas hydrothermal berupa airpanas dan fumarola. Kawah ini telah aktif sejak dua ratus tahun terahir, menghasilkan piroklastika jatuhan.
  • G. Igir Binem, adalah gunungapi strato yang memiliki dua kawah, disebut dengan telaga warna, yang tingkat aktivitas hidrothermalnya cukup kuat.
  • Group G. Dringo-Paterangan terletak didalam daerah depresi Batur, terdiri dari kawah komposite, menghasilkan lava andesitis dan piroklastik jatuahan.

Episoda ketiga

Peta Geologi Dieng yang dibuat oleh Pak Sukhyar (1994), kini Kepala Badan Geologi.

Aktivitas gunungapi pada episoda ini, menghasilkan lava andesit biotit, jatuhan piroklastik dan aktivitas hydrothermal.

:( “Wah Pakdhe kok bahasanya tehnis banget sih ?”

:D “Thole ini tulisan diambil dari VSI, ya mesti agak tehnis. Kajian geologi itu kan kajian ilmiah. Jangan alergi dengan kajian ilmiah. Justru ilmu itu yang menyelamatkan manusia dari bahaya bencana alam”.

Sejarah Letusan Dieng

Sejak tahun 1600, kegiatan G.api Dieng tidak memperlihatkan adanya letusan magmatik, tetapi lebih didominasi oleh aktivitas letusan freatik atau hydrothermal, sebagaimana diperlihatkan oleh beberapa aktivitas yang telah diperlihatkan dalam sejarah letusan.

Tahun Nama Gunung/Kawah Aktivitas letusan Produk Letusan/korban
1450 Pakuwojo Letusan normal Abu/Pasir  ?
1825/1826 Pakuwojo Letusan normal Abu/Pasir  ?
1883 Kw.Sikidang/Banteng Peningkatan kegiatan Lumpur kawah
1884 Kw.Sikidang Letusan normal ?
1895 Siglagak Pembentukan celah Uap belerang
1928 Batur ? Letusan Normal Lumpur dan batu
1939 Batur Letusan normal Uap dan Lumpur,5 orang meninggal
1944 Kw.Sileri Gempabumi dan letusan Lumpur/59 meninggal,38 luka-luka, 55 orang hilang
1964 Kw.Sileri Letusan normal lumpur
1965 Kw.Condrodimuko/Telaga Dringo Hembusan fumarola, lumpur (?) Uap air dominan
1979 Kw.Sinila Hembusan gas racun Gas CO2, CO ?, CH4,Korban 149 meninggal
1990’s Kw. Dieng Kulon Letusan freatik lumpur

Karakter Letusan : Dominan letusan freatik dan gas (terutama CO2)(Sumber VSI)

Kawah di Gunung Dieng

Erupsi freatik cukup sering terjadi di dataran tinggi Dieng, hal ini  diperlihatkan oleh jumlah kawah yang terbentuk, yaitu ± 70 buah dibagian timur dan tengah komplek, serta  ± 30 buah dibagian barat sector Batur. Sedikitnya 10 erupsi freatik telah terjadi dalam kurun waktu 200 tahun terahir.Letusan freatik inilah yang merupakan bentuk bahaya dari kompleks Gunung Dieng.

Menurut VSI erupsi freatik komplek Dieng dapat dibagi dalam dua katagori:

  1. Erupsi tampa adanya tanda-tanda (precursor) dari seismisity, yaitu hasil dari proses “self sealing” dari solfatar aktif (erupsi hydrothermal).
  2. Erupsi yang diawali oleh gempabumi lokal  atau regional, atau oleh adanya retakan dimana tidak adanya  indikasi panasbumi dipermukaan. Erupsi dari tipe ini umum terjadi di daerah Graben Batur, sebagaimana diperlihatkan oleh erupsi freatik dari vulkanik Dieng pada Pebruari 1979.

Aktivitas erupsi di komplek Dieng termasuk dalam katagori kedua.

Aktifitas Gunung Dieng Mei 2011 (Kawah Timbang).

Gunung Dieng saat ini dalam status waspada. Terutama pada daerah  Kawah Timbang. Sudah dimulai evakuasi warga oleh PMI. Berdasarkan data terakhir pada pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dieng, terjadi peningkatan kandungan gas CO2 pada pukul 11.17 WIB, Sabtu 28 Mei 2011, sebanyak 0,86 persen volume. Sedangkan batas aman kandungan CO2 hanya 0,5 persen volume.

:( “Whadduh Pakdhe, aku belum banyak tahu tentang Dieng kok sudah bergolak ya ?”

:D “Itulah thole, jangan buru-buru malas membaca tulisan tehnis. Pengetahuan sejarah masa lalu gunung ini akan memerikan bekal ilmu dalam menyelamatkan diri dan mitigasi gunungapi”

Bagaimana munculnya gas beracun ini ? Tunggu dongengan selanjutnya.

About these ads

32 Tanggapan

  1. Dan di tahun 2013 ini pun sedang bergejolak dengan meningkatnya aktifitas di kawah timbang http://tempat-wisata.net/sejarah-candi-di-dieng-wonosobo

  2. Makach buat infonya pak dhe em bleh crita info lainya dog kpan2

  3. pernah ada cinta di gunung dieng Pakdhee,,,^^ kwkwkw jadi inget

  4. wah ini dia, bikin pengetahuan bertambh ttg dieng. Thx bgt infonya.

  5. Semua ulasan yang anda sajikan selalu lengkap, terima kasih bisa menambah wawasan saya

  6. Dieng Tour Organizer : Layanan Paket Wisata ke Dieng dan info Obyek-obyek Wisata di Dataran Tinggi Dieng. Hubungi : Sarwo Edi, Mobile : 0813-2727-3004.

  7. : Bahasanya canggih.. saatnya belajar lebih keras… biar gak cuma jadi orang awam. Kebetulan saya mau touring motor ke sana dari Bandar Lampung…. nanti sekalian ke Jogja aah.. biar gak sia-sia nih perjalanan.. :p ~Dieng-Jogja.. i am coming… :D *Bejek Gas Pol.. BLAARR.. BLAAARR..!!

  8. Sikat Dieng Tour, Tavel And Adventure – Mitra Perjalanan Setia Anda, Dieng Tour Dikemas Dalam Pilihan Paket Super Hemat, Memungkinkan Perjalanan Ke Dieng Lebih Menyenangkan.

  9. Dieng Plateau and Wonosobo Tourism has a Beauty, Misty and Mysterious scenery with a lot of oddities.

  10. waw kalaw boleh tau umurnya berapa ya,,,

  11. Sepertinya bukan satu gunung besar. Tapi kompleks beberapa kerucut gunung. Yang akhirnya membentuk dataran tinggian.

  12. Pakdhe…
    Saya mau tahu nih,… Katanya dahulu kala, Dieng itu adalah sebuah gunung yang besar… Yang akhirnya meletus dan menghilangkan sebagian besar bagian atasnya…
    benarkah demikian menurut tinauan geologi…
    mohon pencerahan…
    terimakasih…
    salam

  13. Ijin copy gambar’a pakdhe

  14. wah pada bahaya nih hati hati ya

  15. [...] Kompleks Gunung Dieng. [Gunung tua yang sedang bergolak]. [...]

  16. terus menulis pakde… aku dulu kesasar masuk teknik mesin ..pdhl aku penggemar gunung … , slalu kutunggu menunggu kuliah gratis dr pak de..

  17. wah asik je dengerin dongeng geologinya Pakdhe ,kalo sedetail gitu seberapa refensinya ya,tapi lebih penting dongengngannya,Oya kalo dongeng ttg lumpur lapindo dah di ceritain belum ya.

  18. Pakdhe, ane mnta tlng blh ga? tolong kpn2 bahas tentang gunung Sumbing dong..biar ane lbh tau tentang karakteristik gunung tsb. Mksh

  19. maturnuwun infone pak de

  20. pakdhe, ijin ngelink yak =))

  21. wah pak kalo sampdew k wonosobo bggmn ia ap udh ad tindakan2 yg dpersiapkan.tuhan lindungi masarakat djawa tengah

  22. Ahad 22 Mei 2011.
    Saya bersama rekan Muhammad Umar berkunjung di Dieng Plateu Area.
    Subhanallah…..

  23. mantap pakdhe, saya yang orang lokal saja tidak ngerti sampai sedetail itu.
    oh ya, Dieng kulon memang kabupatennya Banjarnegara, tapi kota terdekat Wonosobo, lha wong orang dieng kalau mau ke kota Banjarnegara saja lewat kota Wonsobo.
    kawah timbang jauh dari kawah sikidang, jaraknya ada sekitar 7 km.

  24. asiikkk.. nemu bacaan bagus :D

    matur suwun sanget pakdhe :)

  25. Nice posting!
    Januari/Pebruari? 1994 saya menyaksikan sendiri erupsi di dieng kulon, letaknya di tengah kebun sayur di kiri jalan menuju Kawah Sikidang. Mirip-mirip Lusi tapi dengan skala kecil. Juli 1994 kawahnya sudah tidak ada, di situ sudah ditanami kentang lagi.

  26. cermati dulu mas.. masih sulit mahami bagi saya yg kurang pintar ini.

  27. [...] Informasi terbaru Dieng dari blog pak dhe Rovicky: [...]

  28. pak dhe… ijin nge-link njih, bagi2 info u’ traveler yg mo ke dieng. suwun ;)

  29. waduh liburan panjang kali ini rencana ke dieng….tp lihat letaknya kawah timbang jauh ya dr sikidang..apakah bisa aman?mohon inputnya bapak… :)..seandainya memahami dgn baik…

    tks bnyk..

  30. Sip.. Cuman bahasanya agak sulit bagi awam spt saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.163 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: