Menghitung selisih kebutuhan energy listrik (Wapres salah itung kaliii)
12 Agustus 2008 at 1:35 pm | In Dongeng Geologi, Energi | 17 CommentsTags: efisiensi, Energi, listrik
Karena ada yang bertanya bagaimana menghitung selisih beban listrik ini, aku coba menjelaskannya secara mudah pakai grafis saja.
“Lah iya itulah Pakdhe, kalau pakdhe suka buat aneh-aneh orang jadi bertanya yg aneh-aneh juga kan ?”
“Thole aku kan selalu bilang bertanyalah, baca disini : Bertanyalah … Apa saja ! “
Menghitung selisih energi yang dipakai bisa dilakukan mengan menakar. Persis seperti penjual minyak tanah dengan literan itu. Di hitung saja berapa jumlah minyak yang dipakai dalam satu hari misalnya. Namun ketika yang kita miliki hanyalah sebuah grafik, maka dengan grafikpun kita bisa melakukan uji angka.
Menakar selisih energi listrik hari kerja dan weekend.
“Psst, weekend itu bahasa Indonesianya apa sih ?
Dibawah ini ada gambar kebutuhan listrik dalam seminggu dari tulisan yang sebelumnya. Disitu terlihat adanya pola-pola kegiatan atau pola kebutuhan listrik pada hari kerja yang mirip.
Grafik beban listrik disebelah ini dibuat tiga tahun lalu, tetapi pola ini masih sama dengan pola tahun 2008. Jadi sepertinya pola peanggunaan listrik di Jawa-Bali ini tidak berubah semenjak Pak SBY mencanangkan hemat energi (hemat listrik).
“Hiya tuh, Pak SBY !. Itu di DPR pada pakai Jaket kulit itu kan artinya kedinginan. AC-nya dikurangin duonk !”
Pola penggunaan listrik di Jawa ini sangat spesifik sebuah pemanfaatan listrik untuk kehidupan, bukan untuk berproduksi. Beban puncak terjadi pada malam hari. Coba tengok ada bentuk menjulang tinggi pada waktu malam, itu menunjukkan bahwa kebutuhan penerangan (lampu) sangat dominan ketimbang kebutuhan listrik siang hari.
Dan tahukah anda bahwa beban itu dipenuhi dengan PLTD ? Itu maknanya pembangkit listrik tenaga diesel dipakai sebagai buffer. Artinya pemborosan BBM terjadi pada malam hari. Howgh ! !
Warna garis ungu dalam gambar diatas menunjukkan pola peanggunaan listrik dalam satu hari. Dicoba dilihat pada hari selasa, diperkirakan hari selasa itu sudah mulai kerja full, kalau senin kan males to ?
. Ketika pola grafik hari selasa itu di overlay atau ditumpuk pada hari minggu , maka terhat adanya selisih penggunaan listrik di kedua hari tersebut. Daerah berwarna ungu itu menunjukkan selisih energi listrik yang dipakai.
Selisih bebannya kira-kira besarnya 3000Mw dan lamanya sekitar 8-10 jam. Jam kerja sehari kan kira-kira 8 jam saja. Jadi total perbedaannya sekitar 16 000 Mwh.
Apakah sebesar itu pula energi listrik yang dipakai untuk berproduksi ? Hmmmm. Aku rasa tidak, karena pada pola ini juga ada pola selisih waktu makan siang (istirahat siang) (gambar hitam ↔ peralatan pabrik). Nah gambar itu memang “hanya alat”-nya saja. tetapi untuk erproduksi masih membutuhkan energi sebagai pendukung. Kan lift tidak berenti diwaktu jam makan siang, kaan ?
Nah selisih beban 600 MW perhari inilah yang dihitung pak Wapres di Kompas ini.
“Pak Wapres !. Njenengan dikritisi Pakdhe tuh !.
Pakdhe, Pak SBY kok ngga dikritik lagi, Blue Energy-nya sudah tamat ya ?”
Jadi disitulah problematika mengapa mengubah atau menggeser hari kerja tidak akan (belum tentu) mengurangi beban energi secara menyeluruh, karena banyak energi-energi ikutan lainnya yang harus juga tetap beroperasi.
17 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
-
Mencari topik dongeng
Silahkan menggunakan fasilitas mencari (search) diatas -
Dongengan Anget
- Iklim dalam genggaman tangan, benarkah ?
- Masih mungkinkah ada letusan gunungapi sedahsyat Krakatau atau Tambora ?
- Capres yang sekarang bagus-bagus kok !
- Semburan Gas-Lumpur di Serang
- Bila semburan lumpur berkurang drastis -be alert !
- Membandingkan bukan mempertentangkan
- Seamount, Si Gunung Raksasa dibawah laut (1. Proses Terbentuknya)
- Topografi dan batuan yang menyusunnya
- Gunung api di tengah laut di dekat Bengkulu, Sumatra. Seamount ?
- Pak Boediono diperlukan dimana ?
- Note: IPA 2009 Plenary Session – Kontrak karya untuk migas –> Bisa ndak ?
- Note: IPA 2009 Plenary Session – Cost and Reporting Transparancy
- Partai-partai dengan raport merah
- Skenario Pilpres 2009
- Scenario Planning, membuat dongeng masa depan.
Dongeng Tempe-
Dongengan Terlaris
- Skenario Pilpres 2009
- Segitiga Masalembo - The Indonesian "Bermuda Triangle"
- Iklim dalam genggaman tangan, benarkah ?
- Banjir Situ Gintung : "Keringkan saja danau ini !"
- Masih mungkinkah ada letusan gunungapi sedahsyat Krakatau atau Tambora ?
- Benarkah Indonesia itu Atlantis ?
- Patahan-patahan yg membelah Pulau Jawa !
- Dongeng Timun Emas dan LuSi
- Seamount, Si Gunung Raksasa dibawah laut (1. Proses Terbentuknya)
- Gempa Terkini
- Menit-menit mendebarkan saat tsunami tanggal 17 July 2006 di Pangandaran
- Bencana LuSi di Jaman Majapahit (1297 Caka)
-
Yang diDongengin
-
Mailist Dongeng Geologi
Dongeng-Geologi Visit this group -
Dongenganmu
-
Pembaca
- 2,014,857 Yang diDongengin
-
Ngopi Dongeng
Anda dapat memperbanyak dan menyebarluaskan isi website ini seutuhnya, sebagian trus dicetak dijual ataupun dipakai bungkus kacang, ataupun dijadikan pesawat-terbang kertas, atau didaur ulang, dst-nya, asalkan tidak menghapus 'catatan hak cipta'. Karena banyak karya orang lain tersadur juga dalam dokumen website ini juga.Copyleft
Macam-2 Dongeng
Tulisan sebelumnya
-
Dongeng Gambar




More Photos -
PenDongeng
Just me, an Indonesian geologist. Nothing special. Has been working as an explorationist in oil companies (Hudbay Oil, Lasmo, Kondur PSA, Shell, Total, Murphy Oil, and now with HESS). Now live in Kuala Lumpur, Malaysia. Member of :- IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia),
- HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia)
- AAPG (American Assoc of Petroleum geologist),
- SEG (Society of Exploration Geophysicists),
- IPA (Indonesian Petroleum Association),
- IATMI (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia),
“Santai Aja”, katanya.
“Nglaras”, kata Budhe
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
“Lah iya itulah Pakdhe, kalau pakdhe suka buat aneh-aneh orang jadi bertanya yg aneh-aneh juga kan ?”
“Thole aku kan selalu bilang bertanyalah, baca disini :
“Weekend” itu bahasa perancisnyapun “le weekend”
. Jadi, Pakde, di republik ini ada produksi beneran tidak sih?
Komentar oleh Koen — 12 Agustus 2008 #
kalo difikir2 benar juga
Komentar oleh aRuL — 12 Agustus 2008 #
Pusing mikirin masalah bangsa ::MODE ON::
Komentar oleh El Locco — 12 Agustus 2008 #
Gas usa ikutan mikir, itu tugasnya pemerintah. Rakyat harus dilayani !!
Komentar oleh KurST — 12 Agustus 2008 #
SayanGnYA yG meLayaNi bEGo-Bego gituH
NAsiiIb NaSiiBB
Komentar oleh ParsiNMK — 12 Agustus 2008 #
wah kalo saya disuruh mikir kek gitu ya gak ngerti… biarlah pemerintah yang mikir. tapi ya mikirnya harus bener2
Komentar oleh malapu — 13 Agustus 2008 #
memang betul kalau yang dihemat HANYA listrik saja… tapi energi lain?? setuju pakdhe
Komentar oleh botol94 — 13 Agustus 2008 #
Sebuah anjuran, himbauan, kecaman atau paksaan yang menyebutkan bahwa untuk Mall, toko, hiburan malam dan sejenisnya harus mengurangi beban listriknya sebesar 20%
Komentar oleh adipati kademangan — 13 Agustus 2008 #
kalau bener sektor industri ternyata tidak terlalu menghabiskan porsi listrik, agak miris juga ya. saya baru sadar kalo bangsa ini memang konsumtif.
Komentar oleh christina maya — 13 Agustus 2008 #
Pak De sudah hemat energy belum?
Komentar oleh Rindu — 13 Agustus 2008 #
Lha, bisnis begituan kan biasanya lampunya remang-remang, pakdhe… itu sudah hemat listrik sedari dulu
Komentar oleh Catshade — 13 Agustus 2008 #
Walaupun remang-reman lampu, tapi mereka juga butuh AC, butuh heater sauna lah rak nyampur-nyampur sakepenake
Komentar oleh Hartoyo_K — 13 Agustus 2008 #
pak dhe lalu solusi bagaimana yang bisa kawan kawan pak dhe(IAGIners) bisa sarankan apalagi kan ntar lagi IAGIners mo ngumpul-ngumpul bagaiamana kalopak dhe bersama kawan kawan kasih solusi misalnya mempermudah proses eksploitasi geothermal bagi BUMN negara, soal hemat listrik semoga jangan jadikan dunia pendidikan korban kan kasihan tuh mahasiswa yang kebtuhannya sekarang ini tidak lepas dari listrik….. dan jangan sampaiimbasnya masuk kuliah di hari sabtu… bisa repot nih pak dhe…….
Komentar oleh sya_wal88 — 13 Agustus 2008 #
memang JK sering salah itung, wong katanya menarik subsidi BBM bisa mengurangi kemiskinan jeeeee..nyatane piye ??
Komentar oleh ariebp — 14 Agustus 2008 #
perhaps it’s “akchir peckan”..
Komentar oleh Hooooaaahhmmm — 15 Agustus 2008 #
Pak Dhe, jangan pak dhe mengkritisi wapres dan pres terus! Saya takut nanti Pak Dhe diangkat jadi MenkomInfo, hingga ahirnya tiada berita di blog ini. Semoga Pak Pres dan Wapres, mengangkat Pak Roy saja, jangan Pak Dhe Rovicky.
Komentar oleh Semprul Puthul — 17 Agustus 2008 #
Heran, konsumsi (listrik) melonjak kok tidak gembira. Kecuali kalau jualnya rugi (subsidi).
Perrobellem: apakah rakyat tidak boleh mendapat harga beli yang murah, lha wong fujian bisa dapet gas murah selama puluhan tahun.
Terusnya, segmentasi / clusterisasi area (industri / perumahan / perkantoran), kalau bisa terwujud, kontrol alokasi energi akan lebih mudah termasuk mengontrol susut daya.
Jadi kalau sumber minyaknya di cepu, ya bangun saja industrinya di sekitaran cepu, kan biaya distribusinya bisa dihemat, dll, dan sejenisnya.
Komentar oleh Bagai — 19 Agustus 2008 #