Medali Emas dan Nasionalisme
17 Agustus 2008 at 7:14 pm | In Dongeng Geologi, RuPa-RupI | 21 CommentsTags: indonesia, Merdeka, nasionalisme

Ah ikutan ngomongin nasionalisme lagi ah. Mumpung masih dalam swasana ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke 63.
Hampir setiap tanggal 17 Agustus selalu saja gegap gempita meneriakkan MERDEKA di lapangan, dan dalam diskusi sering dmulai dengan apaan sih merdeka, dan apa itu nasionalisme. Dulu (tiga tahun lalu) pernah nulis tentang makna merdeka disini Apaan sih merdeka ? (baca dulu gih !). Nah sekarang ngomongin nasionalisme, dari sisi orang yang kebetulan sedang di luar Indonesia.
“Wah MERDEKA Pakdhe !”
HOREE EMAS !!
Kebetulan saja malam tadi pas tanggal 16 Agustus 2008 ada pertandingan final Badminton di Olimpiade Beijing 2008.
Terimakasih Markis/Hendra.
Dalam pertandingan yang berlangsung Sabtu (16/8/2008), Markis/Hendra menang melalui pertarungan sengit sepanjang tiga set. Ganda kebanggaan Merah-Putih itu menang dengan menegangkan 12-21, 21-11 dan 21-16.
Rasa degdegan, rasa was-was dan rasa pingin Indonesia menang sangat terasa. Temen-temenku di Kuala-lumpur juga banyak yang saling tukar menukar info lewat mailist, sms, dll. Banyak yang memberikan komentar tentang pertandingan ini. Sangat terasa bahwa ” RASA NASIONALISME ITU MASIH ADA”.
Ya … banyak ragam manifestasi dari fenomena rasa nasionalisme. Boleh saja kita memberikan makna nasionalisme sebagai sebuah tindakan nyata, bisa juga rasa nasionalisme sebagai sebuah kerinduan ataupun harapan. Banyak yang memberikan makna nasionalisme dengan keikutan upacara bendera. Apula yang lebih mementingkan dalam pembelanjaan produk Indonesia. Semua tidak salah, semua benar menunjukkan arahan hatinya ke negara Indonesia.
Aku hanya memberikan arti yang termudah saja. Bahwa “rasa kekhawatiran” dan kegundahan hati akan apapun yang terjadi dengan Indonesia, itupun masih merupakan tanda-tanda nasionalisme itu masih ada.
Syukur
Ada yang sangat mengharukan ketika siang tadi di Kompleks Apartemenku dulu. Kami melakukan peringatan ini segala kemampuan yang ada. Bukan seadanya, namun ini menunjukkan bahwa dimanapun, kami masih risau dengan Indonesia.
Karena tidakmudah memperoleh bendera maka kertas putih dengan diwarnai menjadikan lambang kecintaan. Tentunya bukan karena malas atau ngga kuat beli looh. Namun apapun karena disiapkan hanya dalam sehari, peringatan 17-an kali ini cukup mengesankan. Dalam satu kompleks yang dihuni sekitar 20 keluarga Indonesia ini masih mampu menyelenggarakan acara khusus.
Khusus menyambut 17 Agustus, seperti tahun-tahun sebelumnya. Lengkap dengan menyanyikan Indonesia Raya, berdoa/bersyukur, lomba-lomba dan santapan menu Indonesia.
Syukur
Dari yakinku teguh
Hati ikhlasku penuh
Akan karuniamu
Tanah air pusaka
Indonesia merdeka
Syukur aku sembahkan
KehadiratMu Tuhan
…
…. …. ….
Selain acara lomba-lomba peringatan ini diakhiri dengan santapam menu Indonesia. Lengkap dengan bakwan sayur, lumpia, sate lontong, juga bakso dan tak lupa …. kerupuk !
Selamat ulang tahun Indonesiaku
=
21 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
“Wah MERDEKA Pakdhe !”






Senang sekali rasanya dapet emas semalam itu
Komentar oleh Yeni Setiawan — 17 Agustus 2008 #
nYang penting udah menang diatas Malesa ya Pakdhe ?
Komentar oleh Hartoyo_K — 17 Agustus 2008 #
bener ga niy, katanya tv malesa tidak menyiarkan acara ini ya ? katanya juga malesa tidak memberitakan kemenangan indonesia di koran-korannya. Apa iya pakdhe ?
Komentar oleh Warsito — 17 Agustus 2008 #
Pakdhe, The Star korannya Malesa memberitakan kemenangan perunggunya saja disini : http://thestar.com.my/sports/olympics/default.asp?pdate=/2008/8/16
Tapi ketika meraih emas mereka tidak memberitakan di the Star. Ngiri ya pakdhe ?
Dasar !
Komentar oleh Jambrong — 17 Agustus 2008 #
Wah ko pada musuhin Malaysia, ya. Tapi Malaysia emang udah jelas kalah kalau dengan Indonesia …. untuk badminton
‘dont cry for me Malaysia … ‘
Komentar oleh Sutanto — 17 Agustus 2008 #
Salam
Akh…sangat bangga sayah..indonesia masih punya gigi..ya..ya..kerisauan itu selalu ada Pakde, itu ngomong2 lagu Syukur itu selalu bikin saya berkaca-kaca apa itu nasionalisme juga yak
Komentar oleh nenyok — 17 Agustus 2008 #
ekspresi kemerdekaan kita memang berbeda pak, dan menambah nasionalisme kita
Komentar oleh aRuL — 18 Agustus 2008 #
Wah,itu fotonya di Kampung Warisan ya!?
Keluarga saya juga pernah tinggal di sana…
Mungkin kenal dengan Abdoerrias…
Itu ayah saya
hehehe
Komentar oleh radit — 18 Agustus 2008 #
Akhirnya indonesiaku menang……..yuuuuu
Komentar oleh mudabentara — 18 Agustus 2008 #
horay.. horay..
Indonesia memang hebat.
tahun ini nggak ada yang spesial yang saya lewatkan dalam rangka 17an. bahkan saya tidak sama sekali mengikuti detik2 upacara bendera sekalipun lihat TV.
Komentar oleh easy — 18 Agustus 2008 #
hore emas 1 dulu ….
Komentar oleh Admin — 19 Agustus 2008 #
semoga olimpiade berikutnya, bisa lebih banyak lagi dapet emas nya, MERDEKA!!!
Komentar oleh voucher elektrik — 20 Agustus 2008 #
Kadang saya berpikir “kenapa Indonesia dengan rakyat 200 juta lebih, belum mampu banyak bicara di pentas olahraga sedunia?” tanya kenapa ??
Tapi kita tetap harus bersyukur Markis/Kido bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia.
Komentar oleh donkmarch — 20 Agustus 2008 #
saya sih malah pengin jadi anak kecil lagi….
kangen kayaknya ikutan lomba2 kayak anak kecil…
senangnya ya jadi anak2… tanpa rasa malu, takut salah dan selalu ceria…
jadi anak2 lagi ahhh……
Komentar oleh BLogicThink [dot] com — 21 Agustus 2008 #
Hikk..hekkk…hekkkk….
Pernah denger INDIA?
Indonesia, ya pasti kite-kite mikirin perut dulu.
Pernah lihat olahragawan jadi bintang iklan di seluruh media untuk jangka yang lama? Paling CSR perusahaan rokok. He..he…
Mengapa kita nyuekin Ade Rai padahal, kandidat Mr Universe itu.
Lihat mantan juara-juara olahraga bahkan tingkat dunia. Seperti veteran kita saat inilah kehidupannya.
Kita terlalu ‘rasis’ dan ‘birokratis’ dalam semua hal.
Komentar oleh same — 21 Agustus 2008 #
Alhamdulillah . . . . Akhirnya Indonesia Pulang bawa EMAS, hampir aja pulang Lesu . .. betapa Sulitnya pulang bawa Emas ya?
POKONYA BAHAGIA DAH . . . Urusan MALAEHSIA mah . .. biarin aja, ntar juga.Pingsan Sendiri, hihhihihi . . salam kenal.terimaksih di izinkan mampir
Komentar oleh Faizal Kamal — 21 Agustus 2008 #
ha ha ha Emas Olimpiade dapet asyikkk horeeee….
hiks hiks hiks tapi kok emas punya rakyat di Indonesia dicuri koruptor…..Ngga mau ahhhhhhhhh
Komentar oleh Teddy Delano — 23 Agustus 2008 #
Tapi kemarin sy liat di TV ada anak pemenang catur internasional, terlantung-lantung di jakarta gak dibiayain untuk pulang dari undangan hadir di peringatan HUT RI di jakarta..
Komentar oleh mfajrinet — 24 Agustus 2008 #
JAYA TRUS MERAH-PUTIH DI KANCAH PEBULUTANGKIS INDONESIA,,GOOD LUCK MARKIS/HENDRA REBUT TERUS EMAS KITA YANG SEMPAT HILANG…..!!!!!
Komentar oleh Sigit Prasojo — 25 Agustus 2008 #
keep going Indonesiaku
Komentar oleh de — 27 Agustus 2008 #
Bravo INDONESIAKU…
segeralah “merrrrdekaaa….*
Komentar oleh asyafe — 13 September 2008 #