Priok Berdarah Lewat Peta


Naik Haji lewat Tanjung Priok (1925-1935)

Priok ? Ya tentunya smua tahu dimana itu Tanjung Priok. Tetapi kadangkala kalau ditunjukin peta kita tidak tahu dimana lokasinya secara tepat, dan seperti apa situasi sekelilingnya.

Dimana Makam Mbah Priok ini ? Apakah didalam perkampungan yang juga akan digusur atau di tanah lapang ?

:( “Wah, asik Pakdhe, melihat sebuah fenomena dari perspektif yang berbeda dengan yang lain”

:D “Konon katanya mengenali itu harus didahulukan sebelum mencoba menyeleseikan masalah”

Sekilas Pelabuhan Tanjung Priok.

Tanjung Priok merupakan pelabuhan terpenting di Jakarta. Pelabuhan ini bukan pelabuhan ketika membangun Jakarta. Kisah pembangunan Jakarta bisa dibaca disini :

Bandar pelabuhan ini yang dibangun pada 1877 di masa Gubernur Jendral Johan Wilhelm van Lansberge yang berkuasa di Hindia-Belanda pada tahun 1875-1881 itu semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu pelabuhan paling ramai di Asia setelah dibukanya Terusan Suez. Hal ini juga didukung munculnya mesin upa yang menjadi penggerak kapal-kapal besar.

Tanjung Priok 7 Sept 1926

Penemuan kapal uap dan dibukanya Terusan Suez pada abad ke-19 semakin mempercepat perjalanan menuju Asia yang membuat orang Eropa bergairah untuk berkunjung ke negeri Timur. Demikian halnya ketertarikan orang Eropa untuk mengunjungi Jawa yang cukup besar. Meskipun Jawa hingga abad ke-19 oleh Augusta de Wit, seorang pelancong wanita Belanda, dalam kata pengantar bukunya Java: Facts and Fancies (1905) mengungkapkan bahwa Jawa adalah sebuah nama dan tempat yang dianggapnya paling ‘tidak masuk akal’ untuk dikunjungi (Spillane 1994:7). Jawa pada abad ke-19 menurut Arthur Walcott dalam Java and her neighbours (1914) tidak memiliki cerita-cerita yang cukup layak menjual selain berita-berita mengenai wabah penyakit, meletusnya gunung berapi, peperangan antar suku, dan kekerasan antar penduduk asli seperti amok, santet. Ditambah lagi adanya aturan yang membatasi bagi mereka yang hendak mengunjungi Hindia Belanda.

:( “Ternyata budaya amok memang sudah dikenali sejak dulu ya, Pakdhe”

:D “Hust itu bukan budaya, tapi itu perilaku buruk. Orang yang berbudaya selalu dikonotasikan dengan hal baik, Thole”

Penyebaran Islam Oleh Mbah Priok (dari VivaNews)

Pelabuhan Sunda Kelapa disebelah kiri (cikal bakal Batavia). Pelabuhan tanjung Priok berada disebelah kanan (timur). Ditengahnya merupakan pantai Ancol saat ini.

Bagi warga masyarakat, Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad al Haddad bukan tokoh biasa. Dia adalah penyebar agama Islam dan seorang tokoh yang melegenda. Namanya bahkan jadi cikal bakal nama kawasan Tanjung Priok.

Mbah Priok bukan orang asli Jakarta. Dia dilahirkan di Ulu, Palembang, Sumatera Selatan pada 1722 dengan nama Al Imam Al Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan Bin Muhammad Al Haddad R.A. Al Imam Al Arif Billah belajar agama dari ayah dan kakeknya, sebelum akhirnya pergi ke Hadramaut, Yaman Selatan, untuk memperdalam ilmu agama.

Menjadi penyebar syiar Islam adalah pilihan hidupnya. Pada 1756, dalam usia 29 tahun, dia pergi ke Pulau Jawa. Al Imam Al Arif Billah tak sendirian, dia pergi bersama Al Arif Billah Al Habib Ali Al Haddad dan tiga orang lainnya menggunakan perahu. Konon, dalam perjalanannya, rombongan dikejar-kejar tentara Belanda. Namun, mereka tak takluk.

Dalam perjalanan yang makan waktu dua bulan, perahu yang mereka tumpangi dihantam ombak. Semua perbekalan tercebur, tinggal beberapa liter beras yang tercecer dan periuk untuk menanak nasi.

Suatu saat rombongan ini kehabisan kayu bakar, bahkan dayung pun habis dibakar. Saat itu, Mbah Priok memasukan periuk berisi beras ke jubahnya. Dengan doa, beras dalam periuk berubah menjadi nasi.

Cobaan belum berakhir, beberapa hari kemudian datang ombak besar disertai hujan dan guntur. Perahu tak bisa dikendalikan dan terbalik. Tiga orang tewas, sedangkan Al Imam Al Arif Billah dan Al Arif Billah Al Habib harus susah payah mencapai perahu hingga perahu yang saat itu dalam posisi terbalik. Dalam kondisi terjepit dan tubuh lemah, keduanya salat berjamaah dan berdoa. Kondisi dingin dan kritis ini berlangsung 10 hari, sehingga wafatlah Al Imam Al Arif Billah. Dan DImakamkan disekitar lokasi Tanjung Priok sekarang.

Demikian heroiknya kisah diatas yang menjadikan peran Mbah Priok ini menjadi sangat spesial di kalangan sebagian umat Islam.

Kasus Priok berdarah terjadi pada tanggal 14 April 2010. Kasus ini menjadi kacau ketika ada ‘bekas’ makam di areal yang strategis untuk mengembangkan pelabuhan ini. Konon sudah ada rencana membuat monumen mbah Priok dilokasi ini. Namun berita ini sepertinya tidak disosialisasikan dengan benar oleh pengembang pelabuhan.

Dimana lokasi makam itu?

Dibawah ini kita lihat sebuah kasus tetapi ditinjau dari peta yg ada:

Seputar Pelabuhan Tanjung Priok yang sangat padattt !

Dari peta ditas terlihat bahwa lokasi ‘bekas’ makam Mbah Priok terletak di daerah sputar pelabuhan petikemas. Ketika foto satelit ini dibuat sepertinya lokasi ini sudah cukup bersih. Di kiri kanan makam tidak ada bangunan rumah permanen. Artinya daerah ini sebenarnya siap dikembangkan. Lokasi pelabuhan ini cukup atau bahkan sangat padat. Dan seperti pada umumnya kota pelabuhan, maka kondisi seputar Tanjung Priok memang ruwett. Bahkan terkesan kumuh !.

Lebih detil melihat lokasi ini.

Lokasi bentrokan Priok berdarah April 2010, dan lokasi Makam mbah Priok yg terletak ditengah kawasan pelabuhan petikemas.

Kalau dilihat dalam peta diatas sepertinya memang saat dibuat foto satelit lokasi ini siap dikembangkan. Namun peninggalan sejarah yang berupa makam Mbak Priok tentusaja perlu dilestarikan. Ntah apa bentuknya, konon sudah disetujui akan dibangunnya monumen Mbah Priok. Namun, sekali lagi, buruknya sosialisasi miskomunikasi serta terkesan terburu-buru inilah yang menjadikan proses pengembangan pelabuhan dan pemeliharaan situs sejarah menjadi berkepanjangan.

Dari detik com : “

“Tidak ada rencana menggusur makam, justru akan kita renovasi, akan kita perluas menjadi 100 meter persegi. Setelah itu kita akan daftarkan sebagai cagar budaya,” tambah Cucu.

:( “Pakdhe, lah mosok ada monumen cuman seluas 100 meter persegi itu apa ya wajar ?”

Demikian situasi lansekap seputar Makam mBah Priok, semoga permasalahan ini bisa diselesaikan tanpa harus berdarah-darah. Lagi.

Referensi :

Dongeng terkait :

About these ads

14 Tanggapan

  1. Foto-fotonya bagus Gan, ijin kopas untuk blog saya ya.
    Terima kasih.

  2. [...] Pemberangkatan Haji di Tanjung Priok (1925-1935) Sumber : Tanjung Priok [...]

  3. ooh gitu lho…

  4. karakteristik cerita rakyat adalah seperti itu, karena cerita rakyat tidak dibuat untuk tujuan ilmiah. Dan rakyat kita memang belum mengenal metodologi penulisan sejarah waktu itu. Jadi, benar atau salahnya sebuah kisah, tidak bisa ditelusuri hanya berdasarkan isi cerita belaka. Lagi pula banyak cerita yang tidak masuk akal muncul dalam cerita rakyat. Itu realitas sosial masyarakat kita, sampai sejauh mana kebenarannya? harus pula disandingkan konteks di masa lalu. Nuansa mistis, bisa jadi sangat berpengaruh bagi masyarakat kita, karena sihir, tenung, ajian dsb. masih menjadi bagian masyarakat yang hidup. Sebagai contoh, pada masa kini orang akan tidak percaya kalau ada seseorang yang bisa mencangkul satu hektar tapi bisa selesai sebelum tengah hari hanya dikerjakan sendirian. Di masa lalu, orang-orang tidak heran, karena mereka tahu bahwa dia memiliki ajian “balasewu”. Mungkin contoh ini sangat menggelikan, tapi ini benar-benar pernah terjadi, dan bukan hanya dalam hal mencangkul saja. Jadi logika kita dimasa kini seringkali tidak bisa memahami kejadian di masa lalu, karena kita sudah kehilangan konteks dengan atmosphere masa lalu. Artinya, jangan heran dengan hal-hal tak logis dari cerita rakyat, sebagiannya mungkin benar, dan sebagiannya lagi mungkin ‘imajinasi’ (yang diperkuat dengan takhyul dan mistis).

  5. Mungkin juga asal kata Tanjung Priuk adalah Tandjoeng Free York, karena daerah itu dulunya berupa Tanjung (daerah yang menjorok ke arah laut) dan lokasi perdagangan bebas atau pelabuhan bebas, jadi Priuk itu pelesetan kata Free York. he he.

  6. Sejarah Mbah Priok Hanya Hoax

    Dirangkum dari wawancara Metro TV dan Alwi Shahab (ahli sejarah Betawi) dan Ridwan Saidi (Budayawan Senior Betawi) pada acara Metro Pagi.

    Quote:

    1. Sejarah penamaan Tanjung Priok yang berasal dari Priok yang menyelamatkan Habib Al-Haadad dari tenggelamnya kapal lalu kemudian prioknya ditanam disamping makam, lalu di atas priok itu tumbuh pohon, adalah hoax
    Penjelasan : Sebenarnya, nama Tanjung Priok berasal dari abad 1 Masehi, ketika itu masyarakat pribumi yang masih primitif dan belum mengenal Perahu layar yang besar menyebut perahu Bangsa China dan Arab dengan nama Sampan Priok, yang artinya Periuk raksasa. Perahu-perahu itu bersandar di pantai yang luas, sehingga disebut Tunjung Periok, artinya Tanah tempat Periuk besar. Pada abad-abad selanjutnya, secara kebetulan pula perdagangan meningkat, masyarakat setempat yang banyak pengrajin Periuk menimbun barang dagangan mereka di atas rakit-rakit bambu di pantai.

    2. Habib Al-Haadad lahir pada 1727 dan wafat pada 1756 adalah hoax
    Penjelasan : Habib Al-Haadad adalah keturunan ketiga (cicit) dari SUltan Hamid dari Palembang. Sultan Hamid sendiri wafat pada 1820 dalam usia 70 tahun (lahir 1750), bagaimana mungkin cicit duluan lahir daripada kakek buyut?

    3. Habib Al-Haadad adalah salah satu pe-nyiar agama di Jawa adalah hoax
    Penjelasan : Habib Al-Haadad memang berniat untuk melakukan syiar agama di Pulau Jawa. Dia mendengar kisah Faletehan dan Para Wali, sehingga merasa terpanggil untuk datang ke Jawa.
    Pada usia yang sangat muda ia berangkat ke Nusa Kelapa (Jakarta). Tapi di tengah perjalanan kapalnya karam, dan diapun selamat karena tertolong periuk yang dipakainya buat menopang samapai ke pantai. Setibanya di Pantai, dia ditolong masyarakat. Diapun mengakui bahwa dia keturunan Sultan Palembang yang ingin melakukan syiar di Jawa. Mendengar hal itu masyarakat setempat menjadi senang, karena kebetulan mereka membutuhkan seorang habib untuk mendampingi Para Habib di Priok.
    Dia sendiri tidak pernah melakukan syiar agama kemana-mana, dia hanya menjadi penceramah agama di daerah Tanjung Priok sampai meinggal setahun setelah selamat dari tenggelam itu.

    4. Tanah Makam adalah milik Habib Al-Haadad adalah hoax
    Penjelasan : Habib Al-Haadad adalah Habib ke 11 yang dimakamkan disana. Habib pertama yang dikubur disana adalah Habib Abdullah bin ALatas, seorang Habib dari Kebun Jeruk yang meninggal pada 1760, selanjutnya masih ada 9 Habib lainnya sebelum terakhir adalah Mbah Priok. Yang paling terkenal dari 11 itu adalah Habib Luar Batang yang hidup pada masa bersamaan dengan Habib Al-Haadad. Habib Luar Batang sangat dihormati oleh orang Betawi, bahkan narasumber (Ridwan Saidi) diberi nama Ridwan oleh Habib Luar Batang ini pada awal abad 19.
    Keturunan 10 Habib sudah pernah menyerahkan tanah makam tersebut kepada Pemerintah Belanda dan Indonesia karena makam tersebut sudah bercampur baur dengan makam masyarakat.
    Kecuali (orang yang mengaku) sebagai Ahli Waris Habib Al-Haadad, justru mengajukan SUrat Hak Evigendoom.

    5. Habib Al-Haadad punya keturunan adalah hoax,
    Penjelasan : Habib Al-Haadad sampai saat wafatnya belum pernah menikah, apalagi sampai punya keturunan, sehingga dipertanyakan, siapa sebenarnya orang-orang yang mengaku Ahli Warisnya?

    6. TPU Semper sudah memiliki 11 Makam Habib sejak 1997, sehingga dipertanyakan, kalau memang jasad Mbah Priok masih di Koja, lalu siapakah yang dipindah dan dimakamkan di Semper?

    Pada akhir wawancara, Alwi Shahab meminta agar masalah Makam Mbah Priok jangan dikait-kaitkan dengan sejarah yang justru menjadi pengaburan sejarah.

    Bila ada yang merasa sebagai ahli waris dan menganggap memiliki tanah tersebut, silahkan ditempuh jalur hukum, dan jangan mengaitkannya dengan sejarah, karena mereka tahu persis bahwa banyak sejarah yang dilencengkan pada kasus Makam Mbah Priok ini.

    dari mailist

  7. Kalo kapalnya terbalik ketika dalam perjalanan dari Palembang ke Jawa, jadi kapan nyebarin agama Islamnya di Tanjung Priok? Lha mumet aku..

  8. wah, foto2 jadulnya keren2 Pakdhe

  9. HHmm…Saya jadi banyak belajar dari sini pak Dhe :)

  10. Terimakasih tambahannya

  11. Fotonya Habib Zen yang sehari2 bertanggung jawab atas makam

    http://foto.detik.com/readfoto/2010/04/16/145415/1339751/157/3/

  12. eh maaf, kalimat:

    “Jadi beliau tidak sempat menyebarkan Islam di tanah Jawa.”

    Bukanlah kalimat yang dilontarkan oleh Habib Zen sang penanggung jawab makam, tetapi kesimpulan dari saya sendiri sebagai penulis.

  13. Pakde,

    Sejarahnya memang cukup panjang.

    “Kondisi dingin dan kritis ini berlangsung 10 hari, sehingga wafatlah Al Imam Al Arif Billah. Dan DImakamkan disekitar lokasi Tanjung Priok sekarang.”

    Di Jakarta lewat salah satu episode Kampung Kita di elshinta tv dan liputan langsung tahlilan mbah Priok metrotv tadi malam, juru kunci makam Habib Zen al Haddad mengisahkan:

    “Habib Hasan al Haddad (mbah Priok) wafat ketika tiba di pantai Priok. Jadi beliau tidak sempat menyebarkan Islam di tanah Jawa. Rekan beliau, Habib Ali al Haddad yang masih hidup, kemudian bersama warga sekitar menguburkan mbah Priok di Pondok Dayung. Konon penamaan Pondok Dayung berdasarkan pengucapan orang Sunda yg hidup di sekitar makam pertama mbah Priok atas nisan beliau yang ditancapkan dayung pendek sisa serpihan perahu yang ditumpangi. Beserta periuk nasi yang keramat. Konon pula dari dayung pendek itu tumbuh pohon Tanjung.

    Ketika Belanda membangun Tanjung Priok, dia ingin memindahkan makam mbah Priok di Pondok Dayung. Tapi konon gagal karena kuli yang ditugaskan meninggal misterius. Sampai akhirnya Belanda mencari orang pintar untuk mencari tahu siapakah gerangan yang dimakamkan di situ?

    Akhirnya sang orang pintar ini mendapatkan wangsit bahwa yang dimakamkan di situ adalah Habib Hasan al Haddad asal Palembang. Oleh Belanda dicarilah kerabat mbah Priok, dan ketemu adik mbah Priok, yakni Habib Zen bin Muhammad al Haddad. Menurut Habib Zen, memang kakaknya pernah pergi ke Batavia tapi tidak terdengar lagi kabarnya.

    Kemudian Habib Zen bin Muhammad sekeluarga pun pindah ke Batavia sekaligus memindahkan makam mbah Priok di lokasi sekarang yang masuk kawasan Koja. Lalu oleh Belanda, makam mbah Priok yang baru ini diberi bukti, yang menjadi pegangan ahli waris sekarang, bertahun 1934.”

    Lalu pemda mengklaim sejak 1997, sudah ada upaya untuk memindahkan makam mbah Priok. Pemda mengklaim kerangka jenazah di kawasan makam mbah Priok seluruhnya telah dipindah ke TPU Semper. Namun saat ini tidak ada pihak dari ahli waris yang dapat mengkonfirmasi hal ini, karena saksinya sudah meninggal semua.

    Tampaknya usaha represif lebih dikedepankan ketimbang mediasi, dialog, dan komunikasi. Makam ini selalu didatangi excavator dan teror. Menurut Habib Zen yang menjadi penanggung jawab makam mbah Priok, di tahun 1997 usaha untuk ‘menggusur’ makam gagal karena excavator macet dan operatornya meninggal misterius. Di tahun 2004, juga ada upaya untuk ‘menggusur’ makam mbah Priok, meski mungkin usahanya tidak seheboh sekarang.

    Oleh karena itu, para santri dan jemaah ziarah makam mbah Priok memang agak trauma dengan excavator. Dengung penggusuran makam pun makin santer di bulan Maret lalu. Karena ahli waris sudah menerima 2 surat peringatan dari pemda untuk membongkar sendiri 2 bangunan ilegal di kompleks makam. Karena pertengahan Maret ada persiapan kedatangan Obama, maka pemda DKI pun menunda eksekusi bangunan ilegal ini. Sejak saat itu santri dan jemaah makam mbah Priok sudah standby dan siap berjibaku jika sewaktu2 ada ‘serangan’.

    Rabu lalu, kehadiran sepasukan Satpol PP yang didukung dengan pasukan Brimob dan 2 excavator ‘disalahtafsirkan’ oleh para jemaah makam mbah Priok sebagai serangan yang sudah diprediksi sebelumnya. Pecahlah konflik.

    Konflik ini merembet pada warga yang tadinya tidak ikut terlibat konflik langsung, namun akhirnya juga ikutan rusuh dengan membakar 50 kendaraan untuk mengangkut Satpol PP dan Brimob.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 6.217 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: