Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa
9 September 2009 at 5:52 am | In Dongeng Geologi, RuPa-RupI, Tips bencana | 40 CommentsTags: bangunan tahan gempa, gempa, rumah
Gempa bukan bencana yang mematikan, bangunan yang buruklah yang membunuh manusia.
“Earthquake did not kill people, the bad building did it”.
Selepas gempa biasanya manusia baru sadar akan konstruksi bangunan. Gempa bukan hanya sekedar bencana namun juga “wake-up call“, alarm yang menyadarkan. Pengingat akan bahaya, pengingat kematian, kepedulian, dan juga pengingat akan keberadaan dan kebesaran Tuhan.
Sebenernya seperti apa sih bangunan-bangunan tahan gempa itu ? Dibawah ini sebagian sari dari “Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa, Dilengkapi dengan, Metode dan Cara Perbaikan Konstruksi“.
Buku pedoman yang dibuat oleh Ditjen Cipta Karya ini diluncurkan tahun 2006. Pada tahap perencanaan bangunanPerencanaan bangunan rumah dan bangunan gedung yang dimuat dalam pedoman teknis ini mempertimbangkan:
- a. Kondisi alam (termasuk keadaan geologi dan geofisik yang digambarkan oleh peta gempa, kondisi teknik, dan keadaan ekonomi pada suatu daerah dimana bangunan gedung dan rumah ini akan dibangun,
- b. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang terkait dengan perencanaan struktur bangunan rumah dan gedung, seperti SNI-SNI yang tercantum dalam butir 1.2 Acuan Normatif dari pedoman teknis ini.
- c. Kerusakan-kerusakan akibat gempa bumi yang pernah terjadi pada rumah dan gedung dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Indonesia.
- d. Sistem struktur untuk bangunan gedung dan rumah tinggal pada umumnya hanya mengunakan dua macam sistem struktur, yaitu:
- 1) Struktur dinding pemikul;
- 2) Struktur rangka pemikul yang terdiri dari struktur rangka sederhana dengan dinding pengisi untuk menahan beban lateral (beban gempa) secara bersama-sama, dan struktur rangka balok dan kolom kaku untuk menahan beban lateral (dinding pengisi tidak diperhitungkan memikul beban).
Peta yang sudah ada saat ini memang masih merupakan peta skala besar yang bukan merupakan peta untuk kebutuhan tehnis konstruksi. Tentusaja ini perlu diupdate, diperbaharui serta dibuat dalam skala kecil sehingga lebih detail dan sesuai untuk kebutuhan konstruksi. Misalnya peta kerentanan gempa yang dibuat oleh jurusan T Geologi UGM yang ada di sebelah.
Saat ini belum banyak studi atau pemetaan kerentanan batuan dasar terhadap gempa. Badan Geologi (dulu P3G) sebenarnya telah memetakan peta geologi hampir seluruh Indonesia secara detil. Sekarang saatnya mengembangkan peta-peta itu menjadi peta yang lebih aplikatif seperti peta yang dibuat oleh T Geologi UGM itu. Selian itu perlu juga diketahui bahwa kondisi geolog-geofisik diatas perlu juga selalu di”update” (diperbaharui) karena daerah yang baru saja mengalami gempa memerlukan kajian ulang kerentanannya.
Buku Panduan : Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa
Buku yang dibuat oleh Ditjen Cipta Karya ini memuat bagaimana membuat bangunan rumah tinggal yang sederhana mulai dari fondasi yang kuat, konstruksi tulangan, serta bagaimana mengevaluasi serta restorasi (perbaikan) bangunan yang terkena gempa.
Salah satu contoh isi detil pedoman ini antara lain :
Fondasi
Sangat sederhana membuat fondasi rumah, namun fondasi yang kuat memerlukan pengetahuan yang cukup sehingga fondasi bangunan yang baik haruslah kokoh menyokong beban dan tahan terhadap perubahan termasuk getaran.
Penempatan fondasi juga perlu diperhatikan kondisi batuan dasarnya.Pada dasarnya fondasi yang baik adalah seimbang atau simetris. Baik konstruksi maupun kekuatan pendukungnya. Gambar disebelah kanan ini menunjukkan fondasi yang kurang baik. Lebih baik membuat rata bagian dasar peletak fondasi sebelum membuat fondasi itu sendiri.
Tinggi Bangunan sangat tergantung dari tulangan kosntruksi. Tidak hanya fondasi sajaDemikian juga tinggi bangunan. Bangunan bertingkat tidak hanya tergantung dari fondasinya namun struktur tulangan juga sangat mempengaruhi ketinggian bangunan. Pemaksaan bangunan tentusaja akan sangat membahayakan konstruksi serta tentusaja membahayakan penghuni.
Detail konstruksi juga tersedia dalam buku ini. Misalnya sambungan antar bagian konstruksi (kolom dengan fondasi) yang sangat rawan terhadap getaran atau goyangan gempa.
Detail konstruksi tiang dan fondasi
Juga dalam buku ini terdapat cara memperkuat atau memperbaiki bangunan yang rusak akibat gempa.
Naah, Buku Panduan lengkapnya dapat diunduh disini :
Ditjen-Cipta-Karya-DPU-2006_Pedoman-Teknis-Rumah-Bangunan-Tahan-Gempa
=== Lapiran (contoh diskripsi kerusakan bangunan akibat gempa ===
Selain detail konstruksi, buku panduan ini juga memuat bagaimana mengidentifikasi kerusakan bangunan akibat gempa diantaranya :
Kategori Kerusakan
4.1.1 Kerusakan Ringan Non-Struktur
Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan nonstruktur apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
- a. retak halus (lebar celah lebih kecil dari 0,075 cm) pada plesteran
- b. serpihan plesteran berjatuhan
- c. mencakup luas yang terbatas
Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) secara arsitektur tanpa mengosongkan bangunan.
4.1.2 Kerusakan Ringan Struktur
Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur tingkat ringan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut : :
- a. retak kecil (lebar celah antara 0,075 hingga 0,6 cm) pada dinding.
- b. plester berjatuhan.
- c. mencakup luas yang besar.
- d. kerusakan bagian-bagian nonstruktur seperti cerobong, lisplang, dsb.
- e. kemampuan struktur untuk memikul beban tidak banyak berkurang.
- f. Laik fungsi/huni
Tindakan yang perlu dilakukan adalah perbaikan (repair) yang bersifat arsitektur agar daya tahan bangunan tetap terpelihara. Perbaikan dengan kerusakan ringan pada struktur dapat dilakukan tanpa mengosongkan bangunan.
4.1.3 Kerusakan Struktur Tingkat Sedang
Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur tingkat sedang apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
- a. retak besar (lebar celah lebih besar dari 0,6 cm) pada dinding;
- b. retak menyebar luas di banyak tempat, seperti pada dinding pemikul beban, kolom; cerobong miring; dan runtuh;
- c. kemampuan struktur untuk memikul beban sudah berkurang sebagian;
- d. laik fungsi/huni.
Tindakan yang perlu dilakukan adalah :
- a. restorasi bagian struktur dan perkuatan (strenghtening) untuk menahan beban gempa;
- b. perbaikan (repair) secara arsitektur;
- c. bangunan dikosongkan dan dapat dihuni kembali setelah proses restorasi selesai.
4.1.4 Kerusakan Struktur Tingkat Berat
Suatu bangunan dikategorikan mengalami kerusakan struktur tingkat berat apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
- a. dinding pemikul beban terbelah dan runtuh;
- b. bangunan terpisah akibat kegagalan unsur-unsur pengikat;
- c. kira-kira 50% elemen utama mengalami kerusakan;
- d. tidak laik fungsi/huni.
Tindakan yang perlu dilakukan adalah merubuhkan bangunan. Atau dilakukan restorasi dan perkuatan secara menyeluruh sebelum bangunan dihuni kembali. Dalam kondisi kerusakan seperti ini, bangunan menjadi sangat berbahaya sehingga harus dikosongkan
4.1.5 Kerusakan Total
Suatu bangunan dikategorikan sebagai rusak total / roboh apabila terjadi hal-hal sebagai berikut :
- a. Bangunan roboh seluruhnya ( > 65%)
- b. Sebagian besar komponen utama struktur rusak
- c. Tidak laik fungsi/ huni
Tindakan yang perlu dilakukan adalah merubuhkan bangunan, membersihkan lokasi, dan mendirikan bangunan baru.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.





Iklan Gratis



hmmm berarti daerah tersebut not qualified. thanks mas
Komentar oleh Wawan — 9 September 2009 #
usul pakdhe!!! bagaimana kalau secara rutin pihak yang berwenang mengadakan sosialisasi ke desa-desa tentang rumah tahan gempa ini, sehingga setiap rumah yang dibangun sudah memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud. Mengacu model Pos Yandu untuk kesehatan, maka boleh kan ada pos siaga untuk kebencanaan. Selamat ‘Idul Fitri 1430 H pakde, maaf lahir batin. Lebaran di KL atau Ngayojokarto pakde?
Komentar oleh arga — 9 September 2009 #
Pak De kalau lihat peta wilayah gempa diatas berarti Kalimantan sangat aman terhadap gempa. Bagaimana kalau ibukota nya pindah Kalimantan saja atau seluruh penduduk Indonesia kesana semua
Selamat Idul Fitri 1430H. Pakde lebabaran tgl 20 atau 21
Komentar oleh Hoho — 9 September 2009 #
saya dengar katanya konstruksi rumah kayu lebih tahan gempa, seperti yg dibuat di aceh pasca tsunami? tapi bukan seperti rumah2 kayu yg rubuh di Cianjur & tasikmalaya
sebenarnya jika pembangungan konstruksi2 besar biasanya sudah memiliki standar sendiri yang mungkin tidak dapat dicakup oleh panduan tsb, seperti :
1. landasan pesawat terbang (termasuk landasan berupa jembatan)
2. rel + jembatan kereta api (di permukaan, di bawah tanah, di atas)
3. pembangkit listrik (PLTN, PLTU)
4. bendungan / dam (termasuk untuk PLTA)
5. jembatan (suramadu, jembatan layang tol)
6. menara SUTET, menara BTS
7. arena bermain halilintar / jetcoster
8. tambang (batu bara, minyak lepas pantai)
9. sea world, aquarium raksasa
10. jalan raya
dan konstruksi khusus lainnya
karena kejadian gempa Tasikmalaya lalu, komunikasi HP terputus semua, apakah ada kaitannya dengan konstruksi infrastruktur selular yang kurang tahan gempa?
jika sempat mampir ke blog saya ttg gempa :
http://richocean.wordpress.com/2009/09/08/awas-2012-yogyakarta-gempa/
http://richocean.wordpress.com/2009/09/10/gempa-dan-bom-ancam-pariwisata-bali/
atau mamapir ke blog saya lainnya ttg wisata alam
http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/
salam
Komentar oleh richocean — 10 September 2009 #
Buat yg rumahnya ambruk total & keluarganya tewas tertimpa longsor, saya kira bukan “jeda kecil tak berarti” lagi…….
Komentar oleh rezy — 11 September 2009 #
langsung ta’ simpen postingan ini jadi file referensi..
Komentar oleh masbadar — 12 September 2009 #
Sekedar usul yg lain pakdhe :
Jangan lupa pakdhe …. tidak diaplikasikannya rencana umum tata ruang wilayah yg benar merupakan pembunuh yang kejam …., harusnya kita bersama-sama juga sudah mikirin dan sosialisasikan pentingnya tata ruang sempadan daerah rentan…., kyk : sempadan lereng, pantai, sempadan infrastruktur vital/strategis, tambang, minyak, sungai, gunungapi, dsb… ngga hanya berkutat sosialisasi antisipatif di bangunannya saja …, relokalisir juga penting … Selamat Lebaran 1430, mohon maaf lahir & batin buat semuanya.
Komentar oleh hadeye — 13 September 2009 #
Blog yang sangat bagus…
Mohon balasan kunjungan dan backlink nya
Terima Kasih
Komentar oleh sandygalery — 13 September 2009 #
informasi diatas berguna banget wat saya yang lulusan teknik sipil,,,,selama nih informasi untuk bangunan tahan gempa hanya mengacu pada desain tradisional dengan unsur utama kayu,,,,tapi mudah2n cakrawla saya meluas karena buku nih,,,tapi kok susah ya di unduhnya,,,hhihihihi,,,
Komentar oleh arie — 15 September 2009 #
duh lama amat di unduhnya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Komentar oleh arie — 15 September 2009 #
yah udah cape2 d tungguin hasil unduhnya kok error ya pak????kenapa tuh????tolong carikan jalan lain untuk dapat buku itu,,,thaks,,,
Komentar oleh arie — 15 September 2009 #
baru berkunjung nih…
salam kenal y………….
Komentar oleh ainkdast — 15 September 2009 #
Pakde, filenya mbok jgn ditaruh di WP, kabotan nih.. btw Maturnuwun.
Komentar oleh ajiekdarminto — 16 September 2009 #
Kiat kenal kita selamat
Dengan kata lain gempa ternyata tidak membunuh, yang membunuh karena
ketidak tahuan dan ketidak ingin tahuan (curriosity).
1. Ketidak tahuan tentang gempa menyebabkan masyarakat tidak sadar ada
getaran gempa, mereka sadar setelah semuanya runtuh dan timbul kepanikan. Orang yang panik tidak akan bisa menggunakan akal sehatya sehingga upaya penyelatan diri bisa fatal. Goyangan gempa bisa melontarkan tubuh manusia sehingga saat terjadi gempa kalau kita langsung lari maka akan terjatuh dan terinjak injak. Apalagi pada rumah bertingkat kalau langsung lari keluar akan berisiko. Untuk itu sebaiknya segera berlindung ditempat amanseperti di bawah meja, di bawah lantai cor-coran, baru setelah gempa berhenti keluar. Kalau yang tidak tahu banyak maka yang terjadi chaos dan ini akan mematikan atau membuat luka-luka. Isu dan ramalan ikut memperuh keadaan.
2. Ketidak ingin tahuan tiap individu/keluarga/masyarakat/pemerintah untuk mempelajari tentand gempa akan menyebabkan kejadian gempa segera dilupakan walau korban sudah ratusan ribu dan kerugian sudah jutaan dolar Amerika.
Pada akhirnya gempa dianggap azab karena kita melakukan dosa, dan jekas tuduhan ini sangat menyakitkan bagi masyarakat yang terkena bencana.
Kedua masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mudah salah satunya
dengan pendidikan agar terbangun budaya keselamatan, budaya ketahanan
(resilience) dan nantinya akan menciptakan masyarakat tangguh menghadapi bencana.
Salam
Amien Widodo
Komentar oleh amien widodo — 16 September 2009 #
mantap mas…seharusnya indonesia sudah mulai mencanangkan rumah tahan gempa..biar kalo gempa kagak ribet
Komentar oleh mengembalikan jati diri bangsa — 17 September 2009 #
Nice for sharing…
tambahan pemahaman yang fantastis. Thanks.
Komentar oleh PEMBELAJAR YANG MASIH BELAJAR — 20 September 2009 #
Hal-hal seperti ini apakah sudah di sosialisasikan pemerintah ke desa-desa dan pelosok ya..? hmm mungkin terlalu jauh..rumah-rumah yang di bangun developer-developer itu sudah ngikutin standard ini belum ya..? ada ngga suatu aturan yang menegaskan bahwa rumah yang di bangun oleh developer harus mengikuti suatu standard keamnana tertentu dari PU/Pemerintah. Kalau ini aja belum ada.saya rasa terlalu jauh kita bicara ke desa-desa..anyway info yang bagus sekali pakdhe..
Komentar oleh fadli — 23 September 2009 #
trims ifo yg bagus sekali bos.lam kenal dari infobisnispurwokerto.com
Komentar oleh purwokerto — 25 September 2009 #
menariknya,
masyarakat umum hanya menggunakan prinsip praktis tanpa mengindahkan momen-momen yang bekerja pada struktur pemikulnya.
paling sering penerapan keliru pada sirkulasi sistem pembebanan pondasi, penghematan yang mematikan unsur dasar penopang bangunan.
sepertinya sekarang sudah tidak ada yang memakai sistem pancang pada pondasi batu kali.
hempp.., padahal jelas sekali sangat bermanfaat walau bagaimanapun macam kondisi tanahnya.
Komentar oleh rama Dimas Budiman — 30 September 2009 #
Ulasan menarik dan sangat penting bagi bangsa indonesia yang rawan bencana gemba bumi.
Salam kenal dan sukses selalu.
Komentar oleh aspal07 — 30 September 2009 #
–> Sejarah membuktikan bahwa sejak jaman Majapahit atau bahkan manusia purba. Pulau Jawa merupakan tempat paling “enak” untuk di tinggali. Gempa, bencana, banjir, gunung meletus dll hanyalah jeda kecil tak berarti.
Kuasai Jawa, kuasai Indonesia
Masih berlaku tidak?
Mohon maaf Lahir Batin.
Komentar oleh Me — 30 September 2009 #
Pakde ada gempa lagi di Padang dan lagi2 ada yg mati gara2 kerubuhan bangunan. Sebetulnya bisa tidak aparat dan insinyur dituntut ke pengadilan oleh keluarga korban jika ada indikasi bangunan tidak dibuat sesuai bestek/aturan tahan gempa di daerah rawan gempa? Kayak di Cina itu lho.
Komentar oleh djaka — 30 September 2009 #
mari teman teman…, kita perluaskan penyebaran informasi ini kepada lingkungan kita masing masing.
Terima kasih Bung Rov…,
tetap Semangat’
salam,
rdb
Komentar oleh dimas budiman — 30 September 2009 #
yup bener, mari dari kita yg dah tahu sebarin info ini..
moga berguna u/ masy yg mau renovawi/ bangun rumahnya kembali akibat gempa, atw spy lebih luas lagi diatur dlm perda untuk membangun RUMAH / GEDUNG sbg upaya meminimalisir kerusakan / korban akibat gempa..
semoga Allah memudahkan setiap langkah kita amiin…
Komentar oleh anissa — 1 Oktober 2009 #
Terimakasih Banyak Pakde…Telah Mengingatkan kita Kembali Lebih dalam Tentang Teori Struktur Bangunan Tahan Gempa..
Komentar oleh Fauzi — 1 Oktober 2009 #
informasi yg sangat bermanfaat, as always!
nyuwun ngopi tulisan pkdhe, maturnuwun…
Komentar oleh ndahdien — 1 Oktober 2009 #
[...] Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa « Dongeng Geologi rovicky.wordpress.com/2009/09/09/pedoman-teknis-rumah-dan-bangunan-gedung-tahan-gempa – view page – cached 9 September 2009 at 5:52 am | In Dongeng Geologi, RuPa-RupI, Tips bencana | 24 Comments Tags: bangunan tahan gempa, gempa, rumah — From the page [...]
Ping balik oleh Twitter Trackbacks for Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa « Dongeng Geologi [rovicky.wordpress.com] on Topsy.com — 1 Oktober 2009 #
[...] tersebut. Apalagi, gempa sudah terjadi sejak bumi diciptakan oleh-NYA. Menurut geolog dari IAGI Rovicky Dwi Putrohari, gempa bukan bencana yang mematikan, bangunan yang buruklah yang membunuh manusia. “Earthquake [...]
Ping balik oleh Public Blog Kompasiana» Blog Archive » Segera Tangani Dampak Psikologis Anak-anak Korban Gempa — 2 Oktober 2009 #
Mohon ijin Co Past, ya Mbah…
Info2nya berguna sekali, Makasih sebelumnya…
Komentar oleh m3sultra — 5 Oktober 2009 #
info ini sgt berguna. Moga2 aja berguna buat tmn2 umumnya & aku khususnya yg mau bwt rumah. Btw kualitas bahan bangunan di sini jelek2. (aku di daerah lembang, dkt teropong boscha). Kayunua aja biasanya make albasia, pasirnya pake pasir trast (klo di jawa cmn tuk nimbun tanah.jadi kepikir make dari kayu & bilik aja.spy kuat, takut patahan Lembang aktif kembali (patahan Lembang ke tmpt tggl aku ga nyampe 1 km. Hii.. ngeri
Komentar oleh haryadi — 5 Oktober 2009 #
baru nemu nih blognya..lengkap pakdhe *ikut2an mode on*
primbon gempa nih..
saya link boleh ya..
Salam kenal
Komentar oleh Diyas — 5 Oktober 2009 #
mohon ijin artikelnya dipublish kembali di web kami.trimakasih
Komentar oleh wayan winarta — 5 Oktober 2009 #
trimkasih sekali pak dhe atas dongengnya yg ini, sekaligus ijin utk sy jadikan referensi tesis.
Kalau ada mohon info tentang evaluasi pasca huni rumah rekonstruksi di Bantul.
Nuwun.
Komentar oleh dyah — 8 Oktober 2009 #
Wah mantap pak dongengnya…tips ini menambah pengetahuan saya dalam hal konstruksi bangunan yang aman dan nyaman sebagai tempat berlindung. Terus tambah pak dongeng mantapnya.
Komentar oleh Isti — 8 Oktober 2009 #
tolong yang punya info tentang cara pembuatan rumah tahan gempa,,,share ke saya yah…buat tugas karya tulis..trims
email sy : erghiy_boy_keren@yahoo.com
Komentar oleh ardhee — 8 Oktober 2009 #
klw bisa artikelnya dilngkpi dgn rabx biar bisa mmperkirain smuax………thanks
Komentar oleh izoel — 14 Oktober 2009 #
mhn ntuk bisa tampilkan rab .denahnya sekalian
Komentar oleh adek — 14 Oktober 2009 #
yang tdk kalah penting proyek pemerintah seperti sekolah kantor harus dikerjakan oleh kontraktor yang handal agar semua tahan gempa
Komentar oleh mashuri — 17 Oktober 2009 #
makasi atas postingannya…
lebih baik model rumah ini disosialisasikan, sehingga masyarakat bisa membangun rumah ini, dan jumlah korban yang jatuh karena gempa dapat ditekan..
Komentar oleh kiky — 25 Oktober 2009 #
moga bermanfaat
Komentar oleh muhammad — 4 November 2009 #