Papua bergoyang 7.6 M
4 Januari 2009 at 10:28 am | In Bencana Alam, Dongeng Geologi, gempa, tsunami | 29 CommentsTags: 2009, gempa, papua, tsunami
Pada tanggal 4 January 2009 pukul 4 pagi (waktu setempat) telah terjadi gempa cukup besar yang menggoyang Manokwari dan Sorong.
Gempa berkekuatan 7.6 Magnitude ini diduga merupakan gempa tektonik akibat pergeseran sesar Sorong. Melihat besarnya goyangan gempa ini tentusaja Sorong – Manokwari dan sekitarnya akan porakporanda. Apalagi kedalaman gempa ini cukup dangkal yang hanya sekitar 35 Km.

Goyangan hingga VII-VII MMI ini akan sangat kuat merusak bangunan di antara kedua kota Sorong-Manokwari (terutama)
Yang perlu diperhatikan juga adanya kemungkinan tsunami. Melihat tsunami yang terjadi di masa lalu yang terjadi akibat longsorang bawah laut yang terpicu oleh goyangan gempa. Amaran tsunami dicabut sejam berikutnya setelah diketahui tidak tercatat adanya gelombang tsunami ini.
Gempa ini masih berlangsung !.
Perlu diantisipasi goyangan-goyangan selanjutnya yang masih mungkin akan bergetar dalam beberapa hari mendatang.
Kalau kita ingat gempa Jogja beberapa tahun lalu yang berkekuatan 5.8 SR saja masih terus bergetar hingga bebrapa pekan kemudian. Tentusaja gempa di Manokwari ini akan masih terus bergetar. Getaran-getaran ini tentusaja akan membuat panik.
Sebuah hotel yang runtuh di Manokwari (Hotel Mutiara) ini menunjukkan betapa besarnya goyangan gempa akibat sesar geser yang dikenal dengan Sesar Sorong (Sorong Fault).
Tektonik Papua

Papua utara merupakan pertemuan antara lempeng Pasifik dengan lempeng Australia disebelah selatannya. Lempeng Pasifik bergerak ke arah barat yang membentuk sesar geser, Sesar Sorong (Sorong Fault) . Sumber gambar internet
Disebelah ini peta tektonik/peta patahan-patahan di Pulau Papua. Secara Tektonik Pulau Irian atau sekarang disebut Papua merupakan bagian dari lempeng Australia. Dari Sorong hingga Manokwari terdapat sebuah kelurusan (lineament) yang menunjukkan lokasi Sesar Sorong.
Mekanisme terbentuknya Sesar Sorong ini mirip dengan Sesar Semangko di Sumatra yang juga berupa sesar geser.
Sesar ini sangat aktif. Menurut USGS gerakan lempeng Pasifik ini diperkirakan mampu bergerak dengan kecepatan hingga 112 mm/tahun dilokasi episenter !
Lampiran dari USGS
Tectonic Summary
The magnitude 7.6 Papua, Indonesia earthquake of January 3, 2008, 19:43 UTC, occurred as a result of thrust faulting on a plate-boundary along the northwest coast of the island of New Guinea. Eastern Indonesia is characterized by complex tectonics in which motions of numerous small plates are accommodating large-scale convergence between the Australia, Pacific, and Eurasia plates. In broad-scale plate-tectonic models that do not subdivide continent sized plates into smaller plates, the location of today’s earthquake would be on the boundary of the Pacific and Australia plates. The Pacific plate (located north and northeast of the epicenter) is moving southwest with respect to the Australia plate (located south of the epicenter) with a velocity of about 112 mm/year at the epicenter of the earthquake, and the focal-mechanism of today’s earthquake is broadly consistent with Pacific plate lithosphere being subducted beneath Australia plate lithosphere. The subduction zone along the northwest coast of New Guinea is characterized by an offshore oceanic trench, the New Guinea trench, but teleseismically recorded earthquake hypocenters do not show a well-developed inclined seismic zone (a Wadati-Benioff zone) dipping south-southwest from the trench.
The earthquake of January 3, 2008, 19:43 UTC, occurred about 470 km west of the magnitude 8.2 earthquake of February 17, 1996. The 1996 earthquake produced a tsunami that was destructive on the island of Biak. At least 108 people were killed by the 1996 earthquake and associated tsunami.
29 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.





Kita semua berdoa agar korban gempa segera d evakuasi dan mudah2 an korban gempa secepatnya di beri bantuan ama pemerintah.
Komentar oleh supradiyo — 4 Januari 2009 #
katanya beberapa hotel ambruk yag….
Komentar oleh aRuL — 4 Januari 2009 #
q liat d geofon kekuatannya 7.9…
Komentar oleh Pat — 4 Januari 2009 #
mudah2an ga jth bnyk korban yaa
Komentar oleh kusumo_geo_unsoed — 4 Januari 2009 #
Aktivitas Sorong Fault terakhir kali tercatat sebagai gempa kapan, Pak?
Komentar oleh Kristupa Saragih — 4 Januari 2009 #
yah begitulah alam, yang banyak dikhawatirkan sumatera ya terjadi di Papua. Seperti waktu gempa yogya yang sedang diwaspadai letusan G. Merapi, yang jadi musibah besar gempa Opak. Mungkin pinjam istilahnya pakde Vicky, Waspada ! untuk semua lokasi di NKRI, karena memang kita hidup di daerah tektonik aktif.
Komentar oleh mawabedui — 4 Januari 2009 #
potensi tsunami udah ditarik kok… .
tapi turut berduka juga buat para korban gempa
Komentar oleh mahma mahendra — 4 Januari 2009 #
Apa hikmahnya dari gempa ini secara geologi, jangka pendek n panjang? Mudah2an saudara2 kita di Sorong-Manokwari dsk bisa lebih siap lagi menghadapi gejolak alam… turut berempati….
Komentar oleh yunie jusri djalaluddin — 4 Januari 2009 #
Gempa yng terjadi sebelumya di Ternate, dan Kupang apa ada kaitannya?…Coba sedikit didongengkan tentang kemungkinan terjadinya gempa disekitar Mentawai dan Padang dng bahasa awam…krn ada kawanku,saking takutnya trus jual rumahnya di Padang,…
Komentar oleh paDhe Dibyo — 5 Januari 2009 #
mungkin alam mulai bosan bersahabat dengan kita
Komentar oleh menantimentari — 5 Januari 2009 #
Mudahan teratasi, pemerintah tanggap bantuan segera datang.
http://iwanmalik.wordpress
Komentar oleh iwanmalik — 5 Januari 2009 #
Inna lillaah…
Indonesia tidak aman?
Apa perlu kita pindah ke luar negeri?
Komentar oleh M Shodiq Mustika — 5 Januari 2009 #
Ada gak ya gempa yang dibuat oleh manusia?
Apakah semua gempa-gempa tahun-tahun terakhir benar kejadian alamiah dari alam kita?
Komentar oleh Pohon Bodhi — 5 Januari 2009 #
wah… gempa lagi… sesuai ranalan mama laurent…. hehehehehhe
Komentar oleh Admin — 5 Januari 2009 #
sampe tsunami di jepang pa’dhe..wah..wah..
gede’ banget..
sampe puyeng analisisnya, banyak banget gempa susulannya
mudah2n cepat stabil..
Komentar oleh pia — 5 Januari 2009 #
The earth is getting older and older…
Komentar oleh queennefertiti — 5 Januari 2009 #
gimana sodaraku yg di sorong yah? mana susah lagi hubunginnya…aduh, mudah2an gpp
Komentar oleh ratna — 5 Januari 2009 #
untungnya kakak ipar ane yang lagi di wamena gak kenapa-napa
Komentar oleh Yudhi Abe — 6 Januari 2009 #
Bentar lagi P Jawa kayaknya.. be careful….
Komentar oleh attract money — 6 Januari 2009 #
Pakdhe rovicky, ada gaq usaha2 untuk melepaskan energi gempa itu dengan menginisiasi gempa buatan. Jadi gempa yg terjadi bisa merupakan gempa dengan magnitude kecil2 tapi sering
Komentar oleh Mi — 6 Januari 2009 #
wahh… anak2 TG ITB06, sepertinya tentang gempa ini keluar nih buat ujian seismologi pak afnimar tanggal 8…
Komentar oleh doddy iqbal — 6 Januari 2009 #
[...] Januari 6, 2009 Papua bergoyang 7.6 M [...]
Ping balik oleh Duka ditanah QiTa……. « thE reaL AqiEd — 6 Januari 2009 #
[...] Dibawah ini animasi terbentuknya Sesar Sorong yang sangat-sangat aktif itu.Sesar atau Patahan Sorong ini bergerak menimbulkan gempa dengan kekuatan 7.6 Magnitude pada tanggal 4 January 2009. [...]
Ping balik oleh Animasi pembentukan Sesar Sorong « Dongeng Geologi — 7 Januari 2009 #
Prediksi Pake Anfis..Bisa G y?..Coz..Saya Mau bikin Skripsi tentang Gempa & prediksi..Tpi masih2 cari2 referensi nih…Gempa Papua kyaknya bisa g..Data2 kejadiannnya di analisis lagi..truz di prediksi??
Komentar oleh Kipli — 8 Januari 2009 #
pak dhe..abis baca Kompas, menurut ahli gempa papua yang ini gempa doublet? bisa tolong dijelasin !
iya sih, gempa besarnya ada 2, yang 7.2 ma 7.6…berbeda 2 jam
Pi, kalo doublet baru denger..
salam
Komentar oleh pia — 8 Januari 2009 #
Menarik sekali ulasannya, saya ingin mengajukan pertanyaan pa, mengapa dikatakan gempa ini di bangkitkan oleh sesar sorong dan bukan oleh subduksi carolina plate yang subducting di bawah australian plate?
Andaikata memang benar gempa ini dibangkitkan oleh sorong fault apakah mekanisme tersebut masih bisa menjelaskan tsunami kecil yang tercatat di stasiun pasang surut Manokwari, biak, jayapura dan beberapa stasiun lainnya di Jepang?
salam,
Komentar oleh adit — 12 Januari 2009 #
Wah aku dengar saat terjadi gempa tgl 3 Januari subuh sekitar jam 04.43 yah mudah mudahan tidak terjadi lagi semoga Tuhan Yesus menjaga melindungi semua masyarakat di yang berada Tanah Papua tercinta Amien
Komentar oleh Franky — 15 Januari 2009 #
hiks…jadi inget 27 mei 2006. 3 bulan masih kerasa goyangannya.
Komentar oleh thewaskitas — 27 Januari 2009 #
waduh jgn berharap yang macem2 dong!!
qt berharap aja indonesia bakal lbh bae lgi meskipun bnyak argumen tentang “triple twelve”!!
itukan kan hanya wacana saja!!
qt kan mkhluk tuhan,jd berdoa saja semoga tuhan tidak murka ma qt semua!!
berdoa yuk!!
berdoa dimulai………….!!
“selesai”………….amin
hehe
Komentar oleh Ka-Rq...101 — 5 Februari 2009 #