Peta Zonasi Gempa 2010


Berita cukup menggembirakan dengan munculnya peta Zonasi Gempa v 2010 yang kali ini masih dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan umum. Peta yang ditanda-tangani oleh Menteri PU ini merupakan peta yang merevisi peta lama edisi 2002.

Pada 2002, Indonesia sebenarnya telah memiliki standar bangunan dan infrastruktur tahan gempa disebut dengan SNI 03-1726-2002. Peta baru tersebut memperbaiki beberapa hal dari peta gempa yang lama yang digunakan dalam SNI 2002. Sebab, peta baru menggunakan prosedur baru. Yakni, membuat analisis probabilitas bahaya seismik yang digunakan oleh United States Geological Survey (USGS) atau Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat.

Peta ini memang bukan peta rawan bencana (gempa). Peta ini dibuat oleh Departemen Pekerjaan Umum untuk kebutuhan building code atau perijinan serta peraturan untuk membangun bangunan baru, termasuk gedung, jembatan, bendungan serta konstruksi lainnya. Jadi perlu diketahui bahwa peta ini diperlukan untuk mengkaji strutur bangunan yang akan dibangun didaerah yang dipetakan. Sedangkan peta untuk kebutuhan kebencanaan harus diturunkan atau diproses dan dan dianalisa lanjut sesuai dengan mikrozonasi kerawanan gempa.

Yang diatas adalah ini peta zonasi gempa yg untuk perioda ulang 2475 tahun, sedangkan yang dibawah ini ini peta zonasi gempa yg untuk perioda ulang 475 tahun :

Periode ulang 475 tahun

Ini Bukan Peta Rawan Bencana

Secara tidak langsung kita dapat mengetahui bagaimana kerentanan goyangan gempa suatu daerah dari peta ini. Namun melihat skala serta tujuan pembuatannya, jelas kita masih memerlukan Peta Rawan Bencana dalam skala lebih detil lagi. Memang perlu dimengerti bahwa untuk masalah kebencanaan peta ini masih  perlu diolah lagi khususnya untuk keperluan mitigasi bencana. Misalnya kerentanan tanah terhadap goyangan (mudah longsor apa tidak), juga jumlah penduduk disekitar daerah “earthquake prone” (daerah paling mungkin tergoyang gempa), bagaimana konstruksi bangunan yang ada bila terkena goyangan dll.

Peta patahan.

Patahan memang merupakan data dasar untuk mengetahui kerawanan terhadap gempa. Perlu diingat bahwa gempa itu bermacam-macam genesa pembentukannya. Ada gempa dalam tektonik akibat tubrukan lempeng. Ada gempa dangkal akibat pergeseran patahan-patahan permukaan seperti gempa disepanjang Patahan Semangko Sumatra, Gempa Jogja akibat patahan Opak. Juga ada gempa akibat letusan gunung-api.

Salah satu kompenen dalam peta Rawan Bencana (gempa)  perlu ditambahkan komponen peta patahan aktif (dan nonaktif). Peta-peta patahan memang sudah banyak dipetakan. Namun tidak mudah mengenali patahan aktif dan patahan non-aktif. Patahan ini mirip gunung api, ada yang menyebutkan gunung api “doorman” (tidur) dimana bisa saja suatu saat aktif lagi. Mirip patahan Opak di Jogja yang sebelumnya tidak dikenali sebagai peta aktif namun tiba-tiba menggoyang dan memporak-porandakan kota Jogja. Para ahli kebumian (geosains) tidak mudah mengenali patahan ini yang tahu tiba-tiba bergerak lagi, walaupun sudah dicurigai. Tetapi tidak ada atau sangat minim sekali penelitian khusus mengenai keaktifan patahan-patahan ini.
http://rovicky.wordpress.com/2006/06/20/patahan-patahan-yg-membelah-pulau-jawa/
Beberapa patahan memang dikenali sebagai patahan aktif karena gerakannya termonitor dalam 50-100 tahun lalu dari gempa-gempa yang terrekam. Patahan yang pasti diketahui aktif misalnya Patahan Semangko (Sumatra), Patahan Palu Koro (Sulawesi), Patahan Sorong. Namun patahan-patahan besar lainnya di JAwa ini tidak secara pasti diketahui bahwa masih aktif. Misalnya Patahan Lembang, Patahan Grindulu (Pacitan) dll.
Dengan demikian masih diperlukan penelitian2 khusus mengenai keaktifan patahan-patahan yang diduga aktif ini.

Bahaya gempa tidak pernah sendiri. Kita tahu gempa menyebabkan retakan-retakan yang mungkin akan longsor akibat dipicu hujan. Tentunya menambahkan faktor kestabilan lereng serta curah hujan akan menambah peta rawan bencana ini semakin kompleks. Gempa juga memicu tsunami, tentunya peta bahayanya menjadi tidak sekedar bahaya goyangan gempa saja kan ?

Perlu diacungi jempol ke PU yang sudah mengupdate peta ini. Namun tentusaja kita tidak bisa berhenti disini utk melihat kerawanan gempanya.

About these ads

25 Tanggapan

  1. Pak Rovicky,

    mohon izin untuk down load petannya pak.

    Terimakasih, saya terbantu banyak dengan adanya peta ini,

    Salam kenal,

  2. Peta resiko gempa 2010 ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut karena di beberapa lokasi tertentu nilai percepatan tanah dasarnya terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan sejarah kegempaan atau pun data seismotektonik.

  3. kpn indonesia tegas dlm bertindak ???

    jng mau negara kita d tindas trus sm malaysia….
    ntu udh sebuah penghinaan…

  4. Thanks atas petanya, sbuah informasi yg sgt membantu skali. Tp mohon kami dijelaskan mengenai angka2 dan warna tsb, karena kami masyarakat awam. dan apa maksud dari satuan g pada angka2 yg ada dilegend tsb?
    Thanks B4

  5. Pak, minta izin-nya untuk meng copy paste tulisan Bapak di Blog saya Civi Inc (http://civilinc.blogspot.com. Data-data yang saya miliki berkenaan Geoteknik dan Kegempaan memang minim sekali. Matur Nuwun.

  6. kalau boleh saya ingin sedikit menambahkan keterangan dari penjelasan bapak rovicky. Peta yg ada di web bapak adalah untuk perioda ulang 2475 tahun. Ada satu peta lg untuk yg perioda ulang 475 tahun.

  7. Pak Rovicky, terima kasih atas bantuan sosialisasinya.

  8. Saya sangat mengapresiasi adanya peta zonasi ini.
    Sangat berguna untuk kepentingan perencanaan wilayah dan kota.
    Thank you for sharing..

  9. jadi tambah pengetahuan…
    ttg geologi…

    thanks mas….

  10. Anggota Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010:
    1. Prof. Masyhur Irsyam – (Ketua – Geoteknik Kegempaan – ITB),
    2. Dr. I Wayan Sengara – (Wakil Ketua – Geoteknik Kegempaan – ITB),
    3. Fahmi Aldiamar, ST., MT. (Sekertaris – Geoteknik Kegempaan – PU),
    4. Ir. M. Ridwan Dpl.E.Eng (Geologi – PU),
    5. Ir. Engkon K. Kertapati (Geologi – Badan Geologi),
    6. Danny H. Natawidjaja, PhD (Geologi – LIPI),
    7. Prof. Sri Widiyantoro (Seismologi – ITB),
    8. Wahyu Triyoso, PhD (Seismologi – ITB),
    9. Drs. Suhardjono (Seismologi – BMKG),
    10 Dr. Irwan Meilano (Crustal Deformation – ITB),
    11. Ir. M. Asrurifak, MT (Geoteknik Kegempaan – ITB)

  11. maaf pak dhe jikalau saya boleh tau diantara tim Penyusun tersebut adakah orang orang geologi didalamnya…..

  12. Pak De kalau di Solo ada gempa kita takut waduk gajah mungkur pecah bisa tumpes kita di Solo, lho wong hujan gede aja kadang waduknya gak nampung padahal jutaan kubik tuh air di atas kita, belum lagi kalau merapi menyala merah pasti orang solo merasa sumuk (gerah) mungkin urat magma lewat bawah solo, apalagi jika mbledos merapinya (tragedi kraton mataram bisa terulang) moga2 jangan

  13. Petanya sudah saya klik ternyata bagus. Trims. Wassalam,
    Otto9

  14. Pak Otto, Betul peta ini masih peta zonasi gempa utk skala nasional sangat general dan tidak detail. Ini juga bukan peta bahaya gempa (Bukan risk map) dan bukan untuk tujuan mitigasi. Masih panjang PR untuk membuat peta risiko bencana. Peta risiko bencana barangkali lebih pas secara engineering kalau skala detil ( lebih dari 1:25 000).

  15. Dik Rovicky,
    Trims.
    1) Apa nggak ada peta yang lebih jelas.
    2) Kalau saya, petanya sebaiknya dikaitkan dengan lokasi batas lempeng tektonik dan sesar-sesar besarnya sehingga tidak nampak cuma sekedart menarik garis sejajar dan lurus.
    3) Kaitan dengan elevasi dan jenis batuan juga tidak nampak.
    4) Kalau dikaitkand engan lokasi kota dengan penduduk lebih besar dari 100.000 lebih baik lagi sehingga nampak wilayah kota-kota yang rentan bencana gempa..
    Wassalam,
    Otto 9

  16. Namanya juga skala satu negara mas, ya nggak mungkin detail to ya,

  17. terlalu simple petanya…tidak menggambarkan daerah rawan gempa dari sebelumnya

  18. ->Nurytche Peta ini memang bukan untuk orang awam, tetapi ini peta untuk kebutuhan para insinyur yang akan membuat konstruksi. Baik konstruksi jembatan, bangunan, bendungan dan lain-lain. Untuk kebutuhan orang awab terutama bagi pengendali bencana diperlukan hazrd map atau risk map.

  19. peta yang bagus…. hanya saja akan lebih bagus lagi kalo keterangan peta memakai bahasa yang umum dan muda dimengerti oleh halayak umum, thank’s!!!

  20. pakdhe.., ada informasi mendalam terkait patahan semangko sumatera gak..??
    saya butuh untuk referensi..

    thanks yo pakdhe.. :)

  21. ada informasi mendalam tentang patahan semangko sumatera gak..??
    saya butuh referensinya..
    thanks… :)

  22. Bagi orang awam, penjelasan ini sangat bermanfaat. Untuk mengetahui lebih dalam memang harus belajar lebih jauh….

  23. sepintas tampak lebih reliable dan detil, tapi disejumlah tempat estimasinya “mengerikan” pakde hehe

    Salam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.217 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: