Minyak di Indonesia sudah jenuh di-ekplorasi ?


well-density-1

Yang warna biru ini adalah gerumbulan titik

Seringkali banyak yang bertanya-tanya bahkan mengirim email. Apakah minyak di Indonesia sudah akan habis ? Benarkan di Indonesia sudah tidak mungkin diketemukan giant field atau lapangan minyak dan gas raksasa seperti Duri, Minas, Tunu, atau Arun dan lainnya lagi ?

Tidak mudah menjawabnya, karena eksplorasi bukan sekedar di bor dan ditinggalkan kalau tidak dijumpai tanda-tanda minyak dan gas.

:( “Lah kalau masih ada trus gimana nyarinya Pakdhe ?”

:D “Thole, ngebor trus ngga dapet bukan berarti ngga ada minyak. tetapi barangkali belum diketemukan. Dan yang terpenting dalam esplorasi migas itu ya ngebor, bukan hanya riset !”

Dibawah ini dongeng seputar eksplorasi minyak yang secara sederhana dengan cara membandingkan kegiatan eksplorasi di Indonesia dengan tempat lain.

Kunci ekplorasi minyak ya ngebor !

Banyak cara atau metode untuk melihat sejauh mana kegiatan eksplorasi itu sudah dilakukan pada suatu daerah. Apakah masih tergolong unexplored (immature), belum dieksplorasi; ataukah daerah itu fully explored (matured) sudah jenuh di eksplorasi, ataukah daerah itu memang tidak layakdi eksplorasi dan patut ditinggalkan.

Pada umumnya setiap perusahaan migas akan mencapai titik kulminasi riset atau berpikirnya ketika akan melakukan pengeboran. Ya, pengeboran dilakukan untuk menguji apakah riset-riset sebelumnya memiliki peluang (chance) yang bagus untuk memperoleh migas dibawah sana.

Diatas itu peta yang menunjukkan peta suatu daerah. Apa yang anda lihat ?
Yups
itu peta Amrik, tetapi titik-titik warna biru itu apa, hayo ? Kalau saya detailkan gambarnya maka yang anda lihat adalah seperti dibawah ini :

well-density-2

Sumur-sumur minyak yang di bor di America dan Canada

Titik-titik kecil itu adalah lokasi pengeboran yang ada di Amerika dan Canada. Ya titik-titik itu adalah titik pengeboran migas yang ada disana. Berapa jumlah sumurnya ?
Jutaan !!!

Bagaimana kalau dibandingkan dengan Indonesia ?

well-density-31

Sumur-sumur minyak yang di bor di Indonesia dan Asia Tenggara

Kedua peta diatas ini dibuat dalam skala peta yang sama. Coba tengok bagaimana distribusi sumur-sumur yang ada di Indonesia dibandingkan dengan America dan Canada. Mungkin mata kita akan kesulitan melihatnya.

Okeylah sekarang mudah saja kita bandingkan Gulf of Mexico dengan salah satu tempat di Indonesia.

well-density-4

Titik-Titik lokasi sumur minyak di Teluk Mexico (Gulf of Mexico)

Seandainya di zoom lebih dekat bisa dilihat perbandingan antara daerah Teluk Meksiko (GOM-Gulf of Mexico)  dengan Indonesia Barat. Indonesia barat merupakan daerah dengan cekungan-cekungan sedimen yang mengandung minyak.

well-density-5

Titik-Titik lokasi sumur minyak di Indonesia Barat

Dua peta diatas memperlihatkan betapa sumur-sumur yang ada di Sumatra Selatan sangat tidak berarti apabila dibandingkan dengan jumlah titik-titik sumur yang ada di Teluk Meksiko diatas. Peta titik-titik sumur di Sumatra selatan masih hanya terlihat seperti kotoran titik-titik yang tidak jelas.

Fakta : Jumlah sumur yang sudah dibor di Asia tenggara kira-kira sejumlah 40 000 sumur. Jumlah sumur yang di bor di America-Canada kira-kira satu juta !

Bagaimana kalau di zoom lagi

Bagaiman dengan cekungan Sumatra Selatan yang konon sudah diekplorasi dan dieksploitasi cukup lama dibandingkan dengan paparan (shelf) di Gulf of Mexico.

well-density-7

Titik-Titik lokasi sumur minyak di Sumatra Selatan. Yang berwarna merah itu batas lapangan gas, sedangkan yang hijai batas lapangan minyak. Lihat ukuran sumur sudah ditebalkan dibandin peta dibawah ini.

well-density-8

Titik-Titik lokasi sumur minyak di laut Teluk Meksiko. Perhatikan ukuran skala yang sama dengan sebelumnya.

Dalam skala yang sama diatas antara Sumatra Selatan dengan Gulf of Mexico dapat kita lihat bahwa eksploarsi di  Sumatra Selatan (onshore) tidak ada apa-apanya dibandingkan Gulf of Mexico (offshore).

http://rovicky.files.wordpress.com/2006/07/dont-missed.jpg?w=291&h=171

Jangan putus asa !

Sekali lagi eksplorasi itu itu artinya pengeboran. Walaupun kegiatan pengambilan data seismic itu merupakan salah satu bagian dari kegiatan eksplorasi, namun melakukan pengeboran itulah yang bermakna lebih jelas tentang sebuah kegiatan eksplorasi.

Semakin banyak sumur yang dibor akan lebih memberikan arti kegiatan eksplorasi dalam mencari dan menemukan migas.

Dengan melihat kenyataan diatas, maka boleh saja kita menganggap bahwa Indonesia itu belum sepenuhnya diekplorasi. Masih banyak lokasi-lokasi yang memungkinkan diketemukannya lapangan-lapangan besar. Bahkan kalau kita ingat Cepu yang sudah diekplorasi hampir seratus tahunpun masih menyembunyikan minyak dibawahnya.

dongeng_geologiSalam eksplorasi !

Tulisan terkait :

About these ads

24 Tanggapan

  1. Pak apakah berliah hitam itu sama artinya dengan fosil batubara sebab keduanya sama-sama karbon ?

  2. MINYAK
    MINYAK ANGIN AROMATHERAPY
    Mohon maaf lahir dan batiin.
    Met idul fitri yach…?!

  3. Pak Dhe,

    Kalo sempet pak Dhe baca artikel nya Faisal Basri di kompasiana/blog mengenai minyak dgn title :Kekayaan yang terkubur”. Saya penasaran aja dgn data yg disajikan. Maka saya bertanya aja ke ahli nya.
    Apakah betul cadangan minyak kita (proven reserves) sejumlah 9,1 milyar barrel ?
    matur nuwun.

  4. salam pak Rocky…

    saya sepakat dengan bapak.. minyak kita harus diexplore betul2, karena kalo tak diekspore akan mubzirkan..

    soalnya minyak sendiri kita kalah sama negara2 lain yang minim minyak, kayak brunai.. patutnya kita kaya lagi.. kan.. banyak engineer2 asal indonesia kerja di perusahaan minyak diluar negeri karena potensi yang kita miliki kurang optimal pengelohananya malah kita mengambil jalan dengan mengimpor minyak lagi..

    irian
    mahasiswa Teknik Mesin Unsyiah

  5. Pak rovicky.., saya rasa memang harus sekarang kita mulai “memasyaratkan” potensi dan kegunaan Pabum sebagai energi alternatif sembari tetap potensi Migas kita eksplorasi terus…, Exploration By Drilling.., Salam Kenal…!

    -An-
    Mahasiswa Baru S2 Geologi Pabum.

  6. kalo saya yakin Indonesia msh punya cukup cadangan minyak, tapi alangkah lebih baik lagi klo kita mau berinvestasi untuk melakukan pengeboran sendiri. mungkin awal-awalnya kita akan kekurangan minyak, tp stlah smua mapan tentunya hal ini akan lebih menguntungkan buat negara kita.

  7. ya, saya setuju dengan uraian2 dongeng di atas…prinsipnya, dengan kemajuan teknologi, masih sangat mungkin untuk terus ditemukan hc dikemudian hari…

  8. Applaus Buat Pak Dhe!! Ayo goyang ngebor…he..he..he

  9. pakdhe, kalo ngbornya make inul ikut ngebor brarti minyak di indonesia bisa lebih banyak ya pakdhe? hehehe

  10. Setuju
    Pemelajaran itu perlu proses dan waktu
    Makanya jangan heran ya, umur UU minerba aja
    baru 2 kali lahir, pertama tahun 1967 kedua
    2009, ampun UU nya aja setelah 42 tahun . . .
    Regenerasi Regulasi nya lambaaaaat banget . . .

    Makanya qita sering serba terlambat karena
    mis management waktu dan salah dalam menentukan prioritas!

    Masih di repotkan dengan siapa yang menang PEMILU legislatif

    He he

  11. dari gambar-gambar tersebut, saya baru tahu kegiatan eksplorasi seperti itu. berarti Indonesia jelas-jelas belum maksimal dalam mengeksplorasi sumber minyaknya.

  12. Trims usaha mencari infonya. Bada mana ya yang mengeluarkan data ini. Hebat tenan. Yand di Indonesia? Tahun berapa isunya?
    Wassalam,
    Otto9

  13. mas vicky, FYI : Contoh kasus di Kutai Basin (salah satu eksplorasi ideal seperti GOM), secara kerapatan sumur (eksplorasi wildcat vs area basin) didapatkan angka 1: 117 Km2 yang secara definitif di artikan oleh para ahli sebagai basin yang masuk dalam tahapan establish (mapan), kalau diartikan dalam bahasa awam tanpa adanya penedekatan baru, teknologi baru maka yang tersisa adalah penemuan2 yang memiliki cadangan relatif rendah (dalam hal ini saya mengambil angka ekonomis 4 juta barel minyak), kalau kita menggunakan teori distribusi normal juga didapatkan kesimpulan yang kurang lebih hampir sama yaitu tahap awal dari establish, secara tingkatg efisiensi eksplorasi dengan mengasumsikan bahwa efisiensi terbaik dicapai apabila penemuan2 lapangan besar ditemukan lebih dulu baru diikuti yang lebih kecil, didapat angka 44.8% tingkat efisiensi eksplorasi di cekungan kutai. Sedangkan kalau dikaji lebih mendalam berdasarkan play type nya maka didapatkan bahwa yang sebenarnya establish itu adalah untuk target reservoir berumur miosen tengah-pliosen deltaik, sedangkan untuk reservoir target lainnya masih dalam tahap emerging dan frontier. Bahkan untuk play deepwater tingkat efisiensi eksplorasinya hanya 4%.

    Pendekatan dengan menggunakan kerapatan sumur eksplorasi bisa dijadikan indikasi awal untuk menentukan eksplorasi lanjutan di suatu area, namun mungkin yang perlu di plot adalah sumur eksplorasi saja, sehingga dapat pula dilihat perbandingan dari ukuran lapangan yang sudah ditemukan.
    Perbedaan mencolok antara eksplorasi di indonesia dan di GOM adalah di GOM pendekatan eksplorasinya sudah kepada reservoir play dan sumur yang banyak di sana di bor untuk sumur produksi dengan menggunakan pendekatan perhitungan cadangan terambil berdasarkan drainage area dari sumur dan prediksi laju reservoir maksimum untuk menghasilkan produksi yang maksimum secara kumulatif, di indonesia sayangnya masih mendekatkan kepada volumetrik dan produksi maksimum sesaat. sehingga upside potential dari satu lapangan belum digali secara maksimum. teknologi workover yang belum maksimum, dan banyaknya bypass zona minyak&gas.

    regards
    ujay
    BPMIGAS

  14. loh, berarti minyaknya… udah abis dunk ya?

    http://reatheryan.co.cc

  15. Wah anak anak Geologi bisa belajar banyak nich dari sini.

    termasuk saya(walau ilmju tersebut hanya saya dapatkan waktu di SMK saja)..

    Salam hangat Bocahbancar Pak Dhe…..

  16. PakDhe Rovicky,

    Saya pribadi berdasarkan jumlah cekungan yang sudah teridentifikasi, yang belum teridentifikasi, dibandingkan dengan cekungan yang sudah di bor; dengan memakai konsep lama, konsep baru, dan kombinasi kedua nya untuk menemukan lapangan HC yang baru, tetep berkeyakinan, bahwa minyak dan gas di Indonesia masih banyak, hanya memang menemukan nya membutuhkan teknologi yang lebih rumit, biaya lebih mahal, dan pemikiran2 G & G yang kadang2 tidak sesuai dengan kaidah2 umum dan konvensional yang selama ini dipakai…

    Salam optimis

    Sigit A.P.

  17. Romo Susi,

    Kalau minyak habis…., nanti ada penggantinya. Itu pertanyaan seperti pertanyaan orang Papua: ‘Kalau pohon sagu habis ditebang diambil sagunya, nanti anak cucu kita makan apa?’

    Kemudian datang orang Jawa menanam padi dan memakan beras. Orang Papua ikut-ikutan dan tidak pernah punya persoalan kalau pohon sagunya habis.

    Jangan berpikir spt Robert Maltus.

  18. Saya sangat setuju dengan tulisan Bapak. Bagaimana mungkin di negara kita ini ada orang-orang yang tidak pernah memikirkan kehidupan untuk anak cucunya nanti. Saya jadi tidak habis pikir. Mau dikemanakan negara kita ini nantinya. Kalau semua kekayaan bumi kita dieksplorasi habis-habisan.

  19. Aku jadi membayangkan, betapa mahalnya biaya eksplorasi, kalau harus dikalikan sekian ratus ribu titik itu. Pantas saja share untuk corporate asing itu jadi lebih besar daripada share untuk negara yang cuman punya barang tersembunyi itu.

  20. ya pakdhe, pak guru bilang sering terjadi lokasi yang dianggap sudah gak ada minyaknya dan ditinggalkan ternyata di waktu berikutnya dijumpai minyak dalam jumlah yang besar (untuk ukuran Indonesia).Ya… begitulah mungkin cara alam menyiasati kerakusan mamusia, kalau langsung semua sumber minyak ditemukan nanti cepat habis dan anak cucu gak kebagian he..he…. Walaupun kemungkinan dikembangkannya/ditemukannya lapangan minyak baru masih terbuka, namun seharusnya kita tetap bijaksana untuk tetap mengembangkan energi alternatif seperti yang ditulis pakdhe vicky beberapa waktu lalu.

  21. [...] eksplorasi bukan sekedar di bor dan ditinggalkan kalau tidak dijumpai tanda-tanda minyak [...] copy left [...]

  22. indonesia itu mampu mengebor minyak sendiri. tapi kenapa pemerintah seolah takut pakdhe?

  23. kok minyak di GOM ga abis2 ya pak.. padahal yang nyedot perusahaan minyak dari seluruh dunia ada.. ngumpul disono semua..


    –> Itulah intinya eksplorasi. Semakin dicari semakin banyak diketemukan. Kalau ditunggu nanti-nanti ya ndak bakalan pernah nemuin minyak.</em

    >

  24. hemm.. bener pak.. tapi kalau dilihat dari kondisi geologisnya daerah di Indonesia emang sedikit mengandung hidrokarbon. Apalagi di daerah vulkanik aktif.. Daerah kaya minyak di Indonesia kan kebanyakan di back arc basin. di fore arc nya kemungkinan ga ada.. hm..minim kegiatan eksplorasi karena ga ada duit pak.. mahal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.173 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: