Banjir Bandang Wasior, Bagaimana terjadinya ?


Teluk Wondama

Berita bencana banjir bandang Wasior sangat mengagetkan. Berita soal pembalakan liar sering menjadi tuduhan pertama terjadinya banjir bandang terutama di daerah yang banyak hutannya. Wasior yang berada di pinggir lebatnya hutan Papua pun mengalami banjir bandang.

Apa sebenarnya banjir bandang itu.

Banjir bandang agak sedikit berbeda dengan bajir air biasa di Jakarta atau kota-kota Jawa Tengah akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo. Banjir bandang terjadi secara mendadak disertai aliran deras campuran batu, kayu serta batu kerikil dan lumpur.

Mekanisme serta bagaimana terjadinya longsor dapat dilihat dalam video disini Video longsoran yang mengubur 30 orang dan disini Melihat jenis-jenis longsoran dengan video

Dapat diketahui dengan sebuah pengamatan di lapangan.

Menurut catatan Bu Rita (Ketua Jurusan Teknik Geologi UGM), beberapa tahun sebelumnya, tercatat bencana banjir bandang pernah pula melanda beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya terjadi di tempat wisata pemandian air panas Pacet di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada 11 Desember 2002 yang mengakibatkan 26 orang tewas dan 14 orang hilang. Di Lembah Sungai Jenebarang yang berada di lereng Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Goa, terjadi bencana yang sama pada 27 Maret 2004 hingga menewaskan 32 orang serta mengubur 12 rumah dan 430 hektare lahan. Begitu juga di bantaran Sungai Bahorok, Taman Wisata Bukit Lawang, yang berada di kaki Gunung Leuser, Sumatra Utara, terjadi bencana banjir pada 2 November 2003 yang mengakibatkan 151 orang tewas dan 100 orang yang hilang. Bahkan, di beberapa lembah/bantaran sungai di Kota Palu dan juga di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Januari 2006.

Mungkin ada yang masih ingat kejadian tahun lalu ketika di detik.com menceritakan munculnya danau yang tiba-tiba saja terisi air di Maluku. Cerita pembentukan danau itu sudah didongengkan disini : Danau Akibat Longsoran.

Terjadinya banjir bandang ini dapat dimengerti dengan pengamatan di lapangan seperti yang dilakukan Bu Rita, diman akhirny abeliau dapat menjelaskan bagaimana Banjir Bandang Wasior terjadi.

Banjir bandang merupakan suatu proses aliran air yang deras dan pekat karena disertai dengan muatan masif bongkah-bongkah batuan dan tanah (sering pula disertai dengan batang-batang kayu) yang berasal dari arah hulu sungai. Selain berbeda dari segi muatan yang terangkut di dalam aliran air tersebut, banjir bandang ini juga berbeda dibandingkan banjir biasa. Sebab, dalam proses banjir ini, terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba dan cepat meskipun tidak diawali dengan turunnya hujan.

Pemukiman di lereng bukit harus selalu memperhatikan kondisi bukit diatasnya.

Banjir ini terjadi umumnya dengan diawali oleh proses pembendungan alamiah di daerah hulu sungai yang berada pada lereng-lereng perbukitan tinggi. Pembendungan alamiah ini sering terjadi sebagai akibat terakumulasinya endapan-endapan tanah dan batuan yang longsor dari bagian atas lereng. Proses pembendungan alamiah ini dapat terjadi secara lebih cepat apabila disertai dengan penumpukan batang-batang kayu yang terseret saat longsor terjadi.

Kondisi cuaca ekstrim memungkinkan sebagai pemicu longsoran dan banjir bandang.

Coba perhatikan muka air tanah (warna biru) yang terpotong oleh garis-garis terputus. Disitu berarti air tanahnya terkuak dan air tanah itu keluar seperti mata air yang akhirnya menjadi sumber air ketika longsoran itu berubah menjadi banjir air lumpur pada akhirnya.

Tentusaja lebih mudah dimengerti apabila kita melihat cara tiga dimensi. Seperti morfologi dari sekitar Wasior.

Peta Wasior, Terlihat bukit di atas Wasior membentuk sebuah lembah panjang yang memungkinkan terbentuknya bendungan alami.

Kita lihat pada peta diatas bahwa Wasior terletak dibagian bawah dari sebuah bukit memanjang yg dikenal dengan nama Semenanjung Wandamen (Semenanjung Wasior) trimakasih koreksinya Mas Ismail Widodo

Dalam peta interaktif dapat dilihat seperti morfologi di daerah ini.

Lihat disebelah Selatan Wasior terdapat bentuk kipas aluvial yang rona cerah. Ini menunjukkan bahwa daerah ini memang sangat rentan dan sangat rawan terjadinya banjir bandang.

Bagaimana dengan pembalakan hutan yang dicurigai itu ?

Menurut Bu Rita, tidak tertutup kemungkinan bahwa penumpukan batang-batang kayu di daerah hulu ini akibat pembalakan hutan. Bagaimana kita dapat menduga bahwa kayu-kayu yang tertumpuk adalah akibat pembalakan hutan atau akibat pohon-pohon yang tumbang yang terseret saat longsor di bagian atas lereng lembah terjadi. Apabila kayu yang terseret oleh arus banjir bandang ini merupakan kayu gelodongan dengan ukuran teratur dan tampak terpotong secara seragam (tidak disertai adanya akar-akar pohon), tumpukan kayu yang membendung lembah di hulu sungai adalah hasil tebangan pohon oleh manusia. Namun, apabila kayu-kayu yang terseret banyak disertai dengan akar-akar dan ranting-ranting pohon, sangat mungkin bahwa tumpukan kayu-kayu yang membendung hulu sungai terjadi secara alamiah akibat longsor yang menyeret pohon-pohon di permukaan lereng.

Wasior dan daerah yang rawan banjir bandang Rona cerah menunjukkan longsoran (banjir bandang) dimasa lampau.

:( “Pakdhe, konon katanya di Wasior kayu-kayu yang ikut meluncur ini terpatah dan terpotong secara alami ya ?”

:D “Ya, kalau cuman sedikit yang diketemukan terpotong rapi berarti ulah manusia penyebab longsoran banjir bandang ini lebih banyak karena faktor alami”

Jadi, banjir bandang dapat pula dipicu oleh longsor dan pembendungan di daerah hulu, yang umumnya dicirikan dengan munculnya kenampakan berupa bekas-bekas longsor di bagian atas lembah sungai yang terbendung. Kenampakan bekas longsor ini dicirikan oleh terbentuknya torehan-torehan lengkung pada lereng-lereng di daerah hulu sungai. Contohnya adalah kejadian banjir bandang di Sungai Bahorok pada 2003 yang juga disertai puluhan torehan-torehan longsor pada lereng Gunung Leuser. Torehan-torehan ini dapat mudah diamati dari atas melalui citra satelit, foto udara, atau inspeksi udara dengan helikopter/pesawat terbang.

Tulisan terkait :

Teferensi

About these ads

21 Tanggapan

  1. The real friends are those who continue to accompany you even when you do not have anything

  2. Bendung alami di wasior terbentuk karena sering terjadi gempa di wilayah sekitar wasior.Tanah runtuh dan membedung sungai.Mengingat wasior merupakan cagar alam, sangat sulit untuk dideteksi adanya bendung alami tsb. Sekalipun saat itu curah hujan yang terjadi tidak terlalu besar tapi terbukti dapat memicu ambrolnya bendung alami tsb.

  3. bisa dapat ilmu kayak gini caranya gimana

    –> Kuliah di Teknik Geologi. Bisa di UGM, ITB, UNPAD, UPN Jogja, dan beberapa uni lainnya.

  4. Terimakasih atas informasinya…

  5. whoaa,,,,…..ni artikel yg paling lengkap yg prnh w baca loh….

  6. Maaf, Pak Dhe salah copy link tulisan sy. ini yg bener

    http://finsha79.wordpress.com/2011/02/15/air-kawan-atau-lawan

  7. Salam kenal, Pak Dhe….
    Mohon izin untuk input gambar ttg terjadinya banjir bandang di tulisan sy di

    http://finsha79.wordpress.com/2011/02/15/air-kawan-atau-lawan/?preview=true&preview_id=47&preview_nonce=dc3bffc638

    Terima kasih.

  8. sebaiknya pemerintah membantu warga-warga yang ada di wasior, dengan cara berbagi makanan & minuman ataupun obat-obatan

  9. Walaupun gak sehebat tulisan pak dhe di atas…tapi paling tidak lebih duluan aku nulisnya…hehehe

    http://geourban.wordpress.com/2010/10/16/analisis-isu/

  10. kebetulan sy tugas di wasior Taman nasional teluk cenderawasih dan kantor seksi saya ada diujung tanjung wondama tepatnya kampung aisandami, namun pada agust 2009 sampe sekarang sy lagi tubel di IPB bogor, mengenai banjir bandang yang diwasior saya setuju itu adalah faktor alami, bukan karena penebangan, karena kawasan tersebut adalah Cagar alam, jadi penebangan liar jarang terjadi di kawasan itu. selama sy saya tinggal disana sungai rado yang ada di ujung bandara menjadi tempat mandi setiap hari. jadi saya setuju penjelasan ibu yang dari UGM dan mudah di pahami. jadi klu soal HPH itu tidak ada hubungannya dgn banjir bandang. sebaiknya jangan kita lgsg menjustifikasi semua akibat illegallogging.

  11. Sudah saatnya para sarjana geologi di sebarkan di seluruh tingkat kecamatan. tidak hanya sarjana pemerintahan sajah

  12. nuwun sewu pak dhe, kebetulan saya ada tugas mitigasi bencana geologi tentang wasior dr bu dwikorita.. bisa dijadikan bahan referensi ni.. :p

  13. Terima kasih atas penjelasan tentang terjadinya banjir di Wasior. Penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami. Jadi, ada 3 kemungkinan sebab terjadinya banjir: pertama karena geomorphology (?), kedua pembalakan liar, dan ketiga mungkin kombinasinya. Tetapi saya ingin bertanya lebih lanjut, mengapa dan bagaimana ada puluhan ribu jiwa yang bertempat tinggal di sebuah kota (Wasior) yang nampaknya begitu berbahaya? Syukur saat ini masih puluhan ribu penduduk, bagaimana jika suatu hari nanti kota ini berkembang menjadi ratusan ribu jiwa?

  14. nuwun sewu pakdhe, kenalin saya newbie baru yg sedang belajar ttg alam ^_^
    saat ini saya kebetulan sedang ada kerjaan di wasior dan kebetulan lokasi terjadinya banjir itu tepat di samping camp saya. alhamdulillah semua temen di camp selamat, meskipun sebagian bangunannya hancur berantakan. dan alhamdulillah-nya lagi pas banjir terjadi, saya lg ada di surabaya, karena ditugaskan buat sekolah lagi dulu, jadi ndak ikut merasakan banjirnya…hehehe

    pertama-tama, saya sedikit protes; kenapa kalo’ ada banjir yg pertama jd tertuduh adalah logging (terutama illegal logging), lha wong ndak semua penyebab bencana alam itu krn logging tho?

    kedua; sedikit koreksi pakdhe, namanya bukan semenanjung Wasior, tapi Semenanjung Wandamen, Teluknya disebut Teluk Wandamen sehingga kabupatennya bernama Kabupaten Teluk Wondama

    ketiga : wilayah pegunungan yg menjadi sumber aliran air tersebut adalah Pegunungan Wondiboi yg merupakan kawasan lindung yg termasuk Cagar Alam Wondiboi, jadi gak benar kalo’ di lokasi itu ada illegal logging lha wong dilindungi oleh undang-undang sama hukum adat. Faktor topografi jg menjadikan logging menjadi tidak logis, lha wong rata-rata kemiringannya mencapai 45-70 derajat. Emangnya kayu hbs ditebang mau lgsg diglundungkan ke bawah? hehehehe. Sebagai gambaran, puncak tertinggi gunung yg ada di sebelah timur lokasi banjir sekitar 1400 m dpl, sedangkan lokasi yg terkena banjir pada ketinggian 50 m dpl berjarak sktr 3000 m….silahkan itung sendiri lah. Lokasi HPH memang ada di kabupaten ini, tapi masih 40km ke arah selatan lagi. Monggo di cek di google earth, cari saja lokasi datar yg luas di sebelah selatan teluk, ya di sekitar situ sudah lokasi HPHnya. Tapi sudah tutup sejak 15-20 th yg lalu

    ke-empat : banjir di aliran sungai ini sebenernya peristiwa yg rutin terjadi, dulu siklusnya 5 tahunan, tapi ndak tau kok sekarang jd lebih sering. Terakhir banjir yg hampir sama besarnya dg yg sekarang terjadi pada 2-3 Mei 2008, seminggu sebelum saya menginjakkan kaki di Wasior untuk pertama kalinya. Lokasi yg dilalui aliran banjirnya jg hampir sama, tapi yg sekarang ini lebih besar.

    ke-lima : saya setuju buanget dg analisa pakdhe….pakdhe kok tau kalo’ disana ada pembendungan di aliran hulunya, pakdhe ndukun juga ya :P.
    Waktu saya survey 2 tahun lalu, saya sudah dapat cerita dari penduduk asli kalau di atas gunung itu ada bendungan alam yg lebarnya bervariasi mulai 10 m-200 m dan panjangnya lebih dari 1 km. Sayang sekali waktu itu saya ndak sempat dokumentasi pembendungan yg di atas gunung, selain karena faktor medan yg super berat (waktu tempuh untuk mencapai lokasi bendungan sktr 1 hari jalan kaki), tidak adanya penunjuk jalan yg mau ngantar (biaya porter super mahal utk ukuran kantong saya, plg murah 250rb per hari T.T), jg krn adanya suku-suku primitif yg tinggal di puncak gunung yg masih kanibal (penduduk aslinya saja takut kok :P).

    Sementara komentar perkenalan saya itu dulu pakdhe, soale tak sambi ngerjakan Thesis…hehehe

  15. Semoga kedepannya lebih waspada,
    karena tempat tinggal orang tuaku daerah Banjarnegara
    juga kondisinya seperti itu.

  16. kalau dilihat alam nya dari gambar di atas…memang kelihatan daerahnya cukup membahaya untuk tempat tinggal, jadi pembalakan mungkin seperti yg di tulis Prof. Rita, akan mempercepat banjir, tapi tanpa pembalakan, tetep bisa terjadi banjir bandang :D

  17. Pakdhe, mungkin Ga sih Struktur tanah di Papua menjadi tidak stabil (rawan longsor) mengingat aktivitas penambangan yang dilakukan oleh Freeport?

    ==> Kalau daerahnya disekitar areal penambangan ya mungkin saja. Tetapi kalau jauh dari lokasi penambangan tentusaja “jauh panggang dari api

  18. Komentar Pak Prakosa Geologist UGM (1972) :

    Tahun 1990 bulan Februari di daerah lembah Kali Garang, Sampangan, Gajahmungkur, Semarang juga terjadi banjir bandang yang menewaskah lebih 100 orang, saya merupakan salah satu korban, namun alhamdulillah bisa selamat dengan naik keatas atap rumah (asbes) beserta seluruh keluarga. Ketika itu hujan di Semarang tak begitu lebat, namun di DAS K.Garang hujan selama 1 bulan tercurah tuntas selama 4 jam , 3 sungai (Kreo, Kripik dan Garang) bersatu meningkatkan debit sungai setelah pertemuan 3 sungai tersebut ke arah hilir, 500 m tanggul roboh dilimpas air sungai (overtoping)….meluluh lantak-kan apapun yang dilaluinya…….salah satu teori waktu itu adalah terciptanya “natural dam” dan meningkatkan energi air hingga berlipat-lipat ( tenaga potensial=fungsi ketinggian), di Sumatera hal ini sering disebut “galodo”…..wass.siwo’72.

  19. pakde, kata detik com (klo ga salah) bu SBY nemu intan ya di bongkahan sisa banjir? hitam mengkilat gituh..? apa tebingnya banyak intannya??

  20. jadi pakdhe, yang lebih dominan itu yang karena faktor alami atau karena faktor pembalakan hutan? kalo liat berita di tipitipi sih jadi kaya saling tuding gitu..
    ada yang bilang itu pembalakan hutan, ada yang bilang itu faktor alami, padahal secara geomorfik bisa diterangkan sebagai proses yang alami, seperti yang dterangkan di atas.

    –> Bagi kita yang ahli kebumian mencoba menjelaskan proses alaminya. Namun kalau diketemukan kayu-kayu yang terpotong rapi dengan ukuran sama dan seragam ya silahkan ditunjukkan saja, kan ?

  21. Pak Dhe,
    mbok kalau ada foto2 kayu yang ikut kebawa banjir dilampirkan, biar bisa diidentifikasi apakah itu hasil pembalakan liar, pembalakan legal atau karena tergerus bannjir bandang?

    –> Betul Mo, kita perlu kesana untuk membuktikannya.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.216 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: