Terbentuknya gurun bukan karena pohonnya ditebangi
16 Juni 2008 at 6:44 pm | In Dongeng Geologi, Environment, RuPa-RupI | 18 CommentsTags: angin, bahorok, gurun, hujan, terbentuknya gurun
Pernah lihat gurun ? Wah tentunya sangat sedikit orang Indonesia yang pernah melihat gurun. Gurun sangat gersang (bukan seger merangsang) tetapi bener-bener tidak ada atau sangat sedikit pepohonan. Kenapa tidak ada pohon ? Ditebangikah ?
“Waddduh Pakdhe, kok crita gurun. Arab emang terkenal gurunnya, kan Pakde ? Aku punya temen dari Arab ngakunya dari Padang … tapi Padangpasir ”
![]()
Dimana saja gurun di dunia
Di dunia ini kira-kira sepertiganya beruba gurun. Atau lebih dikenal daerah dengan curah hujan yang sangat rendah (<25cm/tahun). Daerah ini dikenal sebagai daerah beriklim Arid (kering). Daerah ini biasanya memiliki kelembaban udara yang sangat rendah.
Sudah disebutkan diatas bahwa gurun itu daerah ini yang sedikit pohon, artinya penyebab utamanya adalah karena sedikit air yang ada disana.
Salah satu yang termudah adalah melihat apa saja yang mengontrol kelembaban udara atau kandungan air di udara ini. Karena kandungan air diudara inilah yang nantinya bertanggung jawab atas terdapatnya air di suatu tempat atau disuatu daerah (kawasan) tertentu.

Salah satu untuk melihat kandungan air tentusaja melihat pola angin, awan dan pola hujan di bumi. Di sebelah kanan ini peta bumi yang menggambarkan tempat-tempat di bumi ini dimana curah hujannya rendah 25-50 mm/tahun (semi arid), dan daerah yang memiliki curah hujan sangat rendah dibawah 25 mm/tahun.
Terlihat bahwa tempat yang langka dengan hujan (arid) berada disekitar daerah tropis. Tentunya daerah tropis atau berada diantara 30° Lintang Utara dan 30° Lintang Selatan. Daerah tropis ini daerah yang memiliki suhu rata-rata tahunan sangat tinggi. Coba tengok pola angin dan suhu berdasarkan posisi lintangnya disebelah ini.

Pola angin ini akan menentukan basah tidaknya angin yang juga kerap kali membawa uap air yang berasal dari lautan. Coba perhatikan sisi barat dan sisi timur dalam sebuah benua. Tempat-tempat yang berada di sisi timur relatif lebih basah ketimbang sisi barat. Sisi barat akan memiliki daerah daerah yang sering dilewati oleh angin “basah”. Lebih detil bisa dilihat pada bentua Australia. disebelah ini. Australia Barat sangat kering dibandingkan Australia Timur.
Hal ini disebabkan angin yang membawa uap air terpengaruh oleh perputaran bumi yang disebut efek “Coriolis”. Coba bayangkan kalau bumi berputar kearah timur. Tentusaja angin akan relatif kearah barat.
“Pakdhe coriolis itu apaan sih ?
Coriolis
Untuk mudahnya dalam konteks kali ini, Coriolis itu efek akibat pergerakan bumi yang berotasi kearah timur. Bumi ini kan berbutar dari barat ketimur, sehingga kita melihat seolah-olah matahari itu terbit dari timur.
Secara mudah bisa dianalogikan dengan membawa air dalam ember diatas kereta, Ketika kereta bergerak ke timur maka air akan mengumpul di sisi sebelah barat, kan ? Disebelah kiri ini gambaran kartun, kalau saja bumi bergerak ke arah timur, maka air akan cenderung berkumpul di sisi barat dari ember
“Oooh gitu ya Pakdhe ?”
“Embeeer !”
![]()
Jadi angin akan cenderung bergerak ke barat. Akibatnya banyak daerah sebelah timur yang anginnya basah dan menyebabkan hujan, sedangkan disebelah barat anginnya sudah kering. Itulah sebabnya disebelah barat sebuah benua relatif lebih banyak yang berupa gurun.
Daerah bayang-bayang hujan.
Selain akibat Coriolis diatas, juga ada yang disebut daerah bayang-bayang hujan akibat adanya bukit yang menghadap ke laut akan lebih sering mendapat hujan. Sedangkan lereng bukit disebaliknya akan mendapatkan angin kering.
Disebelah kanan ini menunjukkan bagaimana angin dari laut yang mengenaik sebuah bukit menyebabkan timbulnya hujan. Sedangkan di lereng sebaliknya akan menjadi bayang-bayang hujan. Anginnya kering dan angin kering ini bila panas sering menyebabkan bencana angin kering. DI Sumatra ada angin yang dikenal dengan nama angin Bahorok. Angin Bahorok ini angin kering akibat bayang-bayang hujan.
Mengapa angin yang naik ini menyebabkan hujan?
Masih ingat kondensasi ? Ya kondensasi dari uap air menjadi hujan disebabkan karena adanya perubahan tekanan dan suhu. Semakin ke atas tekanan berkurang, juga suhunya berkurang, sehingga titik-titik uap air yang terangkut angin terkondensasi menjadi hujan.
“Daerah mana yang paling banyak hujan di Indonesia ini, Thole ?”
“oooh Jadi bogor itu karena lerengnya menghadap laut Jawa, makanya sering hujan ya Pakdhe. Sedangkan di Sukabumi sedikit hujannya. Wah tahu aku Pakdhe !”
Dengan demikian kita tahu bahwa alam ini membentuk bermacam-macam bentuk iklim yang cukup unik. Tidak berarti bahwa manusia boleh menebang hutan seenaknya looh. Namun perlu dimengerti bahwa hutan gundul akan menyebabkan longsor ketika air hujan tidak ada yang mengontrol.
“Oooh jadi daerah gundul itu bisa juga disebabkan oleh alam ya Pakdhe ?”
“Lah hiya, tapi tidak boleh trus kalau ada penggundulan mengatakan itu akibat kurang hujan thole.”
18 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.





hello,
saya pernah mencari tau juga untuk masalah gurun ini, terutama afrika.
dari yang saya baca, saya kurang sepakat dengan artikel anda.
evolusi bumi tidak berjalan linear, dan iklim jauh lebih kompleks untuk hanya dibaca dengan teori coriolis atau daerah bayang hujan.
penghancuran hutan akan memberi umpan positif terbentuknya gurun atau proses penggurunan.
daerah yang sekarang gurun banyak yang tadinya adalah hutan, dan salah satunya bisa dilihat dari sumber minyak yang ada dibawahnya. berdasarkan pemahaman bahwa sumber minyak adalah “kuburan hutan”.
proses pengguranan di afrika contohnya disebabkan deforestasi yang kemudian berkontribusi untuk penghilangan curah hujan sampai 1/3 dari sebelumnya (saat masih lebih hijau)
pola iklim yang sekarang adalah adalah fenotip yang bisa dibaca saat ini, sedangkan iklim sendiri seperti bumi terus berubah sesuai dengan perubahan komponen ekosistemnya.
jadi apakah penggurunan bukan karena penebangan hutan? heum….saya pikir deforestasi adalah salah satu kontributor utama untuk penggurunan.
mungkin saya salah, mohon tanggapan dari yang lebih tau lagi..bagus juga untuk belajar rame2..
trimakasih
Komentar oleh dinsky — 16 Juni 2008 #
Dengan demikian kita tahu bahwa alam ini membentuk bermacam-macam
bentuk iklim yang cukup unik. Tidak berarti bahwa manusia boleh
menebang hutan seenaknya looh. Namun perlu dimengerti bahwa hutan
gundul akan menyebabkan longsor ketika air hujan tidak ada yang
mengontrol.
Om, bukankah Samodera Indonesia lebih luas dari Laut Djawa?
Komentar oleh Semprul Puthul — 16 Juni 2008 #
Saya tadinya juga sulit menerima gurun akibat penebangan pohon di hutan. Tetapi kalau manusia penyebab timbulnya gurun, tentunya bisa dirunut secara kronologis to pakdhe. Dan sepertinya memang gurun-gurun di afrika maupun gurun gobi di asia itu sudah ada ketika manusia masih belum ada atau manusia purba masih belum punya teknologi seperti sekarang.
Gurun di cina sudah ada 4.5 juta tahun lalu menurut website cina ini :
http://www.china.org.cn/english/2002/Aug/38751.htm
Taklimakan Desert Formed 4.5 Million Years ago
The Taklimakan Desert located in northwestern Xinjiang Uygur Autonomous Region, the second largest desert on the globe, could have been came into being some 4.5 million years ago, according to recent research.
Komentar oleh Herman-Geo — 16 Juni 2008 #
Pakdhe, kalo tentang gurun, lapindo lebih ahli je… Di sidoarjo nanti dikasih nama gurun apa ya?
Komentar oleh Agus16 — 17 Juni 2008 #
gini pakdhe, dulu pandangan saya bahwa gurun terjadi karena penebangan pohon, sehingga terkonsep bahwa padang pasir itu dulunya merupakan hutan, kemudian daun dan kayu-kayunya terpendam menjadi fosil dan sekarang menjadi minyak seperti di daerah timur tengah yang kaya minyak. Ternyata pandangan yang keliru pakdhe
Komentar oleh Laporan — 17 Juni 2008 #
Hebat bener dapat informasinya darimana Pak Dhe… sampai se detail gitu… ckckck
…tapi ngomong-ngomong
sudah pernah ke Gunung belum … naik mobil Kijang.
Trus ikutan lomba menulis Blog. Ayoo ikutan ..hadiahnya jalan-jalan ke hongkong disneyland untuk 4 orang. Gabung yahhh, biar rame…
Komentar oleh hendra — 17 Juni 2008 #
Wah mas dinsky bukan geologist ya, he…he..
Masa minyak asalnya dari kuburan hutan, nanti orang2 pertamina pada ngebor dong di kuburan2 sama bong2 cina.
Kalo kemarin sich sempet di NGC ada liputan tentang pembentukan gurun di California?? (cmiiw), yang menunjukan bahwa sebelumnya ada danau yang diambil airnya, lama2 setelah air habis maka terbentuklah gurun yang pada akhirnya menyebabkan masalah baru seperti badai gurun, gangguan pernafasan etc.
Jadi mungkin saja gurun terbentuk karena ulah manusia, tapi menurutku selebihnya dominan karena proses alami.
Komentar oleh awy — 18 Juni 2008 #
ooo ternyata gitu ya om….
Komentar oleh masenchipz — 18 Juni 2008 #
boleh ikutan ga om vick? baru nemu nih blog ini..baca2 ternyata bisa masuk juga, maklum otakku rada2 sableng dikit, susah buat diajak mikir
met kenal om, salut and iri juga nih sama om vicky bisa bikin blog yang menarik…aku bikin blog rada pusing juga buat ngisinya, abis kalo nulis larinya kemana2
cuma mo komentar dikit tentang tulisan “gurun” di atas, sambil mikir berandai-andai
kayaknya perlu juga tuh dikaji ulang, apa morfologi yang mengakibatkan perubahan cuaca ato cuaca yang bikin perubahan morfologi, dua2nya kayaknya benar om tapi kalo dalam konteks “gurun tadi mana yang benar? kalo ga salah pemahaman saya ni, “gurun” diatas sesuai dengan pernyataan “cuaca yang bikin perubahan morfologi.
seandainya gini om, gurun kan kebanyakan batuan tua tuh, berulangkali tererosi and terendapkan sampai ukurannya pasir homogen, porositas cukup bagus, dengan sedimen permiable (meloloskan air) tebal sehingga ga ada lapisan impermiable buat nahan air, bla, blaa, blaa…endingnya ya kayak gitu, kepanjangan kalo diterusin
mo nanya ni om, berhubung saya ga di oil palagi eksplorasi di gurun, ada ga om ngebor di gurun ketemu reservoar air?
thx om, dah ngasih kesempatan…
Komentar oleh zaldigea — 19 Juni 2008 #
To zaldigea:
Om vicky pernah ngulas di
http://rovicky.wordpress.com/2008/01/18/zamzam-pernah-kering/ tentang air zam2 (dari reservoir juga kan, di gurun pasir lagi.
Komentar oleh awy — 19 Juni 2008 #
pak de,
kenapa ya bisa terbentuk genangan air ?
Komentar oleh logic — 19 Juni 2008 #
Pak Dhe, teori itu berlaku terbalik gak? klo sedikitnya pohon dikarenakan ketidak adaan air, bagaimana dengan banyaknya pohon membuat kelembaban udara meningkat. soalnya saya pernah liat di tv, bagaimana seorang yahudi di israel sono membuat hutan di gurun pasir. awalnya memang airnya di kontrol, dan pohon2nya memang yg sedikit membutuhkan air, tetapi lama kelamaan daerah tersebut juga di tumbuhi tumbuhan2 lain tanpa ditanam secara sengaja….
Komentar oleh murtadha — 25 Juni 2008 #
Terima kasih untuk pengetahuan “baru” ini. Jadi pengen tahu lebih banyak. Soalnya, selama ini anggapan umum terjadinya gurun karena pembabatan hutan.
Komentar oleh Robert Manurung — 28 Juni 2008 #
[...] RuPa-RupI | Tags: eolian, gurun, oasis Setelah mendongeng tentang gumuk pasir dan diteruskan dengan terbentuknya gurun dan secara kebetulan saja ada yang menanyakan : pak de, kenapa ya bisa terbentuk genangan air [...]
Ping balik oleh Terbentuknya Oasis di Gurun « Dongeng Geologi — 6 Juli 2008 #
bener jadi teringat kisah Pak Guru mengenai terbentuknya gurun karena hutan ditebangi contoh di Afrika… tapi pikir2 apa iya bisa seluas itu kalo ditebangi manusia… jaman dulu kan manusia kan sedikit jadi sulit lah kalo gurun2 pasir saat ini terjadi karena penebangan hutan.
Komentar oleh Karir — 8 Juli 2008 #
kalau terbentuknjya gurun di autralia gimana ya proses terjadinya??????
Komentar oleh cuwieeee — 24 Februari 2009 #
Pakde…dongeng monsun nda ada ya?
*ngarep (bgt) mode on*
Komentar oleh izki — 27 April 2009 #
Pakdhe, diatas itu kok ada embernya?/
heheheee…
Komentar oleh saharatea — 29 April 2009 #